
Selesai sarapan pagi, Arkan dan istri beserta anaknya keluar dari rumah, tiba di teras rumah Ara menyalami suaminya, begitu juga dengan Ares, setelah itu mereka masuk mobil masing masing.
Tiba di sekolah Ares, Ara mengantar putra nya sampai ke kelas dan menyalami mommy nya dan juga mencium pipi mommy nya, setelah itu Ara pamit untuk ke cafe.
Tiba dicafe Rani sangat senang melihat Ara datang dan turun dari sebuah mobil mewah.
"pagi mbak Ara, sapa Rani sambil senyum, saking senangnya ia lupa mengucap salam.
"assalamualaikum, Rani.
"hahaha, wa'alaikumsalam mbak.
Rani mengikuti Ara sampai ke meja kasir, tiba disana Ara duduk dengan santainya sementara Rani terus menatap Ara tak berkedip.
"hy...kenapa kau menatap ku seperti itu?."
"hahaha, mbak semakin cantik aja."
"masa sih, perasaan biasa aja."
"udah apa belum mbak."
"apa nya?."
"membuat penambahan anggota baru?."
"apa kamu kesulitan dicafe, sampai minta penambahan anggota baru?."
"ih...mbak, bukan itu."
"lah, terus apa dong?."
"maksudnya buat Dede baby untuk Ares."
"mulai deh nanya yang aneh aneh."
"ayo mbak jawab, ucap Rani yang penasaran."
"Rani, udah jangan dibahas yang begituan, sana kerja lagi, Kepo amat sih."
"ih..ngak seru ah, ucapnya sambil pergi dengan kesalnya."
Ara ketawa melihat Rani yang kesal padanya, ia malas membahas yang tak perlu Rani ketahui."
Tak terasa waktu berlalu begitu cepat, Ara segera menjemput Ares ke sekolah. Tiba disekolah Ara menunggu didepan gerbang bersama para orang tua murid lainya, walau tak ada yang kenal tapi Ara tetap menyapa dengan sopan.
"hy...sapa seorang pada Ara."
Ara menoleh ke sumber suara yang menyapanya, ia melihat seorang laki laki yang tak jauh berdiri dari nya.
"Ara, aku senang bertemu kamu lagi, ucapnya."
Ara heran ketika laki laki itu mengetahui namanya, Ara merasa tidak kenal dengan laki laki dihadapannya tapi kenapa ia tau nama ku.
"kamu lupa?, aku ketua OSIS diwaktu SMA dulu sekaligus Kaka kalas mu, terang nya."
"maaf ya aku ngak ingat, juga ngak kenal dengan mu, jawab Ara tegas."
"aku Radit, kamu ngak ingat, katanya dengan raut wajah kecewa, Ara hanya menggeleng."
"ayo duduk dulu, ucap Radit sambil meraih tangan Ara, namun dengan cepat Ara menepisnya."
"jangan sok akrab, dan berani nya kamu memegang tangan ku, ucap Ara yang marah."
"maaf aku lancang telah memegang tangan mu, sesalnya."
Ara merasa tak nyaman dengan keberadaan Radit, ingin ia kembali ke mobil tapi ia melihat Ares sudah berjalan menuju gerbang.
"mommy teriak Ares, saat tiba didekat Ara."
"hy sayang ayo kita pulang, ajak Ara."
Ares tak menjawab ucapan mommy nya, ia malah menatap Radit yang sedari tadi tak berkedip menatap mommy nya, ia tak suka melihatnya.
"ayo mom, kita pulang ucap Ares."
Keduanya berjalan menuju mobil, Ara pergi Tampa melirik pada Radit, ia juga tak niat berbincang dengan lelaki itu.
"sayang kita kekantor Daddy yaa."
"oke mom."
Roy pun melajukan mobilnya menuju kantor Arkan, Roy melihat semua interaksi Ara dengan laki laki tadi, tapi ia tak pantas bertanya lagian ia juga melihat Ara menghindari laki laki tersebut, Roy pun tak terlalu memikirkannya tapi ia tetap akan waspada untuk menjaga amanat yang diberikan oleh Arkan.
Tiba dikantor Arkan, Ara dan Ares segera masuk kedalam ruangan Arkan dengan membawa makan siang untuk suaminya . Tiba didepan ruangan Arkan, Ares segera membuka pintu Tampa mengetuk terlebih dahulu ia melihat daddy-nya juga leo.
__ADS_1
"assalamualaikum, Dad, om, salam Ares."
"wa'alaikumsalam, jawab mereka."
"wah kalian datang makan siang bersama ya, kalau gitu aku ngak mau menganggu aku keluar saja."
"kita makan siang saja pak leo."
"Kaka ipar aku kan sudah bilang jangan panggil aku pak, panggil leo saja."
"hahaha, baiklah Leo."
"ya sudah aku keluar dulu. Leo pun langsung berlalu pergi ke keluar dan pergi menuju kantin."
"ya sudah ayo kita makan, ucap Arkan."
"maaf ya mas, aku bawa makanan dari cafe."
"ngak apa apa, yang penting kita makan siang bersama."
"makasih mas, kalau mas ngak marah."
Tampa menunggu lama mereka segera makan siang bersama dengan lahapnya, Ares yang disuapi oleh Ara pun makan dengan begitu lahapnya, Hinga makanan habis Tampa tersisa, selesai makan Ara membersihkan sisa makanan dan membuangnya ke tong sampah, setelah itu Ara ikut bergabung dengan Arkan dan Ares.
"mom, kita pulang ya, Ares capek mom."
"hm...baiklah, pamit dulu sama Daddy, Ares pun mengangguk."
"Dad, aku dan mommy pulang ya Dad?."
"ya hati hati, Daddy habis meeting nanti juga pulang, jawab Arkan."
"meeting diluar mas, tanya Ara?."
"ngak, kamu tau ngak siapa yang akan meeting dengan ku? dengan cepat Ara menggeleng."
"dengan Mita, teman kamu, jawab Arkan.
"waaah, tolong ya mas jangan dipersulit kasihan dia baru saja menjabat jadi CEO, ucap Ara."
"kamu tenang saja, aku mau membuat ia dekat dengan Leo, kayaknya mereka cocok, ucap Arkan."
"hahaha, semoga berhasil mas, yasudah kalau gitu kami pulang dulu mas, titip salam ya mas ke Mita."
Ares segera menyalami dafdy-nya, begitu juga Ara tapi Arkan menahan tangannya, dengan cepat Arkan mencium singkat bibir Ara, Ara membulatkan mata karna ia kaget karena tingkah suaminya yang tak tau situasi, pasalnya ada Ares didekat mereka, Ara pun mencubit pinggang suaminya.
"aauuu, teriak Arkan."
"mas, ada Ares disini, kesal Ara."
"maaf sayang lupa, ucapnya."
"ya sudah kami pulang dulu, pamit Ara."
"ya.."
Ara dan Ares keluar dari ruangan Arkan, dan segera turun kelantai bawah, tiba di lobby Ara melihat Roy sudah siap untuk berangkat, Ara pun segera masuk ke mobil Dangan putranya.
Tiba dirumah Ara ingin membantu putranya Menganti baju, namun Ares menolaknya dengan alasan ia sudah besar, tapi Ara tetap menyiapkan baju ganti untuk putranya dan setelah itu ia kekamar untuk Menganti bajunya dengan baju rumahan, selesai Menganti baju Ares mengambil mainannya yang kemaren ia beli dan dibawa ke kamar mommy nya, namun tiba dikamar ia tak melihat mommy nya, ia turun kebawah dan mencari mommynya ke dapur, ternyata ia lagi sibuk mengupas buah dan memotong motongnya.
"mom, panggil Ares."
"sayang, sudah selesai yaa, ganti baju."
"iya mom."
Selesai menyiapkan cemilan Ara mengajak Ares kekamarnya, tiba dikamar Ara segera menghidupkan laptopnya dan mencari cari resep terbaru untuk cafenya, sementara Ares asik bermain dengan mainan baru. Sesekali ia mencomot buah yang sudah disiapkan Ara, karna kelelahan bermain Ares melihat Ara serius menatap laptop, ia pun tak mau mengangunya karna ia sudah mengantuk Ares rebahan di karpat sambil memegang mainannya tak lama ia pun terlelap.
Ara belum menyadari jika putranya sudah terlelap karna saking asiknya mencari menu baru, setelah dapat apa yang di cari, Ara mengalihkan pandangannya pada Ares dan ternyata sudah tidur nyenyak, Ara pun membereskan mainannya dan memberikan sebuah guling, setelah itu Ara pun segera melaksanakan sholat dzuhur.
Selesai sholat Ara pun membaringkan tubuhnya di samping Ares, sementara Arkan mengadakan meeting dengan perusahan Mita dikantornya, 2 jam berlalu akhirnya meeting pun selesai. Mereka sepakat bekerja sama, Arkan pun segera pulang kerumahnya karna ia lelah dan juga merindukan keluarga.
Tiba dirumah Arkan segera menuju kamar nya dan pandangannya tertuju pada dua orang yang sedang tidur dengan nyenyak nya di karpet, Arkan segera melepas sepatunya dan juga jasnya, setelah itu ia menghampiri istrinya, ia menelan ludahnya saat melihat istrinya tidur dalam keadaan telentang dengan baju rumahan yang ia kenakan begitu seksi membuat iman Arkan tergoda.
Arkan langsung mencium bibir istrinya dengan lembut, dan sedikit menggigitnya serta meny3s4*nya dengan penuh kelembutan, Ara yang setengah sadar pun mendesah membuat Arkan semakin li4r, aksi Arkan membuat Ara terbangun dan membuka matanya dan melihat suaminya sudah meraba raba tu8*hnya, ia pun langsung mencubit suaminya.
"aaauu, teriak Arkan ditelinga Ara."
"aduh sakit sayang, hobi banget sih pakai capit kepitingnya."
"habisnya mas sih ngak tau tempat, lihat ni siapa yang ada disini selain kita, jawabnya, sambil berbisik."
"habisnya kamu mengoda sekali, ucapnya sambil mencium pipi Ara."
"ayo kita pindah keranjang, sambungnya."
__ADS_1
"tapi kan disini ada Ares, bagaimana kalau ia bangun?."
"aku akan pindahkan kekamarnya."
Arkan pun mengangkat Ares dan memindahkan kekamarnya, Ara pun bangun dari tidur dan langsung menuju ke kamar mandi, tiba dikamar Arkan melihat istrinya tak ada tapi ia mendengar percikan air dari kamar mandi, Arkan pun mulai membuka baju kemejanya dan juga celananya, kini ia hanya memakai celana bokser saja, tak lama Ara pun keluar dari kamar mandi dan melihat Arkan sudah telanjang dada dan hanya mengunakan celana pendek saja.
Tampa menungu lama Arkan segera mengendong istrinya keranjang, tiba diranjang Arkan langsung mencium bibirnya, Ara pun mulai membalas ciuman suaminya kini tangannya sudah melingkar di leher suaminya, semakin lama ciuman itu semakin li4r dan penuh gai rah, kini ciuman beralih ke jenjang leher istrinya sementara tangan sudah mulai aktif meraba tempat favoritnya, mambuat Ara mendesah saat tak kuasa menahan rasa nikmat yang diberikan oleh suaminya. Keduanya sudah terbakar oleh gairah, Arkan pun mulai melepaskan pakaian istrinya dan juga pakaiannya, Arkan menciumi leher jenjang Ara dan menyesapnya Hinga meningalkan karya nya disana, Arkan yang sudah tak dapat lagi menahan h45r4t, ia pun memulai penyatuan hampir satu jam mereka bermain, Hinga membuat mereka mencapai puncak k3nikm4t4n, Arkan lemas di atas tubuh istrinya, ia mencium pipi Ara dan mencium singkat bibir istrinya.
"terimakasih sayang, I Love You, ucap Arkan.
"sama sama mas, I love You Too.
Selesai aksi panasnya sore, membuat Ara terlelap di pelukan suaminya, Arkan hanya menatap wajah istrinya, yang begitu damai dalam tidurnya, setengah jam berlalu Ara mendengar suara adzan ia pun mengeliat dalam pelukan suaminya, perlahan ia mulai membuka matanya dan mendongak melihat wajah suaminya.
"sudah bangun sayang."
"hm...aku mau bersih bersih mas."
"yasudah ayo."
Selesai mandi dan sholat, Ara duduk di sofa sambil merebahkan kepalanya, ia melihat Arkan menghampirinya.
"mas, mau dimasakin apa untuk makan malam?"
"ngak usah, malam ini kita makan diluar saja."
"hm..baiklah jawab Ara, sambil senyum."
Arkan merebahkan kepalanya di paha Ara dan kepalanya menghadap ke perut Ara.
"semoga usaha kita tadi membuahkan hasil, dan semoga baby-nya cepat ada di dalam disini, ucapnya sambil mengusap ngusap perut Ara."
Sungguh Ara tak menyangka jika Arkan akan berkata sesensitif ini, ia hanya tersenyum mendengar kalimat yang dilontarkan Arkan.
Saat Arkan asik bermanjaan pada istrinya, mereka dikagetkan oleh gedoran pintu, Arkan segera membuka pintu dan melihat putranya sudah rapi dan juga wangi dengan cepat Ares lari ke Ara dan langsung naik kepangkuan mommy nya.
"waaah, wanginya anak mommy, puji Ara sambil mencium pipi Ares."
"iya dong, Areskan sudah besar, jawabnya."
"anak pintar, ucap Arkan sambil mengusap kepala putranya."
"mas, mau kopi apa jus?."
"kopi aja."
"kalau Ares mau apa?."
"jus jeruk aja mom."
"oke, tunggu yaa."
Ara pun segera menuju dapur dan membuat pesanan dua orang yang sangat ia sayangi.
Tak lama Ara pun tiba dengan membawa secangkir kopi dan dua gelas jus, beserta cemilan.
"terimakasih, ucap Arkan dan Ares."
Ara mengangguk, ia merasa senang melayani kebutuhan suami dan anaknya Tampa paksaan, dan ia juga senang saat melihat suami dan anaknya menikmati minuman yang ia suguhkan.
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
Terimakasih yaa yang sudah mau
πlike
πkomen
πvote
πrate bintang limanya.
Terus ikuti kisah mereka yaa, semoga tak bosan.
yang masuk ke favorit 190, yang like nya cuma sedikit yang lain pada kemanaπππππ
Wasalam.
...πππ...
Yang belum semoga bermurah hati yaa.πππ
__ADS_1