Mommy Ara

Mommy Ara
89. S2. Memaafkan


__ADS_3

Mata Ayesha membola melihat siapa yang memanggilnya.


“Rere,”


Rere mendekati Ayesha.


“bisa kita bicara sebentar?,”


“Mau bicara apa?,”


“Lebih baik kita ngobrol di kafe sebelah,” ajak Rere.


“Ah baiklah, tapi tunggu sebentar yaa aku cari buku dulu ngak apa kan?,”


“Ngak masalah kok, aku akan tunggu di luar,”


Ayesha mengangguk lalu pergi mencari buku yang ia butuhkah.


Setelah kejadian di resto beberapa bulan lalu, papanya marah besar pada Rere atas sikap Rere yang merendahkan dan menghina seseorang dan saat itu juga lah ia tau kebenaran tentang dirinya.


Kilas balik.


Setelah kepergian papa Fahrul tak berapa lama Rere siuman dan melihat kedua orang tuanya, dan menatap sekeliling ia baru sadar kalau ia berada di ruang rawatan.


“Kau sudah sadar,” tanya papanya.


Rere tak menjawab tapi menangis.


“Apa yang sakit,” tanya mamanya.


Rere hanya menggelengkan kepalanya.


“Ya sudah istirahatlah Karna besok kau sudah boleh pulang,” ucap papanya.


Lagi lagi ia menganggukkan kepalanya.


Esok harinya.


Setelah pemeriksaan dari dokter, Rere di perbolehkan kan pulang selama dalam perjalanan tak satu pun yang berbicara hanya sebuah keheningan dari rumah sakit hingga tiba di rumah mewah milik Rere.


“Rere papa mau bicara pada mu,” ucap papanya tegas.


Ia sudah tau apa yang kan di bicarakan oleh papanya.


Mereka duduk di ruang keluarga beberapa saat hening, hingga papanya memulai pembicaraan.


“Apa yang kau lakukan di restoran kemaren siang?,”


Rere tak menjawab ia hanya menunduk.


“Jawab,” hardik papanya, ia kaget melihat papanya sangat marah selama ini ia tak pernah di marahi oleh papanya.


“Maaf kan Rere pa,” hanya itu yang mampu yang ia ucapkan.


“Maaf?, apa kata maaf mu itu mampu menutupi rasa malu papa pada tuan Joshua?, Apa kau tau anak yang selalu kau hina dan kau rendahkan itu putri dari Joshua Senjaya dan Miranda Amelia, papa kecewa sama kamu.


“tidak mungkin?, Ayesha anak panti yang kuliah di sana Karna bea siswa mana mungkin ia putri tuan Joshua?,” ucapnya.


“Ma, nyalakan teve,” ucap Gery pada sang istri.


Mama Rere pun menyalakan benda petak yang mengantung di dinding dan melihat berita tentang fakta yang di ungkapkan oleh Joshua.


“Kau liat, asal kau tau,” ucap papanya sambil menjeda nya ucapanya dan menatap sang istri, mama Rere yang paham pun hanya mengangguk.


“Asal kau tau, aku bukan papa kandungmu, aku menikahi mamamu saat kau berusia delapan bulan, Karna ayahmu sudah meninggal dunia Karna kecelakaan, aku juga pernah menikah tapi tak bertahan lama, hingga akhirnya aku menikahi Karyawan ku sendiri.


Dulu mama mu seorang manajer ke jangan di perusahaan ku, ia pintar jujur dan ramah, Karna sikapnya itulah aku suka padanya, lalu memperkenalkan nya pada kedua orang tua ku mereka begitu menyayangi, seperti cucunya sendiri, sampai dua adik mu lahir mereka tak pernah membedakan mu hingga sekarang, tapi mereka sama seperti ku melihat sikapmu yang sekarang, jadi aku harap kau bisa merubah sifat buruk mu itu, demi kebaikan mu.


Rere hanya mampu menangis mendengar kebenaran yang di beberkan papanya.

__ADS_1


“Maaf kan Rere pa, Rere berjanji tidak akan mengulangi nya lagi, demi papa dan mama Rere akan berubah menjadi yang lebih baik,”


“Papa pegang kata kata mu, besok pergilah kerumah nenek dan kakek mereka kecewa pada mu, dan mintak maaf lah padanya, dan juga mintak maaf lah pada putri tuan Joshua,”


“Ya pa, akan Rere lakukan asal papa mau memaafkan Rere,”


“Ya sudah istirahatlah, kamu masih belum sehat betul,”


“ya pa,”


Kembali ke cerita.


Setelah dapat apa yang di inginkan Ayesha segera membayarnya, dalam hati ia bertanya tanya apa yang ingin Rere bicarakan dengannya, tiba di depan ia melihat Rere yang sudah berdiri sambil tersenyum.


“Maaf ya kau menunggu lama,”


“Ngak masalah kok, ya sudah kita ke kafe sebelah yuk,”


“Ngak usah, disini saja lah aku ngak bisa lama Karna tugas kuliah ku masih banyak,”


“Ay, aku mau mintak maaf sama Lo atas semua yang sudah aku lakukan, sudah lama aku mau ngomong tapi Karna kesibukan kuliah aku ngak ada waktu”


“gue udah maafin Lo jauh sebelum Lo mintak maaf, tapi gue harap Lo sebaiknya jangan pernah lagi menilai seseorang dari sampulnya aja, belajarlah dari pengalaman Karna itu adalah guru yang paling berharga,”


“Ya, gue udah berubah kok, Karna gue tak lebih baik dari Lo,”


“Maksud Lo?,”


“Maafin gue ngak bisa cerita itu masalah pribadi gue,”


“oh ya udah, semoga Lo benaran berubah dan lebih baik lagi ke depannya, ya sudah gue mau pulang,”


“Ya, makasih ya Karna udah memaafkan gue,”


“ya,”


🍂🍂🍂


Ayesha melihat jam yang melingkar di tangannya ternyata sudah hampir siang ia memutuskan untuk ke kantor Ares, sekalian membawakan makan siang, tapi ia mengirim pesan pada sang mommy agar ia tak khawatir. Setelah itu ia berhenti di depan sebuah restoran dan memesan makanan tak lama menunggu pesannya datang lalu membayarnya setelah itu ia menuju kantor sang suami.


Tak berapa lama mereka sudah tiba di depan kantor sambil menenteng makanan, Ayesha melangkah masuk kedalam gedung tersebut dan segera menuju ruangan sang pujaan hati.


Tok..tok...


“Masuk,” jawaban dari dalam.


Ayesha segera mendorong pintu pelan lalu melihat sang suami masih berkutat dengan benda petak yang ada di depannya.


“Mas,” panggilnya.


Seketika Ares mendongak dan melihat Ayesha sudah berdiri di depannya sambil menenteng makanan.


“Sayang,”


“Yuk makan siang dulu aku lapar nih,”


Dengan langkah lebar Ares menghampiri sang istri, yang berjalan menuju sofa, lalu membuka kotak makanan yang ia bawa tadi.


Cup, mendekat di pipinya Tampa hambatan.


“Dari mana sih tadi?,”


“Dari toko buku mas, Karna udah siang makanya ay langsung kesini sekalian makan siang bareng,”


“Oh, udah dapat bukunya?,”


“Udah, habis makan siang ay langsung pulang yaa, mau lanjutin ngerjain tugas,”


“Hari aku ngak lembur kok nanti sore udah tiba di rumah,”

__ADS_1


“Ya, kalau masih ada kerjaan mending bawa pulang aja kalau bisa,”


“Iya sayang,” cup kecupan Ares mendarat di bibir Ayesha.


Cup, Ayesha juga mengecup singkat bibir Ares,”


“ya udah yuk makan,”


“Suapi,” pintanya.


“Manja amat sih mas,”


Ares hanya nyengir, tapi Ayesha tetap menyuapi si pemilik hati. Hingga makanan tersebut kandas tak tersisa.


Usai membersihkan sisa makanan di meja Ayesha melangkah menuju kursi dimana Ares duduk sambil mengerjakan pekerjaannya.


“Mas, ay pulang ya,”


Ares menarik tangan Ayesha lalu hingga sang istri duduk di pangkuannya.


“Sini aja temani aku kita pulang bareng,”


“Ay mau ngerjain tugas mas biar cepat selesainya,” ucapnya sambil merapikan rambut Ares dengan tangannya lalu meraba pipi sang suami.


Cup, Ayesha mengecup singkat bibir Ares.


“Itu kecupan penyemangat,” ucapnya lalu tersenyum.


“Nakal,” ucap Ares sambil mencolek hidung Ayesha.


Ares tak mungkin melewatkan ke sempat yang sedekat ini, Tampa menunggu lama Ares langsung mencium bibir Ayesha dan menyesap manisnya bibir ranum yang lembut itu dengan durasi lama mereka sama menyalurkan rasa cinta di antara mereka.


Dika yang tak ada akhlak menerobos masuk keruangan Ares dalam kondisi yang tak tepat.


“bo...s,” ucapnya tergagap,”


Dengan cepat Ayesha membenam kan wajahnya di di dada bidang Ares Karna malu sama Dika.


“ais, bisa ketuk pintu dulu ngak sih?,”


“Maaf bos, permisi,” ucap Dika langsung pergi dari ruangan Ares.


“Ay balik ya,” ucapnya masih menunduk Karna masih malu menatap Ares dengan wajah yang masih merona,”


“Yakin ngak disini aja temani aku?,”


“Yang ada ay nanti yang mas kerjai,” ucapnya.


“Hahahaha, ya udah tiati di jalan aku usaha in nanti pulang cepat nanti,”


“hm,” Ayesha bangun dari pangkuan Ares lalu berjalan mengambil tasnya yang ada di sofa.


Ares mengantar sang istri sampai loby kantor setelah Ayesha masuk ke mobil ia kembali ke ruangannya lalu berusaha menyudahi pekerjaannya dengan cepat, agar bisa kumpul dengan keluarganya.


🍂🍂🍂  


Jangan lupa like dan komen serta hadiahnya.


Makasih yang udah like serta komen dan juga hadiahnya.


Happy New year 2022🎆🎉


 


Wasalam.💞💞💞


 


 

__ADS_1


__ADS_2