
^^^Abaikan Typo...^^^
Ara merasa lapar ditengah malam ia ingin memakan sesuatu yang ada dalam pikirannya, dalam dekapan Arkan Ara mendongakkan kepalanya dan menatap wajah sang suami yang tidur pulas, perlahan ia meraba wajah Arkan. Arkan sedikit bergerak karna merasa geli, melihat pergerakan dari Arkan ia berinisiatif mencium sekilas bibir Arkan niat hati ingin membangun kan tapi Arkan memeluk Ara erat.
"mas....mas...ucap Ara sambil membelai wajah Arkan.
"hm...
"aku lapar, ucapnya, Arkan langsung membuka matanya.
"mau makan apa?
"nasi goreng pedas dan juga sate, Arkan mengambil ponselnya dan melihat jam ternyata jam 3 subuh.
"sayang ini sudah mau subuh apa masih ada yang jual?
"aku mau makan itu mas, jawabnya dengan wajah sendunya.
"yasudah aku bersih bersih dulu, jawab Arkan, Ara pun mengangguk.
Arkan langsung menuju kamar mandi dan segera membersihkan tubuhnya, tak berapa menit ia pun keluar dengan badan yang sudah segar, lalu ia melangkah ke lemari dan mengambil baju, setelah rapi dengan pakaiannya, Arkan berpamitan pada Ara dan langsung menuju kebawah untuk mencari makanan yang di minta oleh Ara, bersama roy, Arkan sudah keluar dari perumahan elit, semetara Ara segera membersihkan dirinya, tiba dikamar mandi Ara mual dan memuntahkan cairan bening, setelah dirasa lega Ara pun dengan cepat menyelesaikan ritual mandinya karna ia tak mau jika rasa mual menyerangnya kembali, tak berapa lama Ara pun keluar dan langsung memakai baju nya dan setelah itu ia rebahan di atas kasur sambil menunggu Arkan, hampir satu jam berlalu Arkan akhirnya tiba juga dirumah bersama Roy dan membawa pesanan istrinya, Arkan langsung menuju dapur untuk mengambil piring dan juga sendok serta tak lupa segelas air hangat.
Tiba dikamar Arkan melihat Ara sudah rapi dengan baju tidurnya dan rebahan menghadap ke pintu, Ara tersenyum saat melihat Arkan membawa nampan yang berisi pesanannya.
"sudah mandi?."
"sudah mas."
"mau disuapin?."
Ara dengan cepat mengangguk. Arkan pun mulai menyuapi nasi goreng pedas pada Ara, dan setelah itu sate, karna tak sangup menghabiskannya Ara menyuruh Arkan menghabiskan sate tersebut, setelah semua makanan habis Ara mengajak Arkan untuk tidur kembali, Arkan merebahkan tubuhnya di samping Ara dan mengusap perut Ara, serta tak lupa ia mengecup singkat bibir Ara, tapi Ara malah menahan tengkuk Arkan dan membalas ciuman dari suaminya.
"makasih ya mas, ucapnya."
"iya..yok kita istirahat, sebentar lagi subuh, ucap Arkan."
π
π
π
π
π
Pagi Harinya...
Ara bangun jam setengah sembilan pagi karna ia merasa lapar, dengan cepat Ara bergegas kekamar mandi karena mual yang sudah tak bisa lagi ia tahan, tiba dikamar mandi Ara muntah dan mengeluarkan cairan bening, berulang kali Ara memuntahkan cairan bening tersebut Hinga membuat ia lemas, Arkan yang baru datang dari mengantar Ares sekolah dan membeli berbagai macam buah dan susu ibu hamil, setelah meletakan buah di dapur Arkan langsung menuju kamar ia mendengar Ara muntah, Arkan pun segera kekamar mandi.
"sayang..muntah lagi?"
"hm..huek...huek.."
__ADS_1
"mas..panggil Ara seusai muntah."
"sini aku bantu, ucap Arkan, Ara mengangguk."
Arkan membantu Ara membersihkan wajahnya, dan setelah itu Arkan mengendong Ara ke ranjang serta membaringkan tubuh Ara di atasnya.
"mas ngak ke kantor?."
"aku khawatir melihat kondisi mu sayang, dan aku minta Leo untuk menghandel semuanya hari ini.
"mau makan apa pagi ini?."
"aku mau makan nasi tapi cuma sedikit banyakin sayur sama lauknya ya mas."
"baiklah, tunggu ya mas akan ambilkan."
Arkan langsung turun kebawah dan menuju dapur untuk mengambil pesanan Ara, dan lupa ia membawa buah yang sudah dikupas dan segelas susu serta segelas air hangat. Tiba dikamar Arkan segera meletakkan nampan tersebut di atas nakas di samping Ara.
"sayang minum dulu air hangatnya sedikit, ucap Arkan."
Ara pun langsung mendeguk nya. Setelah meminum air hangat Arkan segera menyuapi Ara dangan telaten Hinga makanan yang ada dipiring tersebut habis tak tersisa, Ara melihat ada segelas susu di samping piring buah yang ada di atas nampan.
"mas beli susu?."
"iya, semoga saja mualnya berkurang setelah minum susu."
"mudah mudahan mas."
"aku kasihan lihat kamu yang ngak bisa duduk."
"makasih ya mas, selalu ada saat aku begini dan maaf sudah membuat mu repot, ucapnya."
"ngomong apa sih, aku ngak merasa direpotkan, malah aku senang karna didalam sini ada buah cinta kita, ucap Arkan sambil mengusap perut Ara.
"sayang, jangan nakal nakal yaa, kasihan mommy, ucap Arkan lalu mencium perut Ara, Ara sudah tak tahan merasa geli.
"udah mas, gelii, ucapnya."
"geli geli kan enak, jawab Arkan."
Membuat wajah Ara bersemu merah mendengar jawaban Arkan, Arkan tertawa melihat wajah Ara merona.
"sekarang coba minum susunya, ucap Arkan, Ara mengangguk dan langsung mendeguk susu yang telah disajikan oleh Arkan. Selesai meminumnya Arkan mengajak Ara ketaman belakang untuk sekedar bersantai dan juga menghirup udara segar.
Tiba di taman belakang mereka bersantai di sebuah gazebo.
"mas, nanti setelah jemput Ares, sekalian jemput mama ya mas aku kangen sama mama, ucapnya."
"baiklah.
"trus jangan lupa beli in aku es buah yang ada di depan kantor Mita beserta ketoprak.
"baiklah nanti aku belikan, jawabnya."
__ADS_1
Waktu berlalu begitu cepat, Arkan segera menjemput putranya bersama Roy, tiba disekolah Ares, Arkan melihat sang putra sudah menunggu didepan gerbang sekolah.
"Dad, sapanya saat melihat Daddy-nya menghampirinya.
"yok, kita jemput Oma dulu, mommy rindu dengan Oma, ucap Arkan."
"ayo Dad, Ares juga rindu sama Oma, jawabnya."
Roy segera melajukan mobilnya menuju rumah mama Ara, sebelum berangkat Arkan sudah menelpon mama Ara kalau ia akan menjemputnya, tiba dirumah mama Ara, Arkan melihat mertuanya sudah menunggu dengan bik wanti depan rumah, tampa menungu lama mereka langsung masuk kedalam mobil milik Arkan, dan segera menuju kantor Mita untuk membeli pesanan Ara. Tak lama mereka pun tiba dikantor Mita, Roy pun turun atas perintah Arkan untuk membeli pesanan Ara, setelah dapat apa yang dicari Roy pun segera melajukan mobil menuju rumah kediaman Arkan.
Tiba dirumah Arkan mereka melihat Ara sedang rebahan di di atas sofa sambil menonton.
"mommy, teriak Ares, Ara pun mengalihkan pandangannya pada putranya, dan melihat mamanya dan juga bik wanti.
"sayang, ganti bajunya dulu, ucap Ara. Ares pun mengangguk dan langsung menuju kamarnya.
"maa, ucapnya dan langsung menyalami mamanya.
Bik wanti membawa pesanan Ara kedapur untuk memindahkannya ke mangkok kecil, dan membawanya ke hadapan Ara.
"sayang apa kamu sakit? tanya mama Ara."
"iya ma, jawabnya yang masih menyandarkan kepalanya di bahu sang mama.
Ara mengambil tangan mama nya dan meletakkan ke perutnya, mama Ara tersenyum.
"Alhamdulillah, semoga sehat terus yaa sampai lahiran ucap mamanya."
"aammiin."
"maa, Ara ingin masakan mama, ucapnya."
"mau makan apa hm."
"udang saus pedas ma, dan juga tumis kangkung, ucapnya dengan semangat."
"baiklah mama akan buatkan, jawabnya."
Setalah mamanya pergi kedapur Ara segera memakan es buah dan juga ketoprak yang ia pesan tadi, Arkan melihat Ara makan dengan lahapnya pun seketika senyumnya bahagia. Tak lama Ares pun ikut bergabung dengan kedua orang tuannya, Ares senang melihat mommy nya yang tak mual lagi dan bisa bercanda dengan nya, mereka asik bercanda di ruang keluarga gelak tawa mereka membuat suasana menjadi ramai dan hangat.
Saat asik bercanda bik Sumi datang untuk memberi tahu kalau makan siang sudah siap, mereka pun segera menuju ruang makan dan menikmati masakan mama Ara, Ara hanya makan sedikit nasi dan lebih banyak sayur serta lauknya, mereka memperhatikan Ara makan dengan lahap nya membuat semuanya merasa senang, walau kadang ia sering mual tapi selera makan Ara tak berkurang. Selesai makan mereka kembali keruangan keluarga dan bersantai disana, Ara merebahkan kepalanya di paha sang mama karna ia merasa mual.
Mama Ara mengusap kepala sang putri Dangan lembut Hinga membuat Ara terlelap, Ares yang melihat mommy seperti ia hanya bisa tersenyum, Arkan melihat Ara yang sudah terlelap di pangkuan sang mertua pun memindahkannya kekamar.
Setelah Ara di bawa oleh Arkan, Ares bermain dengan Omanya, banyak cerita yang cerita pada Omanya dan mereka bercanda serta bercerita di ruang keluarga.
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
Sampai disini dulu yaa,makasih yang masih setia menunggu lanjutannya, dan makasih atas like, komen serta vote nya.
Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan.
Semoga kita sehat selalu.
__ADS_1
Wasalam.
...πππ...