
...🌵...
...Alex...
Benar apa yang di ucapkan oleh Rey, pria itu sudah sampai di mobil dengan membawa beberapa kantung plastik dan dapat Lala tebak jika itu adalah camilan. jangan di lupakan wajah nya Rey, masih sama dengan semula. terlihat biasa saja, namun terkesan menggoda bagi Lala.
Lala menjulurkan tanganya kearah Rey, saat Rey sudah duduk di tempat mengemudi. Rey menakutkan kedua alis heren. "Kenapa?' Tanya nya dengan wajah heran. Lala tak menjawab, ia lebih memilih merampas kantung plastik yang masih di pengang oleh Rey. saat Lala baru saja melihat isi plastik tersebut, wajah nya berubah menjadi kecewa "Dasar gak pengertian!" Lala melemparkan plastik yang tadi di bukanya ke jok belakang, tak lupa ia juga mengubah posisi duduknya mengarah ke jendela.
Namun saat mobil baru saja berjalan, Lala memutar badan yang mengarah ke arah Rey. "Ice crem gue mana?" Tanya Lala dengan kedua tangan mengacak pinggang.
"Emang lo suka ice crem?" Tanya Rey dengan sesekali melirik ke arah Lala. Lala membuang nafas berat, "awalnya suka, tapi sekarang udah enggak!" Ujar Lala dengan kembali membalikan badannya. lagi lagi Lala memutar duduknya. "Yaya lo mana? kok gak sama lo? apa_ apa apa?" Tanya Rey balik. "Berhenti.., gue mau ngusul Yaya, kejm bangat lo, dia masih kecil lo tinggal gitu aja!" saat ini Lala sudah membuka sabuk pengamannya. Rey tersenyum simpul melihat orang di sampingnya. tangan setelah nya menarik tangan Lala yang masih sibuk melepas sabuk pengaman.
"Dengerin gue, Yaya sama Bunda dan Nenek gak mungkin lah gue tinggal. apalagi dia masih kecil, gue gak sekejam dan setega itu!" Rey menjelaskan dengan wajah menyakitkan.
Setelahnya kedua nya diam masuk ke dalam kepemilikan masing- masing.
...
__ADS_1
Lala memandangi Rey dengan tanda tanya. "Turun!" Ujar Rey yang tak mau banyak cakap. Lala pun menurut, ia turun dari mobil dan berjalan di belakang nya Rey. tiba-tiba saja Rey menghentikan langkah kakinya dan memutar arah. "Aduh..!" Lala menabrak Rey di depan nya, saat jalan tadi Lala tak memeng tak melihat ke arah depan, ia menikmati pemendangan di sekitar 'kantin' Lo bisa_ bisa gak sih kalo jalan liat liat! begitu kan?" Tanya Rey yang langsung menarik tangannya Lala.
Keduanya masuk ke dalam kantin dengan wajah celingak celinguk, "kita di sana aja, cuma itu yang kosong!" Ujar Rey yang masih saja menggenggam tangannya Lala. Lala tersenyum dalam hati. ia sungguh senang karena sedari tadi Rey tak ada niatan untuk melepasnya tanganya.
Baru saja duduk, keduanya sudah di hampiri seorang pelayan. "Mau pesan apa kak!" Tanya nya dengan memberikan menu ke Lala. belum sempat Lala melihat menu, menu sudah dirampas oleh Rey. "Semua jenis ice crem kecuali rasa anggur!" Ujar Rey, Lala menaikan alis heran. "Apa lagi?" Tanyanya dengan sopan.
"Sot_ Kebab nya dua!" Lagi Lala tak di berikan untuk bersuara. Belum sempat pelayan itu kembali bertanya, Rey sudah menyudahi nya.
Lala berdiri dari kursi dan berjalan meninggalkan Rey tanpa mengucapkan sepatah kata pun. "Mau kemana?" Tanya Rey saat merasa jika Lala sedang marah padanya.
Cowok itu terbilang cukup tinggi di anak seusia nya, matanya sedikit sipit namun terkesan tajam saat melihat serta hidung mancung yang memanjang, dan tak lupa bibir yang terlihat seksi layaknya Oppa korea, yang dapat memanjakan mata siapa saja yang melihat nya, terlebih dengan gaya rambut yang di belah dua di bagian depen, memadukan kesan sempurna.
Lala menghela nafas lega. ia mengelus elus dadanya seraya mendudukan pantat nya di kursi depan kantin yang terbuat dari bambu itu.
"Kok gue malah pergi ya? dan malah mikirin dia! apa dia kenal sama gue? gak mungkin, dia pasti lupa lah, lagian udah lama gue sama dia gak pernah jumpa, tapi sumpah deh, mangkin berkelas aja muke nya! pas liat gur tadi lagi, salting juga gue di buatnya!" Puji Lala pada akhirnya.
Bahkan Lala tersenyum, sambil menyingkirkan poni nya yang menutupi matanya. "Eh..!" Lala di buat kaget saat orang yang tadi sempat di pikirkan olehnya muncul di depannya. Lala berusaha bersikap biasa biasa saja, ia mengalih kan pandangannya sambil melihat ke arah kakinya yang ia goyang goyang kan.
__ADS_1
Cowok yang berada di depan Lala, langsung duduk di sampingnya Lala. "Gue kira dunia ini luas, karna gue sempat berpikir jika kita gak balak bisa jumpa lagi, tapi ternyata dunia ini sempit nan terkesan adil, karena ternyata gue bisa ketemu sama lo di sini!" Ujar Cowok itu dengan wajah yang tak luput dari senyum.
Lala mengeserkan tempat duduknya, ia menatap cowok di samping nya sekilas. tak ada raut wajah suka dari wajah yang Lala perlihatkanlah ke cowok tersebut.
"Lo masih kenal gue kan?" Tanyanya. Lala tak menghiraukan perkataan orang di sampingnya, ia lebih memilih bangkit dari duduknya dan berjalan meninggalkan orang itu.
"Gue gak tau, lo emang gak kenal sama gue, atau emang sengaja menghindar dari gue, tapi yang jelas gue masih ada_" Stop lex, gue sama lo gak ada hubungan apa apa, lupain masa lalu, dan lo harus ingat jika gue gak suka sama lo!" Ujar Lala dengan nada sinis.
"Tapi gue suka, apalagi lo mangkin cantik, selama ini gue gak pernah buka perasaan gue buat siapapun selain lo A!" Lala menatap tak suka saat nama panggilan yang di buat oleh alex dulu padanya. "Gue bukan A gue Lala, lo salah server!" Ujar Lala dan berjalan meninggalkan Alex. Lala berhenti mendadak saat dirinya di hadang oleh Alex, "Mungkin lo anggap gue sebagai cinta masa Sd, alias cinta monyet, tapi lo harus tau A, gue setia dan gue jaga hati yang hanya gue beri ke cewek yang gue sayang, yaitu lo!" Ujar Alex namun Lala tak menghiraukan perkataan Alex. ia melabrak bahu Alex yang tadi menghadang nya.
"Gue ingetin sama lo, gue gak pernah punya perasaan waktu itu, gue hanya penasaran doang, dan gue harap lo tau, dan bijak dalam berpikir." Lala berlalu setelah mengucap kan nya.
...
Rey yang tadinya merasa di abaikan pun berjalan mengikuti Lala, namun baru beberapa langkah ia berjalan, meja nya sudah di duduki oleh pengunjung yang baru saja masuk. Rey pun berjalan berbalik dan kembali duduk di posisinya. Setelah pengunjung yang tadi menduduki kursinya, Rey langsung menghubungi Lala. namun sialnya Lala tak membawa ponsel, karena ponsel nya berdering dari dalam tas kecil milik Lala.
Mau tak mau, Rey pun terpaksa menunggu kehadiran Lala di tempat nya. Namun matanya menatap nyalang saat melihat Lala yang sedang duduk di luar Kantin dengan seorang cowok yang yang wajah nya tak di ketahui oleh Rey. ia memperhatikan gerak gerik keduanya, sampai perhatian nya hilang saat banyak pelanggan yang sudah pulang dan masuk secara bersamaan.
__ADS_1