
...π΅...
...Ketegangan di Kantin.....
"La! Lalaa.. Ih nih anak mesti di senggol dulu baru nyaut" kesal Mely ke Lala. "Aduh udah padat gini masa ia gue balik lagi? LALA.." panggil Mely dengan suara khas nya yang terdengar basi di telinga Lala.
Lala menoleh dengan kerutan di keningnya, "Pa'an Melysa Yohkiyaa!" saut Lala dengan sengaja menyebut nama panjang sang sahabatnya itu. "Lo pesan apaan, gue lupa?" tanya Mely dengan suara basinya. "Biasa!" Jawab Lala ketus dan kembali memainkan ponselnya.
"Gak ada bosenya tuh anak tiap hari pesanya ini aja, ntar di rumah lauknya ini juga, pas lagi main ini juga, lidahnya gak kerasa kali ya? sampe segitu cintanya sama soto!" Mely mengomel sendiri mengingat Lala yang selalu saja pesan soto.
"La, ini bukanya meja abang Rey?" Tanya May yang baru saja sampai di kantin. Lala yang mendengar May yang masih juga memanggil dengan sebutan Abang untuk musuhnya langsung menatap May dengan ketus.
"Udah berapa kali sih gue bilang, lo boleh suka sama cowok tapi jangan cowok modelan pipet kek dia!" Lala emang melarang kedua temannya untuk menyukai Rey, alasan Lala ada dua, yang pertama untuk menghindari dari pelarian perasaan Rey, cowok yang gak pernah serius sama namanya cewek. dan kedua Rey adalah musuh dari jaman sutartonya itu gak baik ia beri kemudahan untuk mengoda sahabatnya.
"Duduk aja! ngapin lo diri, bisa pendarahan lo?"
Ucap Lala sambil menepuk nepuk bangku di sebelah nya. "Beneran gak papa nih?" ucap May sedikit ragu. "Ya elah, May..! ini meja punya lek jenggot bukan punya pipet. Jadi gak usah takut kek gitu lah! bawa santai aja!" Ucap Lala. "Ia deh dari pada gue berdiri gak jelas mending duduk!"
"Hallo, pada ngegosipin apa?" tanya Mely sambil memberi makanan yang tadi ia pesan. "Minumnya mana Mel? tanya May yang melihat Mely hanya membawa makanan tanpa minuman. "Kan ada air liyur lo! minum aja tuh gratis!" Ucap Mely sambil kembali ingin membeli minuman.
"Gue manis dingin, satu ya?"Ucap May sambil memanggil Maly sudah bergabung dengan para murid lain. "Sok imut lo! Muka asem hawa panas, sok merasa manis, dingin lagi?" Mely kembali ngomel dibuat May.
"Bukan orangnya yang manis tapi teh nya!" ucap seorang cowok yang berdiri tepat di belakang Mely. "Sok tau lo!" ucap Mely ketus dan kembali dengan tangan yang sudah penuh akan pesanan es para sahabat nya.
Langkah Mely terhenti melihat Rey dan tiga boy nya memasuki kantin tapi ada yang lebih mencolok si sabrina cewek cantik yang menyandang statusnya sebagai pacar Rey saat ini. "Ih.. amet amet dah! genit banget tuh cewek!" ucap Mely sambil kembali berjalan ke meja dimana Lala dan May berada.
"Idih main makan luan aja ya? gak sabaran nungguin gue!" Mely membagi minuman yang ia beli tadi dan langsung duduk di depan Lala.
"La. lo pesan soto lagi?" Tanya may yang baru saja menyadari. "menurut lo?" jawab Lala ketus.
"Ya ampun la pelan aja lo makanya, kayak mau di gondol kucing aja!" Protes Mely yang melihat Lala makan dengan lahap. "Liat nih, gue lagi bikin konten, lagian malas gue lama di kantin bawaannya panas!" ucap Lala sambil mengipas ngipas wajahnya dengan tangan kirinya.
"Gak ngaruh kipasan lo! yang ada bukanya nyebantu malah bikin tambah emosi ntar! "benar tuh!" saut May sambil mengambil saus yang akan di masukan ke dalam soto milik Lala. "Oo.. alah La..! gimana gak pedas kalo lo make sausnya udah abis setengah botol?" kesel May melihat tingkah Lala yang gak ada berubah nya. "Aneh! makan soto, udah kaya makan miso! " sambar Mely sambil menghisap minumannya.
"Rey..!" Ucap salah satu siswi sambil menyenggol lengan teman nya. "idih makin ganteng aja!"
"Ganti dong pacarnya, bosen gue ngeliat Sabrina aja yang digandengin, gue kan iri! "
"Gue rasa dari semua pacar Rey cuma Sabrina yang paling awet?"
"Di pelet tuh kak Rey nya, makanya langeng terus!"
"Gimana gak langgeng orang Sabrina modelannya kek gitu! persis majalah dewasa masa kekinian"
Huaha..
__ADS_1
Saut demi saut terdengar sampai di telinga Lala. ''Aduh, berisik tau gak!" Lala sedikit menjerit kepada para cewek yang ngegosipin Rey.
"Ih, yang namanya kantin yah berbisik lah, kalo mau sunyi no di pemakaman sono!" Jawab seorang cewek yang gak suka atas tindakan Lala. Lala tak menghiraukan omelan para cewek tentang dirinya ia sibukkan dengan memakan sotonya.
Tap..
Tap..
"Ehem! Rey berdeham, "Bentar ya sayang" Ucap Sabrina dengan suara di manja manjakan. "Lo tiga minggir ini meja kita?" ucap sabrina dengan gaya sok imut nya.
Lala menyeruput es dengan santuinya, dengan tangan kanannya yang masih sibuk dengan ponsel nya, seakan sengaja memanas manasin Sabrina salah satu musuh nya dua bulan belakangan ini. "Udah anggap aja gak ada yang ngomong, gak usah diladani! " ucap Lala kepada kedua temannya.
"Woi..! Gue ngomong sama lo?" tunjuk Sabrina setelah memukul meja, merasa ditunjuk tunjuk membuat Lala ingin menjambak rambutnya Sabrina aja, ia paling kesal kalo ditunjuk tunjuk.
Apalagi yang menunjuk adalah Sabrina.
"Udah nunjuk nya?" ucap Lala meletakkan esnya di atas meja. Sabrina tersenyum, akhirnya mempan juga cara nya. "huek.. mau muntah gue liat senyum nya, sok manis banget!" Ujar May sambil meminum es nya.
"Mau lo apa?" tanya Lala tanpa melihat lawan berbicara nya. "Ini tempat kita, kita mau duduk disisni!" Lala membuang nafas malas. "Kok bisa, gue kenal sama cewek kek lo!" ucap Lala,
"Itu.. itu.." Lala menujuk nunjuk meja yang kosong, "Kosong kan? lagian gak bakal mati kalo gak duduk di sini!" ucap Lala dengan malas. "Sayang!" panggil sabrina ke Rey.
"Lo punya kuping kan? atau perlu gue pake cara praktis gue? gue rasa lo belum pernah nyoba!" ucap Rey sambil memasukkan tangan kirinya ke kantong celana, sedang tangan kanan nya di gandeng oleh Sabrina.
"Udah la Rey, kita duduk dimeja lain aja, kan masih banyak yang kosong!" ucap Ryan sambil menepuk pundak Rey pelan. "Jangan bilang ini cuma alasan lo buat nolongin dia lagi!" ucap Rey menatap Ryan sinis.
"Udah lo gak usah ikut campur!" Ucap Bagas sambil menarik tangan Ryan. "Gue bukanya mau ikut campur, tapi gu-" ' ucapan Ryan terhenti ketika seseorang cewek menumpahkan minuman ke bajunya.
Seorang yang belakang ini sering berpapasan dengan Ryan, entah kebetulan atau emang di sengaja. Ryan hanya menggeleng melihat bajunya yang basah. "gue gak sengaja!" cewek itu membantu mengelap dengan tisu, entah dari mana tisu ia dapatkan tapi Ryan gak nolak ia membiarkan saja apa yang cewek itu lakukan.
"Bentar sayang!" Ucap Rey melepaskan gengaman tangan Sabrina di tangan nya. Rey berjalan semangkin mendekat kini posisi nya sudah berada tepat di depan Lala.
"Oh..! Lo mau angkatin ini. Jadi bener lo kerja di sini, bentar ya gue belum siap!" ucap Lala cepat cepat meminum Esnya. Mendengar kata yang keluar dari mulut Lala membuat Rey semangkin geram.
"Mau lo apa?" tanya Lala tersulut emosi, gimana gak emosi bajunya basah kena minuman yang mau diminumnya, siapa lagi yang melakukannya jika bukan Ulah Rey.
Rey tersenyum simpul melihat muka Lala mulai emosi. ''Masih mau lagi?" tanya Rey dengan senyum miring nya. Lala tertawa tanpa suara, sambil memandang Rey dengan penuh kebencian.
Entah sampai kapan kebenciannya ini hilang.
"Entah mimpi apa gue semalam, kok bisa bisanya jumpa modelan beginian!" Ucap Lala dengan berdiri dari tempat duduknya dan melemparkan pipet miliknya dan dengan sengaja menabrak Rey didepanya dengan kuat.
"Kuat juga mental tuh cewek!" ucap Bagas melihat kelakuan Lala.
"Kalo gini bakal repot jadinya!" ucap May berbisik ke Mely. "Bakal seru tapi kek nya!" jawab Mely tanpa filter. "Dong*k lo! temen lagi perang lo malah meman.. "
__ADS_1
Ctarr..
Semua siswa/i yang ada di kantin menoleh ke sumber suara. Ada yang geleng geleng, ada yang ngangak gak percaya. ada yang tutup mulut, yang pasti pada ingin tau yang selanjutnya. Rey yang dengan sengaja ingin menjenggal Lala agar jatuh, tapi malah ponselnya yang jadi korban, tapi Rey malah mangkin senang dan merasa gak bersalah sama sekali.
Ponsel nya yang baru saja jatuh, membuat Lala membolak balik ponselnya. Lala nyengir kuda dan gak lama tertawa geli mendapat ponselya yang udah retak kayak sarang laba-laba, apalagi gak bisa hidup lagi. Mendapati itu kedua temannya Lala, langsung berdiri dan menghampiri Lala.
"Kelewatan banget!" Ucap May dalam hati.
"Hati gue jadi tegang bro, kayak di sambar petir," tutur Mely melihat kelakuan Rey.
Orang orang dikantin malah geleng kepala, melihat kelakuan Lala, ada yang mengira bakal panjang ceritanya, atau gak minta ganti rugi tapi malah ke anehan yang ada.
"Aneh banget kak Lala, ponselnya jatuh malah ketawa, kalo gue langsung minta ganti gak peduli lagi, walaupun yang jatuhin bang Rey!"
"Gue juga gak nyangka bakal gini kelanjutan nya" Perfeck dah buat Lala.
"good lah buat Lala, bersikap biasa biasa aja walaupun ponsel dalam kondisi terancam nyawa!"
Ahaha..
" Gue kasih gempol sepuluh buat Rey, sekali bertindak otak dan jantung gue pun ikut bebawa suasana, untung gue gak pernah cari masalah sama tuh cowok"
"Tapi kalo masalah hati udah sering sih!"
Riuh para siswa/i membahas kejadian barusan, yang tadinya sempat merasa tegang dan sunyi, kini malah sebaliknya. ada yang suka sama sikapnya Rey ada juga yang gak suka sebaliknya juga sama Lala.
"Di sini lah Lala bersama kedua temannya, di dalam kelas yang hanya ada beberapa orang dikelas. Sesampainya di kelas Lala langsung meletakkan kepalanya di atas meja, dengan kedua tangannya mengacak acak rambutnya kesel.
"Lo luan? cepatan, May?" May dan Mely sejak tadi berdebat dengan suara berbisik mereka gak berani ngomong kalo Lala udah bete gini. "Eh.. ini kan kemauan lo" ucap May balik mendesak Mely.
"La..! ponsel lo gak bisa hidup lagi?" Tanya Mely dengan tampang lugu nya. "Bege baget sih lo, kok bisa gue temennan ama lo?" May menepuk jidat mendengar pertanyaan Mely.
"Minggir biar gue aja! lo gak bagus!" Ucap May kesal. Mely menyingkir dan kini gantian May yang akan ngajak ngobrol Lala.
"Kalo gue liat ini masih bisa deh, La..! coba deh gue bawa ke servis tetangga gue!" ucap May setelah melihat ponsel Lala.
Lala mengangkat kepalanya perlahan, dan memandangi sahabatnya satu persatu, "Kalo ponselnya gak masalah, yang jadi masalah follower gue?" Ucap Lala dengan mimik di sedih sedihkan. "Ya elah gak usah sok sedih deh! gue yakin masih bisa di betuli ini!" Ucap May sambil menepuk nepuk pundak Lala. "Awas gak usah senggol senggol!" ucap Lala memasang muka kesak ke May.
Lanjut??
tunggu ke bab selanjutnya ya, klik like, komen, vote dan hadiah. jangan lupa ya. makasih yang udah beri
ππ
salam autor untuk pembaca...πππ
__ADS_1