
Pagi hari.
Usai sholat subuh, Ayesha menyelesaikan tugas kuliahnya hingga jam enam pagi, setelah selesai ia bergegas membersihkan tubuhnya kurang dari lima belas menit ia sudah rapi dan segera sarapan. Selesai sarapan Ayesha melajukan motornya menuju kampus dengan sedikit ngebut Karna sudah hampir terlambat.
Tak lama Ayesha tiba di kampus, usai memarkir motornya ia segera masuk tapi seseorang menghentikan langkahnya.
“Kak,..” Ayesha menoleh ke belakang dan melihat putri bersama dengan pemuda tadi malam yang ia tolong.
“Ya,”
“Kau, kan gadis yang semalam,” ucap ares. Tiba tiba.
“maaf ya, aku duluan,” pamit Ayesha.
“abang yakin kalau dia yang nolong Abang semalam, tanya putri.
“Yakin, Abang ngak lupa wajah sama suaranya,”
“Ya sudah nanti aku tanya, aku masuk dulu bang,”
Putri segera masuk ke kelasnya, Karna bel sudah berbunyi.
Setelah putri pergi Ares melajukan mobilnya menuju perusahaannya. Ia kepikiran dengan sosok gadis yang ia temui di parkiran tadi.
“Ternyata dia kuliah di kampus yang sama dengan putri,” gumam Ares.
Tiba perusahaan Ares segera masuk ke dalam ruangannya.
Tok..tok...
“Masuk,”
“Astaga, wajahmu kenapa bos?,” tanya Dika.
“ seperti yang kamu liat,”
“apa jadwalku hari ini?,” sambung Ares lagi.
“Ada dengan meeting dengan klien jam sepuluh di restoran xxx.
“Apa bisa di wakilkan?,”
“Ngak bisa bos,”
“Karna tuan Rustam ingin bertemu langsung bersama Anda,”
“Hm...baiklah,”
Jam istirahat pun sudah tiba, Ayesha ke kantin.
“Ayesha, ay, teriak Fahrul,”
“ya, ada apa far?,”
“Tunggu in napa,”
“Hehehe, ya udah ayok,”
Mereka berjalan beriringan sampai ke kantin. Tiba di kantin mereka segera memesan makanan dan setelah itu mencari tempat duduk ternyaman.
“Ntar pulang kita bareng ya ay,”
“Lo pulang jam berapa far?,”
“jam satu,”
“Lama Gue nunggu Lo far,”
“emang Lo pulang jam berapa?,”
“Habis ini Gue mau pulang, udah ngak ada kelas lagi,”
“Ah sial,”
“Kapan sih kita bisa jalan lagi kek dulu?,”
“Kan tadi udah jalan bareng far,” jawabnya sambil cekikikan.
“Bukan itu yang Gue maksud ay,”
“Hihihi,”
“lo sengajakan menghindar dari Gue?,”
“Gue ngak ada bilang ya far,” jawabnya sambil senyum.
“Tapi Gue merasa kek gitu ay,”
“Perasaan Lo aja kali,”
“Udah lah ay, ngaku aja lah,”
“far, kita sibuk dengan tugas masing-masing dan Lo juga tau habis kuliah Gue kerja, dan sebentar lagi mau nyiapin skripsi, dan mungkin kita makin jarang bisa jalan bareng atau ketemu far, walau pun begitu kita masih sahabat far dan juga masih bisa kasih kabar lewat chat.
“tapi Gua ngak mau jadi sahabat Lo, gue mau Lo jadi kekasih Gue.
“Hihihi, apa sih yang Lo harapan dari gadis seperti Gue far?,”
__ADS_1
“Gue akan bukti in ke mama kalau Lo emang pilihan Gue yang terbaik,”
“Udah lah far, lupa kan ke inginkan Lo, lebih baik kita bersahabat dan hati tak bisa di paksa,”
“Tapi ay...,”
“Udah ya far, Gue ngak mau dengar apa apa lagi dari lo, atau Gue ngak mau lagi temanan sama Lo,”
“Ya, ya, gua ngak ngomong kek gitu lagi deh,”
“Hihihi, ambekan,”
Tak lama pesanan mereka datang, Tampa menunggu lama mereka berdua menyantap makan siang nya sambil bercanda tapi ketenangan itu tak berlangsung lama karena ada penganggu yang mengusik mereka.
Braaakkk...
Uhuuk...uhhukkk,
Ayesha keselak makannya Karna kaget saat ada yang melabrak meja, Fahrul pun menyambar minuman Ayesha dan langsung memberikan padanya, dengan cepat Ayesha mendenguknya hingga setengah gelas.
“Rere, kau kenapa sih, ganggu orang lagi makan aja,” gerutu Fahrul.
“makan apa pacaran,” sentak Rere.
“Bukan urusan Lo,”
Ayesha hanya diam saja melihat mereka bertengkar. Ia ngak tau arus apa.
“siapa bilang ngak ada urusan?,”
“Udah deh, pergi sana ganggu aja,”
“Kagak, Gue mau disini sama Lo,”
“Terserah Lo,”
Merasa tak enak, Ayesha menyudahi makannya dan segera beranjak dari tempat duduk tersebut.
“Far, Gue duluan ya,”
“Bareng ay,”
“Ais, kau ini, aku mau pulang far, bukan ke kelas,”
“Oh, ya udah aku ke kelas duluan ya,”
Rere segera mengikuti Fahrul, Karna tak mau di tinggal sama Fahrul.
Tiba di kosnya Ayesha segera membersihkan tubuhnya setelah itu ia beristirahat di ranjang sederhana dan ternyaman yang ia punya.
🍂 🍂 🍂
“sudah siap bos,”
“Astaga Dika, ku bikin kaget aja,”
“Heheh, maaf bos, aku sudah ketuk pintu, tapi ngak ada jawaban ya aku langsung masuk saja.
“hm, ya sudah, ada apa?,”
“Kita makan siang dulu bos udah siang nih,”
“Tunggu dikit lagi,”
“Oke,”
Dika duduk di sofa sambil menunggu Ares menyelesaikan pekerjaannya, ia asik dengan gawainya. Tak lama Ares pun sia dengan semua berkas tersebut.
“Yuk jalan,”
“oke bos,”
“Kita makan di mana bos,”
“Di kafe mommy,”
“Ah, baiklah,”
Tiba di loby Ares dan Dika segera masuk ke mobil, Dika melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Tiba di depan kafe Ara mereka segera masuk dan Rani yang sudah hafal dengan menu anak bosnya itu ia segera menyuruh pelayan menyiapkan makanan untuk Ares dan Dika.
“siang Aunty, sapa Ares pada Rani,”
“Hy ganteng, siang juga,”
“Apa mommy di sini?,”
“ barusan pulang sama tuan Arkan katanya mau ke rumah pak Leo,”
“Yaah, telat dong, Ares makan di ruangan mommy aja.”
“Ya, semuanya sudah siap disana,”
“Aunty emang terbaik deh,”
Rani hanya senyum mendengar ucapan Ares.
__ADS_1
💔💔💔
Jam tiga sore Ayesha sudah berada di resto tempat ia bekerja, hari ini Ayesha bersama kawan-kawan sejawatnya Sadang sibuk Karna lagi rame pengunjung, sampai magrib mereka belum juga dapat beristirahat.
Brakkk.
Seorang wanita paruh baya melabrak meja melihat Ayesha mengantar pesanan dan ia juga sengaja menyenggol segelas jus yang ia pesan.
“Apa kau tak bisa bekerja hah,”
“Maaf nyonya, saya akan membersihkannya dan menggantinya dengan yang baru,”
“Tak perlu aku sudah tak berselera,"
“Maaf ada apa ini ribut-ribut,” ucap manajer resto tersebut.
“Kebetulan anda datang, liat apa yang di lakukan oleh pegawai mu,”
“Yes, apa yang kamu lakukan, kok bisa seperti ini sih,”
“Maaf pak saya tidak sengaja,”
“Aku mintak maaf atas keteledoran pegawaiku, kami akan Menganti pesanan anda nyonya.
“Saya sudah tidak berselera makan,”
“Sekarang kau pecat dia, pegawai ceroboh seperti ini masih kau pekerjakan,”
“Maaf nyonya saya tidak bisa Karna dia pegawai teladan hanya ini kali pertama ia melakukan kesalahan,”
“Oh, jadi kau lebih memilih dia tetap bekerja disini baiklah tapi kau jangan menyesal akan ku tutup resto mu.
Deg
Jantung Ayesha dan manajer itu.
“Tunggu nyonya jangan laku kan itu, kalau nyonya mengingin kan aku yang keluar dari sini akan aku lakukan, tapi jangan tutup tempat usaha seseorang Karna hanya kesalahan kecil oleh pegawainya.
“Kau...”
“Maaf pak, atas kesalahan saya hari ini, dan saya mengundurkan diri pak, bukankah mengundurkan diri lebih terhormat dari pada di pecat, saya permisi pak,” ucap Ayesha.
“ayesha tunggu,”
“Ya pak, jawabnya tenang.
“Ikut keruangan saya,”
Ayesha mengangguk dan mengekori sang manajer dari belakang.
“Maaf sebelumnya, saya tak bisa membantu kamu, dan saya sangat menyayangkan kejadian ini hingga saya harus kehilangan pegawai teladan saya.
“Ngak usah minta maaf pak, bapak tidak salah disini, mungkin Reski saya di resto bapak hanya sampai hari ini, dan terima kasih sudah mau menerima saya bekerja disini dan saya juga minta maaf sama bapak jika selama kurang lebih tiga tahun saya bekerja jika ada salah mohon di maaf kan pak,” ucap Ayesha panjang lebar.
“Saya permisi pak,”
“Tunggu Ayesha.
“Ya pak,”
“Ini gaji kamu selama satu bulan ini dan sedikit uang pesangon, semoga bisa bermanfaat.
“Tapi pak belum genap satu bulan,”
“Tidak masalah, kamu ambil aja,”
“Tai pak..?,”
“Udah jangan protes lagi,”
“Huff, baiklah pak, terima kasih atas segalanya,”
“Ya, sama -sama
Ayesha segera pulang dan menuju kosnya dalam suasana hati yang sedih Karna ia tidak tau lagi besok harus bekerja di mana.
🍂 🍂 🍂
Jangan lupa penyemangat nya yaa, cukup setangkai bunga dan segelas kopi.😂😉
Semoga jempolnya lentur untuk menekan like..😂😂
Jangan lupa mampir juga di karya terbaru yaa Author yaa.
__ADS_1