Mommy Ara

Mommy Ara
34. Ara Sakit


__ADS_3

Setelah berpamitan pada Dika dan juga bundanya, Ares dan Ara segera menuju parkiran mobil dimana Roy sudah menunggu mereka, tak jauh dari parkiran mobil tiba tiba tangan Ara ditarik oleh Radit, sontak Ara kaget dan berbalik melihat siapa yang sudah menarik tangannya.


"lepasin tangan gue, sentak Ara dengan nada kesal."


Roy yang mendengarnya pun segera menghampirinya.


"aku mau ngomong sama kamu?."


"aku ngak ada waktu, lepasin bentak Ara."


Namun Radit tak bergeming sedikit pun, Ara pun mulai muak melihat Radit yang dikenal dengan Ara.


"sayang, lepasin tangan mommy bentar yaa, pinta Ara pada Ares, Ares pun langsung mengangguk."


Setelah Ares melepaskan tangannya dari Ara , Ara pun langsung memutar tangan Radit kebelakang dan menendang kedua betis Radit, Hinga ia tersungkur ke tanah, Roy melihat itu pun kaget ia tak menyangka kalau Ara bisa melakukan itu.


"jangan kurang ajar sama gue, dan jangan pernah ganggu gue lagi, gue ngak tau apa maksud Lo selalu ngikutin gue dan sok kenal."


"aku mau kamu tau perasaan gue."


"gue ngak perlu tau perasaan Lo, karna gue nggak pernah kenal sama Lo dan gue juga udah punya kehidupan sendiri, jadi berhentilah mengejar sesuatu yang tak kan pernah kau dapatkan."


Roy pun tiba dan langsung menarik kerah baju Radit.


"nona tidak apa apa?."


"tidak apa apa pak, tolong bereskan kan pak, dia selalu ngikutin kita pak."


"baik non."


Roy pun langsung membawa Radit jauh dari Ara, dan menghajar Radit Hinga tak sadarkan diri, dan tak lupa pula ia mengancam Radit sebelum Radit di hajarnya.


"mom, Ares takut mom, ucap nya dengan wajah pucatnya."


Ara segera mengendong Ares dan langsung membawanya masuk kedalam mobil.


"sayang...mommy ada disini jadi jangan takut yaa, mommy ngak apa apa, dan jangan bilang sama Daddy yaa, ucap Ara dan langsung memeluk Ares dan mengusap kepala Ares.


Usai membereskan Radit, Roy pun kembali kedalam mobil.


"pak, jangan ceritakan masalah ini sama mas Arkan ya pak, pinta Ara."


"baik non,ucap Roy."


"maaf non, aku sudah memberitahunya pada tuan Arkan non, semoga tuan tidak menanyakan masalah ini pada anda non,batin Roy".


Roy pun langsung menjalankan mobilnya menuju rumah utama, karna ia melihat kedua majikannya sudah kelelahan, tiba dirumah Ara mengendong Ares kekamarnya dan membaringkan Ares di ranjangnya, setelah itu ia pun segera membersihkan dirinya karna dirasa sudah lengket, tak lama Ara pun keluar dari kamar mandi dan melihat Ares masih terlelap. Ara pun mengistirahatkan tubuhnya di samping Ares, karna kelelahan Ara pun ikut terlelap di samping Ares.


πŸ‚


πŸ‚


πŸ‚


πŸ‚


πŸ‚


Sore Harinya


Arkan dan keluarganya menghabiskan waktu diruang keluarga sambil menemani Ares menonton acara favoritnya, sedangkan Arkan rebahan disofa dan paha Ara sebagai bantalannya, sesekali ia mengusap perut Ara yang rata, dan Ara pun susah payah menahan geli Hinga akhirnya ia mencubit pelan lengan suaminya. Ares yang melihat Arkan rebahan di paha mommy nya ia pun beranjak dari duduknya dan langsung naik ke perut daddy-nya.


"sayang, apa yang kau lakukan?."


"tidur di perut Daddy, jawabnya."


"Daddy ngak kuat, kau sudah besar."


"Daddy juga sudah besar kenapa tidur di paha mommy, jawabnya."

__ADS_1


seketika Ara tertawa mendengar jawaban Ares.


"Daddy cuma numpang aja sebentar."


"Ares juga numpang sebentar Dad, jawabnya tak mau kalah."


Arkan yang sudah kesal dengan jawaban putranya, ia pun langsung menggelitik putranya Hinga ia tertawa.


"hahahahaha..ampun Dad.


Arkan pun masih menggelitik putranya, kerna ia gemas melihat putranya, Ares pun berusaha bangun dan lari kepangkuan Ara.


"udah Dad, geli ucapnya saat sudah berada dalam pangkuan Ara."


"ayo sini, ucap Arkan dengan cepat Ares menggeleng."


"udah mas, kasihan Ares kegelian, ucapnya."


Suara adzan pun berkumandang, Arkan segera mengajak keluarganya untuk melaksanakan sholat magrib, selesai sholat mereka segera makan malam, sejak bik Sumi datang Arkan melarang Ara untuk terjun langsung kedapur, Ara pun mematuhi ucapan suaminya, selesai makan malam Arkan dan keluarga kembali santai diruangan keluarga, dan melihat Ares bermain dengan mainannya.


"mas...apa ada kemajuan hubungan leo dan Mita?."


"mungkin sudah ada benih diantara keduanya, soalnya aku selalu melimpahkan semua tangung jawab pada leo, jika ada yang berhubungan dengan perusahan Mita. Mereka sering makan siang bareng, kemaren Robi yang kasih info pada aku, ia ngak sengaja melihat Leo dan Mita masuk kedalam salah satu restoran.


"semoga mereka benar benar ada hubungan ya mas."


"hm..."


Ares yang sudah mulai mengantuk pun sesekali ia menguap, dengan segera ia membereskan mainannya.


"mom, Ares ngantuk mom."


"ayo kita kekamar, mau ngak mommy temanin."


"mau mom, jawabnya cepat."


Tiba dikamar Ares, Ara membantu Ares untuk Menganti baju dengan baju tidur, setelah itu membawa Ares naik keranjang dan Ara pun mulai mengusap ngusap kepala Ares, tak butuh waktu lama Ares pun terlelap, Ara pun segera menyelimuti Ares, setelah menganti lampu dengan lampu tidur, Ara langsung pergi kekamarnya. Tiba dikamar Ara melihat Arkan sedang berbaring diranjang sambil memainkan ponselnya.


Ara pun membaringkan tubuhnya diranjang sambil menunggu Arkan, tak lama Arkan keluar dari makar mandi dan langsung menghampiri istrinya. Arkan merebahkan tubuhnya di samping istrinya, dan langsung memeluknya istrinya, dan tak lupa memberikan sebuah kecupan, Ara menghadap pada Arkan dan menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya pelukan yang hangat dan nyaman membuat Ara terlelap.


πŸ‚


πŸ‚


πŸ‚


πŸ‚


πŸ‚


Dua bulan sudah umur pernikahan Ara dan Arkan, pagi ini Ara merasa tubuhnya sedikit meriang kepalanya pusing, selesai sholat subuh Ara kembali naik keranjang karna dirasa tubuh yang tak sehat, Ara merasa benar benar pusing jika membuka mata, semua yang dilihatnya seperti melayang, Hinga membuat kepalanya terasa diputar putar, sementara Arkan sudah pergi keruangan fitnes. Selesai fitnes Arkan berjalan kedapur untuk mengambil minuman.


"bik, Ara belum turun?."


"belum tuan, jawab bik Sumi."


"yasudah aku kekamar dulu bik."


"ya tuan."


Tiba dikamar Arkan melihat Ara masih bersembunyi dibawah selimut, Arkan melihat selimut yang dikenakan oleh Ara sedikit bergetar dan dengan hati yang berdesir Arkan menghampiri istrinya, ditatapnya wajah Ara yang terlihat pucat Arkan mengangkat tangannya dan menyentuh kening Ara dan ternyata sangat panas.


"sayang, ucap Arkan membangun Ara sambil menggoyang goyang tubuh istrinya."


"hm...mas, suara seraknya, jawab Ara."


"badan mu panas sekali, ayo kita kedokter, ajak Arkan."


Ara membuka matanya dan melihat wajah Arkan, Ara hanya menggeleng menangapi ucapan suaminya setelah itu ia kembali memejamkan matanya.

__ADS_1


Arkan segera turun kebawah dan mengambil baskom kecil dan di isinya dengan air, tiba dikamar Arkan segera mencari sapu tangan untuk mengompres Ara, setelah sapu tangan dicelupkan ke air dan memerasnya Arkan segera meletakkannya di kening Ara, saking panasnya sapu tangan tersebut langsung kering, Arkan melakukan berulang kali, sampai panas Ara benar benar turun, setelah itu ia menelpon dokter pribadinya, usai sabungan telpon terputus tak lama masuk Ares dan membulatkan mata saat melihat mommy nya terbaring lemah diranjang.


"Dad, mommy kenapa?"


"mommy sakit sayang."


Ares langsung naik ketempat tidur dan duduk di samping Ara, dan tak lama Ara membuka matanya, dan melihat suaminya dan juga putranya.


"mas, ucapnya."


"sayang ku butuh apa hm.."


"minum mas, Ara pun mencoba bangkit dari tidurnya dibantu oleh Ares."


"makasih sayang, ucap Ara sambil mengusap kepala Ares, Ares hanya mengangguk."


"Arkan memberikan segelas air putih pada Ara, setelah itu Ara pun langsung meminumnya, tak berapa setelah minum Ara merasa mual diperutnya, Dangan cepat ia berdiri dan langsung lari kekamar mandi, namun belum sempat Ara masuk kekamar mandi Ara sudah menumpahkan isi perutnya, dia masih berdiri di ambang pintu kamar mandi.


huuek...huuekk


"araaa, pekik Arkan dan langsung menyusul istrinya."


"sayang kamu kenapa?."


"ngak tau mas, aku merasa mual dan kepala ku pusing banget, ucapnya."


Arkan memeluk istrinya dari belakang yang masih memuntahkan isi perutnya, usai mengeluarkan semuanya, Ara berbalik tapi ia merasa pusing Hinga ia tak kuat dan akhirnya ia pingsan di pangkuan Arkan, Arkan pun langsung mengangkat tubuh istrinya dan membawanya keranjang serta membaringkannya di kasur.


Tak lama dokter pun tiba dan langsung masuk kekamar Arkan.


"cepat kau periksa istri ku, ucap Arkan dengan wajah cemasnya."


Mirdan pun langsung memeriksa Ara.


"apa yang terjadi pada istri ku, ucap Arkan."


"tenang tuan, sepertinya istri anda lagi hamil, tapi untuk lebih memastikannya tuan harus membawanya ke dokter kandungan, dan ini aku beri vitamin untuk istri anda tuan."


"hm..baiklah."


"saya permisi tuan, Arkan hanya mengangguk."


"semoga saja kamu benaran hamil sayang, gumam Arkan".


Arkan pun bergegas keluar dan mencari bik Sumi untuk membuatkan Ara bubur, setelah itu ia kembali kekamar.


"sayang ayo, kita sarapan dulu, ucap Arkan pada putranya.


"Ares mau makan dikamar aja Dad, Ares mau menemani mommy."


"ah baiklah tunggu disini yaa, Daddy ambilkan, Ares hanya mengangguk sebagai jawaban dari pertanyaan oleh daddy-nya."


Arkan segera mengambil makanan untuk dirinya dan putranya dan membawanya kekamar.


"mom, cepatlah sehat Ares sayang sama mommy, ucapnya dan langsung mencium pipi Ara."


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Assalamualaikum.


Alhamdulillah, sejauh ini karya Author masih mendapat dukungan dari para pembaca semuanya, dan Author juga mengucapkan terimakasih pada semuanya kerna telah memberi.


πŸ‘‰ Like


πŸ‘‰ Vote


πŸ‘‰ Serta hadiah ya.


Ikuti terus yaa, jangan pernah bosan dan bagi yang belum like mohon bermurah hati yaa.

__ADS_1


Wasalam...


...πŸ’•πŸ’•πŸ’•...


__ADS_2