Mommy Ara

Mommy Ara
38. Sudah Lebih Baik


__ADS_3

Sore Harinya...


Selesai mandi & sholat, Ara segera turun kebawah dan mencari keberadaan anak serta suaminya, namun ia tak menemukannya, lalu ia melangkah kedapur untuk mengambil air minum karna ia merasa haus, Ara melihat mamanya lagi asik memotong puding.


"sore maa, sapa Ara."


"sudah bangun?, apa masih mual?."


"udah berkurang ma."


"Alhamdulillah kalau gitu, mau coba ngak puding buatan mama."


"mau dong maa, jawabnya dan langsung mengambil piring serta sendok, setelah itu ia langsung mencicipi puding buatan mamanya."


"enak maa, ucapnya."


Mama Ara hanya tersenyum mendengar ucapan Ara.


"maa, Ares mana ya?."


"lagi main ditaman belakang sama Arkan."


"oh, Ara kesana ya Ara bawa yang ini maa, ucapnya."


"iya.."


Ara langsung berjalan ketaman belakang dan melihat Arkan dan Ares lagi main puzzle.


"lagi apa sih, asik banget, sapa Ara."


"mommy....teriak Ares ketika mendengar suara Ara, Ara tersenyum mendengar teriakan dari Ares."


"ini mommy bawakan puding buatan Oma, ucapnya.'


Ares mengangguk dan segera mencomot puding tersebut.


"ayo mas dimakan, ucap Ara."


"hm..apa udah ngak mual lagi, tanya Arkan."


"udah berkurang mual ya mas."

__ADS_1


"syukurlah kalau gitu, Ara tersenyum dan mengangguk."


"enak mom, pudingnya."


"iya dong..siapa dulu yang buat."


Arkan menikmati suasana sore hari di taman belakang, bersama keluarga kecilnya.


Malam Harinya...


Malam ini suasana rumah Arkan rame, karna kedatangan kedua orang tua leo dan Leo juga tentunya, karna Arkan sudah memberi tahu berita kehamilan Ara pada mereka, mama leo pun bahagia mendapat kabar tersebut. Mereka menikmati makan malam yang hangat dan Arkan senang melihat Ara makan dengan lahapnya, walau Ara menkonsumsi nasi sedikit dan lebih banyak sayur serta lauknya.


Selesai makan malam, mereka langsung berkumpul diruangan keluarga, mereka membahas hari pernikahan Leo dan Mita, yang akan di laksanakan seminggu lagi, mendengar kabar tersebut Ara merasa senang karna Mita bagian dari keluarga nya.


"jadi kapan yah, hari pernikahan nya?."


"Minggu depan, semoga saja nak Ara semakin sehat dan bisa hadir bersama kita, ucap papa leo.


"aammiin, insya Allah yah, Ara kuat kok, jawabnya sambil senyum."


Mereka bercerita banyak hal, Hinga tak terasa malam semakin larut, dan akhirnya memutuskan untuk beristirahat. Ares sangat senang mendengar Leo nginap dirumahnya karna ia bisa tidur dengan leo. Tiba dikamar, seperti biasa ara mengambilkan baju tidur untuk Arkan dan memberikan pada sang suami, selesai Menganti baju mereka langsung menuju ranjang untuk beristirahat, Arkan memandang wajah manis istrinya pun tersenyum, Ara yang tak tahan melihat senyum Arkan yang begitu manis dipandang pun secara spontan langsung mengecup singkat bibir Arkan.


"Ais....sudah berani yaa, sekarang hm...ucap Arkan."


Arkan tertawa melihat tingkah istrinya, Arkan pun menarik selimut yang menutupi wajah Ara, setelah itu Arkan langsung mencium balik bibir istrinya dan menyesapnya dengan lembut.


"ayo istirahat, ucapnya setelah melepaskan ciumannya."


"hm...jawab Ara seraya mengangguk."


Arkan membawa Ara dalam pelukannya, Ara yang mendapat pelukan dari Arkan pun membalasnya dan melingkarkan tangannya di pinggang Arkan, tak lama ia pun terlelap.


Saat orang lain bergelut dengan mimpi tapi tidak untuk Ara dia malah bergelut dengan perutnya yang terasa lapar padahal sudah lewat tengah malam, Ara menatap wajah suaminya yang tidur dengan lelap nya Tampa terusik oleh pergerakan Ara. Hinga ia menyentuh wajah suaminya dan sekali kali menggoyang kan tubuh Arkan untuk membangunkannya namun tak juga bangun, perlahan tapi pasti Ara mulai mengecup singkat bibir Arkan tapi siapa sangka sang empunya membalas kecupan itu Hinga ia menekan tengkuk Ara dan terjadilah ciuman panas.


"iih mas, ngerjain aku yaa???"


"hahaha...emang mau ngapain sih bangun jam segini pengen ya, ucap Arkan sambil menarik turunkan alis nya."


"bukan...., aku lapar mas masakin aku nasi goreng yaa..."


"yaa sudah ayo kita buat.."

__ADS_1


Mereka segera melangkah menuju dapur, untuk memasak makanan buat bumil, tiba di dapur Arkan mengeluarkan bahan bahan yang di gunakan dalam membuat nasi goreng tersebut, Ara pun membantu sebisanya.


"pedasin dikit ya mas, terus telur ceplok ya dua."


"siap nona, jawab Arkan."


Sembari menunggu Arkan memasak Ara menyantap buah yang ada di meja, ia memang ngak bisa nahan kalau melihat buah yang disukai.


Tak lama Arkan pun selesai membuat nasi goreng, dan menaruhnya dipiring dan menatanya dengan rapi semua toping di atas nasi goreng tersebut.


"ini non, pesanan anda, kalau kurang enak nona cukup pandang wajah saya saja yaa...pasti enak kok, ucap Arkan."


"iya deh mas, aku makan sambil Mandang wajah mas, ucap Ara sambil ketawa."


Ara menatap nasi goreng dimeja dengan tampilan cantik membuat ia menelan silivanya, Tampa menunggu lama ia langsung menyantap nasi goreng buatan Arkan, dengan lahapnya.


"gimana rasanya??"


Ara tak menjawab sebab mulutnya penuh dengan makanan, ia hanya mengacungkan jempolnya untuk memberi penilaian. Tak butuh waktu lama buat Ara untuk menghabiskan sepiring nasi goreng semuanya sudah pindah ke perut Ara.


"hufff kenyang nya, mengusap usap perutnya sambil tersenyum."


"sekarang tinggal bayarannya, ucap Arkan."


"maaf mas, aku ngutang dulu yaa, lagi ngak ada duit, jawab Ara sambil cengengesan."


"ngak bisa nona, karena nona pelanggan pertama saya."


"aduh kasihan, terus gimana dong mas."


Arkan melangkah dan langsung mengendong Ara dan membawanya ke kamar, tiba di kamar Arkan langsung menaruh Ara di atas ranjang dan memulai aksinya, Hinga terjadilah apa yang seharusnya. Setelah selesai dengan aksi panasnya mereka kembali melanjutkan tidurnya karena kelelahan.


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Maaf yaa akhir akhir ini mungkin sering telat up, soalnya lagi ada kerjaan yang lagi mendesak, yang ngak bisa di tinggalkan.


dan makasih banyak yang sudah.


πŸ‘‰ like


πŸ‘‰ komen

__ADS_1


πŸ‘‰ serta hadiahnya.



__ADS_2