
pagi harinya.
Arkan bangun lebih dulu, ia tersenyum melihat istrinya masih tidur dibawah selimut yang sama, Arkan membelai wajah mulus istrinya, membuat sang istri menggeliat dan mengerakkan kepalanya mencari tempat ternyaman.
"Ara bangun, ucap arakan, namun tak ada jawaban dari Ara, Arkan pun langsung mencium bibir sang istri dan menyesapnya, Ara mendorong tubuh Arkan Karna kagetnya. Setelah membuka matanya ia mengecup singkat bibir Arkan.
"Ara ayo bangun?, apa kau tak kan sholat hm...?."
"hm..iya kak, jawabnya sambil menguap lalu membuka matanya."
"ayo cepat mandi dan setelah itu kita sholat, ucap Arkan, Ara hanya mengangguk."
Selesai sholat subuh, Ara segera menuju dapur untuk membuat sarapan. Saat sedang asik meracit bumbu untuk membuat SOP ayam, Ara di kaget kan oleh kedatang Arkan yang tiba tiba memeluknya dari belakang.
"astaghfirullah, ucap Ara."
"kenapa hm, ucap Arkan sambil mencium pipi Ara dan pundaknya. Aksi Arkan membuat Ara merinding.
"aku kaget kak, udah dong cium cium nya geli tau."
Arkan tak menghiraukan perkataan Ara, Ara pun membiarkan Arkan dan ia melanjutkan memasaknya, sedangkan Arkan masih saja menggodanya kerna melihat Ara yang begitu seksi Dangan pakaian rumahan Tampa lengan, rambut yang panjang digulung keatas, Hinga menampakkan leher mulus nya membuat Arkan semakin tergoda.
"kak, bisa ngak duduk dulu, aku bikin kopi deh, kalau gini aku ngak fokus masaknya, ntar masakannya ngak enak lagi kak."
"ngak, jangan sogok aku dengan secangkir kopi, jawabnya lalu mencium pipi Ara."
Ara terkekeh mendengar jawaban suaminya, Ara langsung membalik badannya dan menghadap ke suaminya, tampaklah wajah tampan yang selalu di pandang pas bangun dari tidur.
"yasudah mau dibuatin apa?, ucap Ara."
Arkan tak menjawab ia langsung menautkan bibirnya dengan bibir Ara dan menyesap lembut bibir Ara, Ara pun menikmati ciuman dari Arkan dan tangannya sudah melingkar di pinggang suaminya. Arkan semakin menahan tengkuk Ara dengan tangan kanannya dan tangan kiri menahan pinggang Ara, Ara yang sudah susah untuk bernafas memukul dada bidang Arkan, ciuman panas pun terlepas Ara menyandarkan kepalanya di dada Arkan dengan nafas naik turun.
"aku mau lanjutin masak kak, ucap Ara setelah bernafas secara normal. Ara langsung membalik badannya karna ia merasa malu telah menikmati ciuman dari Arkan dan ia takut kalau Arkan melihat pipinya yang merona. Arkan masih memeluk Ara, Ara memasaknya dengan posisi arkan masih nempel dibelakang Ara.."
"sayang, jangan panggil kakak dong, aku kan suamimu panggil mas Napa?
"kakak bilang apa tadi?."
"mas."
__ADS_1
"bukan."
"awal kalimat?."
"sayang."
Ara merasa merona mendengar Arkan manggil dirinya sayang, senyum tipis terbit dibibirnya.
"ah baiklah akan aku panggil mas, jawabnya."
"hm...jawab Arkan dan langsung mencium leher Ara Hinga meningalkan jejak disana, Ara mengigit bibirnya merasakan sensasi yang dapat membuat akal sehatnya ilang."
"apa kakak berubah menjadi vampir sekarang, tanyanya yang belum sadar dengan ucapannya, ia masih memangil Arkan dengan sebutan kakak."
Ara yang lagi asik mengaduk SOP ayam, seketika Arkan menariknya dan langsung membalik Ara menghadapnya, Arkan langsung menyesap dengan kasarnya bibir Ara karna geramnya mendengar Ara masih manggil dirinya dengan sebutan kakak, Ara mencubit pinggang Arkan karna ia sudah kesusahan bernafas, Arkan pun melepaskan tautan bibirnya.
"kak, apa yang kau lakukan, tanya Ara dengan nafas nggos nggosan."
"aku sudah bilang panggil aku mas, tapi masih saja memangil ku kakak, kalau sampai salah lagi, hukuman mu lebih berat dari ini, ancam Arkan."
Ara menelan ludahnya, ia lupa akan hal itu, Tampa menjawab Ara mengangguk dan segera melanjutkan masakan lagi Tampa bicara dan membiarkan Arkan masih bermanja pada nya.
Akhirnya SOP ayam buatan Ara matang juga, sementara Ara meragukan rasanya karna sedari tadi selalu di ganggu suaminya, takutnya tak sesuai dengan selera Arkan, Ara pun memindahkannya ke mangkok dan melatakka nya di meja makan.
"sayang kau lupa yaa, tanya Arkan."
"hah..maaf ka..eh mas, ucapnya sambil nyengir."
"ah baiklah kali ini aku maafkan karna kita akan sarapan, tapi kalau salah lagi jangan salah kan aku akan menghukum mu.
Ara hanya mengangguk mendengar ucapan suaminya, Ara mengambil makanan untuk suaminya sarapan pagi ini hanya mereka berdua, karna Ares masih dirumah mama leo. Huufff Ara menghempaskan nafasnya.
"sayang, kau kenapa?."
"aku merindukan Ares, selesai sarapan kita jemput ya mas, ucapnya."
" ya baiklah, ayo sarapan."
"hm..tapi kalau ngak enak jangan salahkan aku ya, salahkan mas sendiri kenapa menganggu aku saat masak."
__ADS_1
"pasti enak, tapi kau juga menikmatinya tadi, goda Arkan."
"mas, ucapnya dengan pipi yang sudah merona."
"hahaha, ayo makan."
Mereka pun memulai menikmati sarapan pagi hanya berdua saja, Arkan makan dengan lahapnya bahkan ia minta Mbah saking enaknya masakan istrinya, Ara tersenyum melihat suaminya makan dengan lahap, ia bersyukur karna suaminya menyukai masakannya.
Usai sarapan pagi, Ara membersihkan meja makan dan mencuci piring kotor bekas makan mereka, setelah itu ia kekamar untuk membersihkan diri karna ia akan menjemput Ares, baru semalam tak bersama dengan putranya membuat ia rindu. Tiba dikamar Ara melihat Arkan lagi santai disofa, Ara segera mengambil baju untuk suaminya dan juga dirinya.
"mas, ayo cepatan mandi?"
"nanti saja."
"loh kenapa?."
"Ares lagi jalan jalan sama leo, Leo bilang ia akan mengantar nya nanti kesini."
"yasudah, jawab Ara dengan lesu, dan langsung duduk di samping Arkan."
"kenapa wajahnya ditekuk begitu?."
"ngak apa apa, jawabnya."
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
Maaf ya segitu dulu, karna ada pekerjaan yang lagi mendesak.
Terimakasih sudah mau mampir yaa, jangan lupa
π like
π komen
πvote.
Ikuti seperti panah yaa.ππ€π€π€
__ADS_1
Wasalam.
...πππ...