
...🌵...
...Buncit...
Lala saat ini sedang ketiduran di dalam kamarnya. Matanya terbuka karna mendengar suara pintu yang tebuka. "Astaga gue ketiduran! udah sore lagi!" Ucapnya yang langsung bangkit dari tidurnya dan berjalan ke arah kamar mandi.
"Rey, cepatin dikit dong mandinya, gue dah kebelet nih!" Ujar Lala karna sejak bagun tadi hingga saat ini ia menunggu di depan kamar mandi, menunggu Rey yang akan keluar dari dalam.
Ceklek..
Begitu pintu terbuka, Lala langsung menerobos masuk ke dalam kamar mandi, ia bahkan tak mengunci pintu kamar mandi, karna sudah tak tahan ingin membuang air kecil. Rey yang tadinya akan keluar dari kamar mandi,, kini masuk kembali karena dorongan dari Lala. Ia menghela nafas saat melihat Lala yang tak sadar jika dirinya masih berada di dalam kamar mandi.
"Lumayan!" Ucapnya yang saat ini sedang bersandar di balik pintu dan menatap Lala dengan semyum licik. Lala yang mendengar ucapan lumayam dari arah belakangnya membalikkan badan, di sini Lala kagetnya luar biasa. "L_lo ngapain di sini?" Tanya Lala yang langsung mengambil handuk untuk menutupi badanya yang hanya memakai pakaian dalam saja. Rey tak menjawab ucapan Lala ia memilih mendekati Lala, tanpa sadar kini Rey sudah berada di depannya Lala.
Rey mengelus lembut rambutnya Lala, dan menyingkirkan poni yang menutupi matanya Lala. Kini tangannya sudah berhenti di bibir bawah Lala. Dengan gerakan cepat Lala mengecup bibir Lala dengan lembut, tanpa sadar Lala juga ikut membalas apa yang di berikan oleh Rey, bahkan ia memejamkan matanya menikmati apa yang lakukan padanya. saat tangan Rey sudah berada di bahu Lala, Lala tersadar dari apa yang ia lakukan saat ini.
"Rey..! Ucap Lala saat tautan keduanya terlepas. Gue belum siap!" Ucap Lala dengan menundukan kepalanya ke bawah. Seketika matanya membulat saat melihat benda orang di depannya yang tampak menegang. Lala menelan salivanya susah payah.
"Lo!' Ucap Lala yang sudah kembali menatap ke arah Rey. Rey tersenyum kecil dan langsung memeluk Lala dengan erat. Saat ini Lala dapat merasakan benda keras di bawah sana yang menyentuh di badanya.
__ADS_1
"Rey!" Ucap Lala yang takut hal yang tak ia inginkan terjadi. "Cup..!" Kita mandi bareng!" Ucap Rey yang langsung melepas kan pelukan nya dari Lala, sebelum nya ia sempat kan untuk mencium keningnya Lala. "Lo kan udah mandi!" Ujar Lala sambil memperbaiki handuk nya. "Gue emang udah mandi tapi gue perlu mandi lagi, peliharaan gue minta mandi lagi!" Ujar Rey dengan muka yang terlibat mengerikan menurut Lala.
...
Lala yang berhasil lari dari kamar mandi langsung mengganti baju padahal ia belum mandi. "Sial, kok gue nolak sih, apes banget sih!" Ujar Lala yang langsung menutup pintu kamarnya dengan kuat.
Langkah kaki Lala melebar menuju arah dapur. terlihat seorang wanita yang ia tau pasti jika itu adalah Bunda. "Sore bun!" Sapa Lala yang langsung mencuci kedua tangannya. "Udah bangun sayang," Ucap Rada dengan senyum ramahnya ke Lala. Lala yang mendengar ucapan bundanya hanya mengangguk sebagai jawaban.
"Bantu apa bun?" Tanya nya setelah selesai mencuci tangan nya dengan bersih. "Kamu susun piring aja ya sayang, kalo udah selesai baru Bunda kasih tugas lagi!" Ujar Rada dan di angguki oleh Lala.
"Nenek mana bun, kok gak keliatan dari tadi?" Tanya Lala yang kini sudah sundah selesai menata makanan di atas meja. "Di belakang rumah, lagi main sama Yaya." Jawab Rada dan di angguki Lala.
"Bun, Lala ke atas dulu ya, mau mangil Rey!" Ucap Lala dan langsung berjalan meninggal kan daerah dapur.
Ceklek..
"Ngagetin tau gak!" Ujar Lala yang langsung berjalan mengarah ke arah meja. Saat ingin membuka lemari Lala langsung berbalik badan.
Niat ingin mengambil baju dan mandi malah di buat tak percaya atas penampilan Rey saat ini.
__ADS_1
"Lo!" Lagi lagi lala menghela nafas kasar seraya menggelengkan kepala. Gimana gak geleng kepala saat menyadari jika Rey masih menggunakan handuk. layaknya seseorang yang baru saja mandi, namun saat ini persi tak ada basah sama sekali sudah kering tak terlihat lagi aura basahnya mandi
"Lo gak kedinginan apa?" Ujar Lala malah membuka lemari Rey. "Gak bakal kedinginan, kan ada lo!" Ujar Rey yang memeluk Lala dari samping. "Lo mending pakai baju dulu deh gue mau mandi, lengket banget badan gue!" Ucap Lala yang membawa baju ganti nya ke dalam kamar mandi. sebelumnya ia meletakkan baju Rey di atas tempat tidur.
Lagi lagi Lala menggeleng kan kepalanya saat melihat Rey yang masih seperti semula. "Rey kita mau makan malam, masa ia lo beginia?" Protes Lala yang melihat penampilan Rey dengan muka masam. "Kenapa, bukanya lo suka? dari pada lo liat pake kuota mending lo liat gratisan tanpa tarip dosa!" Ujar Rey dengan menaik turunkan alisnya.
Mendengar itu dengan gerakan cepat Lala meraih ponselnya. "Lo periksa ponsel gue?" Tanya Lala dengan wajah tak senang nya. "Kenapa?" Tanya Rey balik. Lala di buat geram saat ponsel nya di beri sandi oleh Rey.
"Reyyy..! lo apain ponsel gue?" Tanya Lala yang meletakkan ponsel nya tepat di wajah nya Lala. Rey hanya mengangkat kedua bahunya, sambil menyingkirkan ponsel di wajahnya. "Tanya sama ponsel lo aja, pasti jawabannya lengkap!" Ujar Rey yang mulai duduk di kasur sambil mengambil baju yang terletak di kasur dan mulai memakainya.
Lala meletakkan ponsel nya dengan kasar di atas nakas, saat ini ia merasa kesal karena tak kunjung mendapatkan paswere dari ponsel nya sendiri. "ngeselin banget sih, pengen gue tojok tu muke!" Ujar Lala dalam hati dan ia memilih berjalan lebih dulu dari Rey.
Sesampainya di meja makan, terdengar perdebatan antara Rey dengan Yaya, Nenek serta Papi juga sibuk mengobrol di tambah Rada yang terus terusan menjelaskan bahan makanan yang yang ia gunakan untuk membuat sop iga, lain hal dengan Lala tak terdengar sama sekali suara yang keluar dari mulutnya Lala.
"Ya kan sayang!" Ucap Rada, Lala hanya tersenyum simpul mengiyakan ucapan Bunda Rada, padalah ia sendiri tak tau apa yang sedang Bundanya pertanyaan. Selesai makan malam satu keluarga itu pun bubar menuju tujuan masing masing. Yaya sudah kembali ke kamar nya dengan Nenek. Berbeda dengan kedua mertuanya Lala, dan Rey. Mereka saat ini sedang berada di depan tv dengan menonton siaran bola. salah satu siaran yang cukup membosankan buat Lala, namun tidak dengan ketiga orang di sekitar nya Lala, mereka seakan menikmati apa yang sedang mereka lihat saat ini. biasanya dia lah yang akan banyak bertanya dengan sang Bunda namun saat ini moodnya lagi hilang.
"Bun, Pi, Lala ke atas luan ya udah ngantuk!" Ucap Lala dan di angguki keduanya. "Rey juga Bun, mau tidur," Sambung Rey yang kini ikut berjalan di belakang nya Lala.
"Tunggu deh Pi, Bunda rasa ada yang gak beres dengan mereka deh, dari sejak makan malam tadi sampai kita nonton bareng Lala diam mulu, apa mereka lagi berantem ya?" Tanya Rada yang di balas dengan senyum kecil dari El.
__ADS_1
"Itu hal bisa Bun! biasa kalo lagi berantem diem dieman, yang gak bisa itu gak pernah berantem dalam suatu rumah tangga baru kita heran, kita juga pernah seperti mereka, kalo lagi berantem kamu diemin aku, bukan diem aja tapi juga waktu kumpul pun diem, lagi gak ada pembahasan mungkin!" Ujar El yang tersenyum saat mengingat masa mudanya dengan Rada. Rada mencubit perut El yang saat ini terlihat buncit.
"kurangi makan kacang biar gak mirip sama, bapak nya dudung!" Ucar Rada sambil mengelus elus perut buncit suaminya, layaknya sedang mengandung. ia menjadi teringat saat pertama kalinya ia mengandung, yang setiap akan tidur selalu minta di elus, karna jika tak di elus maka tak bisa tidur. Rada tersenyum mengingat masa hamilnya dulu.