
Joshua yang baru saja keluar dari ruang VIP Karna selesai meeting dengan Gery, melihat Ayesha sekilas lalu mendekati putrinya, betapa kagetnya Joshua melihat Ayesha sudah mencekik dan menghempaskan nya ke lantai seorang gadis yang seumuran dengannya.
“Ada apa ini?
“Dad, ucap Ayesha saat melihat Daddy, dengan mata berlinang Ayesha mendekati Joshua.
“Ada apa ini, kau kenapa sayang?,”
“Mereka selalu bilang kalau aku anak haram dad,” ucap Ayesha lirih.
Ares melihat Ayesha memeluk lelaki paruh baya yang ia kenal membuat ia penasaran.
“Ay,” panggil ares.
“Dad, kenalkan ini teman ay.
“Hai, nak Ares apa kabar?,”
“kabar baik tuan,”
Ares melirik Ayesha ia ingin sebuah penjelasan.
“tuan Gery, aku membatalkan kerja sama kita, aku sudah tau apa yang di lakukan istri anda terhadap putriku, dan untuk anak tuan Radit saya serahkan pada anda, Karna ucapannya telah melukai putriku begitu juga dengan istri anda,”
“huff, maaf kan istri saya tuan,” hanya itu yang di ucapkan oleh Gery pada Joshua.
“Sayang kita pergi dari sini, apa kalian sudah makan siang?,”
“Belum dad,”
“kita makan dirumah saja Daddy akan menghubungi mommy mu, nak Ares ikutlah ke rumah om,”
“ya om,”
Joshua segera membawa dua anak muda itu pergi dari restoran tersebut.
“Ay,”
“Hm,”
“Apa maksud semua ini?,”
“huff, nanti aku jelaskan bang,”
Sementara Geri segera membawa Rere ke rumah sakit terdekat.
“Ma, tolong jelasin ini semua?”
Mama Fahrul hanya diam saja, Tampa mau melihat ke arah suaminya.
“ma, apa muka aku ada di lantai itu?”
Seketika ia melihat suaminya.
“maaf pa, mama ngak tau kalau gadis itu putrinya tuan Joshua,”
“Apa kamu lupa ma, apa yang sudah aku katakan?,”
Dengan cepat ia menggeleng.
“Lalu ini semua apa hah,”
Bentak Gery pada istrinya.
“Keluarga pasien?,”
“Kami dok,” jawab Gery.
“Bagaimana keadaan nya dok?,”
“robek di kepalanya tidak terlalu parah, hanya sedikit goresan dan tak perlu di jahit,”
“Ah syukurlah kalau begitu,”
“kalau begitu Saya permisi tuan,”
“Ya terima kasih dok,”
“Orang tuanya sudah di hubungi?,”
“sudah pa,”
Tak lama kedua orang tua Rere datang dengan tergesa gesa menghampiri Gery dan istri.
“Apa yang terjadi dengan putriku, ger?,”
__ADS_1
“Tanya pada putrimu, Karna kalian sudah datang aku mau pulang,”
Gery langsung pergi Tampa mengajak istrinya, dengan cepat puspa mengejar suaminya. Sementara orang tua Rere heran melihat sikap Gery yang tak seperti biasanya.
Sementara Ayesha baru tiba di rumah orang tuanya bersama dengan Ares.
“Yo bang kita masuk,”
“hm...,”
“assalamualaikum, mom,”
“Wa’alaikumsalam, eh kalian sudah sampai,” ucap Miranda sambil mengendong azam.
“Mi..mi...,”
Dengan sigap Ayesha mengambil alih Azam dari gendongan mommy nya, Ares melihat Azam yang lucu seketika senyum terbit di sudut bibirnya, azam memeluk Ayesha dengan erat dan melirik tajam pada Ares.
“Ayo bang, kita ke dalam,”
“ya,”
Ares dan Ayesha masuk ke dalam rumah dan segera menuju ruang makan, tiba di ruang makan Ayesha mendudukkan Azam di dudukan khusus bayi ntah kapan ada di disitu Ayesha pun heran.
“ay, ambilkan teman mu makanan?,”
“eh,” kaget Ayesha.
“udah cepat,”
“Ya mom,”
Ayesha pun mengambilkan Ares makanan serta mengisi lauk dan sayur tak lupa segelas air.
“Ini bang,”
“ya, makasih ay,”
“Azam belum tidur siang mom,”
“Belum, dia lagi asik belajar jalan, habis ini mandiin trus langsung bawa tidur siang,”
“ya mom,”
Mereka makan siang dengan lahap Karna sudah lewat jam makan siang, Miranda penasaran apa yang terjadi sehingga Ayesha pulang bersama Joshua dan teman laki lakinya, ingin sekali bertanya tapi suasananya tak tepat.
Usai makan Ayesha membantu Miranda membersihkan meja makan, Azam yang sudah belepotan makanan akhirnya ia membawa Azam ke kamarnya untuk memandikan pria kecil itu.
“mom, ay lupa bawa baju Azam gimana nih?,”
“Udah mommy beli sayang tu ada di kamar mu, tapi baru sedikit sih,"
"ngak apalah mom itu aja udah cukup, ya udah ay mandiin dulu Azam ya, bang, tunggu bentar ya aku mau mandiin Azam.
“ya, aku mau ngobrol dengan om,”
Ayesha hanya mengangguk sebagai jawabannya.
Joshua membawa Ares ke taman belakang yang dekat dengan kolam renang, ia tau Ares bertanya tanya dalam hatinya sekarang.
“Om..,”
“Duduklah, om akan beritahu kamu semuanya,”
Ares mengangguk dan duduk di samping Joshua. Tak lama Miranda datang dengan membawa camilan.
“Ayesha itu sebenarnya....Joshua memberitahu Ares detail ceritanya pada Ares Tampa ada yang terlewatkan, Joshua tak mau Ares salah paham pada Ayesha.
Ares ingin sekali bertanya soal kebenaran Azam pada Joshua tapi ia tak mampu menanya kan hal itu, cukup ia tau dari Ayesha saja.
“Lalu kenapa Ayesha masih tinggal di kos om?,”
“hahahaha, Karna masih ada kontrak kerja katanya, setelah kontrak kerja itu habis ia akan pindah kesini,”
“oh, maaf om, Karna aku lah yang mengikatnya dengan kontrak kerja tersebut,” jawab Ares jujur.
“Om tau semuanya, tapi om bangga pada mu Karna sudah jujur sama om,”
“jadi tadi ada masalah apa dad, kok bisa kalian pulang bareng?,”
“Huff, mommy tau kan istrinya Gery dan anaknya Radit yang di jodohkan dengan putranya Gery,”
“Ya trus,”
“mereka menghina putri kita mom, dan membuat Ayesha ilang kendali hingga mencekik putri Radit saat ia mengatakan kalau putri kita anak haram, untung ada Ares yang bisa menenangkan Ayesha jika tidak, Daddy ngak tau apa yang akan terjadi mom,”
__ADS_1
“Jadi gimana ni dad?
“Besok kita umumkan ke publik bahwa Ayesha putri kecil kita yang hilang,”
“Aku rasa itu lebih baik om,”
Tak lama Ayesha datang bersama Azam yang masih belum mau tidur siang.
“kalian ngobrolah disini om mau istirahat, ay temani Ares ya daddy mau ke kamar dulu,”
“Ya dad,”
“Ayo mom,”
Miranda dan Joshua masuk ke dalam dan membiarkan Ares dengan Ayesha di taman belakang.
“wah makin ganteng aja Azamnya,”
“Ya dong om, kan habis di mandiin sama Mimi,” jawab Ayesha menirukan suara anak kecil.
“Om mau dong di mandiin miminya biar makin ganteng juga,”
Bug....
Ayesha memukul lengan Ares.
“Hahaha,
“Ngomong apa aja tadi sama Daddy?,”
“dia tanya kapan aku lamar kamu,”
“ngak percaya,”
“tanya aja sama Daddy mu,”
“bohong,”
“Hihihihi, ngak Caya ya udah, berasa kek keluarga ya ay,”
“Hihihi, iya juga ya,”
Mereka tertawa bersama. Ares dan Ayesha menghabiskan waktu di taman belakang hingga Azam terlelap dalam pangkuannya.
“ay, aku pulang dulu ya, udah sore nih,”
“Ya, bang,”
Ayesha mengantar Ares ke halaman depan sampai ke mobilnya.
“Hm...ay, kamu ngak usah lagi kerja di kafe mommy, sebaiknya kamu segera pindah kesini dan berkumpul dengan keluarga mu,”
“tapi bang ak....,”
“Udah ngak usah protes, dan tunggu aku Minggu depan akan melamar mu,” ucapnya dan mengedipkan sebelah matanya.
“Ais, genit,” ucap Ayesha.
“ ya udah hati hati di jalan,”
“Ya,”
Cup, satu kecupan mendarat di bibir Ayesha setelah itu Ares bergegas masuk ke mobil, sementara Ayesha wajahnya sudah merona Karna ulah Ares.
🍂 🍂 🍂
Assalamualaikum, semua sebenar nya kemaren dua bab, tapi ngak tau sampai sekarang masih di review, semoga hari ini lolos keduanya yaa.
oh yaa, jangan lupa kasih semangat dong, cukup vote dan like sarta hadiahnya.😉
Wasalam.💞💞💞
__ADS_1