
Sore harinya,
Tiga wanita beda usia itu sedang bersantai di taman belakang, sambil melihat Azam dan Randi lagi main Lego.
“Mom, gimana kalau kita buat acara BBQ an, ajak mommy Ara sekeluarga sekalian?,”
“Boleh juga, mumpung ibuk, lagi disini,”
“Loh, ngak jadi ya, antar bunda ke panti ay,” tanyanya.
“Besok aja Bun, siap sarapan ay, akan antar bunda ke panti, tenang ngak akan lari pantinya,”
Miranda tersenyum melihat Ayesha yang susah payah menahan bundanya untuk menginap disini semalam lagi, ia tau kalau ibu Afifah ngak akan bisa lama meninggalkan anak anak panti.
“yahhhh, ay, nanti malam juga ngak apa, biar kamu nginap disana ya,” rayunya lagi,”
“Hahahaha, bunda malam ini aja ya, Ay janji, besok siap sarapan kita berangkat ke panti, Ay juga akan nginap di sana kok, mau yaa, malam ini nginap di sini lagi,” ucapnya sembari menetap bunda Afifah seimut mungkin.
“Ya salamm, ini nih yang ngak bisa nolak jika udah pasang wajah seimut itu,” ucap bunda Afifah sambil menggelitik Ayesha.
“Hahahaha, ampun bun, hahahaha, mom tolongin....,” ucapnya yang masih di gelitik oleh bunda Afifah.
“jadi gimana buk?,” tanya Miranda.
“Ya, baiklah, ibuk nginap disini malam ini, tapi besok antar bunda ya ay?,”
“Alhamdulillah, siap bundaku, besok putri cantikmu ini akan mengantarmu pulang ke panti,” ucapnya lalu mengecup pipi bunda Afifah dan beralih ke pipi Miranda, dan setelah itu lari ke kamar untuk membersihkan dirinya.
Tiba di kamar Ayesha melihat Ares sedang menatap laptop dan tak menyadari jika sang bidadari sudah berada di belakangnya sambil mendekap tangan di dada.
Tap....Ayesha menutup laptop itu lalu duduk di pangkuan Ares, setelah menggeser benda petak yang di pangkuan Ares tadi, Tampa aba aba tangannya sudah melingkar di leher sang suami.
Cup...
“Cantikkan mana aku dari pada laptop mas?,” pertanyaan konyolnya membuat Ares tersenyum.
“sama sama cantik sih,” jawab Ares membuat mata Ayesha membola.
“Masa sih,”
“hm...laptop itu mau aku apa in aja ngak pernah protes, dan dia selalu ada dalam pang.....,”
Ayesha yang malas mendengar Ares memuji benda mati itu dengan kesal ia menyasap bibir Ares dan me lu matnya, lama mereka bermain di area favorit yang menjadi candu tersendiri buat mereka.
“Mau bandingi aku lagi sama benda mati, mas,”
“Hahahaha, cemburu yaa,”
“Ngak,”
“truss,”
“Mentok ke hati,”
“uhhh, modus, bilang aja mau cium aku ngak usah salahi laptop kali,”
“hahahahah, Ayesha ketawa mendengar ucapan Ares, ternyata suaminya tau kalau ia hanya modus.
“Mas, telpon mommy, ajak kesini kita buat acara BBQ,”
“Ngak,”
“Napa,”
“Kamu lah yang telpon sayang,”
Cup...Ayesha mencium pipi Ares.
“Mana, sini ponselnya mas,”
“Nih,”
Ayesha segera mencari nomor kontak Ara, setelah ketemu Tampa menunggu lama ia segera menghubungi mertuanya.
__ADS_1
“Assalamualaikum, mom,”
“Wa’alaikumsalam, ya ay,” ada apa nak?,”
“Mom, kita mengadakan BBQ di rumah, mommy sama Daddy dan putri serta restu kesini ya mom,”
“kapan?,”
“Nanti malam mom, habis sholat magrib,”
“Baiklah, nanti mommy sama yang lain kesana,”
“Ya udah ay tutup dulu ya mom,”
“ya nak,”
Setelah sambungan telpon terputus, Ayesha mengembalikan ponsel Ares.
“Makasih ya mas, Ay mandi dulu,” ucapnya setelah itu segera berdiri dari pangkuan Ares.
“Eitsss, mau ke mana hm....,” Ares menahan tubuh Ayesha saat akan beranjak pergi.
“Mandi, kan tadi Ay udah bilang,” ucap gemas sambil mencubit manja pipi Ares.
“Ngak semudah itu sayang, kamu sudah membangunkan sesuatu, masa pergi gitu aja,”
“Ck...mesum, sekarang agak ada bakar kalori yaa, Karna semalam hingga pagi udah lebih dari cukup,” ucapnya sedikit cemberut.
“Hahahahah, ya ya, ngak maksa kok, tapi kalau mau satu babak juga ngak apa,” rayunya lagi.
“Ck....sama aja maksa kali mas,”
“Ngak apa sekarang ngak dapat, asalkan nanti malam, dapat bonus,”
“Sama aja, mas puasa seminggu, hahahaha, tamu baru nongol siang tadi, jadi yang semalam sama pagi tadi bekal untuk satu Minggu yaa,” ucapnya sambil mengedipkan matanya.
“Benaran Ay, ngak bohong kan?,”
“Sabar aja Ay, mungkin Tuhan lagi mempersiapkan kejutan untuk kita nanti, jika kita lebih sabar lagi, jadi jangan putus asa yaa, toh ada Azam yang mempu mengurangi rasa sedih kita, jadi sabar ya,”
“Hm...,”ucapnya sambil menghapus air matanya.
“Udah, ngak usah sedih, makin jelek,”
“Yuk mandi katanya mau mandi?,” ajak Ares.
*
*
*
Selesai sholat magrib, Ara dan keluarga sudah datang, dan begitu juga dengan Nayra yang di telpon Ayesha, selesai mandi.
Para wanita yang sibuk untuk menyiapkan beberapa bumbu yang digunakan untuk membakar daging dan sosis, serta beberapa seafood sedangkan para lelaki lagi sibuk juga main catur, Azam juga sibuk main Lego sama Randi.
Lima belas menit berlalu, kini beberapa sosis dan daging sudah selesai di bakar, dan juga seafood tak lupa sausnya juga sudah selesai di buat oleh para wanita beda generasi itu.
“dad, mas, dan restu ayo sini, ini udah matang loh,” ucap Ayesha.
“Ya,” jawab mereka kompak.
“Azam sini, sama onty,” ajak putri.
Pria kecil itu lagi ke arah putri yang duduk di samping Ayesha.
“Ini,” ucap putri yang menggigit ujung sosis, Azam yang masih polos pun menyambar sosis yang ada di mulut putri dengan beberapa kali gigit, dan yang terakhir, ia mencium pipi putri. Sontak mata wanita itu membola melihat tingkah ponakannya.
“ih, nakal,” ucap putri,”
Azam ketawa melihat wajah putri yang kesal.
“Kenapa?,” Tanya Ayesha.
__ADS_1
“Itu putra Kaka nakal,” ucapnya.
“Emang kamu di apain?,” tanya Ara.
“Aku tadi gigit sosis lalu aku suruh ambil sama dia eh dianya ngambil dan menggigit beberapa kali dan gigitan terakhirnya Azam mencium pipi ku kak,”
“hahahahahah, jadi kamu di kerjai oleh Azam, niat hati mau ngerjai eh ternyata kamu yang di kerjai yaa,” ucap Ayesha yang masih ngakak.
“azammm, sini,” panggil putri.
“Apa onty, Azam lagi main nih sama om restu dan om Randi,” ucap nya jujur.
Saat berkumpul seperti ini, Ayesha merasa bahagia Karna semenjak ia dipertemukan lagi dengan kedua orang tuannya, dan menikah dengan Ares momen ini sering kali terjadi, tapi ada rasa sedih yang terbesit di hatinya, Karna belum adanya buah cinta mereka hadir di rahim hingga sekarang, entah kapan hari itu akan datang yang pasti Ayesha sangat menunggu momen ngidam dan kehamilan, melahirkan serta menyusui bayi, terkadang ada rasa iri di hatinya saat melihat ibu yang lagi hamil dan periksaan kehamilan mereka di rumah sakit, Ayesha hanya bisa menatap sendu pada wanita hamil itu.
Graap, Azam tiba tiba saja memeluk Ayesha, Karna di kejar oleh putri seketika lamunannya buyar.
“Kenapa sayang,hm..,”
“Itu onty....,hahaha ampun.....hahahaha,”
“Udah put kasihan, nanti nangis loh,” ucap Ara yang tak tega melihat Azam kegelian Karna ulah putrinya.
“Habisnya ngesalin sih,”
“Ngak lagi onty, maaf yaa,” ucap lalu pergi dan mengambil beberapa sosis serta udang bakar dan meletakkannya di piring,”
“ini, untuk onty,” ucapnya sambil mengambil udang bakar dan menyodorkannya ke mulut putri.
Dengan segera putri membuka mulutnya, tapi bukannya ke mulut putri perginya udang tersebut, malah ia makan sendiri, sontak yang lain ketawa melihat putri yang di kerjai oleh Azam.
“Azaaaammmm,” mau onty gelitikin lagi hm...?,”
“hahahah, ngak,”
“Ini,” ucapnya yang sudah mengambil udang lagi di dalam piring yang ia pegang, putri menarik tangan Azam dan mengarahkannya untuk menyuapinya.
“enakkan onty,”
“Enak, kalau kamu ngak usil,” jawab putri.
Sementara Ayesha hanya geleng kepala melihat tingkah Azam jika sudah berdekatan dengan putri.
“Azam sini, suapi duo opa juga dong, masa ontynya aja yang di suapi,” ucap Joshua.
“opa mau apa?,”
“Sosis,” jawab duo opa itu kompak.
“Oke opa,”
Azam mengambil apa yang di minta duo opanya lalu membawanya ke dua paruh baya itu. Setelah menyuapi duo opa itu, kini beralih lagi ke duo om tampannya. Keseruan malam ini berlangsung hingga jam sebelas malam, Karna hari semakin malam, Arkan dan keluarga memutuskan untuk pulang dan beristirahat.
🍂🍂🍂🍂🍂
Alhamdulillah, hari ini bisa up dua bab, boleh dong yaa, Authornya minta vote dan hadiah, tapi like dan komen jangan lupa juga yaa, makasih yang sudah mau memberi vote, hadiah dan like serta komennya.
Wasalam💞💞💞
__ADS_1