Mommy Ara

Mommy Ara
51. S2. Menyelidiki


__ADS_3

Joshua Senjaya, adalah seorang pengusaha sukses, memiliki seorang istri yang bernama Miranda Amelia, dan seorang putra bernama, Randi Senjaya yang masih duduk ke kelas dua SMP, anak pertama Joshua di culik di rumah sakit setelah dua hari kelahirannya, oleh lawan bisnisnya, setelah kejadian itu istrinya mengalami depresi, semua usaha sudah ia lakukan untuk mencari putrinya namun keberuntungan tak berpihak padanya. Saat istrinya di selamat oleh seorang gadis yang mempunyai nama sama dengan putrinya yang hilang membuat sang istri teringat kembali dengan kejadian itu, hingga sang istri meminta nya untuk mencari tau identitas gadis tersebut, mau tak mau Joshua harus mengikuti kemauan istrinya. Hari ini Joshua menyuruh anak buah nya untuk menyelidiki identitas Ayesha, dan mengikuti kegiatan Ayesha.


“Bagaimana, apa kau sudah dapat info?,”


“Baru sedikit tuan,”


“Apa yang kau dapatkan?,”


“namanya, Ayesha Humairah Senjaya dan dia temukan di depan pintu panti asuhan cahaya kasih beberapa tahun yang lalu dengan secarik kertas serta uang lima juta rupiah dan sebuah liontin warna biru.


Deg...


Jantung Joshua mendengar fakta yang baru saja di sampaikan oleh anggotanya.


“Baiklah kau ikuti terus dia tapi jangan sampai dia curiga, dan tolong kau lindungi dia jika ada hal yang mencurigakan,”


“Baik tuan,”


Joshua segera mencari istrinya dan memberi tahu kabar yang bagus ini.


Drt....drt....


“Hallo dad,”


“Ya, halo, lagi di mana mom”


“Di rumah dad, ada apa?,”


“Kangen aja, tunggu dad bentar lagi nyampe rumah,”


Miranda mengerutkan dahi nya mendengar ucapan suaminya, bukankah dia baru pergi kok udah mau pulang aja. Tak lama Joshua datang dan langsung mencari sang istri.


“Mom...mom..,”


“Disini dad,” teriaknya di ruang tengah.


“Mom, Daddy punya kabar bagus,”


“Kabar apa dad?,”


“Anak yang mommy maksud itu, nama lengkapnya Ayesha Humairah Senjaya, dan dia juga punya liontin biru sama kek mommy punya, apa masih mommy simpan?.


“Dad, benaran itu nama lengkapnya dad?,”


“Iya mom, walau ada perubahan sedikit, nama anak kita kan Ayesha Amelia Sanjaya,”


“Liontin nya masih ada kan sama mommy?,”


“masih dad,”


“Kapan mommy bisa bertemu dengannya dan mengambil rambutnya?,”


“Hari ini mommy akan menemuinya di kampus,”


“Ah, baiklah kalau begitu, semoga saja dia memang putri kita,”


“Iya dad, mommy sudah ngak sabar menanti hari itu dad,”


“Sabar ya mom,”


“Ya dad,”


“Dad, apa sebaiknya kita pergi bersama aja, biar Daddy bisa melihatnya?,”


“Sebaiknya begitu, ya sudah kita pergi sekarang,”

__ADS_1


Joshua dan sang istri segera menuju kampus Ayesha, tiba di sana ia segera ruangan dekan dan meminta nya untuk memanggil Ayesha, Karna Joshua adalah donatur di kampus tersebut akan mudah bagi nya untuk berurusan seperti ini, dengan bantuan siswa lain Tak lama Ayesha datang ke ruangan dekan tersebut.


Tok...tok...


“Masuk,”


Ceklek


Ayesha kaget melihat ada seorang wanita yang di tolong nya kemaren berada di dalam.


“Maaf pak, ada apa ya bapak memanggil saya,”


“Iya, tuan Joshua ingin bicara dengan kamu,”


“Bisa kita bicara di luar?,”


“Baiklah tuan,” jawab Ayesha.


Miranda membawa Ayesha ke kafe yang tak jauh dari kampus, sepanjang perjalanan menuju gerbang banyak pasang mata yang melihat Ayesha di gandeng oleh Miranda mereka bertanya tanya ada hubungan apa Ayesha dengan Istri donatur di kampus ini, termasuk Fahrul.


Tiba di kafe Joshua memulai pembicaraan.


“Maaf nak, kamu pasti heran kan dengan semua ini?,”


“Benar tuan, ada apa ini sebenarnya?,”


“Saya hanya mengucapkan terima kasih padamu Karna telah menolong istri saya dari pencopet pagi itu,”


“ya, kalau tidak ada kamu pasti saya sudah kehilangan barang berharga saya,” sambung Miranda.


Sambil mengelus kepala Ayesha, Ayesha merasakan sebuah kehangatan saat kepalanya di elis oleh Miranda, walau bunda nya sering melakukan itu pada nya tapi rasanya tidak sama, dan keberuntungan berpihak padanya, ia mendapat kan sehelai rambut Ayesha. Setelah itu langsung menyimpannya.


“Jangan berlebihan tuan, saya hanya kebetulan melihat Tante dan pencopet itu dan saya tergerak untuk menolongnya, bukankah kita di anjurkan saling tolong menolong.


“Kau benar nak, oh ya sebagai permintaan terima kasih, kami mengundang mu makan malam di rumah kami besok malam apa kau bisa?,”


Deg...


Batin Miranda, mendengar kata bunda.


“Kau tinggal di mana nak, kalau kami boleh tau?,”


“ aku tinggal di panti asuhan cahaya kasih tuan,”


“Apa boleh kami bertemu dengan bunda mu?, Sekalian bersilaturahmi,”


“ah, apa tuan tak keberatan dengan suasana panti,”


“Tidak, jadi apa kami boleh?,”


“ya, baiklah kalau begitu, besok kita berangkat tuan,”


“Boleh Tante meminta nomor ponsel mu agar besok tante bisa menghubungimu,”


“ah, iya benar,”


Miranda memberikan ponselnya pada Ayesha, dan Ayesha pun segera mengambilnya dan menyimpan nomor ponselnya di gawai Miranda.


Mereka mengobrol di kafe tersebut hampir menyita jam istirahat Ayesha dan makan yang di pesan pun sudah habis, akhir mereka menyudahi pertemuan singkat itu sebab Ayesha akan masuk kelas.


🍂 🍂 🍂


Sore harinya


Sepulang kuliah Ayesha, jalan-jalan ke taman kota Karna lelah dengan aktivitas perkuliahan ia ingin bersantai sejenak.

__ADS_1


Tak banyak yang ia laku kan hanya menikmati Hembusan angin serta melihat anak anak yang berlari lari bahagia bersama kedua orang tuanya.


“Huff, untung kau tak jadi aku jual moty, kalau jadi pengeluaran ku makin besar,” ucapnya pada motor metic yang ia punya.


“Ais, kerja Cuma dua bulan habis itu aku ngapain yaa, sementara kuliah masih 8 bulan lagi,” monolog sendiri.


Bug...


Seseorang menepuk pundaknya dari belakang sontak membuat ia kaget.


“astagfirullah, tuan Ares,”


Ya, Ares tak sengaja melihat Ayesha duduk sendirian di taman Karna penasaran ia mendekat saat hendak memanggil nama Ayesha ia mendengar keluhan Ayesha.


“kenapa kau melamun di sini sendirian?,”


“siapa bilang aku melamun, aku lagi santai,”


“masasih, santai kok sendiri,”


“Lah, apa masalahnya,”


“Ngak ada, biasanya orang kalau lagi santai itu ajak teman kek, pacar kek, atau siapa lah,”


“apa bedanya, kan santai juga,”


“Aku ngak paham apa yang kamu maksud,”


“Sama aku juga,” seloroh Ayesha.


“tuan, pacar mu liatin tu, nanti di kira aku di kira pelakor lagi,”


“hy, cantik, napa liatin jauh aja?, Tanya Ares pada gadis tersebut membuat ia salah tingkah.


“Dia bukan pacar aku, dia Cuma kagum ketampanan aku aja,”


“narsis amat,”


“hahahaha,


“Maaf ya tuan aku harus pulang udah sore nih,”


“Jangan pangil tuan, panggil Abang Ares.


“ya baiklah, bang aku pulang yaa,”


“Pulang kemana?


“Ke koslah,


“Oh, kirain ke hatiku, hahaha,” goda Ares.


“hihihi,” Ayesha ketawa sambil geleng kepala melihat tingkah Ares.


Setelah Ayesha pergi Ares merasa konyol dan juga malu sendiri Karna udah gombalan si Ayesha, padahal baru kenal, akhirnya ia pun memutuskan untuk pulang ke rumahnya.


🍂🍂🍂


Hy..Reader kesayangan jangan lupa Like dan vote nya yaa.


Dan makasih yang sudah berpartisipasi sayang banyak banyak buat semuanya.😘😘😘😘😉


Wasalam.


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2