
Hari berlalu begitu cepat, Ara terlalu gugup untuk acara besok yang akan diadakan dirumahnya, keluarga dari jauh sudah datang untuk membantu persiapan acara.
Didalam kamarnya Ara memikirkan bahwa esok dimana statusnya berubah menjadi istri seorang Arkan Aby Putra. Bagai mimpi, kehidupan baru akan dijalani kebiasaan juga akan berubah, Ara harus benar benar siap untuk menjalani ini semua. Besok adalah acara luar biasa bagi Ara, Ara hanya ingin menikah sekali seumur hidupnya, rasa gugup yang tak bisa ia sembunyikan karna memikirkan hari esok.
Ara tak ingin acaranya terlalu megah dan mewah, ia ingin yang sederhana saja maka dari itu tak banyak tamu yang diundang oleh pihak keluarga, cukup keluarga dekat saja yang diundang, Ara senang keinginannya disetujui oleh kedua pihak keluarga.
Ceklek
"Ara, panggil mamanya.
Mamanya tersenyum simpul saat melihat Ara masih berdiri, ia tau apa yang dirasakan oleh putrinya.
"jangan terlalu dipikirkan, ucap mamanya.
"Ara sangat gugup maa, ucapnya.
Segera menghampiri mamanya yang sudah duduk di kasur.
"acaranya kan masih besok, kamu gugup udah mulai dari sekarang, ucap mamanya sambil terkekeh kecil.
"maaa, rengeknya dan langsung merebahkan kepalanya di paha mamanya.
"ngak usah malu itu wajar, mama juga seperti kamu dulu, oh ya nanti jangan tidur terlalu malam karna paginya langsung siap siap, peringatan mamanya.
"ya maa..
"ya sudah mama keluar dulu, jangan terlalu terbebani.
"hm...
Setelah mamanya keluar Ara merebahkan tubuhnya di kasur empuknya, ia berpikir kini masih siang, sebentar lagi sore lalu berubah jadi malam dan hari esok akan tiba, ya Tuhan secepat itukah waktu berlalu, lamun Ara. Saat melamun sebuah pesan dari Arkan masuk ke ponselnya.
"gimana kabar kamu?, isi pesan Arkan.
Ara mengusap wajahnya karna kondisi jantungnya yang deg degan setelah membaca pesan dari Arkan, perasaan gugup semakin bertambah bukannya berkurang setelah Arkan bertanya kabar tentang dirinya.
"Alhamdulillah baik, balas Ara.
Tak lama Arkan pun kembali membalas pesan Ara.
"syukurlah, berdoa ya semoga besok acaranya lancar.
"Aammiin, balas Ara.
Percakapan melalui pesan singkat pun berakhir.
Bertemu dengan Ares membuat Ara terbiasa dengan kehadiran anak itu.
Takdir yang dijalanin Ara tak bisa ditebak, berawal dari menemukan Ares disebuah halte bis, Hinga mengalami kecelakaan saat menyelamatkan nyawa anak itu dan koma beberapa hari, serta sempat dihina oleh Arkan karna kebaikannya disalah artikan oleh Arkan, dan bahkan sekarang ia akan menikah dengan Arkan, menikah dengan Arkan yang tak pernah terpikirkan olehnya.
"ya Allah, berkahilah pernikahan kami ini, doa Ara."
Pernikahan sekali seumur hidup yang di ingin kan Ara dan memiliki keluarga bahagia ia berharap Apa yang di inginkan nya terjadi dalam rumah tangga nya nanti.
Hari semakin sore, Ara pun segera membersihkan tubuhnya, setelah itu ia tak lupa melakukan kewajibannya sebagai seorang muslim, selesai sholat Ara pun segera keluar dari kamarnya dan melihat rumahnya nampak begitu indah karna dekorasi dari tangan tangan yang terampil.
"kak araa, teriak salah satu sepupunya yang bernam Zizi.
__ADS_1
"hm...apa.
"ngak ada cuma kangen aja.
"emang tadi kemana ngak temuin kakak dikamar?
"hahahaha, Zizi ketiduran kak.
Zizi berumur 15 tahun, ia terbilang dekat dengan Ara cuma jarak yang jauh membuat mereka jarang ketemu, hanya lewat pesan saja mereka saling bertukar kabar.
"kak, malam ini Zizi ingin tidur sama Kaka, Zizi kangen sama kakak.
"iya boleh.
"yes makasih kak. Ara pun hanya mengangguk.
Tak lama azan magrib pun berkumandang, mereka segera melaksanakan sholat magrib selesai sholat mereka makan malam bersama, ini hari paling bahagia buat Ara karna semua keluarganya berkumpul.
Usai makan malam Ara beristirahat dikamarnya, sementara keluarga masih mengobrol saling melepas rindu.
"maa, Zizi tidur sama kak Ara ya, ucapnya pada mamanya.
"iya, tapi jangan bawa kak Ara begadang kasihan besok kak Ara kelelahan.
"ngak kok maa, kita langsung istirahat.
π
π
π
π
π
Ara meremas remas jarinya di atas kasur karna saking gugupnya menungu ijab Qabul selesai. Mita Rani dan Zizi menemani nya didalam kamar untuk menenangkan Ara agar tak terlalu gugup, Zizi selalu membuat lelucon untuk menghibur Ara agar ia tak terlalu gugup, lelucon Zizi mampu membuat Ara mengalihkan rasa gugupnya.
Ara yang begitu cantik dengan kebaya yang dipakainya sangat cocok ditubuh rampingnya, semakin terpancar aura kecantikannya, make-up yang tidak terlalu berlebihan tapi tak mengurangi kecantikannya.
Ceklek.
Mereka menoleh kearah pintu, nampak lah mama Ara yang tersenyum bahagia, Hinga membuat jantung Ara deg degan tak karuan.
"ijab Qabul nya sudah selesai, ucapnya memberitahu.
Mamanya langsung memeluk erat putrinya saking senang dan bahagianya, karna putri semata wayangnya sudah menjadi seorang istri.
Ara tau jika mamanya menangis, ia pun ikut menangis. Ara pun membalas pelukan mamanya, ini serasa mimpi tapi jelas ini nyata.
"anak mama sudah dewasa dan sekarang sudah menjadi seorang istri, ucapnya sambil mengelus punggung Ara.
"mama sangat bahagia nak, ucapnya sambil senyum pada Ara.
"ayo kita keluar temui suami mu, ajak mamanya sambil mengengam tangan Ara yang terasa dingin dan basah, mamanya hanya tersenyum simpul.
"mbak Ara, udah nangisnya lihat tu make-upnya udah luntur, nanti seperti mak lampir saat bertemu pak Arkan, ucap Rani sambil senyum.
__ADS_1
Mita & Zizi yang mendengar ucapan Rani langsung diangguki oleh mereka.
"senyum dong Ar, masa hari bahagia nangis?, ucap Mita.
Ara terkekeh karna merasa bahagia yang tak bisa diceritakan, ia merasa terharu saking bahagianya.
"smile....kak, ucap Zizi sambil menampilkan senyumnya.
Ara tersenyum walau mata yang sedikit merah, mereka pun segera keluar dari kamar Ara, saat tiba diruang ijab Qabul Ara melihat Arkan begitu tampan dengan jas beserta peci di kepalanya membuat ia semakin gagah, Ara merasa malu sendiri dan deg degan.
"ayo temui suami mu dan cium tangannya, kata sang mama dan langsung melepaskan tangan Ara dari genggamannya.
Arkan menatap Ara dengan tatapan yang Ara sendiri tak mengerti, laki laki yang baru beberapa menit menjadi suaminya tersenyum kecil sambil menunduk, dan jangan lupa orang yang paling bahagia hari ini adalah Ares Abi Putra, ia duduk di samping opanya dengan senyum yang tak pudar , matanya berbinar menatap Ara yang baru saja sah menjadi mommy nya.
Arkan melirik kesamping saat merasa kehadiran Ara yang terlihat sangat malu dan wajah yang merona, Ara pun memberanikan diri mengambil tangan Arkan, Arkan dapat merasakan tangan Ara yang dingin dan juga basah, kemudian diciumnya dengan lembut punggung tangan Arkan, jujur saja saat bibir Ara mendarat di pungung tangannya membuat Arkan melayang.
Sekarang giliran Arkan yang mencium Ara, cup satu kecupan lembut mendarat di kening Ara, Ara merasa tersengat aliran listrik yang menjalar ke seluruh tubuhnya, kecupan di kening yang diberikan Arkan membuat Ara semakin deg degan.
Papa Leo yang mengetahui jika Ares ingin sekali memghampiri Arkan dan Ara namun ia merasa takut.
"Ares, cepat samperin Deddy dan mommy mu disana, ucap opanya.
"apa boleh opa?, tanya nya, dengan cepat papa Leo pun mengangguk.
Ares langsung berdiri dan berlari menghampiri Deddy dan mommy nya, saat tiba dihadapan keduanya, Ares berhamburan kepelukan Ara, Ara yang kaget hampir kehilangan keseimbangan jika Arkan tak menarik lengannya, Ares langsung menenggelamkan wajahnya diceruk leher Ara.
"terimakasih mommy, ucapnya saat sudah mengangkat kepalanya.
Ares langsung mencium pipi kiri dan kanan Ara, kabahagiaan yang terlihat jelas diraut wajahnya yang tak bisa ia sembunyikan baru kali ini Ares rasakan setelah sekian lama penantiannya akhirnya ia memiliki seorang perempuan yang ia panggil mommy.
"kenapa menangis hm?, tanya Ara dan langsung menghapus air mata yang menetes di pipi imutnya.
"Ares sangat bahagia mom, jawabnya sambil senyum.
Arkan melihat interaksi dua orang yang berstatus miliknya, hatinya terasa hangat saat melihat sang putra benar benar bahagia.
"Deddy yang terbaik, terimakasih ya Ded sudah memberikan mommy Ara untuk Ares, ucapnya tulus.
Ares memeluk erat Arkan, ia benar benar berterimakasih pada Arkan kerna keinginannya terkabul.
"sama sama sayang, jawab Arkan sambil mencium pipi putranya.
"Renata lihatlah putra kita begitu bahagia, semoga kau juga bahagia, batin Arkan."
Semua keluarga merasakan kebahagian yang dirasakan oleh Ares.
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
Terimakasih sudah memberi dukungan serta like nya dan juga komennya.
Author akan up tiap hari tapi mungkin hanya satu bab saja, jika memungkin Author akan coba dua bab.π
Bagi yang baru mampir harap beri.
Rate bintang lima, like dan juga komen.π€π€π€
Terimakasih sudah mau mengikuti cerita Author yaa, semoga ngak bosan yaa.πππ
__ADS_1
Wasalam.
πππ