Mommy Ara

Mommy Ara
106. S2. Kabar Bahagia


__ADS_3

Usai sholat subuh Ares segera turun ke bawah dan melihat  mommy Ara berjalan menuju dapur.


“Mom, mommy,”


“Iya, ada apa nak?,”


“Abang mau nasi goreng seafood buatan mommy,”


“Baik lah mommy buatkan,”


Tiba tiba Ares merasa ada yang bergejolak di dalam perutnya saat mencium bau bawang putih yang di ulek oleh bik Wanti dengan cepat ia menuju dengan cepat ia menuju kamar mandi dan muntah.


Uweeekk.... uweeekk...


“Sayang kamu kenapa nak?,” Tanya Ara khawatir.


“Ngak tau mom, Abang ngak suka bau bawang putih itu,” ujarnya.


“huf, duduklah mommy ambilkan air hangat,”


“Ya mom,” jawab Ares sambil berjalan menuju ruang keluarga.


“Loh mas kamu kenapa,” tanya Ayesha saat melihat Ares rebahan di sofa ruang keluarga


“Aku mual mencium bau bawang putih,” ujarnya.


“Ini, minum dulu,” ucap Ara sambil menyodorkan air hangat pada Ares.


“Apa udah mendingan mas?,”


“Udah sayang,”


“Sebenarnya Ay mau kasih tau sesuatu,”


“Sesuatu apa nak,” tanya Ara yang khawatir mendengar ucapan Ayesha.


“Sebaiknya nanti aja lah om,”


“Apa ada yang serius nak,” tanya Ara yang masih penasaran.


“Serius banget malah mom,” jawab Ara dengan wajah sendu dan sedikit senyum kecil di sudut bibirnya.


“Ya sudah mommy panggil Daddy,”


“Eh...eh...jangan mom, nanti ajalah pas selesai sarapan pagi,” larang Ayesha sambil menahan tangan mommynya.


“Sebaiknya kita masak dulu mom buat sarapan pagi,” ajak Ayesha lagi.


“Huff, kamu ini, ya sudah ayo,”


“Mas, ngak apa Ay tinggal sebentar?,”


“Hm...ngak apa,”


“Ayo mom?,”


Ayesha mengajak Ara ke dapur dan meninggalkan Ares yang masih berbaring di atas sofa ruang keluarga. Hampir satu jam Ara dan menantunya sudah selesai menyiapkan sarapan pagi sesuai yang di minta Ares dan tak lupa tempura udang kesukaan azam.


Di meja makan semuanya makan dengan lahap. Usai makan Ara dan yang lain bersantai di ruang keluarga.


“Jadi apa Ay, yang ingin kamu kasih tau,” tanya Ara Tampa basa basi lagi Karna sedari tadi ia penasaran apa yang ingin di sampaikan Ayesha


Ayesha mengambil sesuatu dari dalam saku bajunya lalu memberikannya pada Ares.


“Ini mas,” ucapnya dan meletakan benda pipih itu di atas tangan Ares.


Dengan teliti Ares melihat benda itu seketika matanya membola, dan menatap Ayesha dengan mata yang berkaca kaca.


“Sayang ini benaran?,” tanyanya yang seakan belum percaya dengan apa yang dilihatnya. Sebagai jawaban Ayesha hanya mengangguk kecil.


“ Alhamdulillah, ya Allah, Mom, dad, ini,” ucapnya lalu memberikan alat tes kehamilan pada Ara.


“Ini,”


“Iya mom, untuk memastikannya nanti Ay akan ke rumah sakit sama mas Ares.


“Liat dad, sebentar lagi kita punya cucu,” ucap Ara dengan mata yang berbinar.

__ADS_1


Sementara Ares masih memeluk Ayesha dengan erat, Ayesha sendiri tak bisa lagi untuk tak menangis Karna saking bahagianya penantian yang hampir tiga tahun membuahkan hasil, ia melihat kebahagiaan di mata keluarganya, apalagi nanti mommynya dan daddynya serta bunda yang juga menunggu kabar bahagia ini seperti dirinya.


“Lebih baik kalian ke rumah sakit sekarang untuk memastikannya.


“iya mom,” jawab Ares cepat dan langsung mengajak Ayesha pergi ke rumah sakit.


Mobil yang di kendarai Ares sudah bergerak meninggalkan rumah orang tuannya, dengan kecepatan normal Ares melajukan mobil dengan perasaan bahagia hingga senyum manis tak pudar di sudut bibirnya.


“mas, akhirnya mahluk kecil itu hadir juga,” ucap Ayesha tiba tiba sambil mengelus perutnya.


“Iya sayang, aku sangat bahagia, akhirnya kesabaran kita berbuah manis juga,”


“Hm..., Alhamdulillah kita di beri juga ke percayaan oleh sang maha pencipta,”


Tak lama mereka tiba dirumah sakit, dengan langkah lebarnya Ares membawa Ayesha keruangan dokter kandungan. Karna masih pagi jadi mereka pasien pertama.


Tampa mengetuk pintu ia langsung masuk ke dalam ruangan itu.


“Selamat pagi tuan muda ada yang bisa kami bantu?,”


“tolong periksa istri saya dengan teliti,”


“mari nona, tuan silakan duduk,”


Ayesha dan Ares duduk di depan dokter tersebut.


“kapan terakhir datang bulan?,”


“sudah satu Minggu dok,”


“Baik, sekarang coba tes urine ya,”


“Ya dok,”


Ayesha segera ke kamar mandi dan mencoba lagi tes kehamilan itu, tak berapa lama menunggu ia pun keluar dari kamar mandi dan memberikan hasil tes itu pada dokter.


“Alhamdulillah, disini garisnya dua, untuk memastikannya silakan Nona berbaring,”


Ayesha berbaring di atas ranjang dan seorang perawat membantunya mengoleskan jel di perut bagian bawahnya.


“sekarang coba liat ke monitor,”


“Alhamdulillah, nona Ayesha hamil kembar tiga dan usianya sudah 5 Minggu,”


“Ti...tiga dok?,” tanya Ares.


“Iya, tuan muda,”


Tampa bertanya lagi Ares langsung sujud syukur atas Rahmad yang di berikan sang pencipta padanya, setelah bangun dari wujudnya ia segera mencium pipi Ayesha bertubi-tubi membuat sang dokter terharu Karna ia tau bagaimana perjuangan Ares dan Ayesha ingin mempunyai keturunan, segala upaya sudah di lekukannya hingga akhirnya buah kesabaran itu berbuah manis jua.


“apa ada keluhan non?,”


“Ngak ada dok,”


“Baik, saya akan kasih vitamin jangan di minum ya non, dan jangan terlalu kelelahan mengingat mereka ada tiga di sana, dengan umur yang masih 5 Minggu masih rentan,”


“baik dok,”


“beritahu yang lain, saya akan kasih bonus untuk semua karyawan di rumah sakit ini,” ujar Ares dengan senyum mengembang di bibirnya.


“Baik tuan muda nanti akan saya sampaikan,”


“Ya sudah kami pamit,”


Dengan perasaan yang tak dapat ia lukisan saat ini Ares selaku tersenyum, membuat Ayesha ikut tersenyum juga melihat tingkah suaminya itu, namun dalam hati ia juga amat sangat bersyukur Karna sudah di beri kepercayaan untuk menjaga tiga sekaligus buah cinta dengan Ares.


*


*


*


“Mom...mommy,” teriak Ares di depan pintu utama membuat semua orang berhamburan keluar, termasuk kedua orang tua Ayesha yang sudah tiba di rumahnya Karna Ara memberikan kabar bahagia padanya.


“Ada ap.....,”


Tampa menunggu Ara melanjutkan ucapannya ia lebih dulu memeluk Ara dengan Ares, dan tubuhnya sedikit bergetar.

__ADS_1


“Sayang kamu kenapa?,” tanya Ara.


“Ayesha mom,” ujarnya yang masih terisak.


“Abang, Ayesha kenapa jangan bikin mommy panik,”


“Ayesha positif hamil mom,”


“Alhamdulillah, jawab semuanya yang mendengar,” jawaban ares.


Miranda segera memeluk tubuh mungil putrinya, tangisan kebahagiaan menyelimuti ruangan itu.


Ares segera kembali pada Ayesha dan mengambil hasil USG dari dalam tas sang istri dan memberikannya pada Miranda. Sontak mata Miranda membola melihatnya dan menutup mulutnya.


“Ada apa mir,” tanya Ara.


Miranda memberikannya pada Ara.


“Alhamdulillah, ya Allah,” seru Ara.


“Dad, cucu cucu kita,” ujar Ara.


“Jadi kamu hamil kembar Ay?,”


“Iya mom,”


 “Wah, bakal semakin rame nih,” ujar putri yang antusias.


“Jadi, Abang kemaren ingin buah matoa itu karna ngidam, tanya putri.


“Mungkin,”


“Ya sudah sekarang mau apa mommy bikinin,” tanya Miranda.


“Ngak ada mom, coba tanya menantu mama, dia yang kebagian ngidamnya Ay ngak,” ujarnya cemberut.


Semuanya ketawa melihat Ayesha yang cemburu pada Ares yang ngidam.


“Belum giliran mu sayang, nanti juga kebagian Ares siap siap saja ntar ada kejutan kejutan dari bumil,” sahut Ara.


“Ares mau makan apa makan siang nanti?,”


“Mau hai kepala ikan yang besar tapi ada rasa asam dan pedasnya juga mom, trus lalapan nya juga,”


“Baiklah, ayo mir kita buat,”


Karna sudah masuk jam makan siang Ara dan Miranda masak makan siang untuk semuanya dan tak lupa makanan yang di minta Ares. Mama Ara mendengar kabar kehamilan Ayesha membuat ia menangis haru, dalam hati ia berdoa semoga masih bisa melihat anak dari Ares sampai ia lahir.


“Istirahatlah nak, jangan terlalu capek,”


“Iya Oma, Oma sehat terus ya hingga bisa bermain nanti sama anak Ay,”


“Doa in aja nak,”


“Ay, selalu doakan Oma, biar sehat selalu. Ay ke kamar ya oma,”


“Aammiin, Ya nak,”


Ayesha segera menuju kamarnya dan belum sempat ia menginjak anak tangga Ares sudah memanggilnya.


“Sayang, mau kemana?,”


“Ke kamar mas,”


“kamar kita sudah pindah ke bawah, aku ngak mau kelelahan menaiki anak tangga itu,”


“Yuk, kita istirahat.


“Hm...”disertai anggukan kecil dari Ayesha.


🍂 🍂 🍂 🍂 🍂


Jangan lupa like, komen dan gifnya ya, terima kasih banyak yang sudah Like dan komennya serta vote dan gifnya semoga masih bertahan hingga babnya berakhir.


Selamat menunaikan ibadah puasa, semoga bertahan hingga bedug.🙏


Wasalam....

__ADS_1


 


 


__ADS_2