
...🌵...
...Ketawa tutuk.....
"Halo. anak anak Mami lagi masak apaan?" tanya Mami Roni dengan langkah yang kini sudah memasuki dapur. "Eh, Mami, Lala tersenyum sambil menunjuk kan telur goreng ke Maminya. "Kita gak tau tan, mau masak apa, karena udah terlanjur masuk ke dapur yah masak yang mudah di masak aja." Jawab May dengan tangannya yang masih sibuk merajangi cabai dan bawang.
"Itu cabai sama bawang mau di apaain?" tanya Mami Roni lagi. "buat nasi goreng!" jawab Lala dengan bang nya. "Bawa apaan Mi?" Kini gantian Lala yang bertanya kepada Maminya. "Biasa makanan kesukaan kamu," Jawab Mami Roni, dan meletakkan nya di meja. "Tuangi ke dalam mangkuk setelah siap kita makan bareng," Jelas Mami Roni dan kini sudah duduk di meja makan bersama dengan Mely.
"Apa lagi May, yang bisa gue kerjakan?" Tanya Lala setelah selesai mengaduk aduk wajan di depannya. "Udah matang nasi goreng nya?" Kini May malah bertanya.
"Bukanya menjawab malah balik bertanya" Saut lala dengan sewot. ''Gue gak tau, coba liat deh," ucap Lala dan kini sudah memberikan ruang untuk May yang gantian mengaduk. "Ya udh lo masukan ke mangkuk aja, ini biar gue aja," Jawab Lala.
"Tunggu deh, apa jangan-jangan Mami masak nya di rumah_" Lala menutup mulutnya dan melihat jam di dinding. "Sembilan, ih pantes lah lama, rupanya singgah dulu masakain si pipit." Jawab Lala dengan sendirinya. "Cepetan di tuangi, jangan di khayalin kasian tuh sotonya." Ucap Mami Roni yang sedang mengambil minuman di dalam kulkas. Mendengar kata soto membuat mood nya Lala kembali segar.
"Gimana masakan kita?" tanya Lala ke dua orang yang kini sedang merasakan nasi goreng buatan Lala dan May. "Enak, tapi kurang gosong!" Jawab Mely di iringi tawa semuanya. "Sini biat gue gosongin!" Jawab Lala yang kini sudah merampas nasi goreng yang sedang di makan nya. "Balikin gak, kan gue cuma bercanda." Saut Mely yang sedikit berteriak sambil berjalan menyusul Lala.
"Lalaaa..!'' Panggilan dari sang Mami menghentikan langkah kakinya. "Iya Mi Lala juga cuma bercanda. "Dasar pengadu," Ucap Lala dengan memberikan nasi goreng ke tangannya Mely. Mely tersenyum mengejek akan ke menangan, "Makasih Mami," Ucap Mely ketika sudah kembali duduk di meja makan.
Malam nya di dalam kamar. May dan Mely tampak nyenyak sekali tidurnya. sedang Lala gak bisa tidur sama sekali karena bolak balik ke kamar mandi. "Kok mungkin mulas aja ya, perasaan gue gak ada makan yang aneh aneh dah!" Ucap nya sambil mengelus perut nya yang kini sedang berjalan ke arah kasur. "Aduh emang lasa gak ketulingan deh mereka dua, masa gue gak di kasih tempat sih untuk tidur!" kesalnya sendiri saat melihat tempat tidurnya tak bertempat untuk dirinya.
"Udah ah, nanti aja dah tidur nya, lagian gue masih perlu keluar masuk istana," Ucapnya dengan tawa kecil.
"Istana ala kadar, buang air besar," ucapnya lagi. Kini ia sedang duduk di sofa dengan di temani ponsel di tangannya.
"Beneran naksir nih si Bambang sama May? bisa seru kelanjutan kalo May buka grup." Ucap Lala di iringi dengan tawa sambil membayang bayang kan muka May.
__ADS_1
"La. lo ngapin?" tanya May dengan suara serak nya. Lala yang merasa kaget dengan spontan melempar bantal ke May.
"Gila lo. ngagetin tau gak!" Protes Lala yang kini tawanya sudah hilang dan berubah menjadi tegang. "Ya maaf, salah sendiri lo ketawa kayak tuyul yang lagi nyesat di kamar lo, sampe gue kebangun dari tidur!" Ucap May lagi yang kini sudah duduk di samping Lala.
"Ta*k lo, masa ia ketawa gue di samain sama ketawa tuyul, aneh lo!" Protes Lala dengan wajah sebal nya. Namun wajah sebalnya gak akan terlihat oleh May karena suasana lampu kamar saat ini sedang mati.
"Trus lo ngapain ketawa tengah malam gini? bukanya tidur, malah nakutin gue tidur tadinya." Omel May.
"Itu karena lo juga sebab nya." Jelas Lala dan memberikan ponsel nya ke tangan May. "Gue kebelet, gue tinggal bentar. "Ucap Lala dengan terbata dan kini sudah masuk dengan menutup pintu dengan cukup keras.
"Gila" Ucap May. gimana gak gila bisa bisanga Lala melempar asal ponselnya yang terhempas di udara, tapi untungnya May masih bisa mengkontrol dirinya. Begitu menghidupkan layar ponsel, May tertawa.
"Ternyata Lala demen ya, sama monkey di wallpaper nya. sampe udah berapa hari gak di ubah." Ucap May di selangi tawa.
Matanya melotot saat membaca grup kelas, dan sesekali ia ikut tertawa lepas. "Hahaha.. demen kan lo sama gue, sok jual mahal sih!" Ucap May di sela tawanya. "Gimana, gak ada niatan buat lo balas gitu." Saut Lala yang kini sudah duduk di sofa samping May.
Paginya, Mely bolak balik membangun kan dua orang di samping nya. "Woi bangun," Mely mengoyang goyang lengan kedua temannya, namun hasil nya sama, gak ada yang mau bangun. malah mangkin narik selimut.
"Oke deh, gue bakal keluarin cara andalan gue," Ucap Mely dengan senyum simpul. Setelah susah payah tutun dari kasur, Mely langsung berjalan menuju dapur.
"Untuk apa Mel?" Tanya Mami Roni yang sedang memasak di dapur.
"Untuk bangunin putri tidur Mi," Jawab Mely da berlari menuju kamar, sedang Mami Roni hanya menggeleng melihat tingkah anak temanya yang satu ini.
Mely berjalan pelan saat sudah sampai di depan kasur. "Rasain nih putri tidur." ucapnya setelah melihat Lala dan May yang malah menutupi seluruh tubuh mereka dengan selimut.
__ADS_1
"Teng.."
Teng..
Mely heran ketika tidak mendapatkan respons dari kedua temannya yang tidur. ia kembali menyatukan dua piring kaleng dengan bunyi yang lebih keras. "Bangun putri tidur, bangun. bangun. udah malem lagi nih!" Teriaknya di iringi bunyi nyaring dari kedua piring yang ia satukan.
Lala yang awalnya sudah bangun, atas gangguan dari Mely, menjadi punya ide licik, iya sengaja menarik selimut untuk membuat Mely semangkin geram. Sedang May juga sama, hanya saja ia malas bangkit, dan di saat ia ingin bangkit menjadi malas kembali ketika Mely melempar bantal di badanya.
"Oke deh, gue bakalan keluarin cara andalan gue," Ucap Mely dengan senyum simpul. dan berjalan keluar menuju dapur.
Di sini Lala sudah bangun dari tidur nya begitu juga dengan May. "Baru juga mau gue banggunin udah bangun duluan." Ucap lala sambil menyusun bantal dan guling kemudian ia tutupi dengan selimut.
"Lo mau ngapain?" Tanya May yang masih mengulat kan tangan nya ke atas. "Balik nyerjain Mely, tidur gue serasa di ambang debu, gak nyenyak karena suara cemprengnya nempel di telinga gue." ucap Lala yang kini sudah turun dari kasur.
"Lo juga mau gue ajak kerja sama." ucap Lala dengan senyum miring.
"Apaan?" tanya nya bingung.
"Udah lah, turun aja, ntar lo jiga tau!" Jelas Lala yang kini sudah menarik May dari kasur. mereka berdua menunggu di belakang pintu. meraka sudah tau apa yang akan di lakukan oleh Mely, sesuai dugaan ternyata bentar.
Meraka berdua menahan tawa saat melihat wajah lemas, dan juga kesalnya Mely, Lala sedang memvidio sedang May ia sampai terduduk lucu. dan karena gak bisa tahan suara ia pun melepas tawanya. Mely yang kaget atas tawa dari arah pintu langsung kaget, dan kini dengan rasa heran ia membuka selimut.
"Rese lo dua, kok malah ngerjain gue sih!" ucapnya dengan melempari semua benda di atas kasur.
"Yang mau ngerjain, dan sekarang malah di kerjain balik. gimana rasanya." Tanya May dengan wajah ke arah kamera. "Mantul" jawab Lala di iringi tawa kedua nya.
__ADS_1
...Hai, para pembaca setia. dukung autor ya, dengan cara like, komen, favorit dan Vote bila perlu. makasih atas dukungan nya....