My Anemy My Hubby

My Anemy My Hubby
bab59- Tindakan lo..


__ADS_3

...🌵...


...Tindakan lo...


Tak jauh dari keberadaan Ella, Bagas dan Rey, ada empat mata yang menatap tak suka. "Heh.. gue rasa Ella masuk tipe cewek yang genit deh, liat tuh!" Ucap cewek berambut pirang, ia menujuk Ella dengan sedotan di tangannya. "Lo baru tau ya, padahal udah berkali kali lo, gue kasih tau ke lo, masa ia lo baru sadar sekarang!" Ucap Sabrina yang dengan sengaja memanas manasi temen di samping nya. cewek berambut pirang itu meneguk minuman di depannya sampai habis.


"Lo biarin aja gitu, si Ella deket deket Rey, liat tuh akrab lagi mereka!" Seteleh puas minuk satu gelas sampai habis, bersambut pirang itu, menatap kesal ke Ella. "Gue masih suka sama Rey, tapi lo tau sendirikan Tan, kalo gue udah gak ada hubungan apa apa lagi sama Rey," Ujar Sabrina dengam mimik sedih yang di buat buat. "HAh lagian cowok gue buka Rey aja kali Tania, putus satu bisa sambung tiga, lagian gue bukanya suka sama Rey, gue cuma butuh duit nya doang, tapi sekarang gue udah dapat yang tajir, buat apa gue pertahankan!" Ujar Sabrina lagi, namun kali ini dia berbicara hanya melalui hati.


"Lo yang sabar, tapi kalo emang tuh cewek yang buat hubungan lo sama Rey pupus, gue bakal bantu lo, buat nyatin hungan lo lagi!" Ujar si rambut pirang. "Lo sadar gak sih, Tania itu Bambang, yang di samping Ella!" Ujar Sabrina dengan memberikan sebuah kaca mata ke temanya itu. Seketika cewek berambut pirang itu menautkan alis geram, "Kok lo baru bilang sekarang sih?" Omel si rambut pirang yang bernama Tania itu. "Karena gue lupa, kalo mata lo minus, lagian lo bisa liat Rey dengan Ella lah, crush lo sendiri bahkan lo pernah tidur berdua lagi, pas pacaran dulu masa bisanya gak kenal!" Ucap sabrina. "Sabrina pun tersenyum licik, saat melihat reaksi Tania di saat ini.


"Mau kemana?" Tanya Sabrina yang dengan sengaja, padahal ia sendiri tau jika Tania akam menghampiri mantan nya itu, sekaligus crush nya saat ini. "Gue mau samperin mantan terlama gue, sekaligus cowok yang gue crushin saat ini!" Ujar Tania dengan membawa tas yang di sangkut kan di lengannya.


"Gue gabung boleh gak?" Tanya Tania, yang langsung duduk layaknya sudah mendapat kan perbolehen dari ketiga nya. Rey saling menatap ulang antara Bagas dengan Tania. "Gue sama Rey masih ada urusan, kita balik luan ya!" Pamit Ella yang langsung mengambil sardigan nya yang ia sampirkan di kursi. Tinggalah Bagas dengan Tania di meja itu, Sabrina memukul udara di depan nya dengan geram, "Kenapa pergi sih, gue kan belum liat perang nya, masa belum di mulai, tapi sudah selesai deluan!" Kesal Sabrina yang ikut pergi meninggalkan cafe.

__ADS_1


...


Selepas pulang dari jalan jalan dengan Nenek, Lala kini berada di kamar nya Nenek, saat ini lala sedang memijat mijat kaki Nenekya, Lala akui jika soal memijat ia kalah, jika soal menidurkan itu kagonya. setelah di rasa leleh dan tertidur pulas, Lala undur diri dari kamar nya si Nenek, ia berjalan ke arah Lala bermain.


"Main apa?" Tanya Lala yang ikut berjongkok di samping nya Lala. Lala tersenyum seraya mencucuk cucuk pipi nya Lala dan berakhir dengan elusan kepala, Lala yang di perlakuan seperti ini hanya diam mendengar kan apa saja yang akan dilaksanakan oleh Yaya selanjutnya.


"Kak kata kak Yogi, cewek itu perlu kelembutan dan kasih sayang, jadi Yaya buat kek begini karena hal ini Yaya sukai dari Abang Yogi." Ucapnya dengan bangga. Lala hanya tersenyum kecil. Ia pun ikut bermain dengan Yaya sampai hari petang.


Malamnya, Lala ya sudah mandi, dan lengkap dengan pakaian tidur yang di kenakan nya. Lala menghela nafas berat, di teriknya selimut hingga menutupi seluruh badannya. "Lo kemana si Rey? Ini udah jam sembilan malam, lo belum pulang, gue laper, gue juga leleh, menunggu lo!" Ujar Lala dalam hati. Ia memejamkan matanya secra perlahan, baru saja matanya terpejam, samar samar suara langkah kaki yang berjalan mendekat ke arahnya.


Rey yang baru saja keluar dari rumahnya Ella langsung menancapkan gas mobilnya dengan kecepatan tinggi. Ia dan Ella bisa pulang malam kerna di saat perjalanan tadi Rey harus mengantarkan Sabrina ke rumah nya. Jika bukan karna Ella pasti Rey tak akan mau dengan hal yang berhubungan dengan Sabrina lagi, walaupun Sabrina merupakan salah satu mantannya, namun Rey saat ini sadar jika Sabrina bukanlah cewek yang baik, dari hasil yang Rey tau selama ini.


Rey mengetahui jika saat mereka masih menjalin suatu hubungan, Sabrina gonta ganti pasangan di belakang nya. bukan sekali kali Rey mengetahui nya, sudah berkali kali, bukan hanya itu saja bahkan tanpa sepengetahuan Rey Sabrina pernah merindung cewek yang beda sekolah dengan nya.

__ADS_1


Saat baru saja keluar dari mobil, teliga Rey di tarik paksa oleh seseorang gak lain adalah Bunda nya sendiri. "Adih.. aduh bun!" Teriak Rey dengan mencoba menegoisasi dengan Bundanya. "Ini udah jam berapa? kemana aja kamu jam segini baru pulang? ha? Kamu tau gak Lala dari tadi nungguin kamu supaya makan bareng sama kamu, sekarang udah jam berapa?" Tanya Rada dengan penuh emosi.


"Yang mana dulu bun, yang pertama di jawab?" Tanya Rey yang masih terus terusan mengikuti langkah kaki Bundanya. Rada mengehentukan langkah kakinya, ia berbalik menghadap ke arah putra nya, puas melayasi Rey tangan kananya naik ke atas hingga kini, kedua telinga Rey menjadi panas akibat kewerannya yang bertambah kuat.


"Sana ke atas, kasihan Lala dari pulang sekolah sampai sekarang gak ada istirahat, sekalian ajak dia makan!" Ucap Rada yang langsung pergi mendahului Rey. dari arah belakangnya Rey terdengar suara cekikikan, Rey membalik dan langsung memperdelii Yaya yang sedang mengejek nya. Yaya memperagakan bagaimana reaksi Rey saat sedang kesakitan, sebelum Rey menangkap Yaya, Yaya dengan cepat berlari ke kamar nya. bahkan dengan iseng nya Yaya mengejek dengan menggoyang goyangan pantatnya.


Rey menghela nafas lemas saat baru saja merasuki kamar, dapat terlihat jika Lala sudah tertidur. Rey berjalan dan menutup pintu kamarnya dengan pelan, Saat sampai di depen kasur ia berjongkok agar dirinya bisa melihat wajahnya Lala dari dekat, senyum Rey mengembang saat melihat wajah lesu nya Lala.


Tanganya terampil mengelus elus pundak rambut nya Lala. Lala yang belum tidurpun merasa kaget ketika merasakan elusan di kepalanya, perlahan namun pasti matanya terbuka pelan pelan ia berkedip secara berulang, kini tangannya terulur untuk menyentuh pipinya Rey. Sekali,dua,tiga bahkan sampai seterusnya ia mencubit pipinya Rey. sampai suara yang berasal dari orang di depannya membuatnya terdiam dan menatap dengan tajam ke arah Rey.


"Ajo makan!" Ajak Rey dengan suara khas nya. Lala terdiam di tempat nya, "Lo benaran Rey??" tanya Lala dengan menujuk tepat di depen bibirnya Rey. Rey mencium tangannya Lala yang tadinya menunjuk bibirnya, setelah nya tersenyum simpul dangan wajah yang semangkin di dekatkan ke wajah nya Lala. tak lupa Sebuah kecupan hangat mendarat di bibir nya Lala. Lala yang masih diam di tempat dibuat kaget lagi oleh Rey.


"Gue tau lo laper, tapi lebih bagus kita makan beneren dulu, baru makan_" Rey tak melanjutkan ucapan nya, ia memilih mengendong Lala secara paksa.

__ADS_1


"Tindakan lo bagai angin, yang datang tak di undang, dan pergi begitu saja, namun kali ini gue benaran suka atas tindakan lo malam ini, gue rasa gue mulai suka sama lo Rey, gue rasa gue mulai jatuh cinta seteleh sekian lama gue pendam yang namanya cinta, Love you Reyhan El Faujar" Ucap Lala dengan pelen, Gue berharap hari esok akan lebih indah dari hari yang gue lalui akhir akhir ini!" Ujar Lala dan langsung berbalik badan mengarah ke hadapan Rey kini keduanya pun berakhir tidur dengan berpelukan hangat.


__ADS_2