Mommy Ara

Mommy Ara
79. S2. Wedding Day 2


__ADS_3

Tok...tok...tok....


Ares yang sudah bangun lebih dulu,dan menatap wajah tenang Ayesha saat tidur namun saat mendengar ketukan dari luar dengan segera ia membuka pintu.


Ceklek.


“Ya, ada apa bik?,”


“Nyonya bilang harus segera bersiap siap untuk pergi ke acara resepsi den,” ucap bik Ana.


“Ya bik, aku dan Ayesha akan siap siap,” jawab Ares.


“ya sudah bibik permisi den,”


“Ya bik,”


Ares berjalan menghampiri Ayesha yang masih setia dengan mimpinya.


“Ay...ay...Bangun,”


“Ya mom,” jawabnya dengan mata yang masih terpejam.


“Hahaha, ay...bangun,” ulang Ares sekali lagi.


Karna tak ada respons dari Ayesha, Ares mencium pipi Ayesha bertubi tubi, ini cara jitu membangun kan orang tersayang seperti mommy nya laku kan dulu pada waktu ia masih kecil, dan benar saja tak butuh waktu lama Ayesha membuka matanya dan melihat Ares dengan senyum manisnya.


“Aaa......mmmmmmpppp, Ayesha yang berteriak dengan cepat Ares menutup mulutnya.


“Jangan teriak sayang,” ucap Ares. Lalu melepaskan tangannya dari mulut Ayesha.


“Bang kok bisa ada di kamar ay?,” tanyannya yang belum sadar sepenuhnya.


“Coba tebak?, kenapa Abang ada disini?,” tanya Ares dengan senyum manisnya.


Ayesha melihat baju kebaya yang ia pakai masih terletak di atas sofa, seketika wajahnya bersemu merah Karna malu dengan pertanyaannya konyolnya.


“gimana dah ingat, atau perlu Abang ingatin,” ucapnya dengan tatapan genitnya.


Dengan cepat Ayesha menggeleng kan kepalanya.


“Ya sudah ayo kita bersih bersih mommy dan yang lain udah menunggu di luar, untuk ke acara resepsi,”


“Hm, mas duluan aja habis itu baru ay,”


“Ngak bareng aja biar cepat,” ucapnya sambil menaik turunkan alisnya.


“Ais, apa an sih ah,”


“Hahahah,” Ares segera melangkah ke kamar mandi, saat akan masuk ia membalik badannya lalu menoleh ke arah Ayesha.


“Berobah pikiran ngak,” ucapnya lagi.


“Ngak,” jawab Ayesha cepat.

__ADS_1


“Hahahahaha, baiklah,”


Setelah Ares hilang di balik pintu Ayesha menyiapkan baju yang akan di pakai oleh Ares. Setelah itu mengambil dress selutut nya dengan warna senada dengan setelan yang di kenakan Ares.


Tak lama Ares keluar dari kamar mandi, namun kali ini ia tak menoleh Karna ia tau pasti Ares seperti yang tadi. Ayesha menyambar handuk lalu masuk ke kamar mandi Tampa menoleh ke Ares. Ares tersenyum melihat Ayesha malu malu.


Lain halnya di rumah Arkan, Arkan melihat Ara melamun di tepi ranjang entah apa yang di pikirannya, Arkan segera menghampiri istrinya.


“Sayang, kau kenapa?,”


“ngak ada mas,”


“jangan bohong, aku dari tadi lihat kamu melamun, ada apa hm..?,” ucap Arkan sambil mencium pipi Ara.


“huff, Cuma kangen Abang aja mas,” ucapnya sambil menyenderkan kepalanya dada bidang Arkan.


Kilas balik


Ara masuk ke kamar putranya untuk melihat Ares sudah selesai apa belum.


“sayang apa kau sudah siap nak?,” tanyanya dengan mata yang sudah berkaca kaca.


Lalu menghampiri Ares dan duduk di sisi ranjang, Ares segera melangkah ke ara dan berjongkok serta meletakkan kepalanya di paha Ara.


“Makasih ya Karna mommy udah jaga dan sayang Abang seperti anak kandung mommy sendiri walau mommy udah punya dua anak yang lahir dari rahim mommy tapi kasih sayang mommy ke Abang ngak pernah berubah dari dulu hingga sekarang,” ucapnya tulus dengan air mata yang sudah membasahi rok yang Ara pakai.


Usapan lembut dari tangan Ara di kepala Ares dari dulu hingga sekarang masih membuat Ares nyaman.


“Mom, Abang akan sering main kesini dengan keluarga kecil Abang, ajari Abang semoga bisa juga sayang sama Azam seperti anak Abang sendiri,”


“Ya sayang,”


“Jangan sedih lagi dong mom,” ucapnya sambil menghapus air mata Ara lalu memeluk Ara.


“semoga pernikahan Abang bahagia dan langgeng sampai ke janahnya Allah, serta sayang dan cintailah istri Abang dengan tulus begitu juga dengan putranya.


“Insya Allah mom, Ares akan mengingat pesan mommy, makasih mom doanya.


“Ya sudah ayo kita keluar nanti yang lain pada lama menunggu,”


“ya mom, tapi ini belum,” ucapnya sambil memberikan dasi pada Ara.


Ara hanya tersenyum melihat tingkah putranya, ini lah akan ia kangen kan nanti saat putra tak lagi disini.


Kembali ke cerita.


“udah jangan sedih, bila kangen tingal telpon aja trus surush kesini,”


“Kemaren minta mantu, udah di kasih eh malah sedih,”


“mas...bukanya menghibur malah meledek sih,” jawab Ara lalu mendorong dada bidang Arkan.


“Hahahahaha, ya ya maaf sayang,” jawabnya setelah itu mencium pipi Ara bertubi tubi.

__ADS_1


🍂 🍂 🍂


Ayesha dan Ares sudah keluar dari kamarnya dengan langkah lebarnya mereka segera menuju ruang tamu di mana semuanya sudah menunggu.


“apa sudah selesai?,” tanya Miranda.


“Sudah mom, jawab keduanya,”


“ya sudah ayo kita berangkat,” ajak Joshua.


Nayra dan putri serta Azam satu mobil dengan pengantin baru, sedangkan restu dan Randi serta bunda Afifah satu mobil dengan Joshua beserta sang istri.


Dua mobil sudah meninggalkan halaman rumah mewah milik Joshua, dan melajukan mobil menuju hotel Loghan Grup, Azam yang sedari tadi berada dengan Nayra dan putri saat melihat Ayesha ia berhamburan ke pangkuan sang Mimi. Azam yang duduk manis di pangkuan Ayesha merasa bahagia lalu mendekap Ayesha dengan erat seakan tak mau lepas.


Tak lama mereka tiba di tempat resepsi di adakan, Arkan yang lebih dulu tiba di tempat acara melihat keluarga besan serta anak dan menantu ia langsung menyambutnya dengan ramah dan penuh kehangatan, Ayesha segera di bawa ke kamar pengantin untuk di rias yang di ikuti oleh Nayra dan putri dan tak lupa pria kecil yang selalu menempel pada Ayesha, begitu juga dengan Ares tapi beda kamar.


Satu jam berlalu kedua pengantin sudah selesai dirias dan mereka segera menuju pelaminan.


Ketampanan dan kecantikan Ayesha mampu menghipnotis para tamu undangan yang hadir.


“sayang, kau makin cantik aja pakai baju pengantin ini,” ucap Ares.


“kamu juga tampan mas pakai tuxedo itu,” jawabnya sambil melirik Ares.


Mereka saling melempar senyum, hingga panggilan seseorang mengalihkan pandangan mereka.


“Ayesha,”


🍂 🍂 🍂


Hay Reader ku tersayang, makasih ya masih setia mengikuti kisah mommy Ara sampai ke season dua, dan makasih juga atas dukungan.


Jangan lupa Like, komen, vote serta hadiah ya😘.


Jangan lupa mampir di novel Author yang lain yaa.


“Saat Senja Tak Lagi Jingga”


Wasalam 💞💞💞


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2