Mommy Ara

Mommy Ara
95. S2. Membuat Ayesha Kesal


__ADS_3

^^^Abaikan Typo^^^


Usai sarapan pagi, Ayesha segera berpamitan pada kedua orang tuanya dan tak lupa pada putra kecilnya, begitu juga dengan Ares.


Mobil yang di kendarai Ares mulai bergerak meninggalkan kediaman mereka, dengan kecepatan normal Ares melajukan mobilnya menuju rumah sakit Loghan Group.


“Mas, weekend besok kita ke panti ya, ay kangen bunda,” ucapnya.


“Boleh,” berangkatnya kapan?,”


“Sore, sepulang dari rumah sakit kita langsung berangkat, gimana?,”


“Oke, apa pun buatmu humairahku,” jawab Ares sambil membelai pipi sang istri. Ayesha meraih tangan tersebut lalu mengecupnya, membuat Ares tersenyum melihat tingkah sang istri yang mengemaskan.


“ntar pulang berang putri yaa, biar aku telpon dia agar jemput kamu,”


“Ngak usah mas, kasihan dia,”


“Ngak apa kok, dekat dari sini,”


“tapi mas, aku ngak mau merepot putri kasihan dia lagi bikin skripsi,”


“Udah ngak apa,”


“mas...,”


“kamu tenang aja yaa,”


“Ya serahlah,” jawabnya lesu.


Cup, Ares mengecup pipi Ayesha karna gemas melihat istrinya lagi ambekan.


“Udah nyampe sayang, apa masih mau disini hm...,”


“Astaga, aku ngak fokus,” jawabnya seraya nyengir.


Ares mengulurkan tangannya pada Ayesha, dengan cepat sang istri menerimanya dan menciumnya lalu tak lupa mengecup kedua pipi sang suami dan terakhir yang paling favorit, bibir tipis milik Ares, begitu juga dengan ares, Ares menyasap lembut bibir mungil milik sang pujaan hati dan makin lama ciuman itu makin panas, namun Karna kekurangan pasokan oksigen keduanya menyudahi aksi tautan bibir mereka.


“Ih, kebiasaan,” ucap Ayesha  kesal.


“udah tau kebiasaan, makanya jangan sampai lupa,” jawabnya santai.


“Dahlah aku keluar dulu, hati hati bawa mobilnya,”


“iya, Humairahku,”


Setelah Ayesha masuk ke dalam rumah sakit tersebut, Ares segera melajukan mobilnya menuju perusahaan Loghan Group. Tiba di perusahaannya ia sudah di tunggu oleh Dika.


“bagaimana persiapannya dik?,”


“Masih 75 % bos,”


“Bagus, pantau terus yaa, aku mau sebagus mungkin,”


“Baik bos,”


“apa agenda ku hari ini dik,”


“meeting dengan klien, lebih kurang lima menit lagi,”


“Ah baiklah, persiapkan semuanya,”


“Baik bos,”


Setelah Dika pergi dari ruangannya, Ares segera menelpon putri.


Drt...drt...


“Ya, assalamualaikum, bang,”


“Wa’alaikumsalam, put nanti sore sibuk ngak?,”


“Ngak, Napa bang?,”


“boleh Abang minta tolong?,”


“Minta tolong apa?,”


“Jemput Ayesha di rumah sakit jam empat sore yaa, dan nanti malam datang juga ke acara Anniversary, Abang,”


“Wehh, makan makan nih,”


“Ck..kamu ini, mommy ada di rumah ngak?,”


“Hahahahah, ada, mau ngomong sama mommy hm...?,”


“Iya,”


“Tunggu bentar aku panggil dulu,”


Ares menunggu dengan ponsel masih menempel di telinganya ia dapat mendengar teriakan putri, Ares hanya bisa menggeleng kepala mendengar teriakan sang adik manjanya itu.


“Halo, sayang,” suara mommy Ara membuyarkan lamunan Ares.


“Mom, apa kabar?, maaf Ares belum bisa main ke rumah,” ucap nya sendu.


“Alhamdulillah, baik nak, ngak apa mommy paham kok kalian sibuk, kamu sendiri apa kabar?,”


“Sahat walafiat mom, mom Ares mau undang mommy Sama Daddy untuk datang ke acara Anniversary kami nanti malam di hotel, ajak putri sama restu juga ya mom, kalau bisa Oma sekalian,”


“wah, ngak terasa sudah satu tahun aja ya bang, baiklah mommy nanti akan datang bersama anggota keluarga kita,”


“Makasih mom, titip salam buat Daddy dan Oma ya mom,”


“Ya nak,”


“Ya sudah Ares tutup dulu, ada meeting bentar lagi,”


“Baiklah,”


Setelah sambungan telpon terputus, menyimpan kembali benda pipih tersebut.


Tok...tok...tok..

__ADS_1


“Ya masuk,”


“Bos, klien sudah datang,”


“Hm...kita langsung aja kesana,”


Mereka segera berjalan menuju ruangan meeting, dengan langkah cepat.


Ceklek....


Ares dan Dika masuk ke dalam ruangan itu.


“Maaf tuan, telah membuat anda menunggu.


“tak masalah,”


“Mari kita mulai,”


Sementara di rumah sakit, Ayesha dan Nayra lagi sibuk sibuknya, membersihkan luka pada salah satu pasien korban dari tabrakan. Nayra yang tak kuat melihat luka serta cucuran darah membuat ia mual.


“Tahan Nay, kamu pasti bisa,” bisik Ayesha di telinga Nayra, yang di jawab anggukan oleh Nayra.


Sedangkan Ayesha dengan telaten menjahit luka pada pasien, sebuah mobil pariwisata yang membawa rombongan pelajar yang studi tour menabrak sebuah mobil mini bus, yang mengakibatkan semua penumpangnya luka parah, serta dua orang di nyatakan meninggal, sedangkan mobil pariwisata tersebut hanya beberapa orang saja yang terluka.


Saking banyak pasien yang harus di tangani oleh tim dokter yang ada di UGD membuat mereka melewatkan jam maka siang.


“Ay, aku boleh izin istirahat ngak?, Udah ngak kuat aku ay,” keluh Nayra.


Ayesha mengalihkan pandangannya pada Nayra ia dapat melihat jika wajah pucat Nayra serta keringat bercucuran di keningnya.


“istirahatlah Nay,” Ayesha memanggil salah satu perawat untuk mengantar Nayra keruangannya.


*


*


*


Ares yang selesai meeting segera meninggalkan ruangan itu, namun langkahnya terhenti Karna panggilan dari seseorang.


“Tuan, gimana kalau kita makan siang bareng,” ucap anak gadis klien Ares.


“Maaf nona yang cantik dan baik hati, tapi aku akan makan siang bersama istri tercinta ku,” ucapnya santai.


Seketika senyum yang tadi mengembang di bibirnya, langsung luntur saat mendengar Ares menyebut istri tercinta.


“Oh maaf, tidak masalah,” ucapnya canggung.


Ares segera masuk keruangannya sambil bersiul siul kecil Karna ia akan mengacuhkan Ayesha seharian ini Tampa kabar sedikit pun, bahkan ia mematikan ponselnya.


“Maaf sayang aku melakukan ini, hanya ingin menunjang semua yang sudah aku rencanakan untuk memberimu sebuah kejutan,” ucapnya sambil tersenyum menatap foto dirinya dan Ayesha di wallpaper ponselnya.


Ayesha yang baru keluar dari ruangan UGD langsung menuju ruangannya, tiba di dalam ruangannya ia segera mendeguk segelas air putih Karna merasa haus serta lelah dan lapar, ia mengambil ponselnya yang di simpan di dalam laci meja kerjanya yang dikunci, ia melihat tak ada satu pun notif masuk dari nomor Ares, dengan kesal ia segera menghubungi Ares, namun sayang ponsel sang suami tak aktif.


“Sesibuk itukah mas, hingga ngak sempat chat aku,” ucapnya sambil mengusap layar ponselnya.


“ay, pangil Nayra tiba tiba membuat ia kaget.


“Astaga, Nay, ih...ngagetin aja sih,”


“Nih, isi dulu tu perut biar fokus ke masa depan,”


“Ck, belajar gombal dimana Nay?,”


“Mbah G,”


“Yuk makan dulu, aku sudah lapar nih,”


Saat mereka lagi asik menyantap makanan.


Ting...sebuah chat masuk ke ponsel Nayra.


“Kak,nanti malam datang ya ke acara anniversary, kak Ayesha jangan kasih tau yaa, nih kita lagi disiapin sesuatu buat nanti malam,” isi pesan chat dari putri.


“Oke, semoga semuanya lancar yaa, maaf aku ngak bisa bantu yaa,” balas Nayra.


“It’s Oke kak,”


Ayesha yang lagi penasaran langsung bertanya pada Nayra.


“Siapa Nay?,”


“kepo,” jawab Nayra cuek lalu melanjutkan menyantap makanannya.


“Loh, punya gebetan ya, tanya Ayesha penasaran.


“Nanti Lo juga tau, jadi sabar yaa,” ucap Nayra sambil mengedipkan sebelah matanya.


“is, pakai rahasia segala,” jawabnya kesal.


Nayra tersenyum melihat Ayesha yang cemberut.


“Nay, ntar pulang nebeng dong,” ucapnya.


“Eh, sejak kapan menantu orang kaya mendadak miskin?,” ucap Nayra.


“Is, kamu ini menyebalkan,”


“Maaf ay, bukan aku ngak mau antar in kamu, Cuma aku nanti pulang dari sini langsung belanja bulanan, nih lis udah di kasih mama,” ucap Nayra sambil melihatkan chat dari mamanya.


“Ya udah deh, aku pulang naik taksi ajalah nanti,”


“Emang pak sopir Lo ke mana ay?,”


“Mommy ada acara di luar, trus di antar sopir deh,”


“Ohhhh,”


Selesai makan mereka beristirahat sejenak, untuk mengurai nasi yang baru masuk ke lambung mereka, jam empat sore Ayesha dan Nayra segera keluar dari rumah sakit dan menuju rumah masing masing.


Tiiinnnnnn.....klakson panjang putri saat melihat Ayesha keluar dari rumah sakit.


“Loh, put, ngapain disini siapa yang sakit??,” tanya Ayesha ia belum sadar jika putri lah akan menjemput ia pulang.

__ADS_1


“hufff, kak ay, aku kesini mau jemput Kaka, di suruh sama belahan jiwa Kaka,” ucap putri dramatis.


“Yaa salammm,” jawab Ayesha geleng kepala.


“Yuk kak,”


Putri melajukan mobilnya menuju butik langanan mommynya, itu atas perintah duo mommy, Ayesha yang menyadari bukan jalan menuju ruangnya pun mulai bertanya pada putri.


“Loh put, ini bukan jalan menuju rumah loh,”


“Iya tau, jawab putri santai.


“Lah trus?,” tanya Ayesha heran.


“Kak ay, yang cantik dan imut kek marmut, duduk diam yaa, ntar Kaka juga tau kalau kita kemana,” ucap putri yang membuat Ayesha makin kesal karena di Katai marmut.


“Ck, cantik dan manis gini di bilang kek marmut,” gerutunya kesal.


Sementara putri pura pura ngak dengar.


Tak lama mereka tiba di sebuah butik, yang pernah ia kunjungi saat fitting baju pengantin. Ayesha menyengit heran.


“Put...?,”


“yuk masuk,”


“Ngapain?,”


“Mau makan,” jawab putri. Ayesha mendengus kesal.


Tiba di dalam butik mereka sudah di tunggu oleh, pemilik butik.


“Non putri selamat datang, ada yang bisa saya bantu.


“Saya mau cari gaun pesta buat Kaka ipar saya ini,” ucap putri.


“Oh, baiklah, sini ikut saya,”


Pemilik butik itu membawa mereka ke koleksi gaun pesta yang ada di butiknya.


“Sialahkan pilih nona,”


“Ayo kak, kita cari untuk pesta ntar malam,”


“Emang kamu pergi kesana juga?,”


“iya dong, yang punya pestanya langsung telpon aku masa ngak pergi sih,” jawab putri.


“oh...,” jawab Ayesha polos.


Hufff Kaka iparku ini masa gak ingat sama hari Anniversarynya sih saking sibuknya.


“Tapi ngak apalah,” kan bisa ngerjain dia,” batin putri.


Tak lama mereka sudah mendapatkan apa yang mereka mau. Ayesha dengan gaun berwarna putih dengan lengan yang tak terlalu pendek begitu juga dengan putri ia mendapatkan warna merah.


“udah kak?,”


“Udah, nih”


“Yuk kekasir,” ajak Ayesha.


Tiba di kasir Ayesha menyerahkan kartu serbaguna yang di berikan Ares padanya.


Selesai membayar belanjaan mereka, putri dan Ayesha segera menuju rumah sang Kaka ipar untuk membersihkan diri.


Tiba dirumah putri heran melihat rumah sepi.


“Kok sepi pada kemana sih kak?,”


“Pada acara diluar,”


“Azam juga ikut?,”


“Iya, di bawa sama mommy, tadi kasih kabar katanya pulang larut malam,”


“huff, niat hati ingin bermain tadi,” ucap Ayesha.


“Besok kami mau Ke rumah mommy,”


“Benaran kak?,” tanya putri dengan mata berbinar.


“Iya, ya udah yuk mandi, udah gerah nih,”


“Hm...dikamar Kaka aja yuk,”


“Ngak apa nih?,”


“Ya ngak apa,” jawab Ayesha.


Dua wanita cantik kebanggaan, duo mommy itu pun masuk kamar guna membersihkan diri Karna sudah gerah seharian.


🍂 🍂 🍂 


Hayoo, masih ada yang mampirkah, jangan lupa tinggalkan like nya ya, serta komen dan juga hadiahnya


Wasalam.💞💞💞


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2