
Setelah enam belas jam mengudara kini mereka telah tiba di bandara internasional Soekarno Hatta, Ares yang sudah mengabari Dika sebelumnya untuk menjemput dirinya dan juga sang istri. setelah Ares dan Ayesha turun dari pesawat kini mereka di sambut oleh Dika.
“Selamat datang kembali bos,”
“Ya makasih dik, tolong bawakan koper kita yaa,”
“Ya bos,”
Tiba di mobil pasangan halal itu segera masuk dan tak lupa memasukkan semua barang bawaan oleh Dika.
“Langsung ke rumah Ayesha ya dik,”
“Siap bos,”
Dika melajukan mobil menuju rumah Ayesha yang jaraknya hanya sekitar tiga puluh menit dari bandara, Ayesha melihat jam yang melingkar di tanggangnya ternyata jam setengah dua dini hari, huff helaan nafas lelahnya lalu merebahkan kepalanya di bahu Ares tak lama ia terlelap.
Tiba di kediaman Joshua.
Tiiinnnn, Dika membunyikan klakson mobil lalu satpam pun melihat siapa yang datang tengah malam begini pikirnya.
Ares menurunkan kaca mobil dan menyemburkan kepalanya keluar.
“Pak tolong buka in pagarnya,” seru Ares,”
“Oalah den Ares toh, iya den tunggu sebentar,”
Setelah pagar di buka Dika melajukan mobil hingga ke depan teras rumah, Ares segera mengendong Ayesha sampai ke kamar setelah pintu di buka bik Ana, yang di bangun oleh pak satpam.
Tiba di kamar ia membaringkan Ayesha dengan sangat hati hati agar tak terbangun, lalu ia keluar dan mengatakan sama bik Ana kalau kedatangannya jangan di beritahu dulu sama mommy dan Daddy, agar menjadi kejutan besok pagi, bik Ana hanya mengangguk setuju, Ares membawa semua barang mereka ke kamar agar tak ada yang tau kalau mereka sudah pulang.
Usai membersihkan tubuhnya Ares segera berbaring di samping Ayesha lalu memeluk istri kecilnya itu, tak lama ia pun terlelap.
🍂🍂🍂
Pagi hari.
Usai mandi Ayesha segera mengambil wudhu setelah itu keluar dari kamar mandi dan melihat Ares yang sudah siap dengan baju Koko serta sarung yang sudah di sediakannya dengan segera ia memakai mukenanya. Lalu mereka mengerjakan sholat subuh bersama.
Selesai sholat Ayesha merapikan kembali peralatan sholat tersebut lalu berjalan ke lemari untuk mengambil baju santai untuk dirinya.
“Mas, kerja hari ini?,”
“Ngak sayang, besok mungkin iya, hari ini mas mau istirahat aja di rumah,”
“Oh, ay liat Azam dulu ya, mau bawa ke sini,”
“Hm, ya,”
“mas, mau minum apa pagi ini?,”
“Sini mas kasih tau,”
Ayesha pun segera mendekat dan duduk di samping Ares.
Ares langsung menyasap lembut bibir mungil yang kini jadi candu baginya.
“Itu lebih manis dari apa pun,” ucapnya.
“Dasar modus,” jawab Ayesha lalu keluar dari kamar dan masuk ke kamar Azam, Ares terkekeh melihat tingkah Ayesha.
Ia melihat balita itu masih tidur di temani boneka beruang yang menjadi teman tidurnya, Ayesha menggeser boneka itu lalu mengendong Azam dan membawanya ke kamar.
Tiba di kamar ia langsung mencium pipi Azam bertubi tubi.
“Hiks....hiks...mi...Mimi....,”
“Nah bangun kan, hehehe sini sama Mimi.
Azam yang melihat Ayesha ada di depannya langsung berdiri dan berhamburan ke dalam pelukan Ayesha.
“mimi...
“Apa sayang,”
“Sama papa kangen ngak,”
“pa...
Azam hanya mencium pipi Ares dan kembali ke dalam pelukan Ayesha.
“susu mi,”
“Ah baiklah, tunggu dengan papa yaa, Mimi buatkan susunya,”
Azam menganggukkan kepalanya lalu beralih ke pengakuan Ares.
“Anak pintar, cup,” Ayesha mencium pipi Azam.
“Papanya ngak di cium sayang,”
“cup, udah kan,”
“Hihihihihi,
Ayesha melangkah ke dapur untuk mencuci DOT Azam sekalian membuatkan susu untuk Azam dan susu coklat hangat untuk Ares. Tak lama ia kembali ke kamar, setelah meletakan minuman untuk Ares di atas nakas lalu memberikan DOT pada Azam, dan setelah itu menyiapkan air mandi untuk putra kecilnya.
__ADS_1
“Eh, masih belum selesai minum dotnya?,”
Ayesha kembali ke kamar Azam untuk mengambil baju yang akan di pakai Azam setelah mandi.
“mimi,”
“Udah selesai, yuk mandi dulu, habis itu kita sarapan yaa,” yang di jawab anggukan oleh Azam.
Ayesha segera mengendong pria kecil yang tampan itu selalu bikin gemes melihat tingkah lucunya.
“Mas, aku mandiin Azam bentar yaa,”
“ya,”
Selesai memandikan Azam tak lupa Ayesha memakaikan bajunya pria kecil itu setelah seluruh tubuhnya di olesi minyak telon.
“Wah, gantengnya anak Mimi, wangi lagi,” puji Ara.
“Sini sama papa, kita keluar yuk,”
“Yuk lah,”
Ares mengendong Azam keluar dari kamar dan tangan sebelah kanannya memegang tangan Ayesha, mereka berjalan menuruni anak tangga hingga tiba di lantai dasar lalu menuju ruang makan, disana sudah ada Daddy dan mommynya.
“Dad, tunggu bentar ya, aku mau lihat Azam,” ucap Miranda.
“Ya mom,”
“Selamat pagi mom, dad,” sapa Ares dan Ayesha.
“Pag....., Astaga ini benaran kalian,” tanya Miranda yang belum yakin jika itu putri dan mantunya.
“Ya iya lah mom, gimana sih ah,” jawabnya lalu berhamburan ke pelukan Miranda.
“Pagi dad, sapa Ares sambil menyalami mertuanya,”
“pagi, kok udah balik aja?,” tanya Joshua.
“Putri Daddy kangen sama mommynya trus sama Azam nih, subuh udah di bangunin Azam saking rindunya,” ucap Ares.
“Hahahaha, ya maklum aja lah res,”
“Hahahaha, iya dad,”
“Nyampe jam berapa?,”
“kurang lebih jam dua mom,” jawab Ares.
“Aku ngak tau mom, soalnya pas bangun udah di kasur aja,” jawab Ayesha lalu tersenyum
“Ya iya lah orang kamu tidur dari bandara ke rumah,” jawab Ares.
“jadi cucu nenek udah mandi nih,”
“Udah nek,” jawabnya.
“Wah Pantesan tampan kek papanya,” puji Miranda.
Azam hanya nyengir melihatkan deretan gigi susunya.
“Ya udah kita sarapan dulu, habis itu baru lanjut lagi ngobrolnya,” ucap Joshua.
“Emang Daddy ngak ke kantor?,” tanya Ayesha.
“Ke kantor dong sayang, Cuma nanti jam sembilan an lah,'
“Oh,”
“Mas, sini in Azamnya, biar aku yang suapi,” ucap Ayesha setelah mengambilkan Ares nasi goreng seafood lalu meletakkan di depannya, tak lupa segelas air putih.
Ares pun menyerahkan Azam pada Ayesha setelah itu menikmati sarapannya.
“Kak, ada beli oleh oleh buat aku ngak, tanya Randi,”
“Astaga Kaka lupa Ren,” jawabnya dengan wajah pura pura panik,”
“ya udah kalau Kaka lupa,” jawabnya santai.
“Benaran kamu ngak marah nih,”
“Ngak lah, masa gitu aja marah, yang penting Kaka dan Abang udah balik dengan selamat itu udah lebih dari oleh oleh buat aku,” jawabnya.
“Wah manisnya katamu, bikin Kaka terharu,” jawab Ayesha lalu memeluk Rendi.
Joshua dan Miranda saling melempar senyum melihat anak yang saling menyayangi satu sama lain.
Selesai makan mereka santai di ruangan keluarga, kecuali Randi Karna ia sudah di antar sopir ke sekolah.
“gimana jalan jalannya, puas ngak?,” tanya Joshua.
“Lumayan dad,” Jawab Ayesha.
“Daddy dan mommy tunggu bentar yaa, ada oleh oleh buat Daddy,” sambung nya lagi.
Ayesha segera beranjak dari tempat duduknya dan menuju kamar tiba di kamar ia mengambil tiga paperbeg satu lagi untuk putra kecilnya.
__ADS_1
Lalu ia kembali ke ruang keluarga.
“Ini dad, semoga Daddy suka ya, dan ini untuk mommy semoga mommy suka juga ya,”
“wah, bagus sekali jamnya, makasih ya,” ucap Joshua dan langsung memakainya.
“Alhamdulillah kalau Daddy suka,”
“mommy juga suka model dan warnanya tasnya,”
“Benaran mom?,”
“Iya sayang,”
“Dan ini untuk putra kecil mimi,” ucap Ara sambil memberikan paperbeg pada Azam.
Bibir Azam yang manyun saat membuka paperbeg itu yang bikin gemas siapa saja yang melihatnya.
“lobot,” ucapnya.
“Iya, itu robot papa yang beli in,”
“Sini papa tunjukan cara hidupinnya.
Ares mengeser tombol yang ada di belakang robot tersebut lalu meletakkannya di lantai, alhasil robot itu berjalan menyerupai manusia, Azam yang takut membuat mereka tertawa melihat ekspresi wajah Azam.
“Mimi...huaa....huaaa, suara cempreng nangis Karna takut,”
“Kenapa nangis takut ya?,” tanya Ares. Azam hanya mengangguk.
Ares segera mengambil robot tersebut dan menggeser ya ke of, setelah robot itu of, ia mendekat ke azam.
“Coba Azam geser ini,” tunjuknya pada alat pengendali robot tersebut.
Dengan patuhnya Azam pun menuruti perintah Ares, saat tombol of di geser ke on otomatis robot itu bergerak gerak hingga membuat Azam memekik ke takutan lalu mendorong robot tersebut.
“udah mas ngak usah di paksa, nanti dia trauma loh,”
“Hm, ya udah simpan aja dulu, jika udah ngak takut lagi baru kasih ke dia,"
“Ya benar dad, jawab Ares.
“Daddy ke kantor dulu,”
“Ya dad hati hati di jalan, ucap Ayesha.
Miranda mengikuti suaminya hingga ke depan mobil.
“temani Daddy yuk mom,”
“Bukannya Daddy meeting di luar ya?,”
“Iya maka dari itu Daddy ajak mommy, habis itu kita cara berdua mom,” ucapnya sambil mengedipkan matanya.
“Ya baiklah, mommy ambil tas bentar,”
Miranda segera mengambil tas yang berikan oleh Ayesha lalu memasukkan ponsel serta dompetnya ke dalam setelah itu langsung keluar.
“Loh mau ke mana mom?,”
“daddy minta temani meeting di luar,”
“Oh, hati hati mom,”
“Ya sayang, mommy berangkat dulu yaa,”
“Ya mom,”
Setelah kedua orang tuanya pergi Ares mengajak Ayesha duduk di taman belakang untuk bermain dengan Azam sekalian bersantai.
"nah kalau yang ini masih takut ngak," ucap Ayesha sambil memberikan pesawat,"
"main sama papa ya,"
"ayo pa,"
Lama mereka bermain hingga Azam kelelahan dan mengantuk Karna sudah jam setengah dua belas siang.
“Mandi dulu ya sayang, habis itu kita bobok, yuk mas kita ke kamar dulu,”
🍂 🍂 🍂
Jangan lupa like komen dan vote serta hadiah yaa, Reader.😉
__ADS_1