
Karna hari semakin siang Arkan memutuskan untuk pamit, setelah Arkan dan Ares pergi Ara membawa nampan yang berisi gelas kosong kedapur.
Ara pun memutuskan untuk membersihkan dirinya, setelah itu ia melanjutkan dengan sholat Zuhur, selesai sholat Ara merapikan kembali perlengkapan sholatnya. Ia pun segera keluar kamarnya dan berpamitan pada mamanya, karna ia akan pergi ke cafe.
Taksi yang dipesan online pun sudah tiba dihalaman rumahnya, Ara pun segera naik dan memberitahu sang sopir tujuannya. Taksi pun melaju menuju cafe. Ara bukan tak mampu membeli mobil hanya saja ia trauma saat belajar mobil bersama papanya. Ara sedikit sudah mulai bisa membawa mobil melihat itu sang papa membawanya kejalan raya, agar Ara lebih bisa lagi tapi naas saat menghindari kendaraan didepan Ara malah hilang kendali dan menabrak pantas jalan, Ara mengalami sedikit luka tapi tak ada yang serius, sejak saat itulah Ara tak mau lagi belajar mengendarai mobil.
20 menit perjalanan taksi yang ditumpang kini telah berhenti didepan cafenya setelah membayar argo taksi, Ara pun segera masuk kedalam cafe dan langsung menuju meja kasirnya.
"siang mbak Ara," sapa Rani saat ia melihat Ara sudah datang.
"siang juga, ada masalah tidak?," tanya Ara.
"tidak, semuanya aman terkendali," jawab Rani.
"oh ya mbak, gimana acara semalam sukses ngak," tanya Rani yang mulai kepo.
"sukses kenapa?,"
"ngak, pantes mbak kelihatan berbunga bunga siang ini," sahutnya sambil cekikikan
"apanya yang berbunga?,"
"perasaan mbak lah,"
"sok tau kamu," jawab Ara.
"kelihatan kok mbak dari wajah mbak,"
"kumat lagi deh, udah kamu kerja lagi sana,"
"yaelah mbak, berbagi Napa mbak pelit amat,"
"apa nya yang mau dibagi?,"
"kebahagian mbak,"
"ada ada aja kamu, hahahaha,"
"mbak.....,"
"Rani......,"
"iya mbak jangan marah marah Napa?,"
"habisnya bikin kesal aja,"
"kesal kesal gini kan mbak sayang," ucapnya setelah itu ia pun berlalu pergi.
"astagaaa, makin hari makin ngesalin tapi benar sih aku sayang, berasa kek punya adik aja," ujar Ara.
Semakin sore Ara & empat karyawannya semakin sibuk, karna pengunjung semakin rame. Hinga tak terasa hari sudah gelap. Pengunjung sudah mulai sepi Ara melihat jam di ponselnya ternyata sudah jam setengah sembilan malam, itu berarti sebentar lagi mereka akan tutup.
Ara masih merasa nyeri diperutnya, karna kebiasaan nya saat datang bulan, ia pun menyuruh karyawannya mulai menutup cafe, karna ia sudah tak tahan lagi menahan rasa nyeri diperutnya.
Rani segera memesan taksi dan tak lama taksi tersebut sudah tiba, Ara dan Rani segera masuk dan taksi pun segera melaju menuju rumah Rani dan Ara.
Tak lama Ara pun tiba dirumahnya ia segera masuk dan mengambil air hangat untuk mengompres rasa nyerinya diperutnya, setelah itu ia membawanya kekamarnya, tiba dikamarnya Ara langsung Menganti bajunya dengan piama dan setelah itu ia mulai mengopres perutnya dan tak lama ia pun terlelap.
π π π
Pagi harinya.
Saat bangun tidur ia merasa nyeri diperutnya sudah berkurang, Ara pun segera membersihkan darinya, selesai dengan ritual mandinya Ara pun segera keluar dan memakai dress selutut warna biru muda, rambut panjang dibiarkan tergerai dengan indahnya dan sedikit polesan natural diwajahnya ia terlihat sangat anggun.
Ara pun segera keluar dari kamar dan segera menuju ruang makan. Selesai sarapan Ara berpamitan pada mamanya kalau hari ini ia akan datang ke acara disekolah Ares.
Tepat jam sembilan pagi Arkan sudah tiba dirumah Ara setelah berpamitan pada mama Ara, Arkan dan Ara segera menuju mobil, Arkan masih berdebar debar melihat Ara begitu anggun pagi ini, sesekali Arkan mencuri curi pandang pada Ara, Ara yang sadar akan hal itu berusaha seperti tak ada kejadian. Karna ia sama seperti Arkan merasa deg degan, apa lagi saat ini hanya ada mereka berdua di mobil dan Ara pun duduk disebelah Arkan. Karna Ares sudah berangkat sejak tadi.
Tiba disekolah Ares, Ara masih ragu untuk turun karna ia merasa canggung, Arkan segera turun dari mobil dan membuka pintu untuk Ara, Ara kaget atas apa yang telah Arkan lakukan.
"ayo cepat, Ares sudah menunggu kita," ucap Arkan.
__ADS_1
"hm iya kak," jawab Ara dan segera turun dari mobil.
Arkan menutup pintu mobil dan langsung menggengam tangan Ara dan membawanya masuk kedalam Aula dimana acara akan diadakan. Tentu saja Ara kaget atas tindakan dadakan dari Arkan, rasanya jantung Ara ingin keluar saja.
Ares yang melihat deddy-nya datang dengan Ara, seketika senyumnya jadi cerah.
"Mommy, Daddy," teriak Ares dan berlari menghampiri Arkan dan Ara.
"makasih ya mom, udah mau datang," ucap Ares.
"iya," ucap Ara sambil mengusap kepala Ares.
"ayo Dad, mom, duduk disitu," ucapnya menunjuk bangku kosong di bagian depan, Ares pun menuntun daddy-nya kearah bangku.
"Mom, Dad, Ares nanti tampil baca puisi loh,"
"emang Ares mu baca puisi apa?," tanya Ara.
"ngak tau, belum dikasih buguru,"
"oh, yang semangat ya dan tampilah dengan berani," ucap Ara memberi semangat.
"oke mom,"
Ara merasa kedatangannya sudah banyak menyita perhatian para orang tua murid yang hadir. Karna mereka tau kalau Arkan seorang duda dan sekarang datang dengan seorang wanita cantik, apa lagi Ares memangilnya mommy. Ara merasa kehadirannya disekolah Ares akan menjadi gosip hangat nanti diluar sana karna dirinya sudah digandeng oleh seorang pengusaha terkenal di negri ini, Arkan Alfarizi Loghan.
"Mom, Dad duduk sini ya, jangan lupa nanti lihat Ares baca puisi," ucapnya.
"iya, Daddy akan melihat penampilan mu, yang semangat ya sayang,"
"Mommy yakin kalau ares nanti tampil keren baca puisinya," ucap Ara.
"Ares akan buat Mom, dan Daddy Banga nanti," Jawabnya percaya diri.
"dah Mom, dah Dad," pamit Ares.
Arkan dan Ara hanya mengangguk sebagai jawaban untuk Ares, Ares pun berlalu pergi dan langsung bergabung dangan teman temannya.
"baiklah, selanjutnya kita panggil Ares Alfarizi Loghan, untuk membaca sebuah puisi,"
Dengan penuh percaya diri dihatinya, dan satu lembar kertas ditangannya ia naik keatas panggung, ia begitu senang karena kehadiran Ara sebagai mommy nya.
"hallo semua, kenalkan nama ku Ares. Sapa Ares pada hadirin yang hadir.
Ara tersenyum melihat, Ares yang begitu mengemaskan ia terlihat berani tak gugup sama sekali, Arkan pun demikian terlihat senyum tipis dibibir ya Arkan Banga dengan semangat anak nya.
...Mommy & Daddy...
...Daddy, Mom...
...Bisakah kita selalu bersama,...
...aku ingin selalu bercanda dan tertawa...
...melewati hari penuh warna dan...
...kenangan indah tak terlupakan ...
...aku ingin kalian selalu ada di tengah ku....
...Daddy, mom...
...kalian adalah permata di hatiku,...
...penyemangatku dan guru pertama ku,...
...aku menyayangi kalian tetaplah didekatku selamanya...
...karna kalian adalah cinta pertamaku...
...I Love You Daddy, Mommy...
__ADS_1
Ara mengusap sudut matanya yang sedikit berair, selama ini Ares terlihat kuat dan tangguh namun nyatanya sangat berat menerima sebuah kenyataan kalau ia tak lagi mempunyai sosok seorang ibu, mungkin kerna itu Ares memangilnya mommy, Ara sedikit terenyuh mendengar puisi dari Ares.
Arkan pun terenyuh mendengar puisi dari putranya, ia selalu berkata kalau ia bisa memberikan kasih sayang Tampa adanya seorang mommy disampingnya, namun nyatanya tak seperti itu ia baru menyadari saat anaknya terus meminta Ara menjadi mommy nya. Arkan sadar atas puisi yang dibacanya oleh putranya yang merupakan ungkapan isi hatinya yang selama ini ia pendam.
Arkan menyesal telah membentak putranya saat meminta Ara menjadi mommy nya, Arkan menarik nafasnya dan membuangnya secara perlahan, lalu menatap Ara yang tersenyum pada putranya.
Acara masih berlanjut untuk acara penutup ada beberapa penampilan dari para murid TK, Hinga 45 menit berlalu acara pun sudah selesai, para orang tua mulai meningalkan Aula.
"kita jemput Ares dulu dikelas, setelah itu baru kita pulang," ucap Arkan.
"baiklah," jawab Ara.
Arkan dan Ara berjalan menuju kelas Ares, saat tiba dikelas Ares Ara melihat Ares lagi mengemasi tempat bekalnya kedalam tas.
"apa sudah selesai," tanya Arkan.
"sudah Dad, mom, ayo kita pulang,"
"kalian dulu lah ke mobil, Daddy ke toilet dulu," ucap Arkan sambil memberikan kunci mobil pada Ara.
"baiklah Dad," jawab Ares.
Ara dan Ares menunggu Arkan didalam mobil, seperti biasa Ares duduk dipangkuan Ara dan menyandarkan kepalanya di dada Ara untuk mencari kenyamanan.
"apa kau sangat lelah hm," tanya Ara sambil mencium pipi Ares, karna saking gemasnya.
"hm, boleh ya mom Ares tidur disini,," ucapnya.
"iya boleh," jawab Ara seraya mengusap lembut puncak kepal Ares.
Tak lama Arkan pun tiba dan langsung masuk kedalam mobil, ia melihat Ares sudah nyaman bersandar di dada Ara.
"hy kau ngantuk ya?," tanya Arkan pada putranya.
"iya Dad," jawabnya
"oh...,"
"aku harus antar mana Ra?,"
"kerumah aja kak,"
"baiklah,"
Sebenarnya Arkan mau mengajak Ara makan siang tapi melihat putranya sudah tidur, ia pun menunda niatnya.
"kak...,"
"Ar...,"
ucapn mereka bersamaan.
"kamu aja duluan," ucap Arkan.
"kakak aja," jawab Ara.
"kamu saja," tolak Arkan.
"ah baiklah, aku cuma mau bilang gosip yang beredar saat ini kak, aku merasa tak nyaman dengan penberitaan itu," ucap Ara sambil menatap Arkan.
"biarkan saja emang kamu kan calon istri aku, biarkan mereka mau bilang apa dan gak usah dipikirkan," ucap Arkan dan melirik Ara sekilas.
Mendengar jawaban dari Arkan membuat pipi Ara merona, dan jantungnya sudah deg degan, Ara tak lagi bersuara iya menyembunyikan wajah nya di kepala Ares karna saking malunya.
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
πππππ πππππ ππππ π΄π’π‘βππ πππ
πππ ππππ
...πππ...
__ADS_1