
Arkan langsung membawa Ares keruangan UGD, ia panik melihat kondisi putra nya yang tiba tiba tak sadarkan diri.
"Ares bangun sayang, Daddy mohon," ucap Arkan.
"maaf tuan sebaiknya anda tunggu diluar," ucap salah seorang suster.
"tapi sus...saya ingin menemani putra saya,"
"tidak bisa tuan, maaf tuan pasien harus segera ditangani," ucap suster tersebut dan langsung menutup pintu.
"apa yang telah terjadi dengan putra ku, sebegitu syoknya kah ia berpisah dengan wanita itu, batin Arkan,"
30 menit berlalu kini pintu ruangan UGD sudah terbuka, Arkan melihat dokter yang keluar dari ruangan UGD ia pun segera menghampirinya.
"bagaimana keadaan putra saya dok," tanya Arkan dengan raut wajah cemasnya.
"putra anda hanya syok, apakah putra meminta sesuatu yang belum ada penuhi?,"
"maksud dokter?,"
"sepertinya ada ke inginkan terbesarnya yang belum Anda penuhi, sebaiknya segeralah anda penuhi, saya kira tidak terlalu sulit,"
Arkan terlihat sangat kacau dan air matanya menetes Tampa diperintah. Ia berjalan menuju ruang rawat putranya, ucapan dokter yang selalu menghantui pikirannya membuat ia semakin kacau dan tak karuan.
Sunguh aku sangat sakit jika tau putra ku akan seperti ini, ia menyesal telah menghina dan tak menghargai pengorbanan Ara pada putranya, bahkan wanita itu membuat putranya bahagia tapi apa yang telah ia lakukan, ia malah menghina dan menilai kebaikannya dengan uang, ia sangat menyesal atas apa yang telah ia laku kan, ia ingin meminta maaf pada Ara dengan cepat ia melangkah menuju ruang rawat Ara, tapi ia kecewa ternyata Ara sudah pulang setelah kejadian tadi pagi.
Ara segera memutuskan untuk kembali kerumahnya hari ini Tampa menunggu esok, dan meminta pada dokter agar memperbolehkan nya pulang, dengan sebuah alasan yang diberikan oleh mama Ara akhirnya dokter pun mengizinkan Ara pulang.
Arkan kembali keruangan putranya dan berjalan menyusuri lorong rumah sakit dangan langkah gontai nya, ia melihat Roy sedang mencarinya.
"ada apa Roy..apa yang terjadi dengan Ares?
"tuan muda sudah siuman ia sedang memangil manggil anda tuan,"
Arkan yang mendengar putranya sudah siuman dengan cepat ia pun menuju ruangan putranya.
Arkan membuka pintu ruangan rawat putranya, ia melihat putranya sedang tersenyum menatapnya.
"maafkan Daddy sayang," ucap Arkan yang sudah tak sanggup lagi menahan air mata kepiluan nya.
__ADS_1
"Daddy....Ares ngak mau ketemu mommy lagi dan Ares hanya ingin main bersama Daddy saja, Ares akan menunggu sampai Daddy pulang kerja," ucapnya sambil tersenyum walau dihatinya terasa pilu.
"aku memang jahat, yang tak mengabulkan keinginan putraku, untuk memiliki seorang mommy, Daddy janji sayang Daddy akan meminta maaf pada mommy mu serta membawanya pada mu, Arkan membatin".
"sayang..sekarang kau ingin apa, Daddy akan memberikannya pada mu," ucap Arkan.
"Ares hanya mau Daddy bersama Ares terus," jawabnya.
"sayang..gimana kalau kita kerumah mommy mau ngak," ajak Arkan.
"Ares ngak mau kerumah mommy Dad, ia juga bilang gak boleh pangil mommy, dan juga ngak mau main lagi sama Ares," jawab Ares.
Jawaban Ares membuat Arkan tersenyum masam, karna kesombongan nya serta ke egoisan nya ia telah memisahkan Ara dengan Ares, Arkan sendiri tau kalau putranya bahagia dengan adanya Ara, tapi karna melihat putranya semakin lengket dengan Ara serta meminta Ara menjadi mommy nya, arkan merasa marah pada Ara karna telah memanfaatkan kepolosan putra nya pikir Arkan, ia pun langsung marah dan menghina Ara dan menilai kebaikan Ara dengan uang, ia menyesal telah melakukan hal bodoh dalam hidupnya, menyesal pun tak ada gunanya karna putra sudah menolak bertemu dengan Ara, walau ia tau kalau putranya sangat menginginkan Ara ada didekatnya saat ini.
"Dad...kapan Ares boleh pulang.
Arkan mengusap kepalanya dan mencium kening nya.
"besok Ares sudah boleh pulang, sekarang istirahatlah dulu yaa Daddy ada urusan dikantor," bohong Arkan.
"Roy tolong jaga Ares sebentar, jika ada apa apa segera hubungi saya,"
Arkan tiba disebuah rumah yang sederhana yang dipenuhi oleh bunga bunga yang indah dan terawat , Arkan akan meminta maaf pada Ara, wanita yang sudah dihinanya tadi pagi apa kah bisa memaafkan dirinya yang sombong.
tok......tok.....tok.....
pintu pun terbuka, arkan melihat mama Ara seketika tubuhnya menegang dan rasa berlasah pun makin membuat nya resah.
"untuk apa lagi kau kemari? belum puas kah kau menghina putri ku," tanya mama Ara dengan tatapan marahnya.
"Tante aku kesini ingin berbicara dengan Ara, apa kah dia punya waktu sebentar aku ing...
"Ara tidak ada dirumah dia sudah pergi dengan sahabatnya, permisi saya lagi sibuk," ucap mama Ara sambil menutup pintu tampa menunggu jawaban dari Arkan.
Arkan tidak akan menyerah untuk mendapatkan maaf dari Ara, demi Ares ia siap mengorbankan harga dirinya, asal ia bisa membawa Ara kembali pada putranya.
"Daddy tidak akan menyerah untuk mbawa mommy mu kembali, gumam Arkan."
Dalam perjalanan kerumah sakit arkan memberi kabar pada kedua orang tua leo, bahwa Ares dirawat dirumah sakit, setelah memberi kabar arkan pun menyimpan kembali ponselnya.
__ADS_1
Tak lama arkan pun tiba dirumah sakit, ia masuk keruangan Ares dan melihat kedua orang tua leo sudah disana.
"Arkan sebenarnya apa yang sudah terjadi pada Ares?
"tadi Ares pingsan saat arkan mengendong nya, dan dokter bilang Ares syok berat.
"syok berat? kenapa bisa dia syok?,"
"ayah maafkan Arkan, karna keegoisan Arkan semuanya berakhir seperti ini dan
blaaaa........
blaaaaa.......
blaaaaa......
Arkan mencaritakan pada papa Leo apa yang telah menyebabkan Ares bisa seperti ini.
"ayah tak habis pikir dengan mu Arkan, ayah sudah kenal lama dengan mamanya Ara saat kami masih awal kuliah sampai sekarang, hanya saja semenjak ponsel mama mu hilang kami los kontak dengannya, ayah sangat mengenal watak mama & almarhum papanya kenapa bisa kau menilainya seperti itu, apa kau tak bisa lihat ketulusan nya saat bersama dengan putra mu, ayah tak mau tau capat kau minta maaf padanya dan bawa dia kemari.
"Arkan sudah kerumahnya yah, tapi Ara tak ada dirumah kata mamanya ia sudah pergi dengan sahabatnya.
"dan kau percaya? kau memang bodoh Arkan, mana mungkin ia pergi dengan sahabatnya sementara ia baru keluar dari rumah sakit.
"berusahalah demi putramu Arkan, ayah tak bisa membantu mu, kau harus selesaikan sendiri masalah mu, dan masalah perusahaan jangan kau pikirkan ada ayah dan Leo kau fokuslah pada kesembuhan putra mu.
"yaa yah
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
Jangan lupa like komen dan vote yaa.
Yang sudah like dan komen serta vote nya makasih ya, dan harap dibanyakin lagi vote nyaπ.
Yang belum vote ayo vote dong.
Wasalam.
...πPasBar, Februari 2021π...
__ADS_1