Mommy Ara

Mommy Ara
78. S2. Wedding Day


__ADS_3

Hari hari pun berlalu, di pagi yang cerah dan sejuk ini adalah hari yang di tunggu oleh Ayesha dan Ares serta semua pihak keluarga. Ya hari ini adalah hari pernikahan mereka di gelar.


Semua keluarga dan kerabat dekat sudah tiba di kediaman Ayesha untuk menyaksikan hari bersejarah dalam hidup pasangan sejoli itu.


Ayesha terlihat sangat cantik dengan kebaya yang di pakainya, mahkota yang bertengger di kepalanya membuat ia semakin anggun.


“Wah, cantik banget Lo ay, aura pengantinnya terpancar, seloroh Nayra.


Ayesha mencebek mendengar ucapan Nayra.


“hahaha, jangan ngambek dong,”


“aku gugup Nay,” ucapnya sambil memegang tangan Nayra.


“santai ay, coba tarik nafas dalam-dalam lalu buang pelan pelan,” instruksi Nayra.


Ayesha melakukan apa yang di ucapkan oleh Nayra.


Ceklek.


Sontak keduanya menoleh ke arah pintu.


“Mom,” ucapnya dengan mata uyang berkaca kaca.


“Sayang,” ucap Miranda sembari memeluk Ayesha.


Tak lama mereka mengurai pelukannya.


“Mom, maafkan Ayesha yang belum bisa membahagiakan serta membangga kan mommy dan daddy,"


“mommy sudah bahagia sayang sejak kamu hadir lagi dalam keluarga ini, dan kehadiran kamu juga yang membuat mommy menjadi lebih baik dan tak pernah lagi mengonsumsi obat obat itu lagi, dan kamu juga ke banggaan kami ay, semoga pernikahan kalian bahagia dan langgeng sampai ke janahnya Allah, Aammiin.


“makasih doanya mom,”


Bunda Afifah yang menyaksi sedari tadi di ambang pintu ia turut bahagia melihat Ayesha bahagia.


“Ay,”


Mereka menoleh dan melihat bunda Afifah sedang menghapus air matanya.


“bunda, memdoakan semoga kebahagiaan menyertaimu selalu nak,”


“udah sedih sedihnya kita turun yuk, mempelainya udah datang,” ucap Miranda.


“Ya mom,”


Mereka segera keluar dari kamar Ayesha dan menuju tempat akad di laksanakan.


Di dampingi sang mommy membuat rasa gugup Ayesha sedikit berkurang.


“Jangan gugup, hal seperti ini biasa,”


“ya mom,”


Miranda dapat merasakan betapa dinginnya tangan Ayesha dan berkeringat.


Ares yang melihat Ayesha begitu cantik dengan kebaya pas badan yang di kenakannya membuat ia tak berkedip walau sedetik pun.


“Masya Allah cantik banget,” ucapnya Tampa sadar.


Ayesha yang mendengarnya hanya tersipu malu, Arkan berdehem untuk menyadarkan putra, Karna acara akan segera di mulai namun tak ada respons Karna saking terpesonanya melihat pemilik hati cantik yang luar biasa.


“Bang mau di pandang terus apa ngak mau menghalalkannya,” bisik putri di telinga Ares.


Baru Ares sadar dari lamunannya, setelah mendengar bisikan dari putri, para keluarga yang melihat Ares terhipnotis oleh kecantikan Ayesha hanya bisa tersenyum tak dipungkiri jika mereka juga mengaguminya juga.


Kedua mempelai duduk di depan penghulu dan juga wali dari Ayesha siapa lagi kalau bukan Daddy-nya serta para saksi.


“Apa kalian sudah siap?,” tanya penghulu. Kedua mempelai mengangguk sebagai jawaban.


“Baiklah segera kita mulai,”


Joshua menjabat tangan Ares atas arahan dari penghulu setelah itu mengucapkan janji suci. Dengan sekali tarik nafas Ares mengucapkan ijab Qabul dengan lantang dan lancar.


“Bismillahirahmanirahim, saya terima nikah dan kawinnya Ayesha Humaira Senjaya binti Joshua Senjaya dengan mahar seperangkat alat sholat serta satu unit rumah mewah di bayar tunai,”


“Bagaimana para saksi,” tanya penghulu.


“Sah”


Satu kata bergema di ruangan tersebut, membuat Ayesha menitikkan air matanya karna merasa bahagia, beberapa detik yang lalu ia sudah berganti status menjadi seorang istri.


Putri menyodorkan sepasang cincin pada kedua pasangan yang baru saja halal itu.


Ares memasangkan cincin tersebut di jari manis sang istri lalu mencium kening pemilik hati, begitu juga dengan Ayesha setalah itu mencium punggung tangan Ares.


Kebahagiaan terpancar di wajah mereka begitu juga dengan para keluarga serta sahabat.


Usai acara pasang cincin kini di gelar acara doa bersama untuk kebaikan rumah tangga pasangan baru tersebut. Lalu makan siang bersama dengan keluarga baru dan status baru bagi Ayesha dan Ares.

__ADS_1


Setelah acara selesai Arkan dan anggota keluarga berpamitan untuk pulang Karna acara resepsi akan di adakan jam tiga sore nanti.


“Joshua, aku dan keluarga pamit undur diri kita bertemu nanti di tempat resepsi saja ya,” ucap Arkan.


“Ah, ya baiklah,”


Arkan dan keluarga undur diri dari rumah mewah milik Joshua.


“Mom, aku disini saja ya, nanti pergi ke acara bareng dengan kak Nayra dan yang lain ucap putri,”


“Ya, jaga sikap dan jangan merepotkan Kaka dan abangmu,” pesan Ara,”


“ya, aku ingat pesan mommy kok,”


“Bang restu, tinggal disini juga yaa, kita main PS yuk,” ajak randi.


Restu melihat ke arah Ara, seakan minta izin, Ara menganggukkan kan ke papanya, lalu tersenyum pada restu.


“Oke boy,”


“Miranda maaf ya anak anakku jadi disini semua, jika mereka nakal kau boleh menjewer telinga nya,” ucap Ara sambil melirik putri dan restu.


“Hahahaha, aku senang jika mereka disini kapan lagi ngerasa punya banyak anak jika bukan sekerang,” ucapnya sambil ketawa.


“Ya sudah jika kalian mau tinggal disini, tapi jangan bikin Tante Miranda pusing liat tingkah kalian,” pesan Arkan.


“Makasih dad mom, udah izin kami tinggal disini tenang aja kami ngak akan ribut kok,” jawab putri.


“ya sudah kalau gitu kami pulang dulu,” ucap Arkan pada semuanya.


“Hati hati dad, pesan Ares,”


“Ya, kau tolong awasi dua adikmu,”


“Siap bos,”


Setelah Arkan dan anggota keluarga yang lain pergi Nayra dan putri memonopoli Azam, sedangkan restu dan Randi masuk ke kamar Randi untuk main PS, dan para orang tua beristirahat di kamar masing masing, Karna sudah lelah dengan acara yang baru saja usai.


Sementara pasangan yang baru halal itu sudah masuk kamar Karna ingin beristirahat juga. Ayesha yang lebih dulu masuk kamar dari Ares, ia duduk di meja rias untuk membersihkan make up di wajahnya saat akan menanggalkah mahkota di kepalanya.


Ceklek...Ares datang dan langsung membuka pintu lalu menghampiri Ayesha yang lagi duduk di meja rias.


“Mau ngapain ay,”


“Mau bersih in make up ini bang, trus ganti baju,” jawabnya jujur.



Ares mendekat ke arah Ayesha dan menatap intens wajah cantik itu, Ayesha tersenyum tipis melihat tatapan Ares yang tak berkedip sedikit pun.


Tampa menunggu lama Ares langsung me lu mat bibir ranum milik Ayesha, refleks Ayesha memejamkan matanya, menikmati serangan yang di berikan oleh Ares.


“mau mandi atau Cuma ganti baju doang mas,” tanya Ayesha setelah tautan bibir mereka lepas.


“tadi kamu panggil apa ay?,”


“Mas, Napa?,”


Cup, satu kecupan melayang di bibir Ayesha.


“Aku suka dengarnya,” jawabnya sambil mengedipkan sebelah matanya.


Ayesha hanya tersenyum melihat tingkah Ares.


“ya udah cepatan ke kamar mandi,”


“Bareng kamu aja sayang,”


“Ngak, ngak, aku masih lama ini aja belum bersih,”


“Sini aku bantu biar cepat,”


“Ngak,” jawabnya dengan wajah yang bersemu merah.


“Ya udah deh, aku duluan,”


“hm,” setelah Ares pergi, Ayesha melihat koper Ares yang terletak di sudut kemari, lalu ia mengambil baju ganti untuk Ares setelah itu meletakkannya di atas kasur.


Selesai dengan tugasnya, Ayesha kembali fokus membersihkan make up di wajahnya. Tak berselang lama Ares keluar dari kamar hanya menggunakan selembar handuk yang melilit pinggangnya.


“aaaaaaaaaa,” teriak Ayesha saat menoleh melihat dada bidang Ares, dengan cepat ia menutup mata dengan kedua tangannya.


“Cepat pakai bajunya mas, ih ngeselin deh,” gerutunya.


“Udah ngak usah di tutup nanti kamu juga liat semuanya,” ucap Ares santai sambil mengambil baju yang sudah di sediakan oleh Ayesha.


Ayesha tak menghiraukan ucapan Ares ia malah berlari ke kamar mandi sambil menyambar handuk.


Ares terkekeh melihat tingkah Ayesha.

__ADS_1


Tak lama Ayesha keluar dari kamar mandi lalu menuju meja rias untuk merapikan rambutnya yang acakan serta memoles sedikit wajahnya.


"aku keluar bentar ya, mau liat Azam, mau ikut ngak?,"


"ngak ah, aku pen istirahat,"


"oh ya udah,"


"jangan lama lama,"


"ngak,"


setelah Ayesha pergi Ares merebahkan tubuhnya di kasur Karna lelah dan kantuk yang menyerang membuat ia cepat terlelap.


"bik, Azam sama yang lain pada kemana," tanya Ayesha ke bik Ana, Karna tak menemukan satu orang pun.


"nyonya dan tuan lagi istirahat non, kalau Azam di bawa non Nayra dan non putri ke kamar tamu," ucapnya.


"oh ya udah aku kesana dulu ya bik,"


"iya non,"


Ayesha segera melangkah ke kamar tamu untuk melihat Azam.


ceklek... Naura dan putri menyegitkan dahinya melihat Ayesha, Ayesha pun merasa heran melihat tatapan mereka yang tak seperti biasanya.


"kalian kenapa menatap ku seperti itu,"


"Ngapain kesini bukannya istirahat ya?," tanya Nayra.


"cuma mau liat pria kecilku yang tampan ini kangen soalnya," ucapnya sambil mencium pipi Azam.


"dikamar ada yang lebih tampan dari ini dan juga lebih kangen sama Kaka," jawab putri.


"Ais, apa an sih," jawabnya dengan wajah yang merona.


"udah, ke kamar sana, hari ini kita yang memonopoli Azam," ucap Nayra.


"ya elah kalian gitu amat,"


"ya udah aku ke kamar," ucapnya sambil mencium pipi Azam bertubi tubi.


"ay, tahan dulu sampai malam, jangan buat sejarah baru dengan sore pertama, hahaha," gelak tawa putri dan Nayra.


Ayesha hanya mencebek kesal karena di ejek oleh dua wanita cantik yang ada di depannya.


Ayesha kembali ke kamarnya, setelah masuk ia melihat Ares tidur dengan nyenyaknya serta dengkuran halus yang mengusik telinga Ayesha.


"sebegitu lelahnya kah, baru ditinggal sebentar udah nyenyak aja," ucapnya sambil memandang wajah tampan Ares.


akhirnya Ayesha juga ikut berbaring di samping Ares dan menghadap pada sang pemilik hati. Tak lama ia pun ikut menyelami mimpi Ares.


🍂🍂🍂 


Maaf semuanya kemaren ngak up.🙏


Jangan lupa like dan komen yaa.😉


wasalam.💞💞💞


Putri



Restu



 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2