
...🌵...
...Mayat Jadi Jadian.. ...
•
Paginya, Lala mulai membuka matanya yang masih terasa berat, tangannya juga mengeliat saat sekedar merenggangkan otot otot nya. Lala melihat orang di sampingnya. "Gue..!" Lala mencoba mengigat ingat kembali terakhir kali dirinya berada di mobil dan berakhir ketiduran, yang jadi pertanyaan, sekarang ia kok bisa tidur di sini, di tempat tidur nya. Sekali lagi Lala melirik orang di sampingnya, yang gak lain dan gak bukan adalah Rey seseorang yang saat ini sudah menjadi suaminya. Lala sudah terbiasa jika tidur satu kesur dengan Rey "Apa dia yang bawa gue? atau gue sendiri yang pulang, tapi gue kok gak ingat?" Tanya nya dan langsung bangkit dari tempat tidurnya dengan memasang muka bingung nya.
Lala menyambar handuk kesayangan nya dan mulai merasuki kamar mandi. "Pening pala gue mikir kek gini, mending mandi!" Ucapnya dengan menutup kamar mandi.
Lala yang sedang berkaca di depen cermin menghentikan gerakkan tangannya saat melihat Rey sudah berdiri di belakang nya, apalagi melihat tatapan yang tak biasa ia lihat saat Rey melihat nya tanpa berkedip. Ya, Rey terbangun akibat bunyi alarm di atas nakas, padalah ia tak ada menyetel alarm karena ia sudah terbiasa bangun tanpa ada bunyi atau orang lain yang membangunkannya. walaupun setiap kali ia bangun hari sudah siang. Rey terserah kecil saat melihat Lala yang sedang berhias di depen cermin.
__ADS_1
Dengan matanya yang masih merem melek karena masih kantuk, ia pun berjalan pelen menuju Lala berada di sini lah ia menatap Lala dengan jelas, walaupun hanya dari depen kaca. "Udah sembuh?" Tanya Rey dengan memegangi kuning nya Lala dari belakang. Lala yang melihat senyum manis nya Rey hanya tersenyum geli. menurut nya senyum itu sangat lucu.
"Emang gue sakit apa?" Tanya Lala dengan melepasnya tangan Rey yang masih berada di kening nya. "Lo sakit perut kan, tapi kemarin lo juga demem, Mami sampe khawatir saat ponsel lo gak bisa di hubungi sama sekali, dan bisa bisanya lo ketiduran di pinggir jalan." Jelas Rey dengan kedua tangannya yang di lipat di depen perut. Lala yang mendengar ucapan Rey hanya menjawabnya dengan senyum miring. "Emang apa peduli lo? lo gak tau apa niat gue juga demi menghindari lo," Ucap Lala dalam hati. sambil kembali memoles kan bedak di wajah nya.
"Mending lo mandi dari pada liatin gue yang gak ada manfaatnya sama sekali!" Jawab Lala karena merasa risih akanUcap Lala seakan mengusir, Rey tak mendengar kan ucapan Lala barusan, ia malah menatap Lala dengan tatapan tajam melalui kaca di depannya. "Kenapa gak lo bangunin secara langsung, kenapa mesti pake alarm?" tanya Rey dengan muka kesal nya saat menyadari jika saat ini masih jam setengah enam pagi. "Kalo ada yang bisa bantu kenapa mesti gue langsung!" Jawab lala dengan sewot. "Lagian lo kalo gue bangunin bukanya langsung bangun tap_" Lala menghentikan ucapannya dengan tatapan malas ke arah orang di belakang nya saat ini.
"Tapi gue lebih suka kalo lo yang bangunin, karna suara lo lebih ***** di telinga gue," Jawab Rey sambil menatap Lala dengan senyum miring nya, Lala yang melihat senyum milik Rey mendadak ngeri, dan langsung bangkit dari duduknya, ia tak mau berlama lama lagi di depen cermin ia pun berencana akan keluar dari kamarnya. Namun ia menghentikan kakinya saat merasakan Rey yang memeluk nya dari belakang. "lo ngapain?" Tanya nya dengan wajah menegang nya, sekaligus terkejut. apalagi saat ini Rey memeluk nya bukan meluk yang biasa orang lain lakukan, melainkan kedua tangannya memeluk dirinya dari leher nya, dan kepala nya yang yang terasa tertempel di lehernya. bahkan terdengar jelas suara hembuskan nafas yang mampu membuat bagian lehernya hangat, namun juga menegangkan.
Lala tak menghiraukan nya lagi, ia mendesis kesal atas tingkah nya Rey. Ia mengomel omel dengan perilaku sesuka nya Rey pada nya. Saat ini Lala sedang menyiapkan pakaian sekolah milik Rey, "Uh.. selesai juga akhirnya," Ucapnya dengan mengehela nafas lemas saat baru saja menyiapkan baju Rey dan merapikan tempat tidurnya.
Lala mengerut kan kening saat melihat beskom yang berisikan air dan sebuah kain di samping nya. "Jadi kemarin, gue benaran sakit kepala?" Tanya nya sambil membawa baskom tersebut ke dapur.
__ADS_1
"Pagi Mi!" Sapa Lala sambil ikut membantu Maminya yang sedang memotong sayuran. "Mau masak apa mi?" Tanya Lala lagi. Mami Roni menghentikan aktivitas kerja nya ia memandangi Lala lekat. "Kalo makan saus jangan banyak banyak, jangan banyak makan segara jenis Mie," Peringat Roni pada anaknya. "Mami lagi buatin sup ayam buat kamu, kamu itu harus sering sering makan sayur, lagian Rey suka sayur, liat kamu ini mangkin kurus aja," Omel Mami Roni dengan tatapan kesal pada anaknya.
"Jadi apa yang bisa Lala bantu?" Tanya nya sambil mengambil alih pisau di tangan maminya. "Gak usah, Mami dah mau selesai masak, angkatin aja makanan nya ke meja makan sana!" Usir Mami Roni sambil kembali merampas pisau yang tadi sudah berada di tangannya Lala.
"Oke.. Mami ku sayang, maafin lala kemarin ya!" Ucapnya dan berjalan mendekati meja makan. tak lama kemudian tiga orang yang kini sudah berkumpul di depen meja makan pun, mulai menikmati makanan di depan mereka. "Mi.. gak ada soto?" Tanya Lala saat melihat tak adanya makanan yang ia sukai itu. Rey yang mendengar nya hanya menggeleng kan kepala melihat Lala yang masih diam diri tanpa berminat mengambil makanan di atas meja. "Kamu ini, kemarin Mami buat soto, tapi kamu gak makan, ya sekarang ganti menu dong," Jawab Roni sambil memberikan sup ayam ke piring nya Lala.
"Makan..!" Perintah Mami Roni dengan muka yang tampak memaksa. Lala tak menolak memang ia tak selera makan ketika menyadari tak adanya makanan kesukaan nya saat ini, namun perut nya juga tak bisa menolak akibat rasa lapar di perutnya yang berbunyi sejak pagi tadi. Mau gue suapin?" Tanya Rey saat melihat Lala yang makan dengan lambat. Tak mendapatkan jawaban membuat Rey yang sudah selesai makan merampas piring nya Lala.
"Aa.." Ucap Rey dengan menyuruh Lala mebuka mulut nya. "Gue juga bisa makan sendiri," Omelnya merasa tak nyaman atas tingkah sok perhatian di depan Maminya. "Udah biarin aja Rey yang suapin, lagian semalam Rey juga yang bantu mengompres kening kamu," Jelas Mami Roni dan mau tidak mau Lala pun akhirnya pasrah.
Rey memberikan obat kepada Lala, "Jangan makan saus untuk saat ini, ini obatnya bawa aja, nanti setelah makan di kantin, jangan lupa di makan," Jelas Rey mencoba mengingatkan. "Gue pigi luan, lo hati hati di jalan!" Peringat Rey lagi. bahkan sebelum pergi dengan lihai nya tangan nya mengacak rambutnya Lala.
__ADS_1
Mendapatkan perlakuan dari Rey, yang tak seperti biasanya, membuat Lala tersenyum kecil. Selanjutnya ia pun mulai memasuki mobil milik nya, begitu juga dengan Rey ia mulai menaiki motor miliknya.