
...🌵...
...Berpikir Positif.....
Kenyang tadi siang membuat Lala terlelap dengan di aras kasur dengan masih memakai pakaian sekolah bahkan kaus kakinya saja masih menempel di kaki mulus nya. pintu kamar nya yang sedikit terbuka membuat Rey yang baru saja melewati kamar Lala ingin mengerjai nya. namun berhubung ia masih mengenakan pakaian sekolah apalagi ini sudah mulai senja membuat Rey mengurungkan niat jahilnya.
"Ntar aja deh, udah sore gue mandi dulu!" Ucapnya dan berjalan terus menuju kamarnya.
Rey yang baru saja selesai mengerjakan tugas pun berjalan ke bawah, ia jadi lupa jika sedari sampai sekarang belum ada yang makanan yang masuk ke dalam mulutnya.
Ia berhenti lagi di depan pintu Lala, cewek yang akhir akhir ini selalu ia ganggu, dan jahili, bahkan sekarang hal itu sudah menjadi kebiasaan nya jika sudah di rumah dengan Lala.
"Masih ke buka!" Tanya nya heran, karena biasanya pintu kamar Lala akan selalu tertutup walaupun tak di kunci.
Mata Rey tertuju kepada sosok cewek yang tertidur pulas di atas kasur, dengan masih menggunakan pakaian sekolah nya. Rey mengeleng melihat Lala yang tak mandi dulu baru tidur.
Dek..
dekk..
Dada Rey seketika bergerak cepat saat melihat Paha Lala yang terlihat, karena rok sekolah nya yang sedikit naik ke atas.
"Gila mata lo, tergoda!" Umpat nya kesal dengan mengelus dada nya agar tidak berpikir yang macam macam. Melihat Lala yang mengubah posisi tidur nya menjadi telentang membuat kedua matanya melotot.
"Kok lo malah ngegoda gue sih La?" Ucap Rey menutupi badan Lala dengan selimut.
"Lala nya mana sayang?" Tanya Mami Roni saat melihat Rey seorang diri yang berjalan menuju meja makan.
"Lagi tidur Mi!" Jawab Rey dan langsung duduk di bangku nya.
"Bentar nya Mami bangunin, soalnya masakan yang Mami masak gak kelong sama sekali!" Ucap nya dan berjalan ke arah tangga.
"Biarin dulu Mi, Rey liat tidur nya nyenyak!" Ucap Rey mencegah Mami Roni agar tak membangun kan Lala.
"Pulang jam berapa tadi?" tanya Mami Roni saat mereka berdua sedang makan di meja makan.
__ADS_1
"Jam lima Mi," Jawab Rey singkat. sebelum nya Rey emang pamit, pulang sekolah lama, karena ia mengatakan jika akan menjenguk temannya yang sedang sakit.
"Oh.. tapi pas kamu pulang si Lala udah pulang kan?" Tanya Mami Roni lagi. Rey menghentikan kunyahan di mulut nya dan menatap Mami Roni sekilas.
"Rey gak liat liat sih Mi, tapi pas pulang pintu nya kebuka." Jelas Rey lagi.
"Anak itu!" Ucap Mami Roni dengan mengeraskan suara sendek di tangan nya. Rey yang melihat nya pun merasa heran.
"Kebiasaan kalo Mami kerja pasti main dulu dia waktu pulang sekolah," Ucap Mami Roni kesal. Rey yang masih bingung pun hanya diam menanggapi ucapan Mami Roni barusan.
Lala megeliat di atas kasur empuk mikinya, Setelah merengangkan otot nya yang keram saat tidur tadi ia pun terduduk sambil memijat kepaatnya yang sedikit pusing.
"Ah.. gue ketiduran!" Ucapnya kesal, pasalnya malam ini sudah ada janjian dengan kedua temannya untuk malam mingguan bersama.
Lala menggeleng ketika melihat jam di ponsel nya yang menujukan jam sambilan malam.
"Sial!" Umpat nya kesal saat melihat beberapa pesan dari grup chat yang ia buat bersama dengan dua temannya yang tampak marah dengan mengeluarkan banyak emot marah.
Dengan cepat tangannya mengetik ke ponsel pipih di tangannya.
^^^Sory gais, gue ketiduran_^^^
Lala yang baru saja keluar kamar mandi langsung melakukan kegiatan rutinitas nya setiap selesai mandi di atas kasur.
Rey baru saja menutup pintu kamarnya, ia ingin meminjam buku catatan Fisika milik Lala, barang kali buku Lala lebih lengkap dari nya. Sebelum masuk Rey mengetuk pintu kamar Lala dengan ketukan yang terdengar pelan.
"Siapa?" Tanya Lala dengan mata yang masih terpejam dan tangannya yang sedikit memijat kening nya yang masih sedikit pusing.
"Gue!" Ucap Rey yang kini sudah membuka pintu kamar Lala.
Lala yang mendengar suara pintu terbuka, langsung bangkit dari kasur. "Stop.." Jerit Lala yang matanya tak henti melihat ke arah pintu.
"Pejamin mata lo, gue lagi pake baju!" Terang Lala dengan suara kerasnya. Rey kembali menutup pintu nya, namun sebelum nya ia bilang akan menunggu dua menit.
"Sial.. sial.." dia liat gak ya?" tanya Lala dengan dada nya yang naik turun.
__ADS_1
"Berpikir positif aja la, anggap dia gak liat!" Ucap Lala menenangkan diri nya sendiri. Lala yang sudah selesai degan pakaian yang melekat di badannya pun masih mondar mandir di depan pintu, ia masih memikirkan kalau Rey melihat nya pasti ia akan sangat merasa malu.
Ceklak..
Keempat mata itu saling bertemu, "Mau apa?" tanya Lala memutuskan pandangan nya.
"Pinjam buku catatan Fisika lo dong!" Pinta Rey dengan mengutarakan niat nya tanpa basa basi.
"Bentar," Lala kembali masuk ke dalam kamar nya dan mencari keberadaan buku Fisika di laci tempat bukunya. Rey yang sudah merasa jengah karena tak juga ada tanda tanda dari Lala masuk ke kamar cewek itu dan kini ia sedang duduk di atas kasur Lala.
"Mana ya? perasaan gue taro disini!" Ujarnya yang masih membolak balik laci bukunya. Seketika ingatannya pulih.
"Bodoh, sampe kapan pun gak bakal jumpa, kalo masi di pinjam sama Mely." Terang Lala pada diri nya.
Rey yang mendengar kan ucapan Lala sedari tadi hanya diam, ingin tau apa reaksi selanjut nya dari Lala.
"Aaaa.." Lala dengan cepat menutup mulutnya.
"Lo biasaan sih, masuk kamar gak ketuk ketuk!" Ucap Lala dan ikut duduk di samping Rey.
"Mulut gue juga suka banget jerit jerit!" Ucapnya sambil menepuk nepuk mulut nya.
Rey sedari tadi hanya diam dan memperhatikan Lala di sampingnya. Lala yang sadar jika adanya Rey di kamar nya pun balik menatap.
"Buku gue di pinjam sama Mely," Ucap Lala dan bangkit dari duduknya.
"Suara lo terbuat dari apa sih?" Tanya Rey saat Lala membuka lebar pintu kamar miliknya. Lala tak membawab ia lebih memilih diam. Lama Lala di pintu sekadar menunggu Rey keluar membuat Lala gerah.
Gimana gak gerah, ia lupa pakai baju dalam nya, di tambah haus di tenggorokan sudah menantang dirinya di tambah ia belum bersisir ataupun memakai skincere yang biasa juga ia lakukan setelah mandi. "Mau lo apa?" tanya Lala dengan tangan nya yang mengacak pinggang.
"Gak ada pengen ngerasanin duduk di kasur lo aja!" Jelas Rey tanpa melihat ke arah Lala. Terdengar hela an nafas kasar dari Lala, ia berjalan menuju lemari dan mengambil sesuatu di dalam nya. Lala menutupi pakaian dalam nya dengan menutupi nya pakai baju yang ia pakai saat ini. Rey yang penasaran atas apa yang di ambil Lala dari lemari pun tak luput memandangi tangan Lala yang tampak menutupi sesuatu yang ia ambil tadi.
Sampai Rey tersadar karena suara pintu kamar mandi yang di tutup keras oleh Lala membuat nya menggeleng.
"Kurang kerjaan lo Rey, ngapain lo duduk di tempat yang lo sendiri gak niat, apalagi liatin nya sampe gak kedip!" ucap Rey mengerutu dirinya yang bodoh.
__ADS_1
Sedang Lala di dalam kamar mandi, ia terus terusan menggerutu kesal atas tatapan tajam Rey " bisa pensiun lebih cepat nih kalo begini." Terang Lala bersamaan membuka pintu kamar mandi.
"Syukur dah!" Ucapnya mengelus dada. karena tak melihat ke berandaan Rey di dalam kamar nya.