Mommy Ara

Mommy Ara
9. Ketemu Ares


__ADS_3

Tak lama Ares pun bangun ia melihat deddy dan opanya.


"Dad...sudah kembali, apa kita boleh pulang sekarang,"


"yah..apa kita bawa saja Ares pulang?,"


"Ares mau ngak tinggal dirumah opa bersama Deddy,"


"mau opa, iya kan Dad?,"


"iya sayang.,"


"Dad...Ares mau jalan aja, Ares kan ngak sakit kenapa harus pakai kursi roda," ucap Ares saat berada diatas kursi roda yang didorong oleh Daddy nya.


"tidak apa sayang, Daddy hanya ngak mau kalau putra tampan Daddy ini kelelahan saja,"


"Dad...maafkan Ares yaa.,"


"tidak sayang ini bukan salah mu tapi ini salahnya Daddy, yang terlalu sibuk dengan dunia bisnis Hingga tak memperhatikan mu,"


Tak lama mereka pun tiba diparkiran, Arkan langsung mengendong Ares masuk kedalam mobil, Roy melajukan mobil menuju rumah orang tua leo.


Tiba dirumah orang tua leo Arkan langsung membawa Ares kedalam kamar, untuk beristirahat karena ia tak boleh kelelahan, setelah Ares terlelap Arkan menitipkan Ares pada mama leo karna ia akan kerah Ara untuk meminta maaf padanya Ara.


πŸ‚ πŸ‚ πŸ‚


Saat ini Arkan sudah berada didepan pintu rumah Ara, Arkan akan terus berusaha untuk mendapatkan maaf dari Ara. Setidaknya untuk putranya ia akan melakukan apa saja bahkan waktu berharganya pun ia korban, baginya sekarang tak ada lagi yang berharga selain kesembuhan putranya dan memenuhi ke inginkan putra nya.


tok....tok....tok....


Ara pun membuka pintu karena ia mendengar ketukan dari luar, dan terlihatlah Arkan dengan wajah kusutnya membuat Ara menatap heran. Arkan melihat Ara masih mengunakan Armsling (kain penyangga lengan).


"boleh aku bicara dengan mu sebentar, tanya Arkan,"


"aku tak ada waktu, untuk mendengar hinaan darimu," jawab Ara dan langsung menutup pintu tapi dengan sigap Arkan menahannya.


"tolong hanya sebentar saja, hanya lima menit," ucap Arkan dengan memohon.


"baik lima menit, apa yang ingin kau bicarakan, tanyanya dengan ketus,"


"terimakasih, aku hanya ingin meminta maaf pada mu atas apa yang telah aku perbuat pada mu, aku tau aku salah, bisakah kau maafkan ku dan menjadi mommy untuk putra ku sekarang Ares lagi sakit ia selalu memangil manggil mommy nya.


"aku tak bisa menjadi mommy putra mu setelah apa yang kau lakukan pada ku, kau kira dengan kata maaf mu itu akan mengobati rasa sakit di hati ku atas penghinaan dari mu, tak semudah itu tuan Arkan yang sombong,"


"bukan kah kau punya banyak uang, kau kan bisa beli kebahagian untuk putra mu, kanapa harus memohon pada ku wanita yang telah kau hina," ucap Ara sambil menutup pintu tampa menunggu jawaban dari Arkan.


"Ara aku mohon demi putra aku, akan aku lakukan apa saja, asal kau mau menemuinya sekali saja," teriak Arkan didepan pintu rumah Ara.


"terserah kau saja aku tak peduli,"


Ara pun berlalu pergi menuju kamarnya dan merebahkan tubuhnya di atas kasurnya.


"maafkan mommy Ares, mommy belum bisa menemui mu, karna hinaan dari Daddy mu yang begitu menyakitkan hati mommy, mommy berdoa semoga kau baik baik saja, gumam Ara."


Sementara dirumah leo.


Ares selalu manggil manggil mommy nya dalam tidurnya, dan suhu badannya pun sangat panas Hingga ia kejang kejang, kedua orang tua leo pun langsung membawanya Ares kerumah sakit, Arkan yang mendapat kabar kalau putra nya dilarikan kerumah sakit ia pun segera menuju rumah sakit dengan rasa cemasnya.


Tiba dirumah sakit arkan melihat putranya sudah berada diruang rawatan dan jarum infus sudah terpasang ditangannya.


"yah..bagaiman keadaan Ares?,"


"ku tak perlu cemas, Ares sudah tidak apa apa,"


"ia selalu memangil manggil mommy, apa kau belum juga berhasil mendapatkan maaf dari nya?,"


"belum ma...," ucap Ares dengan wajah penyesalannya.


"berusaha lah, semoga Ara membuka pintu maafnya untuk mu.,"


"iya ma...arkan tak akan menyerah,"


Tak lama Ares pun siuman dan melihat Daddy nya sudah berada didepannya.


"Dad...Ares mau pulang,"


"sayang...kita pulang setelah Ares sembuh yaa,"


"Oma...opa...Ares ngak mau disini rengek nya pada Oma & opanya.

__ADS_1


"sabar ya nak nanti setelah Ares sembuh kita pergi dari sini," kata mama leo.


Hufff...hembusan nafas Ares karna kesal tak ada yang mau membawanya pulang.


πŸ‚ πŸ‚ πŸ‚


pagi harinya.


Arkan melihat putranya yang masih terlelap dengan tenangnya, ia menghampirinya dan mengecup kening putranya.


"hari ini Deddy akan paksa mommy mu untuk menemui mu, gumam Arkan".


Tak lama orang tua leo pun tiba dan masuk keruang rawat Ares, melihat Ares masih tidur.


"ma, yah, aku titip Ares yaa, aku mau keluar sebentar," ucap Arkan.


"ya..pergi lah,"


"makasih ma,"


Arkan keluar dari ruangan Ares dan langsung menuju parkiran, dan melajukan mobilnya menuju rumah Ara.


Tak berapa lama Arkan pun tiba dirumah Ara, ia melihat Ara sedang menyiram bunga, Arkan segera menghampiri Ara.


"Ara....," ucap Arkan.


Mendengar suara yang familiar ditelinga nya, Ara pun langsung menoleh ke arah suara & melihat Arkan sudah berdiri tak jauh dari nya.


"untuk apa lagi kau kesini?," tanya Ara sambil menyiram bunga Tampa memandang lawan bicaranya.


"aku tau kau belum bisa memaafkan ku, kau boleh membenci ku seumur hidup mu mungkin itu pantas untuk ku, tapi aku mohon jangan benci pada putra ku,"


"Ara...sekali ini saja temui putra ku, setelah itu aku tak akan memohon lagi padamu,"


"aku tak ada waktu," jawab Ara sambil berjalan menuju kran air untuk mematikannya.


"aku mohon pada mu Ara, sekali ini saja,"


"aku tak bisa," jawab Ara singkat dan berjalan menuju rumahnya.


"jangan salah kan aku jika berbuat kasar pada mu, aku melakukan ini demi putra ku,"


Arkan tak mengindahkan peringatan Ara, Arkan menghampiri Ara lalu menarik paksa tangan Ara menuju mobilnya, Ara yang meronta rontapun tak dihiraukan oleh Arkan, setelah Ara masuk mobil Arkan pun langsung melajukan mobilnya menuju rumah sakit.


"maafkan aku telah membuatmu kesakitan, aku melakukan ini demi putra ku,"


"ada sakit yang tak terlihat tapi terasa sangat menyakitkan," jawab Ara tampa melihat Arkan.


"aku tau kau belum bisa memaafkan ku, tapi aku akan berusaha mendapatkan maaf dari mu," ucap Arkan.


Ara tak menjawab ucapan Arkan, ia lebih memilih melihat keluar jendela dari pada menjawab perkataan Arkan.


Tak lama mereka pun tiba dirumah sakit, Arkan langsung menuju ruang rawatan Ares yang diikuti oleh Ara dibelakangnya.


"assalamualaikum," ucap Arkan.


"wa'alaikum salam," jawab papa & mama leo.


"apa Ares belum bangun ma....,"


"belum..kalian sudah datang, kalau begitu kami keluar sebentar," ucap mama leo.


"Ara apa kabar nak,"ucap mama leo.


"kabar baik Tante, Tante mau kemana," tanya Ara.


"kami hanya kekantin untuk membeli minuman,"


"oh...,"


"ya sudah kami keluar dulu," ucap papa leo.


Setelah orang tua leo keluar, Arkan langasung menghampiri putranya, dan mencium kening putranya, Ara yang melihat Ares yang lemah tak berdaya dan jarum infus tertancap ditangannya membuat hatinya sedikit terenyuh. Ia pun mendekati Ares dan ditatapnya Ares terlihat tubuhnya sedikit kurus ia pun merasa iba melihat kondisi Ares saat ini.


Arkan yang melihat Ara mendekati putranya, ia pun memutuskan untuk keluar agar Ara tak merasa canggung dengannya,karna ia tau kalau Ara masih belum nyaman berada di sekitarnya


"mommy....mommy....mommy," ucap Ares ia kembali mengigau, Ara yang mendengar nya pun langsung menyentuh tangan mungil Ares dan mengengam nya lalu ia mencium kening Ares.


"sayang...bangunlah mommy disini," bisik Ara ditelinga Ares.

__ADS_1


Seketika Ares membuka matanya dan melihat orang yang dirindukannya ada didepannya dengan senyum manisnya, tapi Ares takut untuk memangilnya mommy.


"Tante ada disini," ucap Ares membuat hati Ara merasa berdenyut mendengarnya.


"sayang..kau boleh panggil Tante dengan sebutan mommy lagi,"


"benarkah, Ares boleh panggil mommy lagi," tanya nya dengan mata yang sudah berkaca kaca dengan cepat Ara menganggukan kepalanya.


Ares pun langsung bangun dari tidurnya dan segera memeluk Ara. Ara pun naik keatas tempat tidur dan mendudukkan Ares di pangkuannya sambil mencium puncak kepala Ares.


"apa tampan mommy ini sudah sarapan hm?,"


"belum mom,"


"ya sudah sini mommy suapi tapi Ares duduk dulu yaa biar mommy ambil makanannya,"


"ya mom,"


Ara pun mengambil makan yang ada di atas meja, ia pun segera menyuapi Ares dengan telatennya walau tangan masih sakit tapi tak membuat ia repot.


"mom...apa masih sakit?,"


"sedikit, nanti juga sembuh,"


"Alhamdulillah, sudah habis, sekarang minum dulu yaa setelah itu minum obatnya,"


"oke mom..,"


Ares pun menuruti apa yang di ucapkan Ara dengan semangat, ia pun langsung meminum obat yang diberikan oleh Ara, Arkan yang sedari tadi memperhatikan interaksi anaknya dengan Ara membuat ia merasa semakin bersalah pada Ara.


"aku akan menebus kesalahan ku pada mu, arkan membatin."


Tak lama setelah Ares melakukan aktifitasnya dengan Ara saat mereka asik bermain kedua orang tua leo pun masuk.


"wah...kayaknya ada yang lagi senang tuh, goda papa leo,"


"opa, oma..hahahahaha....ya dong opa, Ares ketemu lagi sama mommy cantik,"


"nak Ara apa kau sudah sarapan?," tanya mama leo.


"sudah Tante, tadi dirumah sama mama," jawab Ara sambil senyum.


"Ares opa sama Oma permisi dulu yaa nanti opa sama Oma kesini lagi,


"ya..opa,Oma,"


"nak Ara kami permisi dulu yaa, ada sedikit urusan kami ttp Ares yaa, sampai Deddy nya tiba," ucap mama leo.


"ya..Tante tidak masalah, hati hati Tante, om," ucap Ara.


"ya.." jawab orang tua leo.


Setelah orang tua leo pergi, Ara & Ares pun menghabiskan waktu dengan menonton tv, mereka menonton acara kesukaan ares, tak terasa hari pun sudah siang setelah makan siang dan minum obat Ara pun menidurkan Ares tak butuh waktu lama Ares pun terlelap dengan nyenyak nya.


Tak berapa lama setelah Ares terlelap Arkan pun masuk kedalam ruangan Ares, Ara yang mendengar pintu dibuka ia pun langsung menoleh ke arah pintu dan melihat Arkan yang sudah masuk dan melangkah menuju tempat tidur Ares, ia melihat Ares sudah tidur nyenyak.


"aku permisi pulang dulu," ucap Ara, dengan cepat ia pun keluar dari ruangan Ares dan sambil memesan taksi online.


"araa...Ara..." ucap Arkan tapi tak dihiraukan oleh Ara, ia terus saja berjalan tanpa menghiraukan teriakan dari Arkan.


"Ara...biar aku antar, tadi kau kesini dengana ku jadi aku juga yang harus mengantar mu pulang,"


"tak usah repot repot, aku sudah pesan taksi,"


"ya sudah batalkan saja,"


"jangan maksa ku, aku sudah memenuhi keinginan mu, sekarang jangan halangi aku," ucap Ara.


Karena taksi nya sudah tiba Ara pun langsung masuk kedalam taksi, Tampa berpamitan pada Arkan.


"agggrrrr, sial susah sekali sih mendapatkan maaf dari mu," ucap Arkan dan ia pun langsung menuju ruangan rawatan putranya.


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Jangan lupa like komen & vote yaa.


Bagi yang sudah menglie makasih yaa.


Wasalam

__ADS_1


__ADS_2