Mommy Ara

Mommy Ara
24. π‘ƒπ‘–π‘›π‘‘π‘Žβ„Ž Rπ‘’π‘šπ‘Žβ„Ž


__ADS_3

π‘ƒπ‘Žπ‘”π‘– π»π‘Žπ‘Ÿπ‘–π‘›π‘¦π‘Ž.


Selesai sholat subuh berjamaah dengan suaminya, Ara menyuruh Arkan kembali tidur untuk menemani Ares, karna ia akan membantu mamanya membuat sarapan.


Tiba di dapur Ara melihat mamanya akan mulai membuat sarapan.


"pagi maa,


"pagi, eh sudah bangun.


"hm...masak apa ma?


"nasi goreng sama pregedel.


"sini ma Ara bantu.


"hm...


Sambil mengupas bawang dan berapa bahan lainya Ara menyempatkan membujuk mamanya untuk ikut dengan pindah kerumah Arkan.


"ma, sebaiknya mama ikut aja ya pindah kerumah Arkan dengan Ara.


"ngak nak, mama dirumah aja mama ngak mau ninggalin rumah ini, kamu ngak usah khawatir nanti kalau ada apa-apa mama akan hubungi kamu kok.


"tapi ma, Ara merasa tak enak ninggalin mama sendirian.


"insya Allah akan baik baik saja.


Rumah ini adalah peninggalan suaminya tak akan membiarkanya kosong dan tak berpenghuni.


huuff, helaan nafas Ara saat tak berhasil membujuk mamanya, ia kembali melanjutkan kegiatannya dengan wajah sedikit cemberut nya setelah itu tak ada lagi pembicaraan sampai selesai memasak.


Mamanya hanya tersenyum melihat Ara cemberut, ia tau putrinya itu marah, tapi bagaimana pun ia tak akan meninggalkan rumah ini yang begitu banyak kenangan dengan suaminya dan juga putri semata wayangnya, jujur sebenarnya ia sangat kesepian tapi tak mungkin juga ikut pindah kerumah menantunya.


"Ara, ini sudah selesai sebaiknya kamu bangunkan suami dan juga anak mu, ucap mama Ara.


"hm..iya ma, Ara kekamar dulu.


"hm...


Ara pun segera kekamar dan melihat dua orang yang baru hadir dalam hidup nya, mereka masih sembunyi dalam selimut. Ara mendekat ke arah Ares dan mencium beberapa kali pipi anak itu Hinga ia terbangun.


"hm..mom, ucap Ara dengan suara seraknya.


"ayo bangun sudah pagi kita sarapan dulu.


"ya mom, Ares doang yang dicium Deddy ngak? tanya nya.


"mampus, apa alasan yang akan aku berikan, batin Ara."


"hm..Deddy kan udah besar, kalau Ares kan belum, jadi sekarang Ares aja ya yang cium Deddy, jawab Ara.


"gitu ya mom, ucapnya dengan cepat Ara pun mengangguk.


Ares pun mencium pipi Arkan Hinga bangun karna ulah Ares, Ara yang melihat Arkan sudah mulai bergerak ia pun segera beranjak dari kasur dan menyiapkan baju buat Ares dan Arkan.


"sayang, apa yang kau lakukan?


"bangun Ded, udah pagi.


"hm...mommy mu mana?


"tu lagi ngambil baju buat kita.


"ya sudah ayo mandi sama Deddy.


"ngak Ded Ares mu mandi sama mommy.


"ya udah Deddy mandi duluan.


"cepat ya Ded?


"iya.


Arkan segera masuk kedalam kamar mandi setelah Ara memberikan handuk pada nya. Saat Arkan mandi Ara membersihkan tempat tidur karna Ares sudah duduk di sofa, tak lama Arkan pun keluar dari kamar mandi, Ara mendengar suara pintu dibuka ia pun menoleh ke arah pintu kamar mandi, ia melihat Arkan keluar dengan mengunakan handuk yang dililitkan dipingang nya dan bidang dadanya yang sispex terpampang jelas, Ara sadar apa yang sudah ia lihat dengan cepat mengalihkan pandangannya pada Ares, untuk menghilangkan rasa gugup dan malunya melihat tubuh suaminya, serta jantungnya sudah deg degan, karna pertama kali ia melihat laki laki bertelanjang dada di depannya, laki laki yang sudah berstatus suaminya, Ara melangkah kearah Ares yang masih rebahan di sofa.


"sayang ayo cepat kita mandi, ucapnya, Ares pun langsung bangun dari sofa.


"hm ya mom.


Tampa melihat Arkan Ara langsung masuk kedalam kamar mandi Dangan Ares, Arkan sebenarnya juga malu tapi ia berusaha terlihat santai. Setelah mereka masuk kedalam kamar mandi, Arkan pun dengan cepat memakai bajunya yang sudah disediakan oleh Ara. Tak berapa menit Ara keluar dengan Mengendong Ares dan membawanya ke sofa dan memakai kan baju Ares yang terlihat semakin tampan.


"apa sudah selesai? tanya Arkan.


"sudah Ded.


"ayo kita sarapan kasihan Oma menunggu lama, ucap Ara.


Ketiganya segera keluar dari kamar dan langsung menuju ruang makan, Ara pun segera mengambilkan makan untuk Arkan dan Ares, saat ingin mengambilkan untuk mamanya, tapi mamanya langsung mencegahnya, akhirnya Ara mengambilkan makanan untuk dirinya sendiri.

__ADS_1


Selesai sarapan Ara membantu mamanya membereskan meja makan, setelah itu Ara ke kamarnya dan dikuti oleh Arkan dari belakang, tiba dikamar mereka segera menyeret dua koper keluar.


"ma, Ayo ikut dengan kami, ucap Arkan.


"ngak usah nak mama disini saja.


"ayo Oma, ikut dengan Ares dan mommy, sambung Ares.


"ngak sayang, Oma ngak apa apa disini.


Ares pun membisikan sesuatu pada Deddy nya, dengan cepat Arkan pun mengangguk, Sementara Ara dan mamanya heran melihat Ares dan Arkan saling berbisik, setelah itu Arkan segera menelpon Roy.


"ada apa kak, tanya Ara yang sedari tadi penasaran.


"ada kejutan mom, jawab Ares.


"kejutan?, kejutan apa?


"sabar mom, sebentar lagi juga tiba.


Tak lama Roy datang dengan membawa seseorang dengan nya dan juga membawa tas ditangannya, mereka langsung masuk kedalam rumah Ara.


"assalamualaikum, ucap Roy.


"wa'alaikumsalam,jawab mereka.


"ma, kenalkan namanya bik wanti,dia akan menemani mama disini biar mama ada temannya, jelas Arkan.


"astaga ku baik sekali nak, ucap mama Ara.


"ini ide Ares ma, ucap Arkan sambil melihat putranya.


"makasih ya sayang, ucap mama Ara langsung mencium pipi Ares.


Ara merasa terharu melihat perhatian Ares dan Arkan pada mamanya, Ara langsung memeluk danencium Ares.


"makasih ya, mommy sayang sama kamu, ucapnya.


"iya mom, Ares juga sayang sama mommy dan juga Oma.


"bibi akan tinggal disini, menemani mama, bulanan bibi akan aku transfer tiap bulannya, kalau ada apa apa sama mama langsung kasih tau saya atau Ara, ucap Arkan.


"ya tuan, makasih bibi mengerti.


"ya sudah ayo kita berangkat, ucap Arkan, Ara hanya mengangguk.


"iya, ngak usah khawatir lagian sekarang sudah ada teman mama bik wanti.


"bik tolong jaga mama ku ya.


"ya non.


"ma kami jalan dulu, ucap Arkan dan segera keluar dari rumah.


"iya, hati hati dijalan ucap mama Ara sambil mengantar Ara dan Arkan keluar dari rumah.


"dah Oma, sehat sehat ya Oma, ucap Ares sambil mencium pipi mama Ara.


"iya sayang.


Ara berbalik dan langsung memeluk mamanya sebagi salam perpisahan karena ia akan ikut dengan suaminya.


"Ara sayang sama mama, maafkan jika Ara ada salah, ucapnya.


"mama juga sayang sama kamu, kamu anak baik dan putri kesayangan mama.


Setelah menyalami mamanya dan di ikuti oleh Arkan dan Ares, mereka segera masuk mobil, Arkan pun menjalankan mobilnya menuju rumahnya, seperti biasa Ares langsung duduk dipangkuan Ara.


"Ares senang deh akhirnya punya mommy dan Deddy, ucapnya sambil senyum.


"iya sayang, kami juga sayang sama kamu, jawab Arkan sembil mengusap puncak kepala putranya.


Cup..Ara mencium keningnya lalu memeluknya dengan erat dan mengusap kepalanya. Tak lama mereka tiba dirumah mewah nan indah, Ara segera turun dari mobil dan langsung mengambil kopernya, dengan cepat Arkan melarang Ara membawa koper tersebut karna terlalu berat buat diseret.


"aku bawa satu yang kecil itu ya kak, tunjuk Ara, Arkan pun mengangguk.


Kedatangan mereka sudah disambut hangat oleh bik Sumi yang sudah menunggu di depan pintu, bik Sumi bahagia saat majikannya membawa pulang pendamping hidup, senyum kebahagian terpancar di wajah bik Sumi.


"sini non biar bibi bantu, tawarnya.


"ngak apa apa bik biar saya saja, jawab Ara dan tersenyum ramah pada bik Sumi.


"ya sudah bibi buatkan minum ya non.


Ara pun mengangguk pada bik Sumi, setelah itu ia pergi ke dapur. Ara membawa kopernya kekamar mengekor dari belakang sementara Ares masih mengenggam tangan Ara seakan tak mau lepas.


"taruh aja disitu, ucap Arkan dan menunjuk sudut ruangan kamarnya.


Ara sangat takjub melihat luas kamar itu 3 kali lipat dari kamar Ara, kasur king size, lemari besar dan dilengkapi televisi serta sofa, sepertinya akan nyaman berlama lama didalam kamar.

__ADS_1


"capek ya kak? tanya Ara.


Walau Arkan terlihat sedikit dingin padanya tapi Ara merasa tak masalah, karna ia tau nanti juga terbiasa. Ares seakan mengerti situasi ia pun segera pamit untuk kekamarnya.


"mom, Ded, Ares kekamar dulu yaa,mau ganti baju.


"iya, nanti sini lagi yaa, jawab Ara.


"iya mom.


Setelah Ares keluar, Ara segera memegang lengan Arkan dan membawanya ke sofa.


"duduk kak biar aku pijitin, ucapnya.


Sebenarnya ia malu atas apa yang sudah ia laku kan, tapi apa salahnya menyenangi suami lagian Arkan juga pernah membantunya saat kakinya tergores oleh koper dan sekarang gantian ia akan membantu Arkan.


Arkan tercenggan saat mendapat perhatian dari Ara, ia pun langsung menuruti perintah Ara, dengan pelan dan lembut Ara mulai memijit lengan kiri Arkan, walau bukan ahli pijit tapi Ara akan memijit lengan suaminya agar merasa lebih enak.


"astaga Ara kaget, Arkan tiba tiba merebahkan tubuhnya dan meletakkan kepalanya di paha Ara, Ara dapat melihat dengan jelas wajah lelah suaminya ia pun pasrah karena tak tega, Ara bersusah payah mengontrol detak jantungnya, karna ini pertama kali baginya, wajah nya sedikit merona saat Arkan menatapnya.


"usap kepalaku rasanya sedikit pusing, ucapnya dengan sedikit senyuman.


Deg..deg..jantung Ara saat melihat senyum tipis Arkan, Ara mengigit bibir bawahnya untuk menahan nafasnya. Lalu ia mengusa serta memijit pelan kening Arkan, ia mulai memejamkan matanya keran merasakan kehangatan dan kenyamanan.


tok...tok...tok...


"masuk bik, ucap Arkan.


Ara bergerak ingin berdiri karna bik Sumi akan masuk karena ia merasa malu jika bik Sumi melihat dalam posisi sangat dekat, tapi Arkan menahannya agar Ara tak berdiri.


"eh..maaf tuan, ucap bik Sumi merasa tak enak kerena telah menganggu kemerahan pasangan baru itu.


"Tarok aja dimeja bik, jawab Arkan yang terlihat santai, sementara Ara wajah sudah merona karna malunya dan ia pun hanya menunduk menyembunyikan wajah merona nya.


Bik Sumi menuruti perintah Arkan, setelah meletakan dua gelas minuman di depan majikannya ia pun segera pamit.


"kak, ucap Ara dengan ada sedikit kesal.


"hm kenapa, ucap Arkan sambil melihat wajah kesal istrinya.


"masih nanya kenapa, harunya ngak dalam posisi ini, malu tau dilihat bik Sumi?


Sebenarnya ia sangat malu dengan posisi yang sekarang karena ia belum terbiasa dengan Arkan, walau Arkan suami sah nya.


"udah ngak usah dipikirin saya ngantuk, ucapnya.


arkan mengerakan kepalanya mencari posisi nyaman, di tengelamkan kepalanya menghadap perut Ara. Serta tangannya melingkar di pingang ramping istrinya.


"kenapa sikapnya seperti Ares? pikir Ara.


Ara berusaha menahan geli diperutnya ingin ia berteriak karna sudah tak tahan menahan rasa geli nya, dan sedikit tak nyaman dengan posisi seperti saat ini.


"yaa Tuhanku kuatkan lah aku, batin Ara.


"kak, lebih baik di kasur saja tidurnya nanti kalau disini bisa pegal badannya ucap Ara.


"disini saja, karna sudah nyaman, jawab Arkan.


"apa kamu keberatan, sambung Arkan lagi.


"ngak kok, kalau kakak mau disini ya udah ngak apa apa, ucap Ara.


"hm.


Harus bicara apa lagi karna terlalu canggung, Ara menarik nafasnya dan membuangnya secara perlahan.


"nanti bangunin pas mau makan siang, ucapnya, ucap Arkan.


"hm...


Tak lama setelah Arkan tertidur di paha Ara, Ares pun masuk kedalam kamar mommy dan deddy-nya, ia melihat deddy-nya tidur disofa dan kepalanya diatas paha mommy nya.


"Mom, Deddy kenapa?, sakit?


"ngak kok sayang, Deddy mu capek jadi ketiduran disini, Ares mau tidur juga?


"ngak kok mom.


Ares pun langsung naik ke sofa dan duduk disebelah kiri Ara dengan kepala menyandar di bahu Ara. Ara den Ares mengobrol dengan santai sesekali terdengar tawa mereka, Hinga tak terasa bik Sumi memberi tahu makan siang sudah siap, Ara pun segera membangun kan Arkan, untuk makan siang bersama.


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


π΄π‘™β„Žπ‘Žπ‘šπ‘‘π‘’π‘™π‘–π‘™π‘™π‘Žβ„Ž, π΄π‘˜β„Žπ‘–π‘Ÿπ‘›π‘¦π‘Ž β„Žπ‘Žπ‘Ÿπ‘– 𝑖𝑛𝑖 𝑒𝑝 π‘—π‘’π‘”π‘ŽπŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜


π½π‘Žπ‘›π‘”π‘Žπ‘› π‘™π‘’π‘π‘Ž π‘˜π‘Žπ‘ π‘–β„Ž π‘™π‘–π‘˜π‘’, π‘˜π‘œπ‘šπ‘’π‘› π‘ π‘’π‘Ÿπ‘‘π‘Ž π‘‘π‘’π‘˜π‘’π‘›π‘”π‘Žπ‘› π‘‘π‘Žπ‘› π‘—π‘’π‘”π‘Ž β„Žπ‘Žπ‘‘π‘–π‘Žβ„Žπ‘›π‘¦π‘Ž π‘›π‘¦π‘Ž π‘¦π‘Žπ‘Ž, π‘‘π‘Žπ‘› π‘‘π‘’π‘Ÿπ‘–π‘šπ‘Žπ‘˜π‘Žπ‘ π‘–β„Ž π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘ π‘’π‘‘π‘Žβ„Ž π‘™π‘–π‘˜π‘’, π‘‘π‘Žπ‘› π‘˜π‘œπ‘šπ‘’π‘›πŸ€—πŸ€—πŸ€—


π‘Šπ‘Žπ‘ π‘Žπ‘™π‘Žπ‘š


...πŸ’•πŸ’•πŸ’•...

__ADS_1


__ADS_2