
Saat Ares dan Arkan lagi menikmati sarapan pagi dikamar, tiba tiba Ara bangun.
"hueekkk....Ara segera menutup mulutnya, rasanya ia ingin memuntahkan sesuatu.
"Araa, teriak Arkan yang panik melihat istrinya muntah lagi, Arkan sangat khawatir akan kondisi istrinya.
Ara masih belum menjawab teriakan suaminya ia masih menutup mulutnya dengan tangan, rasa mual dan pusing tiba tiba saja menyerangnya pagi ini.
"mas, aku mual dan pusing lagi, jawabnya."
Ara segera berlari kekamar mandi dan muntah yang semakin menjadi jadi, tapi tak ada isi perut yang ia muntah kan itu membuat Ara semakin lemas dan pusing.
"Ara sekarang kita kerumah sakit, aku ngak mau kamu kenapa napa."
"ngak mau mas, aku istirahat saja."
"tapi kamu lagi sakit, kita berangkat sekarang, Ara menggeleng."
"kamu yakin? ngak mau kerumah sakit."
"iya mas."
Dengan terpaksa Arkan mengiyakan penolakan Ara, ia menggengam tangan Ara, lalu menuntunnya sampai keranjang.
"istirahatlah, jika masih pusing dan mual lagi kita kerumah sakit, Ara mengangguk."
"mom hiks...hiks..., jangan sakit, ucapnya."
Sambil menangis yang tak bisa kuasa menahan tangisnya sedari tadi melihat Ara mual mual terus.
Arkan mengangkat Ares di dudukannya di atas pengakuannya.
"jangan menangis."
"tapi mommy sakit Dad."
Arkan menghapus air mata yang terus mengalir di pipi mulusnya yang caby tersebut.
"iya, tapi jangan menangis lihat tu mommy udah ngak apa apa."
Ares menoleh dan melihat Ara senyum padanya, Ara merasakan kehangatan dihatinya, melihat Ares peduli dan khawatir padanya.
"mommy harus sembuh, Ares ngak mau lihat mommy seperti tadi, ucapnya sambil memegang tangan Ara, Ara mengangguk."
"mommy udah ngak apa apa kok, masa anak tampan mommy cengeng, ucap Ara sambil senyum."
"Ares ngak nangis lagi, jawabnya sambil membalas senyum Ara, dan menghapus air matanya, Ara pun langsung mengusap kepalanya."
"Dad, Ares mau tidur dengan mommy."
"disini saja, jangan ganggu mommy?"
"Ares ngak ganggu kok Dad, Ares mau temanin mommy."
"ngak apa apa mas, sini sama mommy."
Ares turun dari pangkuan Arkan dan langsung tidur disamping Ara, dan memeluk Ara dengan erat, Ara membalas pelukan hangat dari Ares, Arkan melihat istri dan anaknya saling berpelukan rasanya ia ingin ikut memeluk mereka berdua untuk memberikan kehangatan.
"hueeek...hueeeek...Ares terkejut melihat Ara kembali mual, dengan sigap tangan mungilnya langsung memijat tengkuk Ara dengan pelan.
"mual lagi?
"iya mas, tapi ngak ada yang mau di muntah kan."
"kita harus periksa ke dokter sekarang."
Arkan segera membawa istrinya kerumah sakit untuk memastikan ucapan dokter Mirdan, tiba dirumah sakit ia langsung membawa Ara keruangan dokter kandungan.
"loh mas, kok ke dokter kandungan?."
__ADS_1
"tadi dr.Mirdan datang memeriksa mu, ia bilang kalau kamu lagi hamil sayang jadi untuk memastikannya kita periksa disini ya."
"tapi mas, ucap Ara menggantung seketika ia ingat terakhir datang bulan."
"ya Allah, apa iya aku hamil bagaimana kalau tidak?, gumam Ara dalam hati, ia merasa gugup dan takut mengecewakan Arkan.
Arkan meraih tangan Ara dan mengulas senyum, ia tau apa yang Ara pikirkan. Mereka terus berjalan Hinga tiba di depan pintu ruangan dokter tersebut, Ara menahan tangan Arkan karna iya masih ragu untuk masuk kedalam.
"mas, aku takut mengecewakan mu."
"sayang percayalah, aku tak akan merasa kecewa seandainya babynya belum ada disini, ucap Arkan sambil mengusap perut Ara."
Ara mengangguk lalu tersenyum ada perasaan tenang setelah mendengar jawaban Arkan.
Tiba diruangan dokter tersebut Ara pun disuruh berbaring, dokter sebut mengulas senyum usai memeriksa Ara.
"selamat ya nona, anda hamil usia kandungan anda 4 Minggu, ucap dokter."
"benaran dok, ucap Ara."
Dokter sebut mengangguk kan kepalanya.
"iya non."
"Alhamdulillah, jawab Arkan dan Ara."
"iya pak, dan tolong perhatian lebih pada istrinya karna mood ibu hamil sering kali berubah ubah, harap bapak sabar menghadapinya."
"iya dok, saya akan menjaganya dengan baik."
"saya akan berikan vitamin dan diminum secara teratur ya non, agar kandungannya sehat selalu, ucap dokter. Ara pun mengangguk."
"terimakasih dok, jawab Ara."
Selesai pemeriksaan mereka segera meningalkan rumah sakit, tiba di mobil Ares yang sedari tadi penasaran dengan kata hamil akhirnya bertanya juga.
"mom, Dad..hamil itu apa?."
"benarkah?, yeeeee Ares punya adik, soraknya yang terdengar sangat gembira."
Ara dan Arkan tersenyum melihat Ares yang merasa senang mendengar kalau ia akan punya adik.
"mom, Ares duduk dibelakang aja?."
"kenapa, tanya Ara."
"nanti dedeknya kejepit kalau Ares duduk di pangkuan mommy, jawabnya."
Ara tersenyum lalu ia mengangguk.
"anak pintar, puji Arkan."
Ares pun langsung pindah ke bangku belakang.
"kamu mu makan apa?."
"aku mu gado gado mas."
"oke ayo kita cari, jawab Arkan."
"di dekat kampus xxx mas."
"oke jawab Arkan."
Arkan pun segera menuju kampus xxx, kampus dimana Ara dulu kuliah disana, bersama Mita. Gado gado favoritnya bersama Mita, tak lama mereka pun tiba didepan kampus dan melihat pedagang gado gado yang tak jauh dari gerbang kampus, Ara pun segera turun dan membelinya 3 porsi.
"Araa, teriak seseorang dari belakang, Ara pun langsung menoleh dan melihat orang yang manggilnya, ternyata orang yang selalu sirik padanya."
"iya, ada apa jawab Ara dengan sopan."
__ADS_1
"masih doyan aja Lo, makan gado gado?."
"kenapa emang ada yang salah?."
"salah sih ngak, cuma dari dulu sampai sekarang tu selera Lo ngak pernah berubah."
"terserah gue dong, orang aku suka, jawab Ara."
"yaa emang kalau orang miskin gitu, Ara tersenyum mendengar."
"sayang..udah apa belom, ucap Arkan yang turun dari mobil yang tak jauh dari penjual gado gado."
Seketika teman Ara yang menghina Ara tadi di buat kaget, siapa orang yang memangil Ara dengan sebutan sayang, siapa yang tak kenal dengan Arkan Alfarizi Loghan.
"udah kok mas, aku duluan yaa, ucap Ara pada temannya yang sombong itu."
ia tak menjawab, entah apa yang dipikirkannya, tapi mata nya tak berkedip saat melihat Ara pergi dengan Arkan menuju mobil mewah.
Tiba dirumah Ara langsung memindahkan gado gado kedalam piring dan memberikannya pada Arkan dan juga Ares, mereka langsung melahap gado gado itu, tak lama kemudian gado gado tersebut langsung ludes, setelah itu Ara pun meminum vitamin yang diberikan oleh dokter tadi, dan ia pun memutuskan untuk beristirahat dikamar.
Tiba dikamar Ara naik ke atas ranjang, ia merasa mual jika tak rebahan. Arkan pun ikut naik dan duduk di samping Ara, melihat Arkan duduk disampingnya Ara langsung tidur di atas paha Arkan, dan menatap wajah tampan suaminya sebentar, lalu ia memejamkan matanya. Arkan mengusap kepala Ara dengan lembut dan mengelus rambut panjang istrinya.
"sayang, apa masih pusing dan mual?."
"udah ngak pusing mas, tapi kalau duduk aku mual mas."
"ya udah istirahatlah."
"ya mas, jangan pergi mas?."
"aku akan temani kamu disini, jawabnya sambil mencium pipi Ara."
Ara tersenyum lalu mengangguk.
Arkan menemani istrinya, sesekali tangannya mengelus perut Ara yang rata, membuat Ara menahan rasa geli atas tindakan yang dilakukan oleh Arkan.
"mas..geli, ucapnya sambil menepis tangan Arkan. Arkan terkekeh melihat istrinya."
"ya,maaf sayang."
Arkan merubah posisinya ia rebahan di samping Ara, dan membawa Ara kedalam pelukannya, Ara pun menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya, Aroma parfum Arkan menenangkan nya, ia tak mual jika mencium aroma parfum Arkan, tak lama Arkan mendengar dengkuran halus dari sang istri pertanda ia sudah terlelap.
Arkan turun kebawah untuk melihat sang putra yang sedang bermain dengan baik Sumi, ia melihat putranya sedang asik dengan bik Sumi, lalu ia menghampirinya.
"lagi apa sih hm, ucap Arkan."
"lagi main Dad."mommy mana Dad?."
"mommy lagi istirahat, kita main disini saja yaa, Ares mengangguk cepat."
ayah dan anak itu bermain bersama sampai Ares kelelahan, Arkan melihat putra nya sesekali menguap, Arkan pun membawa Ares kekamarnya, tiba dikamar Ares Arkan menemani putra nya tidur Hinga ia terlelap, setelah itu ia kembali kekamarnya dan melihat Ara masih lelap dengan nyenyak nya, Arkan pun ikut membaringkan tubuhnya di samping istrinya.
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
Terimakasih yang sudah meningalkan jejaknya, dan jangan lupa kasih semangat terus yaa buat Author cukup dengan.
π Like
π Vote
π Rate bintang limanya
π serta komen yang mendukung.
Bagi yang mampir tapi tak menetap mohon tinggalkan jejaknyaππ
Marhaban Yaa Ramadhan, Author mau ngucapin selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan, jika ada salah dan khilaf dalam penyampaian mohon dimaafkan, karna kita tak luput dari kesalahan dan khilaf.
Wasalam
__ADS_1
...πππ...