Mommy Ara

Mommy Ara
58. S2. Kekesalan Ayesha


__ADS_3

Malam semakin larut, pengunjung kafe sudah mulai sepi, Ayesha dan yang lain sudah siap siap untuk pulang.


“Mau gue antar ngak,” ucap Ares tiba tiba membuat Ayesha terlonjak kaget.


“Astagfirullah, bikin jantungan aja deh ah,”


“mau gue antar pulang ngak?,” tanyanya lagi.


“Gue pulang sendiri aja bang, lagian kan bawa motor,”


“Gampang, tinggal disini dulu motornya,”


“Hihihi, ngak bisa bang soalnya besok Gue kan kuliah, masa balik lagi sini ambil motornya kan repot,”


“Ya juga sih, jawab Ares sedikit kikuk,”


“ya udah Gue jalan dulu bang,”


“Ngak jadi nih di antar?,”


“ngak usah bang lain kali aja,”


Setelah berpamitan pada Ares, Ayesha segera meninggal kan lahan parkir, dan melajukan motornya menuju kosnya.


Ares yang merasa tak tenang mengikuti Ayesha sampai ke kos nya, Ayesha yang mengetahui itu hanya tersenyum melihat Ares menghawatirkannya. Tiba dikosnya ia melihat mobil Ares sudah tak ada lagi di belakangnya. Setelah memasukkan motor ke dalam kosnya ia segera membersihkan tubuhnya dan tak lupa mengganti baju tidur, lalu mengistirahatkan tubuhnya di kasur sederhananya.


🍂 🍂 🍂


Pagi harinya,


Seperti biasa usai sarapan Ayesha segera ke kampus, tiba di kampus ia memarkir motornya lalu berjalan sendiri ke lorong kampus.


“Ayesha....ay...ay...,” panggil Fahrul.


“Rajin amat maraton far,” ejek Ayesha.


“Siapa yang maraton, gue ngejar lo lah,”


“Lah kenapa di kejar?,”


“mau bilang ntar siang kita ke kafe seberang yaa,”


“liat ntar deh,”


“susah amat sih bilang iya,”


“Hihihi, nanti ada yang marah lagi,”


“Siapa yang marah,”


“Fahrulllllll,”


Sontak Ayesha dan Fahrul melihat ke belakang, ternyata Rere sudah berdiri tak jauh dari mereka.


“Nah tuh kan apa gue bilang, baru juga di omong in udah nongol aja tu pengawal Lo,” ucap Ayesha.


Fahrul hanya mendengus kesal melihat Rere yang selalu saja mengganggu jika berdua dengan Ayesha.


“Heh, Lo cewek miskin yang ngak tau diri, ngak usah dekat dekat deh sama calon tunangan gue,”


“perasaan gue ngak ada dekat sama calon tunangan Lo?,”


“Si Fahrul itu calon tunangan gue,”


“oh, lagian dia yang ngejar gue tadi, sekarang bawa tuh calon tunangan Lo,” tunjuk Ayesha.


“gue ngak mau tunangan sama Lo,”


“Lo bisa bilang tidak tapi mama Lo ngak bisa mengelak,”


“Lo tunangan aja sama mama gue,”


“gue bilangin Tante Lo,”


“Aduin aja in sana,”

__ADS_1


“Mulai sekarang Lo jauh jauh deh dari Fahrul.


“Eh, dengar yaa, gue sama si Fahrul itu ngak ada hubungan apa apa, kalau Lo mau ya ambil aja, terserah Lo mau apa in, dan ingat satu hal gue Emang miskin tapi gue masih punya harga diri dan gadis yang punya etika, bukan seperti Lo.


“Apa maksud Lo,”


“pikir aja sendiri,”


“dasar anak haram,”


Plaaakkkk


Satu tamparan mendarat di pipi Rere.


“Gue bukan anak haram, dan jangan pernah Lo ulangi lagi kata kata itu, jika Lo masih sayang sama pipi mulus Lo.


“Dan Lo far tolong ajari sopan santun sama calon istri Lo, dan satu lagi jangan ganggu gue lagi, mulai sekarang kita bukan sahabatan.


Setelah mengatakan semua unek uneknya Ayesha berlalu pergi ke kelas. Begitu juga dengan Fahrul pergi begitu saja setelah Ayesha pergi Tampa menghiraukan teriakann Rere, ya Fahrul di jodohkan oleh mamanya dengan anak kerabatnya yaitu Rere, saat mendapat kabar dari mamanya kalau ia di jodohkan dengan Fahrul membuat Rere merasa senang Karna ia sudah lama suka sama Fahrul hanya saja Fahrul sering jalan sama Ayesha ia tak pernah sempat sekedar bertegur sapa dengan Fahrul.


Tiba di kelas Ayesha duduk di salah satu kursi dan melipat kedua tangan di meja sambil membenamkan wajahnya.


Tak lama Nayra datang dan melihat Ayesha, Sadang tak baik saja.


“Ay,” sapa Nayra.


Ayesha mendongak dan melihat Nayra sudah ada di depannya.


“Lo kenapa?,”


“Ngak ada Cuma lagi ngak mood aja,”


“Yakin?,”


“Iya ngak usah khawatir,”


“Semoga Lo baik baik aja ay,”


“Hm..


🍂 🍂 🍂


Tok...tok...


“ya masuk,”


“bos, udah siang nih, yuk isi tenaga dulu agar kita tak tumbang ntar,”


“Ya, tunggu sebentar,”


“Oke bos,”


Dika menunggu ares menyimpan file yang baru saja ia kerjakan.


“Kita makan dimana dik?,”


“terserah aja bos,”


“kafe mommy ajalah,”


“hm..baiklah,”


Ares melempar kunci mobil pada Dika, dengan sigap Dika menangkapnya dan segera masuk ke mobil dan melajukan mobil menuju kafe Ara.


Kurang dari lima belas menit mereka sudah tiba di kafe Ara, yang terlihat ramai saat jam makan siang.


“Siang Aunty, sapa Ares pada rani,”


“Siang juga ganteng,”


“makanan seperti biasa ya,”


“Ya, tunggu aja di dalam,”


“Oke,”

__ADS_1


Setelah itu Ares mengajak Dika ke ruangan mommy nya, karena mereka akan makan di dalam ruangan ini.


“apa jadi pergi ke acara ultahnya Aurel, bos?,”


“Hm..iya,”


“Sendiri?,”


“Ngak sama teman,”


“cewek?,”


“ais kepo, liat aja disana besok,”


“Pelit,”


Ares tersenyum melihat Dika kesal.


Tak lama makanan mereka sudah tertata dengan rapi dan siap untuk di santap.


Lain halnya dengan Ayesha, setelah usai pelajaran ia memilih pulang Karna sudah tak ada lagi jam kuliah.


Tiba di kos ia segera mengistirahatkan tubuhnya. Karna lelah sebelum tidur ia menghidupkan alarm agar tak telat masuk kerja, setelah itu ia lelap dengan nyenyaknya.


🍂 🍂 🍂


Sore harinya.


Ayesha sudah dijalan menuju kafe Ara, tiba di sana ia memarkir motornya setelah itu langsung ke ruangan ganti, usai Mengganti baju ia siap mengerjakan apa saja asal yang bisa ia kerjakan.


Sementara di kediaman orang tua Ayesha, Randi ingin bertemu dengan Kaka nya  ia memaksa Daddy untuk menjemput Ara.


“Dad, mom, kapan Kaka Ayesha kesini?,”


“Kenapa hm..?,” tanya Miranda.


“Kangen mom, kalau ada dia kan Randi bisa main sama kakak,”


“Malan ini Kaka mu kerja sayang siang juga ia kuliah,”


“kita susul aja mom ke tempat kerjanya,”


“Ngak boleh sayang, itu namanya kita mengganggu kakak lagi kerja, yang ada nanti kakak di marahi sama bosnya.


“Dad,” dengan mata memohon.


“Ngak bisa sayang,”


“Hufff, ya udah deh,” jawabnya sedikit loyo.


Randi kembali ke kamarnya dan memainkan game di gawainya.


Hari semakin larut Ayesha pamit pulang sekalian minta izin sama Rani Karna besok ia ngak masuk kerja Karna menemani Ares ke acara ulang tahun temannya.


Rani yang sudah di beritahu Ares sebelumnya ia hanya mengiyakan saat Ayesha minta izin.


Setelah menghidupkan motornya ia segera meninggalkan kafe Ara dan kembali ke kosnya.


🍂🍂🍂


Yuk lah ramaikan like dan koment nya.


Makasih yang sudah vote😉 dan like serta komen bagi yang belum semoga segera menyusul yaa.😉😉😘


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2