
Beberapa hari setelah mereka Diner malam ini adalah acara pertunangan antara Ares dan Ayesha yang di hadiri oleh keluarga saja, dari pihak Ares semua keluarga besarnya turut hadir di acara tersebut, sedangkan dari pihak Ayesha, juga hadir bundanya yang sudah tiba di rumah Joshua sehari sebelumnya Karna paksaan dari Ayesha serta sahabat satu satunya siapa lagi kalau bukan Nayra.
“bun, kenapa sedih?,” tanya Ayesha saat melihat mata bunda Afifah sudah berkaca kaca.
“Hihihi, tangis bahagia sayang, bunda bahagia melihat kamu sudah tumbuh menjadi anak yang baik dan cerdas serta sudah di pertemukan dengan keluargamu dan sebentar lagi putri kecil bunda juga akan menikah semoga bahagia selalu nak,”
“berbaktilah pada kedua orang tua mu, jangan lupa kan dia setelah kamu menikah, padahal dia baru merasakan bahagia bertemu denganmu,”
Ayesha berjalan ke arah bunda nya dan merebahkan kepalanya di paha sang bunda, Afifah langsung mengelus kepala Ayesha.
“Insya Allah setelah menikah Ayesha akan tetap tinggal di sini bunda, mengingat mommy yang masih rindu sama ay, semoga saja suami ay ngak menolak untuk masih tinggal dirumah ini.
“Bicarakan dengan nya baik baik nak, jika ia tak mau maka kamu harus ikut perintah suami selagi itu baik, Karna ia ladang pahala mu setelah menikah,”
“Ya bunda,”
“Ya sudah ngak usah sedih lagi, cepatlah berias sebelum calon mempelainya datang, masa iya kamu keluar dengan dandanan seperti ini, nanti dia kabur loh.
“Ais bunda mah gitu,” ucapnya sedikit cemberut.
“Hahaha, bunda keluar dulu ya, mau bantu mommy mu,”
“temani ay disini aja Bun,"
"bunda ngak enak sama mommy mu sayang,"
"ya udah kalau bunda maunya gitu,"
Bunda Afifah keluar dari kamar Ayesha segera menuju ke dapur dan melihat Miranda yang sibuk menyiapkan hidangan dengan dua asisten rumah tangga dengan langkah cepat Afifah pun ikut membantu.
“ngak usah buk, biar kami aja yang kerjakan,” ucap bik ana.
“ngak apa bik biar saya ikut bantu,”
“Loh, buk bukannya tadi di kamar sama Ayesha, kok disini?,”
“Hihihi, sengaja nak bosan, lagian Ayesha udah mau siap siap,"
“Udah ngak usah buk, mending ibuk ke depan temani Azam sama Randi, dari pada nanti di sini kelelahan,” sergah Miranda yang melihat bunda Afifah yang ikut terjun ke dapur.
"ngak apalah, ibu bantu yang ringan aja,"
"ngak usah buk,"
“Benar nih, ngak mau ibu ikut bantu,”
“benar buk,”
__ADS_1
“ ya sudah ibu ke depan dulu,”
“Nah itu lebih baik,” jawab Miranda sambil senyum.
Bunda Afifah sudah berumur 57 tahun, sedangkan Miranda berumur 42, ia menghormati bunda Afifah seperti orang tuanya sendiri begitu juga dengan Joshua.
Sementara Ayesha masih berhias di kamar yang dibantu oleh MUA, Ditemani oleh Nayra.
"teman gue satu satu udah soul out,"
"Lo kira gua apaan, soul out?, kita masih bisa berteman Nay, ngak usah sedih juga,"
"iya, tapi waktu kita ngak bisa sebebas dulu lagi,"
"hihihi, iya juga ya,"
"baiknya Lo cari pasangan juga Nay?,"
"Ais, cari dimana?,"
"di moll kek, di pasar loak kek,"
bug....
Nayra memukul lengan Ayesha, merasa kesal mendengar jawabannya.
Nayra mendengus kesal mendengar ejekan dari Ayesha.
"ay, putra Lo tampan banget, gue bawa pulang boleh ya,"
"ngak,"
"pinjam dua hari doang,"
"Lo kira barang di pinjam,"
"hahahaha, Mak nya marah,"
"sudah selesai, ucap MUA.
"wah ay, Lo tambah cantik,"
"masa sih,"
"coba berdiri di depan cermin,"
"astaga, ini benaran gue Nay,"
__ADS_1
"gue juga ragu ay,"
"hahahaha,"
ceklek, saat mereka tertawa pintu kamar Ayesha di buka oleh dua orang yang di sayang oleh Ayesha.
"wah, putri kita cantik banget buk," ucap Miranda.
"iya, ibu jadi lupa,"
"mom, Bun,"
Miranda dan bunda Afifah segera berjalan dan menghampiri Ayesha, Tampa menunggu lama Miranda segera berhamburan memeluk tubuh mungil Ayesha, ia tak menyangka putrinya akan menikah secepat ini padahal rasa rindunya yang selama ini ia rasakan belum lepas sepenuhnya, arus kah ia bersedih atau bahagia, sedangkan dirinya masih ingin bersama dengan putrinya Karna baru di pertemukan kembali setelah sekian tahun.
"mom," Ayesha merasakan punggungnya basah, dan tubuh mommy nya bergetar.
"sayang, maaf kan mommy, mommy hanya takut kehilangan diri mu lagi,"
"mom, ay ngak akan pergi kemana mana, ay masih di sini dan tetap putri mommy dan itu tak akan berubah,"
"tapi sayang...,"
"percaya lah mom, ay akan tetap tinggal di sini, Karna ay juga masih rindukan sama mommy,"
"benarkah nak, ku tak akan meninggalkan mommy lagi," dengan cepat Ayesha menggelengkan kepalanya.
Ayesha sudah tau cerita tentang mommy nya yang mengalami depresi setelah dirinya hilang, Daddy-nya lah menceritakan semua itu pada dirinya, dan alasan ini lah ia akan meminta pada Ares nanti untuk tetap dirumah ini setelah mereka menikah, Ayesha hanya berharap agar Ares bisa memahami keadaan mommy nya nanti.
🍂🍂🍂🍂🍂
Halo semua, terima kasih ya yang udah kasih vote dan hadiah serta like dan komen.
yok lah ramaikan lagi kolom komen dan like nya. Yang sudah mampir tapi tak meningalkan jejak mohon jempolnya di lentur kan yaa.🤭🤣
Jangan lupa ikuti juga kisahnya yaa.🤗😅
__ADS_1