Mommy Ara

Mommy Ara
27. Makan Siang Bersama


__ADS_3

Tak terasa waktu berlalu begitu cepat, kini Ara sudah berada disekolah Ares untuk menjemputnya, tak lama Ara pun melihat Ares sedang berjalan dengan temannya. Ara pun segera keluar dari mobil dan berjalan menghampiri Ares.


"Mommy, ucapnya saat melihat Ara ada didepannya, Ara hanya tersenyum."


"Aurel kenalkan ini mommy ku, ucapnya pada temannya."


"hy tante, aku Aurel temannya Ares, ucap Aurel memperkenalkan diri."


"hy cantik, jawab Ara."


"Aurel aku pulang dulu yaa, pamit Ares, Aurel hanya mengangguk."


Ara dan Ares segera menuju mobil, setelah naik Roy pun melajukan mobil dengan kecepatan sedang.


"mom, boleh ngak beli es krim?."


"boleh tapi jangan banyak yaa nanti demam."


"makasih ya mom, ngak banyak kok, jawabnya sambil nyandar ditubuh Ara.


"pak Roy, kita mampir sebentar di minimarket ya pak, ucap Ara."


"iya non, jawab Roy."


Tak lama mereka tiba disebuah minimarket, Ara dan Ares segera masuk kedalam minimarket tersebut. Ares yang sudah tak tahan ingin es krim ia pun segera berlari saat melihat es tersebut, ia segera mengambil 3 buah es krim.


"mom, Ares ambil 3 yaa, satu buat om Roy, ucapnya."


"iya ngak apa apa, sekarang mau yang mana lagi?."


"udah, ini aja mom."


Ara pun segera kekasir untuk membayar belanja Ares. Setelah membayarnya mereka segera keluar dan masuk ke mobil. Roy pun melanjutkan perjalanan menuju kediaman Arkan.


Tiba dirumah Ares memberikan sebuah es krim pada Roy, Roy pun menerimanya dengan senyuman.


Ara segera membawa Ares kekamarnya untuk Menganti baju terlebih dahulu, tiba dikamar Ara membantu Ares Menganti pakaiannya.


"sayang, kita makan siang dulu ya, kamu mau dimasakin apa?, tanya Ara disela sela menganti baju Ares."


"iya mom, terserah mommy aja, jawabnya."


"ya udah yuk kita keluar, ajak Ara.


cup..satu kecupan mendarat di pipi Ara, saat mereka akan keluar dari kamar."


"kok dicium?"


"karna Ares sayang mommy, jawabnya sambil memeluk Ara.


"mommy juga sayang sama kamu, jawab ara dan membalas pelukan Ares.


Saat mereka hendak keluar, ponsel Ara berdering ia melihat suaminya yang menelpon, dengan cepat Ara pun mengangkat nya.


"halo, assalamualaikum kak."


"wa'alaikumsalam,."


"ada apa kak?."


"Ares sudah pulang?."


"sudah kak, ini baru selesai ganti baju."


"apa kalian sudah makan siang?."


"belum, Kaka udah makan?."

__ADS_1


"belum juga sih, jika berkenan gimana kalau makan siang dikantor aku tunggu."


"tapi aku belum masak buat makan siang, apa Kaka mau menunggu aku masak sebentar?."


"ah baiklah tak masalah."


"oke, kakak mau dibuatin makan siang apa?


"udang kecap manis, sayur capcay aja."


"ah baiklah, aku tutup dulu ya."


"hm iya."


Ara senang karena suaminya mau makan masakannya, dan bahagia karna suaminya mau menunggu ia memasak walau ia harus menahan rasa laparnya.


Ara pun segera mengajak Ares keluar dan menyuruh Ares bermain diruang keluarga karna ia akan memasak makan siang, Ares pun menurut apa yang di katakan mommy nya karna ia juga senang kerena akan makan siang dikantor Daddy bersama mommy nya. Ara pun bergegas kedapur dan segera memasak makan siang buat suaminya.


Tak berapa lama makan siang buat suaminya sudah selesai, Ara segera mengambil kotak, setelah itu Ara segera memasukan kedalam kotak beserta nasi juga tak lupa ia isi sambal yang sudah ia masak tadi dan menatanya dalam kotak tersebut, dan setelah itu ia memasukannya kedalam paperbeg.


Ara segera mengajak Ares kekamar untuk membersihkan dirinya, Ares memilih mandi sendiri, Ara hanya mengangguk saja, setelah itu Ara bergegas kekamar mandi, tak berapa menit Ara pun sudah keluar dengan dress selutut warna toska, ia segera menuju meja riasnya untuk berias rambutnya yang panjang ia Cepol keatas tapi tak terlalu tinggi dan tak lupa memoles sedikit wajahnya, setelah dirasa cukup Ara pun segera keluar dari kamar ia melihat Ares sudah rapi dengan stelan santainya.


"pintar anak mommy, sudah bisa mandi & pakai baju sendiri, puji Ara."


"hahaha, iya dong mom, Ares kan sudah besar."


"ya sudah ayo kita kekantor nanti Daddy kelamaan menunggu kita kata Ara."


"ayo mom."


Ara dan Ares pun bergegas menuju kantor daddy-nya, yang diantar oleh Roy, tiba dikantor Ara teringat saat bekerja disini sabagai karyawan tapi kali ini ia datang sebagai istri dari mantan bosnya, ada sedikit senyum di bibirnya Jika mengingat perjalanan takdir hidupnya. Resepsionis yang melihat Ara berjalan dengan anak bosnya pun merasa heran, karna banyak yang tak tau tentang pernikahan Ara dan Arkan hanya orang orang tertentu saja yang tau, Tampa memperdulikan tatapan penuh tanya dari para karyawan Ara dan Ares segera masuk kedalam lift khusus CEO.


Tak lama mereka tiba dilantai atas, setalah pintu lift terbuka Ara dan Ares segera menuju ruangan Arkan, Tampa mengetuk dahulu Ares segera mendorong pintu ruangan tersebut dan nampak lah daddy-nya sedang fokus pada laptop yang ada didepannya.


"Daddy teriak Ares, Arkan mengalihkan pandangannya pada putranya."


"hm..ayo kita makan, Ares lapar Dad.


Arkan langsung berdiri dari kursinya dan segera menuju sofa, Ara segera membuka kota yang yang ia bawa, dan segera menatanya dimeja.


"tunggu bentar ya kak, aku ambil piring dulu kepatri, ucap Ara."


"ngak usah, biar aku telpon saja orang patri kesini suruh antar, jawab Arkan."


"oh baiklah."


Tak lama setelah Arkan menelpon, datang lah OB membawa piring, sendok serta gelas, setelah OB tersebut keluar Ara segera mengisi piring dengan nasi lauk dan juga sayur dan setelah itu ia berikan pada Arkan. Kalau Ares jangan ditanya ia pasti disuapi sang mommy.


Mereka menyantap makan siang bersama dengan lahapnya semua makan yang dibawa Ara habis tak tersisa, Ara tersenyum melihatnya. Selesai makan Ara membersihkan kembali kotak makanan, piring yang kotor ia bawa ke patri dan kembali keruangan Arkan dengan membawa secangkir kopi, tiba diruangan Arkan Ara meletakkan kopi tersebut di meja kerja Arkan, dan Ara pun langsung melirik jam karna ia belum sholat Zuhur, ternyata masih ada waktu.


"kak, aku ke mushola dulu ya mau sholat, pamit nya."


"sholat disini saja ada mukena di lemari, jawab Arkan."


" tapi mukena almarhum, jawab Arkan sedikit ragu dan takut kalau Ara tak mau memakainya."


"ngak apa apa kak, ya sudah aku boleh pakai yaa, izin Ara, Arkan mengangguk."


"Ares mau iku mommy atau mau disini?."


"disini aja mom, ucapnya sambil memainkan ponsel Ara."


Setelah mendengar jawaban Ares, Ara segera menuju kamar pribadi Arkan tiba dikamar Ara takjub melihat interior kamar tersebut yang mirip dengan kamar hotel bintang lima, Ara pun segera masuk kekamar mandi untuk mengambil wudhu, tak berapa menit Ara pun sudah selesai berwudhu ia segera membuka lemari untuk mengambil mukena, Ara melihat ada beberapa pasang baju almarhum disana, namun tak menghiraukannya setelah mengambil mukena dan memakainya Ara segera sholat.


Sementara Arkan merasa sedikit bersalah karena belum membersihkan kamarnya dari kenangan bersama almarhum, ia akan membersihkan semuanya setelah Ara pulang nanti dan Menganti nya dengan yang baru.


Selesai sholat Ara keluar dari kamar dan melihat Arkan masih fokus di depan laptopnya, dan Ares dengan ponselnya tapi beberapa kali ia menguap mungkin karena kantuknya.

__ADS_1


"sayang...kau mengantuk yaa?."


"sedikit mom."


"apa kita pulang atau mau tidur dikamar?."


"dikamar aja mom."


"hm baiklah tapi bilang dulu yaa, sama Daddy."


"Dad, kita tidur dikamar ya, pamit Ares."


"hm iya, jawab Arkan sambil senyum.


Ara pun segera membawa Ares ke kamar karna sudah terlihat sangat mengantuk tiba dikamar Ares segera naik keatas kasur, Ara pun membaringkan tubuhnya di samping Ares, Ares pun langsung memeluk mommy nya. Ara menggusap nggusap punggung Ares dengan lembut tak butuh waktu lama Ares pun terlelap, Ara mencium pipi Ares dan ia pun ikut memejamkan matanya karna ia juga merasakan kelelahan, tak lama ia pun terlelap.


Setengah jam berlalu Arkan melihat Ara tak kunjung keluar dari kamar, karna penasaran Arkan pun menghampiri mereka dikamar, tiba dikamar Arkan melihat mereka terlelap dan melihat Ares memeluk Ara, melihat kesempatan itu Arkan pun segera membersihkan semua baju almarhum dan juga mukenanya, selesai membersihkannya dan memasuk kedalam kotak, Arkan memangil OB untuk membawanya keluar, untuk mekenah Arkan menyuruh OB meletakkan nya di mushola kantor, setelah itu Arkan menelpon Roy untuk membeli beberapa baju dan juga mukenah untuk Ara, Roy pun menuruti perintah bosnya.


Tak lama Roy pun tiba dengan membawa beberapa paperbeg yang berisi pesanan Arkan, Arkan pun mengambilnya dan segera membawanya kekamar dan menyusunya dalam lemari, setelah selesai Arkan kembali keluar dari kamar tersebut.


Saat sedang serius dengan beberapa dokumen yang tersisa, Arkan di kaget kan dengan deringan ponselnya, dan melihat siapa yang menelponnya, ternyata mama leo.


"halo, assalamualaikum maa."


"wa'alaikumsalam, kamu makan malam dirumah mama yaa, ajak istri juga anak mu."


"ya ma, nanti kita kesana."


"ya sudah mama tutup dulu."


" ya maa."


Sambungan telpon pun terputus Arkan melihat jam ditangan ternyata hampir jam 4 sore, Arkan membangun kan istrinya untuk sholat asar.


Setelah Ara bangun mereka melaksanakan sholat berjamaah, Ara melihat mukenah nya baru dan juga beberapa baju baru dalam lemari, namun ia urungkan untuk bertanya.


Selesai sholat Ara pun membangun kan Ares, karna hari semakin sore, karna mereka akan pulang.


"kak, Kaka kemanakah baju baju almarhum, tanya Ara yang sadari tadi sudah tak tahan untuk bertanya."


"udah dikasih ke orang, dan mukenanya di Tarok di mushola, udah jangan dipikirkan."


"sekarang mandilah, kita akan pergi kerumah mama, karna mama mengajak kita makan malam dirumahnya."


"hm..baiklah."


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Maaf jika ada yang tak biasa membaca beberapa bab di ponselnya, itu kerena tulisan yang digunakan dari aplikasi gaya teks, mungkin ponselnya tak bisa menampilkan tulisannya di ponsel kalian, tapi tenang kok udah aku revisi lagi ke tulisan semula, dan makasih infonya nya, jadi aku bisa memperbaikinya, agar kalian bisa membaca novelnya sampai habis.


Terimakasih yang sudah mau mampir dan juga like serta komennya.


Ikuti terus ya ceritanya, semoga tak bosan karna mulai bab berikutnya akan ada hal berbau romantis.


Salam manis dari Author.😘😘😘


Mampir juga di karya teman ku ya.


Menikah Karena janji


Edi Suheri


Semoga kalian suka yaa


Wasalam.


...πŸ’•πŸ’•πŸ’•...

__ADS_1


__ADS_2