My Anemy My Hubby

My Anemy My Hubby
bab20- Ryan..


__ADS_3

...🌵...


...Ryan.....


Lala menunjuk kan ponsel nya, "Gimana?" tanya nya sambil meletakkan ponsel nya di depan wajah Mely. Seketika raut wajah nya senang namun tak lama kemudian berubah menjadi cemberut.


"Kenapa muke lo, baru sadar ya, sepuluh juta hangus!" Jelas May dengan tertawa.


"Diem deh, ketawak lo kek suara tawon," Jawab Mely sangar.


"Dari pada muka lo kayak muka bebek cemberut aja, kayak mau di kawainin paksa!" Jawab May asal. namun Mely tak lagi mempedulikan ucapan May lagi.


"Gak perlu, udah gue hapus, anggap aja sedekah gue buat lo!" Jawab Lala sambil mengembalikan atm Mely.


"Serius la, lo hapus gitu aja tanpa ada hongkang hongkang gitu?" Tanya May tak percaya. "Sedekah lagi. mending bagi gue!" Ucap May lagi.


"Syukur deh, gak jadi irit gue!" Ucap Mely sambil memasukkan atm nya di dalam tas. tak lama kemudian seorang guru pun datang, mereka pun mengikuti pelajaran seperti biasa nya.



"La.." Pangil Ryan dengan senyum simpul nya. Lala diam dan menunggu kata selanjutnya yang keluar dari mulut Ryan. Ryan mendekati Lala lebih dekat.


"Sore nanti lo ada waktu luang gak?" tanya nya setelah jarak di antara keduanya dekat, Lala menggeleng menurutnya ia tak ada janji ataupun kemana pun jadi dengan cepat Lala menggeleng.


"Bisa temenin gue ntar sore?" Tanya nya lagi.


"Emang temenin kemana?" Tanya Lala balik sambil menatap mata Ryan yang tampak serius.


"Ada yang mau gue beli di toko buku, bisa temenin kan?" Tanya nya lagi.


Lala mengganguk "Jam berapa?" Tanya Lala setelah selesai mengganguk.


"Jam lima sore, tapi gue minta alamat lo, gue gak tau rumah lo!" Ucap Ryan lagi. "Ntar gue kurim aja!" Ucap lala pada Ryan. dan di angguki cepat oleh Ryan.


"Gue balik luan ya!" Pamit Lala saat langkah keduanya sudah berada di depen parkiran mobil.


"Lo sendiri?" tanya Ryan sebelum Lala benar benar pergi ke arah mobilnya. "Itu.." Tunjuk Lala pada orang yang sedang berjalan di belakang Ryan.


Ryan memoleh ke arah belakangnya, terlihat adanya Mely dengan senyum ramahnya sambil meminum jus ditangannya di temani gorengan di tangan satunya, sedang di sampingnya ada May, ia terlihat sedang memainkan ponsel dengan serius.


"Eh.. ada Ryan," Ucap Mely saat melihat adanya Ryan di depan mereka.


"Mangkin cakep aja nih, gue liat." Ucap Mely saat sudah berjarak dekat dengan Ryan, May yang mendengar kata Ryan hanya menggeleng geleng melihat tingkah Mely. Ryan tersenyum simpul mendengar ucapan Mely barusan.

__ADS_1


"Gue luan ya!" Pamit Ryan saat melihat Mely yang akan berbicara. "Nyebelin, belum juga gue ngomong, udah main tinggal tinggal aja, emang dia kira gue debu apa!" Kesal Mely sambil berjalan cepat ke arah Lala dan kaki yang terdengar di hentak hentak kan. Lala yang melihat Mely kesal dari dalam mobil hanya menggeleng kan kepala.


Brukk..


Suara pintu mobil yang sengaja di kuatkan oleh Mely membuat Lala menatap sebel ke arah Mely.


"Kesal nya cukup sama Ryan aja deh, sama gue jagan, bisa kena sakit jantungan mendadak gue!" Ucap Lala dan memasang sabuk pengaman.


"Sabar la, emang bawaan lahir jadi ya begono jadinya." Saut May yang kini sudah berada di sampingnya Lala.


"La.. kayaknya Ryan makin demen deh sama lo!" Ucap Mely sambil mengunyah makanan. Lala berbalik arah melihat ke belakang nya dengan mengangkat kedua bahu acuh.


"Bagi dong keripik lo, pelit amat makan dewean aja!" Lala menyambar keripik yang ada di tangan nya Mely. Mely sedikit terlihat merengut.


"Ya elah, masi keripik juga yang di pinta, belum hati, udah main merenggut merenggut aja," Saut May yang tatapan pokus ke arah jalan.


"Huh.." Ucap Mely kesal karena ucapan May barusan.


"Udah nyampe masih mau di dalam aja?" tanya Lala saat melihat Mely yang sibuk dengan ponsel nya.


"May mana?" tanya nya heran, sambil celingak celinguk ke seisi dalam mobil.


"Udah balik. lagian sih, lo sibuk sendiri sampe May turun pun gak ada sadarnya!" Ucap Lala lagi dengan ketus. "Thaks La, hati hati ya di jalan," Ucap Mely sambil melambai kan tangannya ke arah Lala.


"ngapain lo?" tanya Lala sambil melepas kan sepatu di kaki nya dengan asal


"Nampak lo!" tanya nya balik.


"Nyapu!" Jawab Lala malas.


"Bukan! sedikit lagi!" Jawab nya dengan senyum yang terlihat licik.


"Terserah deh!" Jawab Lala dan mulai berjalan menuju pintu.


"Lo gak penasaran?" Tanya Rey lagi dan Lala hanya mengangkat kedua bahu acuh.


"Gue lagi nyapu hati lo, agar mepet ke hati gue!" Ucap Rey setelah meletakkan sapu di tempat nya.


Lala yang mendengar nya hanya menyengir kuda "Garing ucapan lo" Ucap Lala dan pergi meninggalkan Rey begitu saja.


Seperti janjinya dengan Ryan Lala sudah menunggu di simpang rumah nya, memberikan alamat simpang nya saja dengan Ryan karena malas jika Ryan melihat Rey dirumahnya akan menimbulkan banyak pertanyaan. sebelum nya Lala sempatkan untuk memberi tahu Mami nya terlebih dahulu agar tak kecarian.


Tak perlu lama, terlihat Rey datang dengan mobil yang sengaja ia buka jendela nya. "Lama?" tanya Ryan sambil membukakan pintu mobil untuk Lala. Lala menggeleng kan kepala dan langsung memilih untuk langsung duduk di tempat nya. Selama perjalanan tak ada pembicaraan yang terdengar di antara keduanya. Lala sibuk dengan ponsel nya ia saling berbalas chat dengan Yogi dan dua temannya. sedang Ryan ia pokus ke arah jalanan.

__ADS_1


"Yan..!" Ucap Lala lirih. Ryan yang melihat nya hanya memasang tanda tanya.


"Gue haus banget, berhenti dong di tukang jus buah depan!" Ucap Lala dan benar saja tanpa menjawab Ryan langsung menepi di tempat penjual lan es buah tersebut.


"Lo mau gak?" Tanya Lala sebelum membuka pintu untuk keluar.


"Boleh..!" jawab Ryan simpul. "Bantar ya!" ucap Lala dan kini sudah membuka pintu mobil. Ryan kini ikut keluar dari mobil mengikuti Lala dari belakang.


"Kak es campur nya dua ya Kak, pedas ya!" Pinta Lala sambil mengipas wajar nya dengan tangan. Penjual itu terdiam mencerna perkataan akhir si pembeli tadi.


"Maksudku kak?" tanya nya pada Lala.


"Maksud apaan?" tanya Lala balik. "Kata kakaa tadi pedas maksud nya pedas itu gimana?" tanya nya lagi.


"Udah buat aja kak, maksudnya pedas itu dia lagi kepanasan jadi salah bilang jadi pedas." Ucap Ryan pada penjual itu.


"Loh.. lo keluar juga?" tanya nya saat melihat Ryan di sampingnya. Ryan mengangguk kecil "Di mobil sendirian bosan!" Jawab nya pelan.


"Permintaan lo aneh ya La, es campur tapi pedas!" Ucap Ryan sambil menahan tawa.


Lala tampak berpikir lalu tertawa setelah mengingat permintaan nya tadi.


"Iya ya.. es campur tapi pedas!" Jawab nya di iringi tawa.


Kini keduanya sudah berada di dalam sebuah ruangan yang di isi dengan penuh nya buku, dari semua jenis buku terdapat di sini.


"Lo cari buku apaan biar gue bantu cari!" Ucap Lala karena sedari tadi ia hanya celingak celinguk tanpa ada niatan untuk membantu Ryan.


"Ini gue butuh satu lagi!" tunjuk Ryan pada sebuah buku di tangan nya. Lala mengangguk dan memilih mencari di ruangan lain. "Gue ke sebelah ya!" Ucap nya dan langsung pergi tanpa di iyakan oleh Ryan.


Lala merebahkan badannya di atas sofa tamu. dengan kaki yang tergantung di bawah.


"Capek juga ya, padahal cuma nyari buku doang!" Ucapnya sambil tersenyum.


"Baru pulang!" Suara Mami Roni membuat Lala langsung duduk di sofa. "Iya Mi!" Jawabnya dengan muka lelah nya.


"Sana mandi dulu, makan baru tidur!" Jelas Mami Roni dan di angguki cepat oleh Lala.


Lala berpikir jika Mami nya akan marah, karena ia pulang jam setengah delapan malam. tapi ia merasa lega karena Maminya tak merpati nya melainkan menyuruh nya seperti biasa saat pulang sekolah.


...tunggu bab selanjutnya ya gais...


...tinggalin jejek ya cut...

__ADS_1


__ADS_2