My Anemy My Hubby

My Anemy My Hubby
bab61- Kebiasaan Baru


__ADS_3

...🌵...


...Kebiasaan Baru ...


Lala menutup pintu kamarnya dengan dahi yang mengerut, "Entah kebiasaan, atau emang di sengaja, gue gak tau, bikin tengsi naik turun gunung aja!" Omel Lala dengan menatap sinis ke arah Rey. Lala berjalan cepat mendekati kasur, bukannya langsung berbaring di sebelahnya Rey Lala memilih menatap tajam ke arah suaminya itu. Sedang yang di tatap hanya mendongak ke atas menatap Lala yang masih berdiri di depannya. Ia tersenyum manis kala menepuk nepuk kasur di sebelah nya. "Istri gue emang pintar, tau aja kalo kita_ kita apa?" Sambar Lala dengan berbaring mendadak, Lala bahkan menarik selimut hingga menutupi seluruh badannya. membuat Rey tersenyum miring.


"Mau mulai dari mana?" Tanya Rey tanpa ekspresi, Ia membuka paksa selimut yang menutupi seluruh badannya Lala. "Lala menatap Rey dengan malas. "Lo mau apa sih?" Tanya Lala dengan heran. "Buat dedek, katanya mau dedek!" Ujar Rey dengan senyum miring. Lala sampai terbatuk saat mendengar ucapan Rey di sampingnya. Lala tersenyum paksa kala merasa mendengar ucapan Rey.


"Gqk mau ah, gue ngantuk!" Ucap Lala dengan menarik kembali selimut agar dapat menutupi seluruh badannya. Lala membuka selimut Lala kembali, namun karena Lala yang memegang erat selimut nya membuat Rey hanya bertindak.


Rey mencoba kembali membuka selimutnya Lala, ia membisikan sesuatu ke telinga Lala.

__ADS_1


"Gue pinta hak gue sekarang!" Bisik Rey dengan suara yang di pelankan. Sontak saja Lala langsung membuka selimut yang menutupi matanya sampai di perut. Lala memandangi Rey dengan tajam. Ia memenjamkan matanya perlahan dan tak lama kemudian membukanya yang langsung di hadapkan oleh wajah nya Rey.


Lala langsung mendorong badannya Rey namun, kali ini kekuatan nya Rey jauh lebih kuat dari dirinya. Tanpa aba-aba Rey langsung mengecup bibirnya Lala dengan penuh penekanan yang menuntut. Lala yang mendapat kan perlakukan itu pun membalas perlakuan suaminya itu, lama kedua nya saling bertautan. membuat keduanya kehilangan nafas. Baik lala maupun Rey berhenti dengan saling pandang.


"Rey!" Panggil Lala dengan mimik serius. Reu tak menjawab ia kembali ******* bibir nya Lala. Lala yang ingin membahas tentang pernikahan yang sudah berjalan hampir tiga bulan pun, segera menjauh kan Rey dari pungutannya. Rey memasang mimik tanya dan terlihat kesal. "Dengarin dan jawab gue dulu!" Ujar Lala dengan wajah yang tak hilang dari pandangan seriusnya.


"Oke, gue dengerin apa yang mau lo omongin tapi setelah nya gue_ iya terserah lo deh!" Sambung Lala dengan cepat. "Dengerin dan jawab dengan bagus gak ada yang boleh lo kurangki dari jawaban pertanyaan gue nantinya." Peringat Lala masih dengan wajah serius. Rey hanya mengangguk kecil seraya mengelus rambutnya Lala, di sertai dengan menyingkirkan poni yang menutupi matanya dan di akhiri dengan kecupan singkat di keningnya. Lala sempat bahagia dengan perlakuan Rey, namun bahagia nya ia buat dengan mode datar saat Rey melihat ke arahnya.


"Oke, sekarang udah boleh bertanya, pertanyaannya apa?" Tanya Rey dengan menakutkan kedua alisnya, seakan tak sabaran dengan pertanyaan Lala. "Apa lo menikmati pernikahan kita ini?" Tanya Lala dengan rasa was was akan jawaban yang di berikan oleh Rey nantinya.Rey diam sejemak, tak lama kemudian ia menatap Lala dengan serius. "Apa menurut lo gue gak menikmati dan mensyukuri apa yang gue punya saat ini! menikah dengan lo adalah suatu hal unik yang gue sendiri gak pernah bayangi," Rey turun dari atas badanya Lala. Ia duduk dan menarik kadua bahu Lala agar ikut duduk dengan nya. "Jauh dari diri gue sendiri, gue gak pernah sangka bakal nikah muda dan calon nya adalah lo, bukan calon melainkan istri jika saat ini, Rey menatap Lala dengan senyum kecil nya. "Gue menimati apa yang gue punya saat ini, gue juga bahagia bisa menikah dengan lo, lo merupakan hadiah menarik yang pernah gue terima selama ini." Rey menarik tangan kanannya Lala dan mengecupnya singkat.


"Tapi gue rasa, awal kita jadi rival itu bukan hal di sengaja, Gue gak sengaja buat rok lo jadi kotor karena ulah nakal nya gue," Ujar Rey di akhiri dengan dengan tawa. Lala merasa kesal saat Rey masih mengingat masa memalukan itu. "Lo_ gue! berak di celan! mana mungkin!" Ucap Rey memperagakan teman teman nya yang dulu mengejek Lala. "Lala mencubit kuat, bagian perut nya Rey, "Itu karena ulah lo, main buang sampah jajan besaus di bangku gue gue kan gak tau, kalo tau juga gak bakal gue duduki!" Protes Lala tak mau di katai berak di celana.

__ADS_1


"Tapi semenjak kejadian itu kita bisa dekat kan, bisa kenal satu sama lain, walaupun dekat nya kita bukan dekat layaknya pertemanan kebanyakan orang !" Ujar Rey dan di angguki Lala. "Senjak kejadian itu gue suka sama lo. tapi waktu gue dengar lo banci sama gue, gue jadi sadar kalo gue hanya cocok menjadi raja rival lo!" Ujar Rey degan senyum miring. Lala menatap bingung ke arah Rey. "Senjak Smp gue suka sama lo La, bahkan gue pernah buat surat cinta buat lo, tapi bukannya lo baca, malah lo


jadiin untuk mengelap meja lo!" Ujar Rey lagi. Kali ini Lala menatap Rey dengan dengan menahan tawa.


"Jadi, waktu Smp lo pernah suka sama gue?' Tanya Lala yang di akhiri dengan terawa. Rey mendekat dan berisik ke Lala. "Setelah gue pikirkan dan gue pikir lagi, ternyata sampai sekarang cinta gue ke lo itu nyata dan tumbuh kembali seiring bersama nya kita saat ini!" Ajar Rey dengan serius. Lala yang tadinya tertawa menjadi mendadak diam. Bingung harus mengatakan hal apa yang akan ia katakan selanjutnya, seketika ia mengingat Ella. "Kalo emang lo cinta denga gue, itu artinya gueboleh tanya minta satu permintaan kan ?" Tanya Lala dengan ragu. Rey tersenyum kecil dan menganguk sebagai jawaban. "Lo minta apapun pasti gue beri, bahkan kalo lo ngeden dan maksa buat dede gue bakal menerimanya dengan senang hati!" Ujar Rey dengan senyum nakal. Lala menjadi merinding dengan ucapan Rey barusan.


"Gue serius Rey jangan lo buat candaan yang membuat gue jadi takut," batin Lala menjerit. "Gue pegen lo putuskan hubungan lo dengan Ella, gue gak mau ada orang ketika yang buat pernikahan kita jadi kaku dan tak seimbang dengan pernikahan pada layakny, lagipula berpacaran dengan kondisi yang sudah memiliki istri itu dosa,"Ujar Lala yang tak berani


menatap Rey.


"Lebih tepat nya gue cemburu Rey. mana lo keliatan asik banget lagi sama dia, gue tau Rey dia cantik. tapi dan bandingan gue lah!" Batin Lala mengadu. Rey terkekeh mendengar permintaan Lala, ia sempat kaku saat Lala mengatakan

__ADS_1


pustusin hubungan, Rey mengira jika Lala akan meminta dirinya dengan Lala bercerai namun saat mendengar kan ucapan selanjut nya membuat Rey terkekeh. "Gue gak bisa pustusin hubungan gue la, sama Ella karna dia udah-" Rey yang tadinya igin memberi tau jika dirinya dengan Ella adalah saudara pun terurung kala melihat Lala yang sudah berbaring dengan menutupi seluruh badannya.


"Oke. gue anggap hal ini adalah kebiasaan baru lo!" batin Rey yang ikut berbaring di sampingnya Lala. Saat Rey ingin memeluk Lala, Lala menepis tangan nya Rey dan langsung membelakangi Rey. Bahkan Lala memperingati Rey agar jangan memeluknya malam ini, namun karna tindakan Rey akhirnya Lala pun mengalah. keduanya pun larut dalam alam yang berbeda.


__ADS_2