Mommy Ara

Mommy Ara
25. Ciuman Pertama


__ADS_3

Usai makan siang, Ara membantu bik Sumi membersihkan meja makan walau sudah dilarang oleh bik Sumi tapi Ara tetap membantunya.


Selesai membantu bik Sumi Ara segera kekamar dimana Ara dan Ares berada, tiba dikamar Arkan menyuruh Ara menyusun bajunya kedalam lemari, Ara pun mengangguk segera membuka koper dan menyusun semua bajunya kedalam lemari, sementara Arkan mengerjakan beberapa file yang dikirim oleh leo, dan Ares asik dengan acara tv favoritnya. Hampir 2 jam Ara merapikan semua bajunya akhirnya selesai juga, ia melihat Arkan masih berkutat dengan laptopnya, Ara berinisiatif membuatkan Arkan minuman, Ara pun segera keluar dari kamar dan langsung menuju dapur untuk membuatkan secangkir kopi dan juga membawakan camilan. Tiba dikamar Ara segera meletakkan nya di depan Arkan.


"diminum kopinya kak, ucap Ara."


Arkan merasa senang mendapatkan perhatian dari Ara.


"makasih yaa, jawab Arkan sambil senyum, Ara hanya mengangguk."


Dilihatnya Ares masih fokus pada acara tv, Ara pun duduk di samping Ares mereka asik dengan acara yang ditontonnya. Ara melihat Ares sesekali ia menguap karna merasa kantuk.


"kamu ngantuk yaa, tanya Ara.


"iya mom, jawabnya langsung merebahkan kepalanya di paha Ara sambil nonton.


Ara pun mengambil bantalan sofa dan mereka tidur di atas karpet didepan tv. Arkan belum juga menyadari jika dua orang yang berati dalam hidupnya sudah menjelajahi mimpi mereka. Hampir jam 4 sore Arkan pun sudah selesai dengan pekerjaannya, ia meregang kan ototnya yang terasa kaku, Arkan mengalihkan pandangan pada dua orang yang tidur saling berpelukan seketika senyuman terbit dibibir Arkan , melihat pandangan yang membuat ia merasa hangat dan bahagia.


"Ar, bangun sudah sore, ucap Arkan sambil menggoyang sedikit lengan Ara, karna tak ada pergerakan dari Ara, Arkan menatap lekat wajah Ara yang tampak cantik walau Tampa polesan make up, entah dorongan dari mana Arkan mencium kening Ara, setelah sadar apa yang ia lakukan seketika ia tersenyum.


"Sepertinya aku sudah mulai jatuh cinta pada mu, gumam Arkan."


Arkan pun kembali membangunkan Ara.


"hm..ada apa kak?, maaf kak Ara ketiduran."


"ngak apa apa, udah sore kita sholat dulu, jawab Arkan."


Ara pun melihat jam dinding ternyata hampir jam 4 sore.


"ya kak, ayo kita sholat," ucapnya.


Selesai mengambil wudhu Ara dan Arkan segera melaksanakan sholat asar, Arkan merasa bahagia Ara membawa perubahan dalam dirinya, ia mulai sholat yang sudah lama di lupakan, kini ia sendiri yang menjadi imam untuk istrinya. Seperti biasa selesai sholat Ara selalu mencium tangan Arkan, begitu juga dengan Arkan, ia mencium kening Ara.


Ara merapikan perlengkapan sholat dan meletakan pada tempatnya, setelah itu kedapur untuk membantu bik Sumi memasak makan dan tak lupa membawa gelas kosong bekas minum Arkan.


"sore bik?


"sore non, non butuh apa?


"ngak ada bik, masak apa bik?, biar Ara bantu."


"ngak usah non biar bibi saja."


"ngak apa bik."


Akhirnya bik Sumi dan Ara memasak makan malam bersama, Ara banyak bertanya tentang makanan kesukaan Ares dan Arkan, ia memang tak tau apa saja yang dua orang itu sukai, tak lama akhirnya masakan untuk makan malam selesai juga, bik Sumi hanya tinggal menatanya saja, Ara pun segera ke kamar untuk melihat dua orang yang baru mengisi hatinya.


"loh..kakak belum mandi?, ucapnya saat melihat Arkan lagi asik menonton berita."


"belum."


"ya sudah ayo cepatan mandi biar aku siapkan bajunya, dan sekalian akan aku bangunin Ares."


"iya, Arkan pun segera bergerak setelah mengambil handuk ia pun segera melangkah kekamar mandi."


Ara segera membangun kan Ares, tak butuh waktu lama anak itu pun langsung bangun karna Ara punya cara jitu untuk membangun kan Ares.


"sayang ayo bangun, mommy yang mandi in atau mau mandi sendiri?

__ADS_1


"mommy yang mandiin, ucapnya dan langsung memeluk Ara."


"ya sudah ayo kekamar mu biar mommy mandikan."


"ayo mom, jawabnya dan langsung menarik tangan Ara."


Tiba dikamarnya Ara segera mengambil baju Ares dilemari dan meletakkannya di kasur lalu membawa Ares kekamar mandi. selesai mandi Ara membantu Ares memaki bajunya.


"wah, makin tampan aja anak mommy, ucap Ara sambil mencium pipi Ares.


Wajah Ares merona saat dapat pujian dari Ara.


"ya sudah mommy ke kamar dulu."


"ya mom, makasih mom, Ara mengangguk dan setelah itu berlalu pergi kekamarnya.


Tiba di kamar Ara melihat Arkan baru keluar dari kamar mandi hanya mengunakan handuk yang di lilitkan di pinggangnya. Melihat pemandangan itu membuat jantung Ara deg degan, namun sebisa mungkin ia mengontrolnya. Ara pun segera mengambil handuk dan membawa baju ke kamar mandi. Arkan berniat mengoda istrinya karena ia tau kalau Ara saat ini tengah malu melihat dirinya.


"Ara, ucap Arkan sambil menarik tangan Ara."


Ara yang kaget reflek menjatuhkan handuk yang sedang di pegang nya, tapi dengan sigap Arkan menangkap handuk tersebut dari belakang, jadilah posisi Arkan dan Ara tak ada jarak lagi, mereka begitu dekat dan menempel, membuat Arkan merasakan sensasi lain ditubuhnya, begitu pun Ara ia dapat mencium aroma tubuh Arkan.


Ara membalik badannya menghadap Arkan dengan kesal dan juga gugup.


"kak, apa yang k....


Arkan tiba tiba mencium bibir Ara dan mengyesapnya dengan lembut serta mengigit sedikit bibir bawah Ara, Ara diam tak membalas ciuman Arkan karna ia masih terkejut dengan apa yang baru terjadi.


"mmmmhhh, suara Ara, Arkan pun melepaskan ciumannya kemudian berbisik lembut ditelinga Ara.


"bibirmu manis, aku gemas melihatnya, ucap Arkan dan langsung mencium pipi Ara.


Setelah sadar apa telah terjadi Ara pun segera lari kekamar mandi dan mengatur nafasnya. Sementara Arkan cekikikan melihat Ara, senyum tak pernah hilang diwajahnya saat mengingat ciuman nya dengan Ara, walau Ara tak membalasnya.


"astaga dia baru saja mengambil ciuman pertama ku, ucap Ara."


"ya Tuhan apa ia akan meminta hak nya malam ini, ucap Ara panik."


Huuff, Ara ingat pesan mamanya, bahwa ia tak boleh menolak saat suaminya meminta hak nya. Ara tak mau memikirkan apa yang sudah terjadi ia segera mandi dan tak lama Ara pun seger keluar dengan pakai lengkapnya.


Ara pun segera menuju meja riasnya, untuk merapikan rambut dan sedikit memoles wajahnya Arkan melihat Ara tersenyum ia merasa was was, ia ingat apa yang baru terjadi seketika wajahnya memerah.


"ada apa kak?, tanya nya, Arkan hanya menggeleng."


"aku keluar dulu kak mau menemui Ares, ucapnya ia merasa canggung padahal Arkan suaminya tapi setelah kejadian tadi ia merasa malu."


"ngak usah, sini temanin aku, lagian bentar lagi juga mau magrib, jawab Arkan dan langsung menarik tangan Ara menuju sofa. Ara hanya mengikuti Arkan dengan pasrah.


"Ar...bisa ngak kamu ikut lagi kekantor jadi sekretaris?."


Ara menoleh ke Arkan saat mendengar ucapan Arkan.


"maaf kak, aku ngak bisa aku mau dirumah saja, jika kakak izin kan aku ke cafe untuk setengah hari saja maka aku akan ke cafe, tapi jika tidak aku ngak akan pergi, aku ngak mau terlalu sibuk dan melupakan Ares, jawab nya.


Arkan menoleh ke arah Ara, ia melihat Ara begitu dekat dan mencari kebohongan Dimata Ara, namun ia tak menemukannya.


"ah, baiklah jika itu yang kau ingin kan, aku tak memaksa, jawabnya."


"makasih kak, atas pengertiannya."

__ADS_1


Tak lama azan magrib berkumandang mereka segera melaksanakan tugasnya sebagai seorang muslim, selesai sholat Ara mencium punggung tangan suaminya, begitu pun Arkan mencium kening Ara tapi kali ini ada bonusnya, Arkan mengecup singkat bibir Ara, sontak Ara kaget dan membulatkan matanya melihat apa yang sudah dilakukan oleh Arkan.


"kak...."


"udah jangan protes, itu akan berlaku setiap selesai sholat, ia ucapnya. dan langsung berdiri."


Ara langsung melongo melihat tingkah Arkan.


Seusai makan malam, Ares mengajak Ara keruangan keluarga untuk menemaninya. Mengerjakan tugas mewarnai buku gambarnya, Arkan pun segera menghampiri mereka berdua.


"apa Daddy boleh gabung?, Ares mengangguk.


"boleh Dad, jawabnya dengan senyum."


Arkan pun langsung duduk di sofa sambil melihat aktivitas istri dan putranya yang duduk di atas karpet yang lembut.


"Dad, panggil Ares."


"hm..ada apa."


"besok Ares mau mommy yang antar dan jemput Ares sekolah, boleh Dad?."


"boleh."


"yes, makasih Dad."


Ares pun sudah selesai membuat tugasnya ia segera menyimpan buku dan alat tulis kedalam tasnya, Ares segera menghampiri Ara dan meminta ciuman dari sang mommy, kemudian menghampiri Arkan dan melakukan hal yang sama, setelah itu ia beranjak pergi kekamarnya.


Setelah Ares pergi, Arkan mengajak Ara kekamar untuk beristirahat, Ara pun mengekor Arkan dari belakang. Ara segera menuju kamar Ares untuk melihatnya, tiba dikamar Ares ia melihat Ares baru keluar dari kamar mandi mengunakan baju piyama.


"sayang apa mau mommy temanin tidur?."


"boleh mom."


"ayo sini ucap Ara."


Ares pun segera menuju kasur dimana sang mommy sudah menunggunya, Ares pun segera merebahkan tubuhnya dan Ara pun mulai mengusap usap kepala Ares tak butuh waktu lama Ares pun terlelap, Ara segera menarik selimut untuk Ares agar ia terasa nyaman, lalu Ara mencium kening Ares.


"Selamat tidur sayang, ucap Ara."


Setelah menutup pintu kamar Ares Ara kembali kekamarnya, tiba dikamar ia melihat Arkan sudah berbaring di kasur. Ara segera mengambil baju piyama untuk Arkan dan meletakkannya di kasur, Ara pun segera berlalu kekamar mandi dan Menganti bajunya, setelah itu ia pun segera mengambil wudhu tak berapa menit Ara pun keluar dari kamar mandi, dan disusul Arkan.


Selesai melaksanakan sholat mereka langsung tidur, Ara agak merasa canggung karna malam ini mereka hanya berdua saja dikamar.


"tidurlah."


"hm..iya kak, jawab Ara."


Akhir mereka tidur dengan pikiran masing masing, tak lama Ara pun terlelap, Arkan yang belum bisa tidur ia pun menatap lekat wajah istrinya.


"selamat malam."


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Makasih yaa, yang sudah like dan juga komen.πŸ˜‰


Semoga kita sehat selalu, aammiin.


wasalam

__ADS_1


...πŸ’•πŸ’•πŸ’•...


__ADS_2