Mommy Ara

Mommy Ara
61. S2. Perasaan Ares


__ADS_3

Tiba di kosnya Ayesha, Ares membukakan pintu mobil untuk Ayesha.


Setelah melepas sabuk pengaman Ayesha keluar dan Ares segera menutup pintu tersebut namun tiba tiba saja Ares mendorong Ayesha ke dinding mobil lalu memiringkan kepalanya dan Tampa aba aba ia langsung mencium bibir Ayesha, seketika matanya membola serta detak jantung yang tak normal melihat apa yang di lakukan oleh Ares, namun ia takenolak karna tak ada perlawanan dari Ayesha Ares menyesap lembut bibir tipis nan kenyal itu setelah dirasa kehabisan oksigen Ares melepaskan ciumannya dan melihat wajah Ayesha merona.


“I Love You, bisik Ares di telinga Ayesha, membuat ia meremang, dengan reflek mendorong Ares dan segera lari ke dalam kamar kosnya.


Ares tersenyum melihat tingkah Ayesha.


“Aku akan mendapatkan baby,”


“astaga, dia mengambil ciuman pertama ku,” jerit Ayesha di kamar.


Berulang kali ia menyentuh bibirnya, merasa tak percaya apa yang baru saja terjadi.


“Bunda, mom, bibir putri kalian tak perawan lagi,” monolog sendiri.


Ayesha segera Mengganti baju dengan baju tidur dan setelah itu merebahkan tubuhnya di kasur ternyaman nya.


Sedangkan Ares merasa senang, senyum di bibirnya tak hilang mengingat aksi nekatnya tadi.


Tiba dirumah ia melihat mobil Daddy sudah terparkir di garasi, dengan siulan kecil memasuki rumah.


“hem..Hem...dehem Arkan,”


“belum tidur dad?,”


“belum, kamu lagi menang undian ya,”


“Ngak,”


“Trus kenapa bahagia amat?,”


“Ais, Daddy mau tau aja,”


“ares mau istirahat, by dad,”


Ares segera masuk kamar takut di wawancara sama Daddy-nya. Tiba di kamar ia Mengganti baju dan langsung rebahan di ranjang.


“met malam, mimpi indah ya.❤️,” isi chat Ares pada Ayesha.


Ayesha yang masih belum tidur melihat pesan yang dikirim Ares namun tak di balasnya, ia malah senyum.


🍂 🍂 🍂


Seminggu setelah kejadian itu Ayesha merasa malu bertemu dengan Ares, ia selalu menghindar jika bertemu di kampus saat mengantar putri, dan begitu juga di kafe, tapi malam ini hujan sangat lebat dan tak mungkin Ayesha pulang dengan mengendarai motornya, mau tak mau ia menerima tawaran Ares untuk mengantarnya pulang.


“Ayo, aku antar pulang?,”


“Bentar lagi hujannya pasti reda bang,”


“Ngak mungkin kan masih lebat gini, lagian ini udah makin malam,”


Ayesha melihat jam di ponselnya, ternyata sudah jam sepuluh lewat.


“Ayo,”


Ayesha menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Setelah masuk ke mobil dengan kecepatan sedang ia melajukan mobilnya menuju kos Ayesha.


“Ay,” panggil Ares.


“Hm...,”


Namun tak menatap Ares ia masih ingat saat terakhir bertemu.


“Ay,” panggil Ares lagi.


“iya bang,” jawab Ayesha.


“Hihihi,” Ares ketawa mendengar jawaban Ayesha.


“Kamu mau ngak jadi belahan jiwa ku,” ucapnya dan berhenti di depan gerbang kos Ayesha.


Ayesha menatap Ares dan tatapan mereka bertemu, seketika ia gugup dan detak jantung yang berdegup kencang, Karna tak ada jawaban dari Ayesha, Ares mengambil tangan Ayesha dan menggenggamnya dengan erat.


Lalu tangan sebelah kirinya merapikan anak rambut Ayesha yang berantakan serta menyelipkan di telinga Ayesha.


“Aku mau kamu jadi belahan jiwa ku ay, hanya kamu wanita yang mampu mengacak pikiran aku, aku suka sama kamu,”


Jujur saja ada perasaan hangat di hatinya saat Ares mengungkap isi hatinya, sebenar ia juga suka sama Ares tapi sebisa mungkin menutupi rasa itu.


“Apa Abang yakin, dengan perasaan Abang ke aku?, Kita beda status bang,”


“status tak penting bagi ku yang penting hati, aku nyaman bersamamu, dan aku cinta sama kamu apa adanya ay,”


“Aku ngak bisa bang,” ucapnya sambil menunduk.


“kenapa ngak bisa?,”


“Ngak bisa menolak kejujuran Abang,” jawabnya dengan seulas senyum.

__ADS_1


“jadi, kamu mau bagian dari hidup ku ay?,”


“Hm, ucap Ayesha sambil menganggukkan kepala.


Dengan cepat Ares memeluknya dengan erat dan mengecup singkat bibir Ayesha, serta sebuah kecupan di keningnya.


“makasih ay, aku akan melamar kamu secepatnya,”


“hahaha, tunggu aku wisuda aja bang, Cuma tujuh bulan lagi kok,”


“Ngak, itu masih lama, aku mau kamu jadi milikku secepatnya,”


“serah lah, aku masuk dulu ya udah malam ini,”


“boleh aku nginap disini?,”


“Ngak,”


“Pelit,”


“ini kos khusus cewek masa iya aku bawa Abang nginap sini,”


“ya deh iya, canda juga.


“Met malam, moga mimpi indah,” ucap Ares sambil mencium pipi Ayesha.


“ya, met malam juga, tiati di jalan, jika sudah sampai kabari yaa,”


“ya sayang,”


Pipi Ayesha merona mendengar Ares memanggilnya sayang.


🍂 🍂 🍂


Karna libur Ayesha malas mau pergi ia lebih memilih istirahat dikamar sambil membaca buku.


Dry...drt...


“ya, assalamualaikum, mom,”


“Waalaikum salam, ay hari ini kuliah ngak?,”


“Ngak, kenapa mom?,”


“Temani mommy ke moll yuk,”


“nanti siang,”


“Oke mom, Bantar lagi ay kesana mom,”


“Ya tiati di jalan.


“Ya mom,”


Setelah sambungan telpon terputus Ayesha segera memesan taksi untuk ke kafe Ara Karna motornya ada di sana, tak  lama taksi pun datang. Ia segera masuk dan menyebutkan tujuannya pada sang sopir. taksi pun berhenti di depan kafe Ara. Usai membayar tagihan taksi Ayesha keluar dan segera menuju parkir khusus karyawan untuk mengambil motor nya tapi sebelum itu ia menemui Rani terlebih dahulu.


Ayesha mengendarai motornya menuju rumah mommy dengan kecepatan normal, hanya butuh waktu lima belas menit kini ia sudah tiba di kediaman orang tuanya.


“Assalamualaikum, mom,”


“Wa’alaikumsalam, sudah datang?,”


“Udah mom, Daddy mana mom,” setelah menyalami mommynya.


“Ada di ruang keluarga, yuk kita kesana,”


“Ya mom, Randi sekolah mom?,”


“mom, rencananya nanti sore aku mau ke panti, ay kangen bunda dan azam,” ucapnya.


“ya, tapi di antar sopir ya, kalau pakai motor mommy ngak izini Lo,”


“Ya, deh mom,”


“Besok sore mommy akan menjemput mu,”


“benaran mom?,”


“Iya sayang,”


“Makasih mom,” jawabnya sambil memeluk mommy nya.


“ya,”


“wah, Cuma mommy doang yang di peluk Daddy ngak gitu?,”


“Hihihi,”


Ayesha segera memeluk Daddy-nya.

__ADS_1


“Ay, waktu di pesta kemaren pacarmu ganteng juga,” goda Joshua.


“Dad,” ucapnya dengan wajah yang merona.


“Hahahaha, tawa Miranda pecah bersama Joshua.


“Kapan dia akan datang melamar mu?,”


“Ais, apaan sih dad,” jawabnya sambil menutup wajahnya dengan bantalan sofa.


“Udah dong dad, jangan di goda trus kan kasihan,”


“Hahahaha,” tawa Joshua merasa lucu melihat Ayesha malu.


“ya sudah kita sia siap,”


“ya mom,”


Ayesha segera menuju kamarnya untuk Mengganti baju, jika di rumah mommy ia harus memakai baju yang sudah di sediakan olah mommy jika Ayesha ngak mau maka mommy nya akan sedih, tak mau itu terjadi ia selalu patuh pada mommynya.


Usai Mengganti baju ia segera turun dan melihat mommy sudah berada di ruang tamu.


“Wah, cantiknya anak mommy,”


“Iya dong, mommy nya aja cantik masa anaknya jelek,”


“Kamu bisa aja sayang,”


“yok kita berangkat,”


“Yuk mom,”


Dua wanita kesayangan Joshua itu naik mobil yang sudah terparkir indah di depan teras rumahnya.


“hati hati mom, ay,” ucap Joshua.


“ya dad,”


Sang sopir melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju mol, yang di ikuti oleh beberapa orang bodyguard yang selalu mengawasi Ayesha.


Tak lama mereka tiba di mol tersebut, Miranda segera membawa putrinya ke salon langganannya.


“sayang kita salon langganan mommy dulu ya,”


“ya mom,”


Tiba di salon tersebut Miranda dan Ayesha melakukan beberapa perawatan, Ayesha yang tak pernah pergi ke salon berdecak kagum melihat pelayan para pegawai tersebut. Kurang lebih dua jam mereka di sana dan akhir selesai juga.


“sekarang kita ke mana lagi mom?,”


“Kita beli pakaian dan apa aja yang kamu mau,”


“Tapi mom, baju yang mommy belikan masih banyak yang belum ke pakai,”


“Ya ngak apa apa sayang,”


Miranda membawa Ayesha ke salah satu toko pakaian termahal dengan deretan dress cantik. Ayesha menelan silivahnya saat melihat harga satu dress.


“Ini mahal sekali,” monolog sendiri.


Tiba tiba seseorang mengejutkannya.


“makanya kalau miskin jangan masuk ke toko ini,” ucapnya tiba tiba,”


Mata Ayesha membola melihat siapa yang barusan berkata padanya.


🍂 🍂 🍂


Jangan lupa like dan komen ya.😉


Wasalam.💞💞💞


 


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2