Mommy Ara

Mommy Ara
7. Penghinaan


__ADS_3

Pagi harinya


Siap sarapan Ara mencoba bersantai di sofa, ia turun dari ranjang nya dengan kaki yang masih terasa sedikit linu, saat sedang tertatih tatih mencoba berjalan ke arah sofa tapi tiba tiba Ara di kaget kan oleh suara pintu yang di dorong secara paksa, Ara kaget dan menoleh ke arah pintu dan melihat Arkan berdiri tegap dengan tatapan marahnya di depan pintu.


"astaga tuan, apa yang ada lakukan , ucap Ara yang masih mengusap usap dadanya.


"aku tak menyangka gadis polos seperti mu melakukan berbagai cara untuk mendapatkan apa yang kau ingin kan, kata Arkan


"apa maksud ada tuan, tanya Ara tidak mengerti apa yang telah di ucapkan oleh Arkan, Ara pun kembali menuju ranjangnya, dan langsung naik ke atas tempat tidur.


Arkan tersenyum sinis melihat Ara, yang pura pura bodoh dihadapannya pikir Arkan.


"kau jangan pura pura bodoh & polos, aku tau kau sengajakan mencuci otak putra ku agar ia mau menuruti kemauan mu," kata kata Arkan membuat hati Ara merasa diremas remas.


..."ya..tuhan apa lagi ini, kenapa pria ini tiba tiba mengatakan hal yang menyakitkan hati ku, dan ada apa dengannya yang menuduhku mencuci otak putra nya, sungguh sangat sakit tuduhan ini", Ara membatin....


"Anda salah besar tuan, menuduh ku mencuci otak putra mu, aku menemukan putra mu di halte bis sambil menangis nangis," jawab Ara yang berusaha menguatkan hati nya agar tidak terlihat lemah di hadapan Arkan dan sekuat tenaga Ara menahan air matanya supaya tak menetes.


"kau kira aku sebodoh itu, dengan mudahnya percaya sama ucapan mu kau jangan pura pura polos untuk menutupi siapa diri mu yang sebenarnya,"


Ara kaget dengan bentakan Arkan yang sangat kuat.


"aku tau yang kau ingin kan, apa lagi jika bukan uang, aku akan memberi mu kompensasi atas apa yang telah terjadi pada mu,"


Ara merasa sangat sakit hati saat mendengar penghinaan dari Arkan, Arkan hanya menilai sebuah ketulusan dengan uang, ingin rasa nya ia berteriak dan menampar wajah pria sombong yang ada dihadapannya ini tapi tak bisa ia laku kan.


"kau sa......," ucapan Ara terhenti saat Arkan melempar kertas kecil ke wajahnya.


"isi berapa nominal yang kau ingin kan, untuk kompensasi mu,"


Ara sudah tak tahan lagi dengan penghinaan yang di lontar kan Arkan, kali ini ia merasa sangat menyakitkan dan harga dirinya direndahkan. Ara pun turun dengan memaksakan dirinya dan segera menghampiri Arkan.


Plaaaakkkkk

__ADS_1


Sebuah tamparan cukup keras dari Ara mendarat di pipi Arkan, kedua mata Ara menatap dengan tajam pada sudut bibir Arkan yang robek.


"kau tak perlu membayar uang kompensasi dan juga biaya rumah sakit ini, jika kau ingin membagi uang mu, lebih baik ke pantiasuhan saja maka itu akan lebih bermanfaat, dan satu hal lagi tak semua kabaikan yang dapat kau nilai dengan uang, dan uang juga tak dapat membeli kabahagiaan untuk putra mu," Ara mengambil cek kosong yang dilemparkan Arkan padanya dan langsung menrobek robeknya dengan tak sopan Ara melempar ke wajah Arkan.


"dan satu hal yang perlu kau tahu, aku menyanyangi putramu tulus, tapi jika kau ingin aku pergi dari hidup putra mu, kata kan saja kau tak perlu menghina ku dan menilai kebaikan ku dengan uang mu itu.


"aku tau kau sangat pandai bersandiwara, ucap Arkan.


"untuk apa aku bersandiwara pada orang sombong seperti mu dan bahkan kau tak bisa membedakan mana yang tulus dan mana yang pura pura, karna kau menilai suatu hal hanya dengan kekayaan mu," ucap Ara.


"wah..aku tak menyangka kau memang lihai dalam pura pura polos.


"cukup tuan aku memang tak sekaya diri mu, tapi aku tak mau jika kau merendahkan harga diri ku dan menghina ku, dan kau tak.....


Cekrekk


"mommy," teriak Ares saat membuka pintu ruang rawat Ara.


Arkan tak menjawab ucapan panggawal putra nya ia hanya menatap tajam pada Roy.


"mommy, Ares rindu sama mommy.


Ara menatap Arkan dengan wajah datarnya ia tak takut melihat tatapan tajam Arkan. Ara merasa kasihan pada Ares tapi penghinaan yang di lontar kan Arkan padanya membuat hati nya sakit, jujur saja ia tak bisa membenci Ares karna perkataan Arkan.


"mom..Ares mau disini dan main sama mommy.


"Ares mulai sekarang jangan panggil aku mommy lagi, dan jangan pernah berharap untuk main bersama Tante lagi, karna Tante bukan mommy mu sekarang pergi lah jangan pernah temui Tante lagi, ucap Ara Tampa menetap wajah Ares yang terluka oleh kata-katanya.


Ares terkejut mendengar ucapan dari Ara, Ares menatap Ara dengan derai air matanya mendapat penolakan dari mommy cantiknya membuat ia terasa sakit, dadanya terasa sesak dan nyeri.


"sekarang pergilah dari ruangan ini, aku ingin istirahat, dan kau Ares jangan pernah cari aku lagi, pergilah dengan Deddy mu dan menjauhlah dari hidup ku," ucap Ara sambil menunjuk wajah Ares, kemudian Ara melangkah menuju ranjangnya.


"mommy," ucap Ares dengan suara lembutnya serta tatapan memohon ya, ia berharap jika yang baru saja terjadi hanya mimpi sambil memeluk kaki Ara ia menangis.

__ADS_1


Ada perasaan iba di hati Ara saat melihat pria kecil itu manangis sambil memeluk kaki nya, ada rasa sesak di dadanya tapi terpaksa ia laku kan agar Ares bisa melupakannya, bahkan kalau bisa Ares membenci dirinya, Ara memang sangat menyayangi Ares ia melakukan semua ini karena perkataan Deddy nya yang telah merendahkan dirinya dan menilai kebaikannya dengan uang.


"maafkan mommy Ares, mommy terpaksa melakukan nya karena sakit hati atas penghinaan dari Deddy mu yang kejam dan sombong itu, Ara membatin".


"apa kau tidak dengar apa yang aku katakan, jangan panggil aku mommy," Ara membentak Ares dan mendorong nya Hingga ia tersungkur kelantai, Arkan dan Roy kaget melihat perilaku Ara pada Ares.


"apa yang kau lakukan pada putra ku," ucap Arkan dengan tatapan tajamnya.


"aku melakukan apa yang harus aku lakukan, dan sekarang bawa putra mu dari sini, aku muak melihat kalian," bentak Ara dengan tatapan marahnya dan mata yang sudah memerah menahan tangisnya.


Ara kembali melangkah ke ranjangnya dengan angkuhnya, Tampa menghiraukan Ares yang tersungkur, Ara pun langsung naik ke atas tempat tidur dan membaringkan dirinya sambil membelakangi Arkan, Arkan segera pergi sambil mengendong Ares keluar dari ruangan rawat Ara.


Setelah meningalkan ruangan rawat Ara , Arkan berharap setelah kejadian ini putranya membenci Ara, karna Ara telah membuat perasaan putranya hancur.


"sayang kau tak perlu sedih ada Deddy yang selalu disampingi mu, kau tak perlu menangisi wanita itu," ucap Arkan.


"Ares..Ares...res....," Arkan memangil manggil putranya namun tak ada jawaban Arkan pun kaget melihat putranya sudah tak sadarkan diri dan wajahnya pucat.


"Ares kau kenapa sayang," teriak Arkan.


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Jangan lupa di like komen dan juga vote.


Sepertinya belum ada yang vote, vote dong biar Author lebih semangat lagi up-nya.


Dan bagi yang sudah like dan komen makasih yaa, semoga kedapan lebih banyak lagi yang like komen vote.


Wasalam.


Salam manis dari Author😘😘😘


...πŸ’•PasBar, 19 Februari 2021πŸ’•...

__ADS_1


__ADS_2