
Miranda masuk ke kamar Ayesha dan melihat putrinya lagi sholat magrib dengan khusuknya, lalu ia keluar lagi dan segera menghampiri suaminya di kamar.
“Dad, sungguh berjasa ibu Afifah mendidik dan menyayangi putri kita, lihat lah sholatnya tak pernah ia tinggalkan kecuali saat datang tamu bulanan,”
Joshua merengkuh tubuh istrinya.
“Iya mom, beliau begitu berjasa serta menyayangi putri kita dan juga anak anak Lain yang ada di panti, sebaiknya kita mengikuti jejak Ayesha mom mulai dari sekarang, Karna kita sudah lama meninggalkan perintah Allah,”
“mommy pikir juga begitu dad,”
“Ya sudah ayo kita menemui anak anak, untuk makan malam,” ajak Joshua.
“Yuk dad,”
Dua paruh baya itu segera keluar dari kamar dan melihat Ayesha yang baru keluar dari kamar Azam sambil mengendong pria kecil itu.
“Ay, baru mau ke kamar mom dan dad untuk ajak makan malam,” ucapnya.
“ya sudah ayo kita ke ruang makan, oh ya, Randi mana?,”
“Udah ke ruang makan mom, haus katanya,”
“Oh,”
Mereka segera menyusul Randi ke ruang makan, tiba di meja makan Miranda mengisi piring dengan nasi serta lauk untuk Joshua dan Randi, sedangkan Ayesha mengambil makanan untuk Azam dan menyuapi pria kecil itu, setelah Azam selesai makan baru lah ia akan makan. Randi yang selesai makan lebih dulu, ia membawa Azam ke ruang keluarga dan bermain dengan pria kecil yang tampan itu, agar Ayesha bisa makan lebih leluasa lagi.
“Sayang, udah ambil cuti kuliah?,”
“Belum mom, dua hari lagi baru ay ambil cuti, Karna sekarang tugas lagi banyak,”
“Oh, ya udah jangan sampai kelelahan ya sayang,”
“Ya mom,”
“Oh ya, bunda kapan mau di jemput ke panti?,”
“Setelah ay cuti aja lah, sekalian main ke panti,”
“Ya baiklah,”
Usai makan malam, Ayesha mengerjakan tugas kuliahnya di ruang keluarga sambil melihat Azam main dengan Randi dan juga kedua orang tuannya.
Satu jam berlalu Ayesha sudah siap mengerjakan tugasnya dan melihat Azam sudah tidur di pangkuan Randi.
“Hufff, akhirnya selesai juga,” ucapnya.
“Loh Daddy sama mommy mana Ran?,”
“Udah istirahat dari tadi kak,”
“Hahaha, maaf Kaka ngak tau saking fokusnya ngerjain tugas, ya udah bantuin Kaka gendong Azam ke kamar?,”
“siap kak, tidur sama aku boleh ngak kak?,”
“Tunggu dia besar dikit lagi, kalau sekarang jangan, ntar dia minta susu emang kamu bisa bikinnya,”
“Hihihi, iya juga yaa, cepat besar zam biar tidur bareng om,” ucapnya sambil mencium pipi Azam yang gembul.
Setelah meletakan Azam di atas kasur Randi segera keluar. Ayesha pun merebahkan tubuhnya di samping Azam dan tak lupa mengecup pipi gembulnya.
🍂🍂🍂
Pagi harinya.
Usai sarapan Ayesha berangkat ke kampus bareng Randi, dan tak lupa berpamitan pada kedua orang tuannya dan juga Azam.
“Huff, coba mommy ngizinin Kaka bawa motor lagi kan asik,” ucapnya saat melihat motornya terparkir indah di garasi.
“Sabar kak, mommy hanya takut Kaka kenapa Napa?,”
“Ya dek,”
__ADS_1
Sopir pribadi Joshua melajukan mobil ke sekolah tuan muda dan nona mudanya Karna itu lah tugasnya tiap hari, untuk mengantar dan menjemput tuan muda, kalau Ayesha sudah ada yang jemput dirinya pulang kalau dia ngak sibuk.
Tiba di kampus Ayesha segera turun dan melihat Nayra yang baru turun juga dari mobil papanya.
“Nay, bareng dong,”
“Yuk beb,”
“Oh ya Nay, ini untuk Tante, dan buat Lo cukup gue ngomong langsung ya,”
“wah, sebentar lagi naik pelaminan nih,” ucap Nayra sambil menaik turunkan alisnya.
“Hahahah, ya udah ayo kelas,”
“Fahrul bin bahlul ngak Lo undang ay?,”
“undang dong, masa ngak,”
“Good,”
“Napa?,”
“Ngak ada, kok masih kuliah ay?,”
“Cuma dua hari ini Nay, besok udah cuti kok, Lo jadikan tidur di rumah gue?,”
“Jadi dong,”
“lo emang emang yang terbaik deh, oh ya besok gue mau ke panti jemput bunda, Lo ikut ngak?,”
“ikut, gue pengen liat suasana panti,”
“baiklah besok kita berangkat,”
“oke,”
Mereka segera berjalan ke kelas sambil bercerita. Tak jauh dari mereka Rere melihat Ayesha dengan tatapan malu.
“Huff, gimana caranya minta maaf?,” monolog Rere.
“Hai far?,”
“Hm,” Tampa melihat Rere.
Ya, rencana pertunangan Rere dan Fahrul di batalkan oleh papa Fahrul, papa Fahrul menceritakan semua kejadian yang ada di moll waktu itu pada kedua orang tua Rere dan sampai ia kehilangan kerja sama dengan Joshua, mendengar berita itu membuat kedua orang tua Rere meradang, sedangkan mama Fahrul malu dengan semua kebenaran yang di ceritakan suaminya, hingga hubungan mereka renggang.
Fahrul yang masih kecewa dengan mamanya sampai saat ini belum bertegur sapa dengan mamanya, begitu juga dengan Rere Fahrul menatap penuh kebencian pada Rere.
Waktu terus berjalan tibalah saat jam istirahat, Ayesha dan Nayra segera ke kantin, untuk mengisi perut mereka.
“kak...Kaka..., teriak putri saat melihat Ayesha berjalan dengan Nayra.
“Iya, Napa lari lari bakar kalori yaa?,” ucap Ayesha sambil senyum.
“ais, siapa yang bakar kalori, aku mengejar Kaka lah,” jawabnya kesal,”
“Ya ya, ayo kita ke kantin.
“yok,”
Tiba di kantin mereka memesan makanan dan setelah itu mereka segera mencari kursi, dan segera duduk.
“masih ada kelas habis ini kak?,”
“ngak?, Napa?,”
“Trus Kaka mau ke mana?,”
“Pulang mau main sama Azam,”
“Ikut boleh ngak?,”
__ADS_1
“Boleh, emang ngak ada kelas lagi yaa?,”
“ngak kak,”
“baiklah,”
“Yes,”
“Ikut sekalian ya Nay?,”
“Baiklah,”
Tak lama datang Fahrul dan duduk di samping Ayesha.
“Baru keluar far?,”
“Hm...iya,”
“Ngak makan?,”
“Hihihi ngak, bisa kita bicara sebentar habis ini?,”
“Bicara apa?,” Ayesha melirik Nayra dan putri.
“Ada sesuatu yang ingin aku bicara kan sama kamu?,”
“Ngomong aja, aku dengar kok,”
“Bisa ke luar sebentar?,”
“Huff, aku makan dulu lapar soalnya,”
“Hm, ya silah kan,”
Ayesha dan dua wanita cantik yang ada di depannya melanjutkan makan siangnya, Tampa merasa terganggu oleh kehadiran Fahrul.
Tak lama mereka sudah selesai makan, usai makan Ayesha membayarnya dan kembali ke meja dimana masih ada Fahrul dan dua gadis cantik.
“Maaf yaa, aku pinjam Ayesha sebentar ya,” izin Fahrul.
“Jangan lama, Karna kami mau pergi,” ucap putri.
“Oke,”
Fahrul mengajak Ayesha ke taman belakang kampus, dan duduk di salah satu kursi.
“Lo, mau ngomong apa far?,”
“Huff, aku mewakili mama ku mau mintak maaf atas semua kesalahan yang sudah ia lakukan pada mu,”
“Gue sudah memaafkan mama lo sebelum Lo meminta maaf sama Gue, dan semoga mama Lo berubah menjadi lebih baik lagi,”
“semoga saja ay, apa kita masih bisa sedekat dulu ay?,”
“oh iya gue lupa, ini buat Lo, jangan lupa datang ya,” ucap Ayesha cepat untuk mengalihkan pembicaraan Ayesha langsung memberikan undangan pada Fahrul.
“Ya udah gue pamit dulu,” Tampa menunggu jawaban Fahrul Ayesha langsung pergi.
Fahrul menatap undangan tersebut dengan mata nanar dan sudah berkaca kaca, dengan emosi ia meremas undangan tersebut dan berlalu pergi dengan luka.
🍂🍂🍂
Maaf telat, tapi like dan komen jangan sampai telat yaa.😅😉
Jangan lupa mampir ya, beri dukungan juga.😘
__ADS_1