Mommy Ara

Mommy Ara
54. S2. Kembali Kerutinitas


__ADS_3

Akhirnya Ayesha menginap di rumah orang tuanya, dengan penuh semangat Miranda menunjukkan kamar Ayesha.


“Sayang, ini kamar kamu, di sebelahnya kamar Randi,”


Miranda membuka kamar tersebut dan nampaklah sebuah foto berukuran besar, dan beberapa boneka tersusun rapi. Sebuah boneka beruang berukuran besar berada di atas kasur.


“mom,” panggil Ayesha dengan mata yang sudah berkaca kaca.


“sayang malam ini mommy ingin tidur dengan mu,”


dengan Ayesha mengangguk cepat.


“Mereka segera masuk dan Miranda menyuruh Ayesha Mengganti bajunya dengan baju tidur, setelah itu mereka tidur bersama.


🍂🍂🍂


Pagi harinya.


Selesai mandi dan Mengganti baju ia segera turun ke bawah dan melihat semuanya sudah berada di meja makan untuk sarapan pagi.


“Sayang, nanti sopir akan mengantarmu ke kos,” ucap Miranda.


“Ya mom,”


Setelah tak ada lagi pembicaraan mereka melanjutkan sarapan pagi yang penuh rasa bahagia.


Usai sarapan Miranda mengantar anak dan suaminya sampai teras rumah.


“Mom, kami berangkat,” pamit Ayesha dan Randi.


“ya, hati hati,”


“Ya mom,”


“Dad, kita harus mengadakan acara penyambutan putri kita,”


“Iya mom, Daddy juga berfikir seperti itu,”


“gimana kalau pas ulang tahunnya aja dad,”


“Ide bagus, kan dua bulan lagi ya mom,”


“Ya dad, kita bisa menyiapkan semuanya,”


“hm, baiklah kita atur saja nanti,”


“Daddy ke kantor dulu ya mom,”


“Ya dad,”


“Ntar siang jangan lupa antarkan Daddy makan siang,” ucapnya lalu mengecup bibir sang istri.


“ya dad, ngak lupa kok, apa lagi sudah di kasih alarmnya,” goda Miranda.


“Hahahaha, bisa aja,”


🍂🍂🍂


Sementara di kediaman Ares, lagi ribut ributnya.


“Mom...mom...rengek sang putra siapa lagi kalau bukan Ares.


“Apa lagi sih bang,” tanya Ara.


“Ini,” ucapnya sambil memberikan dasi.


“Ais, makanya cari istri biar urusan beginian ia yang urus,” omel Ara.


“Doa in aja mom, biar cepat ketemu jodoh,”


“mommy selalu mendoakan anak anak mommy, agar selalu sehat mudah Reski dan cepat dapat jodoh,” ucap Ara.


“jodohnya Abang belum lahir mom, ejek putri.


“ais, sirik,”


“Dasar manja,” ejek Restu.


“Kamu juga, wleeee,” cibir Ares.


“Kalian bisa akur ngak?, Kalau ngak mommy tinggal nih,”


“Bisa mom,”

__ADS_1


“Ya sudah kita sarapan,”


“heran Daddy sama kalian kapan dewasanya,” ucap Arkan sambil geleng kepala.


Usai semuanya diam, mereka melanjutkan sarapan pagi dengan nasi goreng seafood yang di buat oleh Ara, langsung habis di santap oleh orang orang tersayang. Selesai sarapan Ares mengantar putri ke kampus ini tugasnya tiap pagi, Karna searah.


Tiba di kampus bertepatan juga dengan Ayesha yang baru juga masuk ke dalam kampus dan segera memarkir motornya.


“Kak,


“Ay,


Panggil putri dan Nayra secara bersamaan. Ia menoleh ke belakang dan melihat putri dan Nayra.


“Baru nyampe juga kalian?,”


“iya,” jawab Nayra dan putri.


“Duh, gemes deh liat kalian berdua kompak banget,”


“Ya sudah ayo kita masuk,”


Mereka seiring sampai lorong kampus, Karna beda jurusan putri belok arah kanan, sementara Ayesha dan Nayra lurus saja Karna kelasnya paling ujung.


“Nay, Gue ada cerita,”


“cerita apa?,”


“Ntar siang Gue cerita in, tapi janji yaa, jangan kasih tau orang orang, oke,”


“Rahasia aman kawan,”


“Gue percaya sama Lo,”


Tiba di kelas mereka langsung duduk tak lama dosen pun tiba dan PBM pun di mulai.


🍂🍂🍂


Tok..tok...


“Ya, masuk,” jawab Ares.


“Bos, ada Aurel ingin bertemu?,” ucap Dika.


“Ais, ngapain lagi sih, ya udah suruh masuk,” jawab Ares.


“Ya Rel, ada apa?,” tanya Ares Tampa basa basi.


“Makan siang bareng yuk,”


“Ngak bisa Rel, aku lagi sibuk,”


“kita makan disini aja,”


“Hufff, ya udah terserah,” jawabnya pasrah.


Aurel langsung memesan makanan  di aplikasi Online, sambil menunggu makanan Aurel membaca majalah yang ada di meja sementara Ares sibuk dengan benda petak yang ada di depannya. Tak lama makanan yang di pesan Aurel pun tiba.


“Ayo Res, makan dulu,” ajak Aurel.


“Hm...ia segera menyimpan file yang ia kerjakan dan langsung duduk di hadapan Aurel.


Dengan cekatan Aurel mengambilkan makanan untuk Ares, dan setelah itu baru untuknya. Tampa berbicara mereka langsung menyantap makan siang dalam kesunyian hanya dentingan sendok sebagai musik di antara mereka.


Selesai makan siang Aurel membersihkan sisa makanan mereka dan membuangnya ke tong sampah, setelah itu ia duduk kembali ke sofa.


“Hm..Res, habis ini bisa ngak kita jalan sebentar?,”


“Mau ke mana?,”


“Ke pantai sambil melihat sunset gimana?,”


“Hm, lihat ntar yaa,”


“Ya baiklah,”


Ares melanjutkan pekerjaan kembali Tampa menghiraukan apa yang di lakukan oleh Aurel di ruangannya. Jam tiga sore Ares sudah selesai dengan semua pekerjaannya dan melihat Aurel sudah tertidur pulas di sofa. Dengan hati hati ia membangun kan Aurel.


“Rel, bangun,”


“Rel,...”


“Aurel, bangun,”

__ADS_1


Akhirnya Aurel bangun juga, dan melihat Ares sudah berdiri di sampingnya.


“Katanya mau jalan ya sudah ayo,”


“Hm, tapi boleh numpang cuci muka dulu ngak?,”


“Ya, aku tunggu disini,”


Aurel segera menuju ruang pribadi Ares dan masuk ke dalamnya untuk mencuci muka dan tak lupa memoles sedikit wajahnya, agar terlihat lebih fresh. Tak lama ia pun keluar dan mereka segera meninggalkan ruangan Ares.


🍂🍂🍂


Ayesha sudah berada di kafe mommynya Ares, usai menemui Rani kini ia mulai bekerja tak terlalu sulit buat Ayesha menyesuaikan diri Karna ia sudah punya pengalaman sebelumnya.


Makin sore kafe tersebut makin rame, Karna tempatnya strategis dan makanan yang disajikan juga tak terlalu mahal serta pelayanan yang ramah membuat pengunjung senang berbelanja di kafe tersebut. Jam sudah menujukan jam sembilan malam para pengunjung pun sudah mulai sepi, Rani menyuruh para karyawan untuk pulang dan setelah itu ia akan menutup toko tersebut.


“Ay, kamu pulang naik apa?,”


“Pakai motor aunty,”


“Hati hati ya, ini sudah malam,”


“Ya, ay duluan ya onty?,”


“Ya,”


Ayesha melajukan motornya menuju kosnya dengan kecepatan rata rata, ia tak tau kalau di belakangnya orang suruhan Daddy mengikutinya sampai ke kos, Karna ia tak ingin kejadian buruk menimpa putrinya.


Drt...drt...


“Ya, assalamualaikum, mom,”


“Waalaikum salam, kamu di mana nak?,”


“Baru nyampe di kos mom,”


“Apa sudah makan?,”


“Sudah mom,”


“ya sudah istrihatlah, jangan terlalu capek,” pesan Miranda.


“Ngak mom,”


“Ya sudah mommy tutup telponya, selamat malam,”


“Malam mom,”


Setelah panggilan berakhir ia pun segera membersihkan dirinya, dan tak lupa menelpon bundanya


Drt..drt...


“Assalamualaikum, Bun, sudah tidur?,”


“Belum sayang, apa bunda sudah sehat?,”


“Sudah nak, “


“Ah syukurlah, jangan terlalu lelah Bun, ay jauh disini nanti bunda kenapa napa gimana?,”


“Hm..iya sayang, jangan khawatir bunda udah ngak apa apa kok,”


“Ya sudah, ay tutup telponya ya Bun,”


“Ya sayang, selamat malam,”


“Malam Bun,”


Ayesha sudah merasa lega mendengar kalau bundanya sudah sehat, saat ia kembali ke kos bunda dalam keadaan sakit, namun beliau sudah di bawa berobat oleh Ayesha, karna pikirannya sudah tenang kini ia pun segera beristirahat Karna besok akan kembali beraktivitas seperti biasa.


*


*


*


*


*


“Semoga semua orang yang aku sayang selalu dalam keadaan sehat, Aammiin,”


🍂🍂🍂

__ADS_1


Yuk lah lentur kan tangannya untuk berkomen dan like, jangan lupa, hadiahnya.😅😂😉😉😉


Wasalam 💞💞💞


__ADS_2