
Didepan laptopnya yang masih menyala Arkan memijit pelipisnya, ia pusing memikirkan ucapan ayahnya dan permintaan Ares semuanya menjadi satu di kepala Arkan. Otaknya Sadang berusaha bekerja keras untuk memikirkan semua itu, sungguh sangat pusing di tambah lagi pekerjaan yang belum selesai
Tiba tiba pintu ruangan kerjanya terbuka, ternyata Leo yang datang.
"kenapa Ar? Leo heran melihat sikap aneh Arkan sejak dari tadi masuk kantor.
"gue perhatiin Lo dari tadi kayaknya banyak pikiran, lagi mikirin apa sih ar?
"hufff, mikirin omongan ayah dan permintaan Ares.
Leo sudah mengerti kenapa Arkan bersikap seperti ini sedari tadi.
"jadi...?
"ayah nyuruh gue nyari mommy untuk Ares, dan kemaren pas kita belanja di supermarket kita ketemu sama Ara, pas pulangnya ban motor Ara kempes jadi kita ngantar Ara pulang. Didalam mobil Ares begitu bahagia dipangku sama Ara, sampai kerumah kebahagiannya tak luntur di wajahnya, tiba tiba Ares meminta Ara jadi mommy nya, tapi belum sempat aku jelasin semuanya Ares sudah nangis dan ngurung diri dikamar, jelas Arkan panjang lebar pada leo.
"kesimpulannya, Ares memang butuh sosok seorang ibu, kayaknya Ara cocok buat jadi mommy nya Ares dan istri buat Lo.
Arkan tak menjawab, apa yang dikatakan leo karna memang benar adannya, Ares begitu senang dan bahagia Tiap kali bertemu Dangan Ara, tapi Arkan masih ragu dengan perasaannya dan meminta Ara untuk jadi ibu sambung untuk putranya, karna ia baru mendapatkan maaf dari Ara atas kesalahan fatal yang telah ia buat.
"Arkan!.
"hm..iya.
"gimana?
"gimana apanya?
"memenuhi keinginan Ares?
"ngak tau, jawabnya sambil mengangkat bahunya.
"oh ya leo, tolong jemput Ares yaa disekolah, sekalian ajak kesini.
"oh..baiklah, dan jangan lupa pikirkan keinginannya.
Leo pun langsung keluar dari ruangan Arkan, untuk menjemput ponakannya.
π π π
Setibanya di gerbang sekolah, Leo melihat ponakannya sedang berjalan menuju gerbang.
"Ares panggil leo.
Ares bersama temannya menoleh ke arah leo, setelah berpamitan pada temannya ia pun segera menghampiri leo.
"iya hati hati Res, ucap Aurel.
Ares mengangkat kedua jempolnya kemudian berlari menghampiri leo.
"ayo kita kekantor Deddy mu, Ares hanya mengangguk sebagai jawaban, dan mengandeng tangan leo berjalan menuju mobil.
"pacar mu cantik juga yaa, goda Leo.
"pacar apa om?
"itu, om lihat kamu senang banget sama cewek cantik tadi.
"Aurel teman Ares om, bukan pacar.
"oh..jadi namanya Aurel, cantik juga.
Leo langsung melajukan mobilnya menuju perusahaan Arkan, tak berapa lama mereka tiba dikantor, setelah memarkir mobil, Leo membawa Ares keruangan Arkan.
"Deddy, teriak Ares saat pintu sudah terbuka, Arkan melihat putranya langsung tersenyum.
"Ded, lihat Ares dapat nilai seratus, ia mengeluarkan selembar kertas berisi gambar hewan dan menebak nama hewan tersebut.
"anak pintar, Ares ngak nanya sama teman?
"ngak ded
Arkan mengusap lembut kepala putranya.
"Ares sudah makan belum?
"belum.
"ya sudah kita makan siang dulu.
Arkan bangkit dari kursinya, kemudian mengendong Ares dan memberikan beberapa kecupan di pipi ia berikan untuk putra tercintanya.
Mereka makan siang bersama, karna lapar ketiganya pun segera berjalan bersama untuk menuju ke kantin kantor.
Siang ini cafe Ara lumayan rame, ia dan 4 kariawan nya sangat sibuk melayani pelanggan, dengan keramahan & kesopanan mereka banyak pelanggan yang senang dan juga menu yang disajikan sangat enak enak.
"Rani, gantian mbak disini dulu ya, mbak mau sholat, ujar Ara.
"oke mbak, jangan lupa makan siang, kan gak lucu pemilik cafe terkena mag, ucap Rani.
Bukan Tampa sebab ia berkata seperti itu, Ara sering melewatkan jam makan siang karna terlalu sibuk.
"iya...Rani yang cantik.
Ara pun segera melakukan sholat Dzuhur, selesai sholat ia pun melanjutkan makan siang, tak lama ia pun kembali ke meja kasir tapi ada salah satu karyawan yang memberi tahu Ara,kalau ada satu pelanggan yang dia ingin Ara yang melanin nya, karna duduknya membelakangi meja kasir jadi Ara tak tau itu siapa.
"maaf mbak mau pesan apa? tanya Ara.
Ara membulatkan matanya, setelah wanita itu mengakat wajahnya dan senyum manis pada Ara.
"is..rese, ucap Ara sambil memukul pelan Mita.
__ADS_1
"hahahaha, Mita ketawa saat berhasil mengerjai sahabatnya itu.
"kapan Lo datang, kok ngak bilang bilang, tanya Ara.
"kalau gue bilang ngak akan jadi gue ngerjain Lo.
"emang yaa, punya teman satu usilnya kebangetan, Lo udah makan?
"udah
"oh..
"Lo ngak masuk kantor lagi?
"ngak habis metting, udah ngak ada lagi kerjaan, makanya gue kesini.
"oh...gue buatkan minuman buat Lo, tunggu bentar yaa.
"hm ..Oren jus aja.
"sip
Tak lama Ara kembali dengan membawa nampan berisi satu gelas Oren jus dan kentang goreng, mereka asik menghabiskan waktu dengan bercerita banyak hal Hinga sore hari, Mita pamit pulang duluan, sedangkan Ara masih melanjutkan pekerjaannya
Sementara dirumah Arkan lagi pusing pusingnya, atas permintaan putranya yang sejak tadi merengek minta diantarkan ke cafe Ara. sedangkan Arkan harus menyelesaikan beberapa file untuk besok.
"sayang Deddy tidak bisa, lagi kan sudah malam pasti mommy mu sudah pulang.
"kalau gitu telpon Ded.
"Deddy ngak punya nomor ponsel mommy mu.
Arkan memang benar tak memiliki nomor ponsel Ara, walau Ara pernah bekerja di perusahaannya tapi mereka bertemu hanya beberapa kali saja. Tampa komunikasi.
"Deddy..hiks.....hiks.....hiks....
Seketika Arkan Ingat dengan leo, pasti Leo punya nomor ponsel Ara pikirnya, dengan cepat ia pun menelpon Leo dan meminta nomor Ara, setelah leo mengirim nomor Ara ia pun memberi tahu putranya.
"sayang sini, Deddy sudah dapat nih nomor mommy mu dari om leo, mau panggilan video tidak?
"benaran Ded, dengan penuh harap, dengan cepat Arkan pun menganggukan kepalanya.
"iya Ded, Ares mau panggilan video.
Arkan pun memcoba memangil nomor Ara tak lama panggilan pun tersambung namun tak di angkat oleh Ara, karna nomor baru di ponselnya. Panggilan ketiga baru diangkat oleh Ara betapa kagetnya Ara saat sudah mengeser tombol hijau yang pertama muncul adalah wajah Ares dilayar ponselnya.
"mommy.....teriak Ares.
"hy tampan lagi apa?
"lagi telpon mommy.
"hahahaha.....kau ini
"mommy juga, mommy lagi cafe sayang, kamu habis nangis yaa.
Ara melihat ada sisa air mata di pipi Ares dan mata agak sedikit sembab.
"iya mom.
Ara & Ares asik bercerita di depan ponselnya sesekali terdengar tawa Ares, entah apa yang mereka bicara kan, Arkan hanya mendengar dan ia masih melanjutkan pekerjaannya.
"sayang..udah dulu yaa..mommy mau tutup, Ares tidur yaa besok kan sekolah.
"yasudah mom, Ares langsung tidur, dah mom..
"dahh sayang.
Setelah Sabungan telpon terputus Ares memberikan kembali ponsel deddy-nya.
"Ded..ares mau tidur sama Deddy.
"baiklah ayo kita kekamar.
"yes...ayo Ded.
Arkan pun langsung mengendong putranya kekamarnya, tak berapa lama mereka pun terlelap.
Begitu juga dengan Ara, setelah menutup cafenya Ara & Rani pulang mengunakan taksi, setibanya dirumah Ara pun langsung beristirahat dikamarnya.
π π π
Pagi Harinya...
Arkan sangat khawatir melihat putranya yang demam, ia pun masih memangil manggil mommy nya, Arkan pun tak tau harus berbuat apa. Ia pun menelpon mama leo dan memberi tahu kondisi Ares pada mama leo, karna sangat khawatir ia pun langsung menuju rumah Arkan. Ares yang sudah diperiksa oleh dokter dan dikasih obat, namun ia masih belum mau meminum obatnya, karna ia ingin Ara yang menemaninya minum obat.
"Ded..Ares mau ketemu mommy Ded.
"iya nanti yaa, setelah kamu subuh kita akan kerumah mommy mu, tapi minum dulu obatnya.
"Ded..Ares mau sekarang Ded, bawa mommy kesini Ded, Ares ngak mau minum obatnya kalau ngak sama mommy.
"sayang...
"Ded...hiks..hiks...
Tak lama mama leo pun tiba dengan wajah cemasnya, setibanya dirumah Arkan mama leo langsung masuk kedalam kamar Ares, dan melihat Ares sedang menangis.
"sayang Oma kenapa hm...
"Oma..Deddy jahat..
__ADS_1
"jahat kenapa...
"Deddy ngak mau jemput mommy..hiks hiks.
Arkan hanya diam melihat putranya yang menangis dan sebenarnya ia tak tega melihatnya, tapi permintaan putranya yang tak masuk akal menurutnya. Arkan lebih memilih diam.
"nak..jemput lah Ara demi putra mu, dan turunkan sedikit ego mu.
"tapi ma...
"sudah cepat jemput mama ngak tau pokoknya kamu harus membawa Ara kemari.
"baiklah ma..
Arkan berlalu pergi keluar dari kamar putranya, dan langsung menuju cafe Ara. Sementara mama leo masih mebujuk Ares agar ia tak menangis lagi dan minum obat.
"Oma...apa Deddy jemput mommy.
"iya sayang, jadi sekarang minum dulu obatnya yaa.
"Ares mau minum obatnya sama mommy Oma.
"ah baiklah..
Ara sedang bersantai di taman, apa bila merasa lelah dan butuh untuk menemukan pikiran ia akan mengunjungi taman yang tak jauh dari cafenya, sambil memegang botol minuman ia duduk seorang diri di bangku taman. Deringan ponsel membuyarkan lamunannya.
drtt.....drtt....drt...
Ara melihat ada panggilan dari nomor yang tak terdaftar dikontraknya ia tak langsung mengkatnya, panggilan yang kedua baru diangkatnya.
"halo, siapa ini?
"Arkan, kamu diamana?
Mendengar suara Arkan berpengaruh pada jantungnya, Ara merasa dirinya tak baik sekarang.
"astaga bagaimana bisa aku lupa padahal semalam Ares panggilan video Dangan ku, ucap Ara dalam hati".
"halo, kamu masih disitukan
"eh..iya, saya lagi ditanam.
"ditanam mana?
"dekat cafe.
"oke saya kesana sekarang.
Setelah itu sambungan telpon pun langsung terputus.
"mau ngapain dia kesini, tanya Ara pada diri sendiri.
Tak lama Arkan pun tiba di taman, ia melihat Ara sedang duduk seorang diri, Arkan langsung menghampiri Ara.
"bisa kamu ikut saya sebentar?
"kemana?
"kerumah saya, semalam Ares demam, ia ingin bertemu dengan mu, bahkan ia tak mau minum obat jika tak ada kamu.
Arkan sangat khawatir melihat putranya yang semalam tiba tiba saja demam dan menginginkan kehadiran Ara, ini kali keduanya Ares seperti ini, Hinga Arkan pusing atas permintaan Ares.
"demam, ulang Ara?
"iya..semalam ia meminta ketemu sama kamu.
"baiklah ayo kita pergi, ucap Ara dan segera bangkit dari duduknya.
Arkan dan Ara melangkah menuju mobil Arkan, setelah itu Arkan melajukan mobilnya menuju rumahnya, tak lama mereka tiba dirumah mewah & megah dikawasan elit, Ara berjalan mengikuti Arkan dari belakang menuju kamar Ares.
cekrek.
Pintu kamar terbuka, mama leo & Ares melihat siapa yang datang mata Ares berbinar melihat sosok yang baru saja masuk kedalam kamarnya.
"mommy..teriak Ares. Ara hanya sedikit senyum melihat Ares.
"mom, kepala Ares pusing, ucapnya.
Sementara Ara hanya diam, ia sedikit gugup entah kenapa apa mungkin kehadiran mama leo, walau ia pernah bertemu tapi waktu itu dirumah sakit, tapi ini dirumah Arkan sendiri Hinga membuat Ara sangat gugup, jujur saja baru pertama kali ia menginjakan kaki kerumah seorang pria.
"mom...temanin Ares disini, panggil Ares sambil melambaikan tangannya.
"turuti saja, ucap Arkan.
Arkan sedikit heran melihat Ara yang diam saja, tak biasanya jika bertemu dengan Ares, apa mungkin kerena ada mama pikir Arkan. tapi Ara juga pernah bertemu dengan mama, gumam Arkan.
Ara pun menghampiri Ares yang duduk di atas kasurnya, Ara pun duduk disisinya, Ares pun merebahkan kepalanya dipaha Ara, dan menarik tangan Ara kemudian mengarahkan ke kepalanya.
"mom...Ares pusing, usap kepala Ares ya mom, arahannya menganggukan kepalanya.
Beberapa detik keadaan kamar hening, Ara mengusap kepala Ares dengan lembut, wajahnya yang sedikit layu dan kurang bersemangat dari biasanya.
Melihat Ara mengusap kepala cucunya membuat hati mama leo sedikit hangat, ia tau kalau Ara dengan tulus menyanyi cucunya, walau ia pernah bertemu dengan Ara dirumah sakit, tapi belum pernah melihat Ara memperlakukan Ares dengan begitu baiknya.
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
Terimakasih yang sudah mberi like dan juga komennya, dan bagi yang belum like semoga bermurah hati yaaπ€
Setelah membaca jangan lupa kasih dukungan cukup beri like dan komen dan jangan lupa rate bintang limaπ€
Sekian dan Wasalam
__ADS_1
Salam Hangat dari Authorππ
...πππ...