
...🌵...
... Perut Sakit ...
Paginya, Lala yang akan berangkat ke sekolah,
yang kini sudah membuka pintu depan rumahnya pun ia hentikan, saat mendengar suara khas Maminya yang memangilannya. Lala berjalan dengan langkah kakinya yang cepat dan sedikit ia hentakkan kakinya dengan kuat. Lala berjalan menuju wanita yang tadi memanggil nya. Langkah kakinya terhenti tepat di depan Maminya dan Rey berada.
"Kenapa Mi?" Tanya nya dengan muka sebal dan kesal. gimana gak kesal niatnya ingin pergi pagi agar terhindar dari Rey malah berjumpa lagi dengan Rey, sejak bagun pagi tadi Rey terus terusan mengarainya bahkan mengunci kamar dan akan membuka nya jika Lala menyebut nya dengan sebutan Abang, sama hal dengan Yaya yang menyebut nya dengan sebutan abang. permintaan yang konyol menurutnya.
Namun karena jam terus berjalan membuatnya memanggil Rey dengan sebutan abang. "Kamu itu udah punya suami jadi sebelum pergi ke sekolah harus kamu sempakan salim dengan suami kamu!" Repet Mami Roni karena baru kemarin sore Lala ceramahi oleh nya dan Rada. bagaimana cara berperilaku dengan seorang suami, semuanya mereka ajarkan dari bangun tidur sampai mau tidur.
Dengan wajah kesal Lala menarik cepat tangannya Rey dan mengucapkan pamit setelah nya ia membalik menuju keluar dari ruangan itu, langkah kakinya terhenti untuk kedua kalinya. "Apalagi sih Mi?" Tanya nya dengan muka yang melebihi kesal.
"Rey dan kamu Lala pergi bareng sama Rey sana jangan sendiri sendiri gak bagus," Ucap Mami Roni dan langsung mendapatkan tolakan dari keduanya.
"Gak Mi.. kalo Lala bakal pigi bareng sama May, Mely, gak mungkin Lala batalkan lagian Lala gak mau pergi berdua sama dia, yang ada orang menganggap Lala salah makan." Ucap Lala dan kini sudah berlalu dengan cepat.
"Rey juga gak bisa Mi, karena Rey piginya bareng temen," Jelas Rey dan langsung mengalami wanita di depannya itu.
Kedua orang tuanya nya Rey dan Yaya sudah pulang sejak tadi malam, awalnya mereka akan pulang pagi ini namun berhubungan Papi El yang akan ada miting pagi, membuat mereka terpaksa harus pulang tadi malam.
__ADS_1
Di sekolah, Lala yang baru saja sampai di parkiran dan akan keluar mengurunkan niatnya saat melihat Rey yang turun dari motor nya dengan seorang cewek, Lala merasa asing dengan cewek tersebut, matanya pokus ke arah cewek tersebut. "Ella?" Ucapnya dengan mengelengkan kepala.
May melihat arah pandang matanya Lala tertuju. Ia menautkan kening heran. "Itu kan Ella apa mereka jadian?" Tanya May dengan bermonolog sendiri.
"Dasar Playboy centil, di depan Mami sok polos sok baik, sok perhatian, di depan gue kecentilan sama cewek lain!" Ucapnya dengan kesal. "Lo ngomongin apaan?" Tanya Mely yang ada di samping Lala karena heran melihat wajahnya Lala yang semangkin kesal di lihat nya.
Bukanya mendengar kan apa yang di tanya oleh May, Lala malah membuka sabuk pengamunya dengan asal. Setelah nya Lala menutup pintu mobil nya dengan kaut. membuat dua temannya yang masih di dalam mobil mengerutu kesal atas tingkah nya Lala.
"Kenapa tuh anak? dari tadi bawaan nya marah mulu, seram sendiri gue liatnya," Ucap Mely sedikit berbisik ke arah May. May yang di tanya hanya mengangkat kedua bahu acuh. "Kenapa lo ngeselin sih sama Lala, jadi takut gue dekat dekat kalian, bisa kena virus pula nantinya," Ucapnya dan berjalan mendahului Lala dan May.
"Wuih.. semangat banget sih, si Yogi menyambut kedatangan kita," Ucap Mely dengan mengedipkan sebelah mata nya ke Yogi seakan sedang mengoda. "Mangkin keren aja sih pagi ini!" Sambung nya lagi tak luput dari senyum. Yogi membalas ucapan Mely dengan senyum. "Pagi La.." Sapanya saat Lala baru saja melewati Yogi di depan kelas nya.
"Lala si inces aja nih yang di sapa, gue yang secakep kek anak kucing ini gak?" Tanya Mely sengaja mencibir Yogi.
"Pagi Mel, pagi May!" Ucapnya Yogi dan mendapat kan tepukan di bahu nya pelakunya adalah Bambang. "Nah.. Gi, jangan lupa di kembali kan?" Ucap bambang dengan memberikan sebuah buku tulis.
"Hai inces," Sapanya yang tertuju pada May. "Gue masuk luan ya sama Lala," Ucap Mely sambil mendorong Lala masuk ke lokal dengan paksa. ia sengaja agar bambang bisa berduaan dengan May. Karena ia sudah sepakat dengan Bambang, jika Bambang jadian sama May, maka ia akan mendapat uang pajak nya dari bambang. mendapat perlakuan dari Mely membuat Lala mengeluh karena tiba tiba perut nya sakit.
"Aduh Mel.. sakit banget perut gue! sakit Mel," Ucap Lala dan kini sudah terjongkok dengan satu tangannya yang memegangi perut sedang satunya menari narik rok Mely.
Mely yang rok nya di tarik, dan keluhan dari Lala pun seakan panik karena tingkah Lala yang bisa di bilang aneh, biasanya jika Lala sedang sakit pasti ia akan bersikap biasa biasa saja jika masalah perut, namun saat ini seperti nya Lala sedang merasa sakit perut yang melewati level sehingga tak sadar jika sudah terjongkok dengan tatapan siswa/i yang ada di kelas.
__ADS_1
"Lo kenapa?" Tanya nya ikut berjongkok di depennya Lala. "Pe-perut gue sakit banget Mel, sakit.." Ucapnya dengan suara terdengar seakan ingin menangis. Mely yang panik segara memanggil May yang masih di cegeh oleh bambang di luar sana.
Segerombolan siswa/i sudah mengerubungi Lala mereka saling tanya antara satu dengan yang lain. "Si Lala gak bisa jalan, tolong bawain ke uks," Ucap May dengan wajah khawatir. dua orang siswa mengangkat Lala menuju uks, tak lupa dua temannya Lala selalu berada di dekat nya. mereka berdua berada di belakang Lala, mengawasi Lala dari belakang.
Beberapa siswa/i yang melihat sosok Lala di gendong oleh dua siswa terperangah, dengan bergosip gosip.
"Kenapa tuh si Lala?"
"Gak tau, tapi keliatanya lagi sakit dah, sampe di gendong begituan,"
"Ya gue tau dia sakit, masalahnya dia sakit apa? itu yang gue tanya." omelnya.
"Inces gue kenapa?"
Gosip tentang Lala yang di bopong oleh dua siswa pun menyebar cepat seisi sekolah, layaknya agin yang berjalan sesuka nya. Ryan yang baru saja masuk ke kelasnya langsung keluar lagi karena mendengar jika Lala sedang di bopong oleh dua orang siswa.
"Lo kenapa la?" Tanya Ryan bemonolog dalam hati. langkahnya berhenti sejenak saat melihat seseorang cowok yang mengmbil alih untuk mengendong Lala menuju uks. "Siapa dia?" Tanya Ryan pada May yang berpakaian berdiam diri di tempat, sedang Mely, serta Yogi yang membawa Lala tadi sudah mulai menjauh dari pandangan tapi mulai mendekati uks.
May tertegun saat lengan nya di sentil oleh Ryan. "Gue tanya siapa cowok yang bawa Lala ke Uks?" Tanya Ryan dengan raut wajah penasaran. "Gue gak tau!" Jawab May dan berjalan meninggalkan Ryan di belakang nya. Ryan mengajar May yang mendahuluinya.
"Kenapa hati ini sakit, sakit sekali rasanya? kenapa gue selalu tebelakang dalam masalah kebahagiaan? kenapa?" Tanya May dalam hati ia mencoba agar tak menangis namun tak bisa ia tahan, air itu mengalir sesuai air terjun yang turun bebes ke bawah sana.
__ADS_1