My Anemy My Hubby

My Anemy My Hubby
bab84-Hamil


__ADS_3

...🌵...


...Hamil...


"Sesuatu yang masih belum jelas, lebih tepatnya sesuatu yang lo rasa ke Lala, mungkin bisa di bilang begitu!" Jawab May dengan senyum kecil yang bisa di bilang, senyum dengan penuh kepahitan serta keterpaksaan.


Yogi menarik tangannya May agar masuk ke dalam mobil. May sempat kaget, atas kelakuan yang di berikan oleh Yogi dengan cara mendadak membuat nya sempat dak dik duk.


Tapi perasaannya kini kembali normal saat menyadari turunnya hujan secara tiba-tiba padahal saat ini, cuaca cukup panas.


"Pake sabuk lo, gue mau ajak lo ke suatu tempat!" Ujar Yogi yang lagi lagi menjagetkan May karna mobil sudah melaju dengan keadaan kencang.


"Mau kamana?" May yang sudah selesai memakai sabuk memandangi wajah Yogi dengan lekat.


"Nanti lo juga bakal tau!" Jawabnya tanpa menoleh.


Mata May semangkin tajam menatap ke arah Yogi.


"Apa lo gak bisa lupakan Lala dan cintai gue!" Ucap May tanpa sadar.


Yogi mengeremkan mobilnya secar mendadak. Ia menatap May dengan lekat. "Maksud lo?" tanyanya dalam hati.


Ia mendekatkan bandannya ke wajah May. "Gue juga pengennya gitu, tapi mengeluarkan orang istimewa di hati gue itu susah!" Timpal Yogi.


"Gak panas" Ujarnya lalu melepaskan tangannya dari kening May.


May yang sadar akan ucapannya, hanya menggelengkan kepalanya sambil tertawa kecil. "Gue bercanda, kok di bawa seriut!" Ujar May dengan wajah yang di alihkan


ke luar jendela. Ia menatap jendela dengan air matanya yang mulai keluar.


"Kenapa gak lo tutup, kan hujan, bisa masuk angin!" Ujar Yogi yang lagi lagi membuat badan May meremang. Bagimana tak membuatnya terkejut, untuk yang kedua kalinya seorang May berada di posisi yang begitu dekat dengannya. Yang sedang menutup jendela.


...


Lala terbangun ketika mendengar suara samar samar di sekitarnya. Semua orang berkerumun di sekitar tempat berbaringnya.


Dengan menatap ke arahnya.


Ia menatap sekitarnya dengan heran. "Kenapa?" Tanya nya sambil berusaha duduk. Rey langsung membantu Lala berduduk.


"Lo hamil!" Ucap Mely yang mendapatkan tatapan dari semua yang ada di sana.


"Apa?" Tanyanya sambil memicingkan matanya sebelah. Bambang langsung menarik kekasihnya agar menjauh dari ruang rawat Lala. begitu juga yang lainnya. Hanya tertinggal Lala dan Rey seorang lah yang ada di ruangan tersebut.

__ADS_1


"Siapa yang hamil?" Tanya Lala pada akhirnya. Sungguh suasana yang paling kaku saat di antara keduanya tak ada yang ingin buka suara.


Rey menggenggam tangan Lala dengan erat, ia mengelus puncak rambutnya Lala dengan sayang. Yang di akhiri dengan kecupan kecil dikening. Hal ini membuat Lala menjadi salah tingkah.


"Selamat buat kita berdua, kelak kita bakal menjadi calon Papi dan Mami!" Ujar Rey dengan senyum bahagianya.


Lala hanya diam, sambil mencerna apa yang baru saja di ucapan oleh Rey. "Mak-maksudnya?" Tanyanya dengan wajah kebingungan.


"Sayang, kamu lagi ngandung anak kita!" Bisik Rey dengan suara pelan. Lala sampai mengidik ngeri mendengarnya. "Jadi yang hamil itu aku?" Tanya nya dengan wajah serius.


Rey kembali menggenggam tangannya Lala seraya mengangguk kecil.


Lala menatap tak percaya ke arah orang yang berstatus menjadi suaminya. Ia meneteskan buliran bening dari kelopak matanya. Rey yang melihatnya pun memeluk Lala dengan arat. Tangis haru di sertai rasa syukur keduanya membuat rasa damai di hati masing masing.



Bunda Rada yang tau kehamilan Lala. Langsung menangis karena rasa bahagia. Ia kembali mengingat kejadian masa kegugurannya. Ia bertekat akan menjaga Lala layaknya menjaga anak kecil yang baru lahir. ia tak ingin kejadian keguguran sampai di alamai oleh menantunya.


Jadi semenjak mengetahui jika Lala sedang hamil. ia menyuruh anaknya agar tinggal bersamanya sampai anak yang di kandung Lala lahir.


Rada berlari keluar rumah dengan membuka pintu selebar-lebarnya. Ia menatap mobil anaknya dengan tatapan tak sabaran melihat calon ibu muda.


"Sayang!" Rada langsung memeluk Lala dengan penuh bahagia. "Selamat ya!" Ucapnya sambil mengelus perut rata Lala dengan lembut.


Bunda Rada tersenyum haru mendengar ucapan Lala.


Setelah makan malam selesai, Lala memilih kembali ke kamar, entah mengapa saat ini ia merasa sangat mengantuk. Rey yang melihat Lala ke pergi menuju kamar, ikut menyusul setelah berbincang hal penting dengan Papinya.


Rey tersenyum kala melihat Lala yang sudah tertidur dengan pulas. Ia mendekati Lala dan duduk di pinggiran kasur, di tatapnya wajah Lala lama. Ia merapihkan rambut Lala yang berantakan lalu mencium kening Lala dengan lembut.


"Mimpi yang indah sayang!" Ujarnya lalu menyelimuti Lala. Setelah selesai membersihkan badan, Rey memilih membuka laptopnya, ia ingin menyelesaikan tugas kantor yang harus selesai karna besok akan lebih banyak lagi, yang akan ia kerjakan.


Lala membuka matanya perlahan. Ia meraba raba kasur di sebelahnya, tak merasakan adanya Rey, ia langsung terduduk dangan kuning mengerut. Lala turun dari kasur lalu menghampiri Rey yang duduk di sofa.


Lala melingkarkan kedua tangannya di leher Rey. "Belum tidur!" Ucapnya sambil melihat Rey dari samping. Rey tersenyum tipis.


"Kenapa bangun!" Tanya Rey balik. "Gak ada kamu, jadi gak bisa lanjutan tidur!" Jawabnya dengan tersenyum kecil.


Rey memutar badan menghadap ke Lala berada. "Sini!" Tunjuknya ke arah pahanya. Lala menggelengkan kepalanya. Namun ia menurut dengan ucapan Rey barusan. Rey terkekeh sendiri melihat tingkah istrinya.


Rey meletakkan kepalanya di celuk leher jejang Lala, sedang kedua tangannya memeluk perut Lala dengan hangat. "Rey geli tau!" Bisik Lala sambil berusaha melepas tangan Rey yang melingkar di perutnya.


Rey langsung menggendong Lala dan meletakkannya di atas kasur. "Tunggu sebenar lagi ya baby, Papi masih ada kerajaan, jangan nakal ya sama Mami!" Rey berucap sambil mengelus perut Lala. Lala tersenyum kecil mendengar ucapan Rey barusan.

__ADS_1


...


Lala merebahkan badannya di atas kasur. sudah sebulan lebih ia tak pulang, sungguh sebulan yang ia rasa bagikan kemarin ia baru meninggalkan rumahnya ini.


"malam ini kita tidur di rumah aja ya!" Ucap Rey yang baru saja duduk di sampingnya Lala.


Lala tak menolak. memang ia juga kangen tidur di kamarnya. "Udah selesaikan, aku mau mandi dulu, lengket.." Ujarnya yang tertuju pada badannya.


Lala tersenyum puas saat baru saja selesai membuat serapan. "Akhirnya selesai juga!" Ujarnya. "Hemmm.. wangi lagi, pasti enak!" Puasnya yang langsung duduk di meja makan.


saat sendok akan masuk ke dalam mulutnya. ia baru sadar jika Rey belum ada duduk di sampingnya. "Astaga, bisanya Mami lupa sama Papi kamu! Bisik Lala pada perutnya.


Lala kembali terduduk saat suara langkah cepat dari belakangnya berjalan ke arah nya.


"Sayang, aku ada urusan mendadak. gak bisa antar kamu ke kampus, kamu naik ojek onlain aja ya!' Ucap Rey sambil mengecup singkat pipi istrinya.


"Jaga Mami ya sayang!' Ucapnya lalu pergi dengan keadaan terburu buru.


"Gak sarapan dulu?"


"Gak sempat sayang!"


"Tapi aku dah capek masak, bangun pagi, minimal dikit aja! " Teriaknya


"Udah telet banget sayang!"


"Tapi...


Lala menatap kepergian Rey dengan wajah kesal.


...Jika ada typo comen ya ***gais spam...


Lala


Yogi


Rey


May


Yaya


Mely

__ADS_1


Bambang***


__ADS_2