Mommy Ara

Mommy Ara
84. S2. Tinggal Kenangan


__ADS_3

Selesai mandi pagi Ayesha duduk di depan meja rias sambil mengeringkan rambutnya, setelah itu merias diri secantik mungkin walaupun sudah cantik tapi tetap di percantik biar suami makin tertarik, merias diri untuk suami itu selain menyenangi hatinya juga dapat pahala. (Betul ngak Reader๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜„)


โ€œSayang,โ€


โ€œHm...,โ€ Jawabnya sambil memakai lipstik.


โ€œkita sarapan pagi di Restoran bawah yuk,โ€


โ€œAy, ikut aja mas,โ€


โ€œapa udah siap?,โ€


โ€œUdah dong,โ€


โ€œYuk berangkat,โ€ ucapnya sambil mengulurkan tangannya.


Dengan senang hati Ayesha menyambut uluran tangan sang suami.


Cup, kecupan mendarat di kening Ayesha.


โ€œMakin cantik aja,โ€ ucapnya.


Ayesha tersenyum mendengar pujian dari suaminya.


Berjalan beriringan menuju loby hotel serta gandengan tangan yang tak lepas, membuat iri para jomblo.


โ€œSayang, cuti kuliah berapa hari?,โ€


โ€œSepuluh hari mas, Napa?,โ€


โ€œNgak, nanya aja,โ€


Tiba di restoran tersebut mereka segera mencari tempat duduk ternyaman menurutnya.


Seketika Ayesha membeku di tempat saat melihat orang anak mungkin seusia dengan Azam.


โ€œSayang kamu kenapa?,โ€


โ€œAzam,โ€ ucapnya. Dengan mata yang sudah berkaca kaca.


Ares yang tau perasaan Ayesha segera memeluknya.


โ€œAy kangen Azam mas,โ€ ucapnya.


โ€œYa, nanti kita telpon cari waktu yang tepat dulu ya, supaya bisa bicara sama Azam,โ€


โ€œHm..iya,โ€ jawabnya sambil menghapus air matanya.


โ€œMasih mau nangis atau mau makan nih,โ€


โ€œMau pulang,โ€ jawabnya.


โ€œHahahaha, baru dua hari disini udah mau pulang aja, jatah kita disini seminggu sayang,โ€


โ€œhuff...jawabnya dengan cemberut.


Cup, Ares mengecup bibir Ayesha yang cemberut itu.


โ€œAis masih saja memanfaatkan ke adaan,โ€


โ€œSiapa bilang, aku tu melakukannya supaya kamu bisa melupakan kesedihanmu sesaat,โ€ kilahnya.


โ€œEleh modus,โ€


โ€œNgak modus sayang,โ€


โ€œYa ya, jadi ngak nih kita sarapan?,โ€


โ€œJadi dong,โ€

__ADS_1


Setelah mendapat tempat duduk dan memesan makanan, Ayesha tetap menatap anak yang seumuran dengan Azam yang lincahnya sama seperti azam.


Huff, helaan nafas Ayesha terdengar jelas oleh Ares.


โ€œSayang,โ€


Ayesha menoleh ke Ares dan tersenyum tipis.


โ€œMaaf mas,โ€ ucapnya.


โ€œngak apa apa, aku paham kok perasaan mu,โ€ ucapnya lalu memegang tangan Ayesha dan menciumnya, perlakuan manis Ares mampu membuat hatinya bergetar.


Tak lama pesanan mereka datang.


โ€œsayang kita makan dulu ya, habis itu kita ke moll kamu boleh belanja sepuasnya,โ€


โ€œHm,โ€ lalu tersenyum pada Ares.


๐Ÿ‚


๐Ÿ‚


๐Ÿ‚


Tiba di moll Ayesha dan Ares, Ayesha masuk ke toko tas dan melihat model serta harganya, tas yang harganya fantastis itu membuat Ayesha tersenyum tipis mengingat mommy, lalu ia mengambil lima tas dengan model yang berbeda, dua untuk dua mommynya, dan tak lupa pula satu untuk bundanya dan satu juga Nayra sahabat serta satu untuk putri. Setelah membayarnya ia beralih ke toko suvenir.


โ€œMas, bantu dong nyari yang lucu lucu, buat anak anak panti,โ€ pintanya


โ€œYa,โ€


Hampir satu jam mereka berada di toko suvenir tersebut hingga dapat yang di cari, setelah membayarnya, Ayesha membawa Ares ke toko jam tangan.


โ€œini cocok Lo jika mas yang pakai,โ€ ucapnya sembari memasangkan di tangan Ares, Ayesha mengambil couple an dengan Ares.


โ€œKalau ini cocoknya buat duo Daddy,โ€


โ€œJangan yang itu, yang ini aja,โ€


โ€œBuat Randi dan Restu cocoknya yang mana ya mas?,โ€


Ares memilih yang cocok buat dua adik remajanya itu.


โ€œini gimana ay?,โ€


โ€œBagus juga, ya udah kita ambil itu aja, buat putri juga mas,โ€


โ€œIni cocok keknya buat putri,โ€


โ€œya udah kita ambil ini aja,โ€


Setelah transaksi selesai Ayesha dan Ares kembali menyusuri toko tersebut mereka ingin membelikan mainan untuk Azam.


โ€œMas, buat papa Leo, dan mama Mita kita beli in apa yaa?,โ€


โ€œKalau mama kita belum tas aja sama kek mommy, trus papa jam juga lah,โ€


โ€œya sudah kita cari lagi nanti, setelah membeli makanan untuk Azam,โ€


Tiba di toko mainan mata Ayesha berbinar melihat mainan dan ragu memilihnya suntuk Azam.


โ€œsayang, ini aja ya,โ€ ucap Ares sambil melihatkan sebuah robot yang bisa jalan dan menggunakan baterai cas di belakang robot tersebut.


โ€œYa baiklah,โ€ lalu ia mengambil sebuah pesawat yang menggunakan remot kontrol.


โ€œCuma dua ini aja,โ€ tanya Ares lalu di angguki oleh Ayesha.


Tak terasa ternyata hari sudah sore, mereka memutuskan untuk kembali ke hotel untuk beristirahat, saat berjalan menyusuri mol dan melewati aneka camilan Ayesha segera berhenti dan membeli beberapa makanan serta air mineral serta buah.


โ€œMas, habis ini kita ngamar aja ya,โ€

__ADS_1


โ€œDengan senang hati kalau gitu,โ€ jawabnya dengan tatapan genitnya.


โ€œNgak usah macam macam, ay pen istirahat, besok baru lanjut lagi jalan jalannya,โ€


โ€œYa deh ya,โ€


Selesai membeli camilan dan membayarnya mereka segera keluar dan menuju parkiran.


Tiba di hotel mereka membersihkan diri setelah itu istirahat Karna lelah seharian ini shopping.


Ayesha yang merasa sangat lelah ia lelap lebih cepat, Ares menatap wajah damai Ayesha, satu kecupan mendarat di kening sang istri.


๐Ÿ‚ ๐Ÿ‚ ๐Ÿ‚ ย 


Hari hari berlalu sudah lima hari mereka berada di kota Paris, rasa kangen Ayesha pada Azam membuat ia tak betah bertahan di Paris, hingga pagi ini mereka memutuskan untuk pulang ke tanah air.


โ€œApa semuanya sudah siap sayang,โ€


โ€œSudah mas, aku berkemas dari semalam,โ€


โ€œYuk kita langsung ke bandara atau mau mampir dulu ngak?,โ€ dengan cepat Ayesha menggelengkan kepalanya.


โ€œYa sudah ayo kita berangkat,โ€


Tiba di lobi mereka di segera masuk ke dalam mobil yang sudah menunggu mereka setelah semua barang bawaan masuk, sang sopir pun melajukan mobil menuju bandara.


Tak berapa lama mereka tiba di bandara, Ares dan Ayesha segera masuk ke pesawat miliknya, senyum Ayesha tak luntur sedikit pun Karna bahagia tak lama lagi ia bertemu dengan pria kecilnya yang sangat ia rindukan.


โ€œCup, senang amat kek nya,โ€


โ€œCup, iya dong aku kangen mommy dan Azam, mas ngak kasih tau kan kalau kita pulang?,โ€


โ€œngak sayang, sesuai permintaan mu,โ€


โ€œMakasih mas, ucapnya sambil bergelayut manja di lengan Ares.


Tiba di dalam pesawat Ayesha sudah merasa was was, kegugupan kembali melanda dirinya. Pesawat yang mulai lepas landas Ares menggenggam erat tangan Ayesha untuk memberikan kekuatan pada sang istri.


โ€œtenang sayang, semua akan baik baik saja,โ€


โ€œhm, ya mas,โ€


Pesawat pengudara di langit biru Paris dan meninggalkan sejuta kenangan yang berkesan buat Ayesha, di kota ini juga ia menyerahkan mahkotanya pada Ares suami sah sekaligus pemilik hatinya.


Semua suatu saat ia bisa kembali lagi ke kota ini dengan cerita yang lain tentunya masih bersama sang suami dan keluarga kecilnya itu harapan di dalam hatinya.


๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚


Hay Reader tersayang, selamat menikmati libur bersama orang orang tersayang dan jangan lupa jaga kesehatan, salam sehat untuk semuanya.


Jangan lupa Lika komen serta vote dan juga hadiah yaa.


Wasalam.๐Ÿ’ž๐Ÿ’ž๐Ÿ’ž


ย 


ย 


ย 


ย 


ย 


ย 


ย 


ย 

__ADS_1


ย 


__ADS_2