My Anemy My Hubby

My Anemy My Hubby
bab 42- Model Suami


__ADS_3

...Model Suami...


...🌵...


Kini Lala dan Rey sudah bersiap siap akan menjenguk Ella. jujur saja Lala merasa iri melihat perhatian nya Rey pada Ella. perasaan nya saat ini menjadi bimbang atas status yang ia sandang saat ini, bahkan sampai saat ini Lala sendiri mengira jika Ella dan Rey sedang berpacaran. merasa kesal pada Rey yang memacari dua cewek sekaligus, membuat Lala menjadi badmood sepanjang jalan menuju rumah nya Ella.


"Napa? lo sakit?" Tanya Rey yang merasa aneh atas perubahan dari sikap Lala, sebelum pergi tadi emang sudah terlihat murung, namun saat ini terlibat berbeda dengan saat berada di rumah tadi. nampak raut tak suka yang Lala perlihatkan untuk Rey.


Lala hanya melirik Rey sekilas lalu membuang tatapan nya ke samping, ke arah jalanan ia terus merenungi nasib apa yang akan tejadi padanya kedepenya. berulang kali ia menghela nafas lemas, seakan ini adalah awalan dari dunia yang akan di jalani untuk ke depan nya.


"Naseb amat sih idup gue, biasanya jam segini gue sibuk main, keluyuran sana sini, belanja itu ini, nonton bareng, ketawa bareng, gue pengen deh, kumpul lagi bareng mereka. May, Mely, apalagi Yogi, kalo ada dia bawaannya mangkin seru. ucap Lala dalam hati.


Rasanya gue pengen jerit, tapi gak mau bersuara, gue ingin menangis merenungi naseb tapi gak iklas sama air mata. 'Lala'


"Memang apes deh, memiliki status seorang istri, usia masih dini, masa remaja juga kurang mandiri, ngurus idup aja masih bolong sana bolong sini, lah sekarang malah jadi ngurusin suami, kalo suaminya model sayang istri mah mending, lah ini! model suami, main cewek sana sini, sesak juga hati ini. sekarang malah jengukin pelakor, anehnya lagi gue istrinya kok malah di bawa pergi!" Ucap Lala yang terus terusan mengomel dengan pelan.


"Lo gak usah mikirin gue aneh aneh deh, gue dengar!" Ujar Rey yang melirik Lala sekilas dari samping nya.


Lala langsung menoleh ke arah Rey. "Lo nguping ya?" Tanya Lala dengan wajah kesal nya.


"Gak, gue gak nguping tapi dengar apa yang lo omongin sama kaca!" Ujar Rey dengan matanya yang melirik ke arah kaca berukuran mini yang dberada di genggaman tangan nya Lala.


Lala hanya mendesis kesal dan kembali membalik kan badannya ke arah jendela. "Kita makan dulu ya, kan belum makan dari pulang sekolah!" Ujar Rey yang kini sudah menepikan mobil nya di depan warung makan.


Lala yang memang sudah lapar sejak tadi, tak mau menunggu lama, ia langsung keluar lebih dulu dan berjalan masuk ke dalam warung tersebut. di lihatnya tempat duduk yang terbuat dari kayu yang terletak tak jauh darinya, Lala langsung duduk sedang Rey ia tak langsung duduk melainkan memesan terlebih dahulu.

__ADS_1


"Sepanjang jalan menuju Lala yang sudah duduk, matanya Rey tak sekalipun berkedip saat melihat wajah cantik nya Lala. "Jangan liat liat, ntar mata lo bisa meleleh, wajah gue emang catik, tapi salah nya lo bukan tipekal cowok idaman gue!" Ucap Lala panjang lebar.


"Idaman gue itu tinggi, idung mancung, badan six pack dan sedikit berisi yang jelas gemuk kaya lelek penjual itu, dan yang pasti cool dimana pun berada, satu lagi pasti cakep dan setia. biar gak ngerusak keturunan cantik nya gue!" Tutur Lala lagi.


Rey tersenyum mendengarkan cowok idaman Lala. "Kalo gue melebihi kapasitas idaman lo, Tinggi, cakep, baik, dan pasti gue adalah suami lo satu satunya yang bakal buat lo nyaman dengan gue, dan gue pastiin gak bakal ada cowok yang berani deketin lo, karena status lo, adalah istri gue!" ujar Rey dengan mengelus puncak kepala Lala pelen.


"Rese lo, peke sebutin status segela, bosen gue dengar nya, yang jelas lo gak boleh suka sama gu_ jangan banyak ngomong makan yang banyak biar gak bunyi terus tuh perut, gue juga bosan dengar omongan cacing lo yang traveling di dalam, sebagai seorang suami yang baik gue gak bakal biarin seorang istri kelaparan," Ujar Rey yang tak henti hentinya memasukkan makanan ke mulutnya Lala. Mulut Lala yang penuh terus mendumel kesal atas kelakuan Rey.


"La. nanti dulu ngomong nya, abisin dulu yang di mulut lo, biar bisa gue masukin lagi, lagian salah siapa tadi di mobil lo diem aja, bosan kan kalo diam," Ucap Rey yang kini mendapat kan tatapan tajamnya Lala. dengan cepat Lala mengambil alih sendok dan piring yang di pegang di tangannya Rey.


"Gue bisa makan sendiri, gue Lala bukan Sabrina, L-A-L-A, Lala ejaan nya bukan sabrina," Omel Lala dengan memasukkan nasi ke mulutnya Rey.


Rey hanya terkekeh geli, "Tipekal suka ya gini, masi di tutupin karena malu, namun di perlihatkan karna cemburu. Rey terus saja menerima suapan dari Lala, ia merasa suka malah di suapin dengan sendok yang sama.


Lelah mengomel Lala baru sadar jika sedari tadi yang makan bukanya diri nya melainkan Rey. Dengan sebel Lala menyendok makanannya dengan porsi besar, "Ini akibat nya jika seorang suami yang salah mengartikan keinginan seorang istri, apalagi secantik gue ini!" Ujar Lala dan menarik mangkuk berisikan soto.



Kini keduanya sudah berada di depan rumahnya Ella. Lala tampak mematung sambil menatap rumah di depan matanya. terlihat Rey yang sudah berjalan di teras dan akan mengetuk pintu. ingin sekali Lala menendang Rey saat ini, karena Rey sama sekali tak menyadari keberadaan nya saat ini.


"Huh.. kalo udah urusan cewek lupain gue, dasar playboy centil, awas aja lo sekali kali bakal gue aduin ke bunda, biar kena ceramah mama dede lo," Ujar Lala dengan penuh dumelan yang panjang.


Lala keluar dari dalam mobil, karena panggilan telepon dari Rey yang terus terusan berbunyi.


"Rese banget sih lo, mau jenguk cewek lo, kok gue di ikut ikutkan," Ujar Lala dan menutup pintu mobil dengan keras. Ia berjalan dengan terus memperhatikan sandal yang ia pakai. seketika ia berhenti dan tertawa. Rey yang melihat Lala tertawa menyerngit bingung, tanpa banyak tanya dari jarak yang jauh Rey berjalan menghampiri Lala. Seketika ia juga ikut tertawa ketika melihat pandangan mata Lala yang tertuju ke kakinya.

__ADS_1


"Muat ya kaki lo sebesar itu, satu sandal jepit satu lagi sandal semut!' Ucap Lala dengan gantian menertawakan Rey. karena puas menertertawakan dirinya.


Sanging lucunya Lala sampai mengeluarkan air matanya. "Kok gue jadi nangis ya?" Tanya Lala dengan pipinya yang terlihat merah karena tertawa. Rey hanya menanggapinya dengan datar. "Kembali ke mode datar nan dingin!" Lala berucap pelan.


Dengan segera Rey menukar sandal nya dengan sandal Lala. "bisa ya gak sadar, kanan cewek, kiri cowok, kirain orang gilak ternyata rada gilak!" Ujar Lala.


"Ayuk masuk, kita udah kesorean!" Ucap Rey dengan menarik tangannya Lala paksa agar mengikuti langkah kakinya Rey. Mereka berdua sudah berada di depan sebuah kamar, yang Lala saat sendiri yakini jika ini kamar milik Ella.


Setelah mengetuk dua kali pintu langsung terbuka. Terlihat seorang wanita yang lebih remaja dari Rey dan Lala, " masuk!" Ucap nya dengan memberikan jalan.


Di lihat nya Ella yang sedang duduk bersandar dengan matanya yang pokus ke arah televisi.


"Reyy.. Lala!" Ucap nya dengan senyum bahagia. Lala yang baru saja memberikan beberapa makanan dan buah yang ia beli dengan Rey tadi, memandangi Ella dengan senyum paksa. gimana gak paksa, semalam ia sempat menjadi bahan tuduhan siswa/i di sekolah nya karena pingsan nya Ella, namun ia lega karena tak perlu waktu lama, masalah kesalah pahaman itu terselesaikan, niatnya memang tak ingin memberi tau siapa yang membuat ulah, namun kejadian tadi pagi di kantin membuat nya mengeluarkan keaiban itu.


'Baru kali ini gue liat Ella senyum semanis itu. biasanya cuma senyum lurus doang, sekarang melebihi dari lengkungan!' ujar Lala yang hanya membalas senyum nya Ella dengan senyum paksa.


Saat ini yang Ella tau dari Rey, Lala adalah kekasih nya, karena Rey sendiri lah yang memberi tau, dan hal itu cukup membuat nya nyaman dan tenang, namun jika Sabrina Ella sendiri merasa was was jika berurusan dengan Sabrina. masih jelas di memori otaknya perlakukan Sabrina yang membuat nya pingsan.


Tak perlu waktu lama, dan sekadar menanyai kabarnya Ella, dua manusia berbeda jenis itu pun mulai meninggalkan kediamannya Ella.


Merema langsung kepulangan Lala dan Rey Ella merasa lega, karena Lala adalah pasangan yang cocok dengan Rey, bukan Sabrina cewek yang tak mau kalah, dan bersikap serakah, serba melakukan apa aja asal kemauanya terwujud kan.


Ella juga tau jika Sabrina merupakan cewek yang jauh dari kata baik menurut nya, tak sekali ataupun dua kali, Ella melihat Sabrina dengan cowok yang berbeda dengan tangannya yang memeluk lengan lawan jenisnya dengan manja.


"Gue dukung hubungan lo sama Lala Rey, tapi kalo sama Sabrina, lebih baik gue milih mati aja dari pada ngeliat lo bersana dia!" 'Ella'

__ADS_1


...Jempol nya di sempat kan klik like, komentar, favorit, hadiah, dan vote.. makasih banyak buat yang kasih kata di atas....


__ADS_2