Mommy Ara

Mommy Ara
94. S2. Menjemput sang istri.


__ADS_3

Enam bulan sudah berlalu, usia pernikahan dua sejoli itu kini sudah memasuki tahun pertama, namun tak mengurangi rasa bahagia walau belum adanya kabar baik yang selama ini di tunggu, kehadiran Azam mampu mengurangi rasa sedih mereka terutama Ayesha, yang ingin merasakan hamil seperti kebanyakan wanita lainnya.


Sore ini, Ayesha di jemput oleh Ares dan Azam ke rumah sakit Karna Ares pulang cepat, ia berniat menjemput sang istri, selesai mandi mereka berdua sudah berangkat menuju rumah sakit setelah berpamitan pada kedua mertuanya, Tampa memberi kabar pada Ayesha terlebih dahulu.


“Pa, Azam mau camilan, boleh?,”


“boleh dong sayang,” jawab Ares sambil senyum.


“Nanti kita beli di supermarket yaa,”


“Ngak pa, Azam mau sosis bakar yang ada di depan rumah sakit itu, boleh pa?,”


“Oke, nanti kita beli ya,”


Cup..


“Makasih pa,”


“Ya sayang, ucap Ares sambil mengelus kepala Azam.


Azam yang sudah menginjak usia hampir di tahun, pipi yang semakin gembul membuat penghuni rumah makin gemas melihat putra kecil kebanggaan Ayesha itu.


Tak lama mereka tiba di rumah sakit tersebut, setelah memarkir mobil, Azam segera menarik tangan Ares menuju penjual sosis bakar dan batagor, pria tampan itu memesan masing masing tiga porsi, dan tak lupa jus kesukaan Ayesha.


Usai membayar belanjaan, dua pria ke sayangan Ayesha langsung menuju ruang Ayesha.


Tiba di ujung lorong rumah sakit, Ayesha yang beru keluar dari ruangan UGD, Azam melihat Ayesha tampa menunggu lama lagi ia segera memanggil orang yang di sayanginya.


“Mimiiiiiiii...,”teriak Azam membuat Ayesha menyunggingkan senyumnya saat melihat dua pria tampannya, datang untuk menjemput dirinya.


Ayesha berjongkok saat melihat putra kecilnya berlari ke arahnya.


Graaapppp.


Tubuh mungil itu masuk ke dalam dekapan Ayesha.


Ayesha mencium pipi mungil nan gembul itu secara bertubi tubi.


“Mas, ucap Ayesha menyalami tangan sang suami, lalu bergelayut manja di lengan suaminya, mereka masuk ke ruangan Ayesha, Ares merangkul pinggang sang istri posesif membuat para jomblo gigit jari melihat kemesraan mereka.


“Udah selesai?,” tanya Ares.


“udah mas, kita pulang sekarang yuk,” ajak Ayesha.


Azam yang asik memakan bakso bakarnya tak peduli dengan dua orang yang ada di depannya, Ares melihat Azam yang fokus sama makanan yang ada di tangannya hanya menggelengkan kepala, tapi ia memanfaatkan kesempatan itu untuk  mengganggu Ayesha yang lagi sibuk memasukkan barang pribadi miliknya ke dalam tas jinjingnya.


Cup...Ares mengecup pipi kanan Ayesha secara tiba-tiba, auto kaget dong.


“Mas, ada anak di bawah umur tu, jangan macam-macam,” ucap Ayesha sambil melirik Azam, ia hafal betul apa yang akan terjadi setelah ini.


“Hahahaha, ngak kok, ya udah yuk,”


“Sayang, pulang ngak,” panggil Ares pada Azam.


“Yuk, pa, gendong,” renggeknya pada Ares.


"tunggu," ucap Ayesha tiba tiba.


"Napa mi..?," tanya Azam.


"lap dulu mulutnya sayang, tu belepotan," ucap Ayesha sembari membersihkan mulut Azam mengunakan tisu basah yang selalu ia bawa kemanapun pergi.


cup...cup...Ayesha mendapat dua kecupan dari dua pria tampannya secara bersamaan, di pipi kiri dan kanan sebuah senyum kebahagian terbit di sudut bibirnya.


cup...cup...balas Ayesha pada Ares dan Azam, mereka juga mendapat masing masing satu kecupan dari Ayesha.


"pa...gendong," ucapnya sambil menatap Ares dengan puppy ayesnya.


Ares segera mengendong pria kecil yang tampan itu, tubuhnya semakin berat, Karna usia yang hampir dua tahun tentu pertumbuhannya semakin gemuk.


🍂


🍂


🍂


Tiba dirumah mereka bertiga segera masuk ke dalam kamar, kecuali Azam sudah di monopoli oleh Rendy, Ayesha yang sudah merasa gerah pun langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, dua puluh menit berlalu Ayesha keluar dengan menggunakan jubah mandi.


Ares yang lagi asik mengecek email dari Dika seketika ia di kagetkan saat mendengar motif alarm di ponselnya. Matanya terbelalak melihatnya.


“astaga, besok hari Anniversary pernikahan gue,” ucapnya dalam hati.


Ares segera memberi perintah pada Dika untuk menyiapkan semuanya besok, Karna ia ingin memberikan kejutan pada sang istri.

__ADS_1


Ayesha yang sudah rapi dengan pakaiannya, ia mengajak Ares untuk makan bakso langganan mereka yang ada di depan kampus Ayesha, dengan mengajak Nayra serta putri.


“Mas, kita keluar yuk, aku pingin makan bakso yang ada di dipan kampus,” ucapnya sambil bergelayut manja di leher Ares, posisi Ayesha yang memeluk Ares dari belakang.


“sekarang?,”


“Munggu depan,” jawabnya ketus.


“Eh, Ares kaget karna belum pernah Ayesha menjawab pertanyaannya dengan ketus.


Ayesha yang kesal segera keluar dari kamar dan menuju dapur untuk melihat apa saja yang bisa ia makan untuk mengemil.


“Sayang, panggil Ares saat tiba di dapur.


“Hm....,”jawabnya Tampa menoleh.


“yuk, katanya mau makan bakso?,”


Mendengar ucapan Ares, Ayesha segera menoleh dengan mata yang berbinar, ia segera menutup pintu kulkas dan menarik tangan Ares menuju garasi mobil.


“Loh, kalian mau ke mana?, Kok buru-buru,” tanya Miranda.


“Kita mau keluar mom, titip Azam ya,” jawab Ayesha cepat Tampa berhenti.


“ya salam, kenapa dengan mereka,” pikir Miranda.


Tiba di dalam mobil, Ares segera melajukan mobil menuju kedai bakso yang di inginkan oleh Ayesha.


“Mas, aku boleh ajak Nayra sama putri ngak?,”


“Boleh,” jawab Ares sambil senyum.


Tampa menunggu lama ia menghubungi dua gadis cantik itu, untuk segera menyusul ke tempat yang sudah ia sebutkan.


Tak berapa lama mereka tiba disana, Ayesha segera memesan bakso dengan porsi biasa dua mangkok, tak lama datang Nayra dan putri, Ayesha menyuruh mereka memesan makanan tersebut, setelah itu mereka duduk satu meja dengan dua sejoli itu.


“Tumben banget ngajak kita makan disini,” tanya Nayra yang penasaran.


“Ngak ada, Cuma kepingin aja,” jawab nya santai.


“Kenapa ngak pulang dari rumah sakit aja tadi kita kesini,” tanya Nayra lagi.


“Aku ingatnya pas siap mandi tadi Nay,”


“Oh,” hanya itu jawaban yang di berikan Nayra.


Tampa memberi saus dan kecap apa lagi sambal ia langsung menyantap bakso itu. Nayra yang heran melihat sahabatnya itu akhirnya buka suara.


“Ay, ngak pake saus sama kecap kah?,”


“ngak Nay, lagi pengen kek gini aja,”


“apa enak kek gitu aja?,” tanya Ares.


“Enak mas,”


Mereka bertiga saling pandang melihat tingkah Ayesha. Yang ngak kayak biasanya menurut mereka bertiga.


“Mau nambah kak?,” tanya putri saat melihat isi mangkok Ayesha sudah menipis.


“iya, jawabnya santai.


“whattttt,” jawab mereka bertiga kompak.


“Kenapa ngak boleh?,”


“Boleh,” jawab mereka lagi.


Tampa menunggu lama Ayesha menambah satu mangkok lagi, dengan porsi yang sama. Tiga orang yang ada di depannya asik melihat Ayesha makan dengan lahapnya Tampa memperdulikan tatapan aneh dari tiga orang yang ada di depannya.


Selesai membayar makan tadi, dan membungkusnya untuk orang yang dirumah Ares dan Ayesha segera pulang dan begitu juga dengan putri dan Nayra.


Tiba di rumah, ia melihat putra kecilnya lagi asik main dengan Rendy.


“Siapa yang mau bakso,” sorak Ayesha.


“Aku,” jawab Azam dan Randi.


“Nih, bagi bagi yaa,” jawab Ayesha.


Ayesha membawa bungkusan bakso itu ke dapur dan mengajak Azam serta Rendy, mereka duduk di meja makan sambil menunggu Ayesha memindahkan Ke mangkok.


Selesai memindahkannya ke mangkok Ayesha membawanya ke dua orang yang sudah duduk manis menunggu makan favorit mereka.

__ADS_1


“habiskan ya, mimi mau ke kamar,”


“Siap mi,”


“Oke kak,” jawab mereka serempak.


Ceklek


Tiba di kamar Ayesha melihat Ares duduk manis di depan benda petak sambil memainkan jari jarinya di atas sana.


“Lagi apa mas,” tanyanya sambil duduk di pangkuan Ares.


“Ini lagi ngerjain beberapa file yang dikirim oleh Dika,”


“Dirumah ngak boleh kerja,” ucapnya lalu melu mat bibir Ares, sontak Ares membulatkan mata melihat ke agresifan istrinya, ini kali pertama Ayesha seperti ini.


“Sayang,” panggil Ares sambil mengatur nafasnya.


“Mas, aku mau,” ucapnya dengan wajah yang sudah merona.


“Eh,” sentak Ares.


“mas,” panggilnya lagi.


“I..iya,” jawab Ares gugup.


“Kita, nyicil yuk,” ajaknya lagi sambil mengedipkan sebelah matanya.


“Sayang jangan salah kan aku yaa, jika kau tak bisa keluar kamar lagi setelah ini,” jawab Ares.


“Itu yang aku mau,” jawabnya menantang.


Tampa basa-basi Ares langsung mengendong Ayesha ke ranjang dan meletakan tubuh mungil itu di tengah ranjang lalu memulai aksinya.


(Traveling sendirinya.😂🤣)


Saat akan makan malam mereka tak turun Karna masih bergulat panas di atas arena pertempuran, ketukan pintu membuat mereka tak mengakhiri permainan yang membuat mereka melayang.


Entah berapa kali mereka melakukannya kini sudah menunjukkan jam sebelas malam pertempuran itu baru usai, Ayesha yang merasakan tubuhnya remuk hanya bisa pasrah saat Ares menyelimutinya, dan mengecup keningnya.


“Aku suka kamu yang kek tadi,” ucap Ares sambil mengedipkan matanya.


“mas, ih, jawab Ayesha yang malu.


“Hahahah, sering sering ya kek tadi,” ucapnya sambil memeluk istrinya dari belakang.


“Maunya,” cebek Ayesha.


“Hihihi, sayang,”


“Hm...,”


“Besok aku lembur keknya, ngak bisa jemput kamu ngak apa kan??,”


“Ya, besok aku di jemput sopir aja,”


“Oh...iya aku lupa, besok juga undangan pesta teman aku, kita pergi besok yaa,”


“jam berapa kita pergi mas?,”


“Jam tujuh lah,”


“emang ngak jadi lembur besok,”


“jadi, jam enam aku dah nyampe rumah kok”


“ya udah terserah mas aja lah,”


“Udah malam, kita istirahat yuk, atau mau lagi hm,” tanya Ares sambil menaik turunkan alisnya.


Bug...Ayesha memukul manja dada bidang Ares. Lalu melingkarkan tangannya ke pinggang sang suami, tak butuh lama keduanya terlelap begitu nyenyak.


🍂 🍂 🍂


Wasalam.💞💞💞


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2