My Anemy My Hubby

My Anemy My Hubby
bab28- Hari libur..


__ADS_3

...🌵...


...Hari libur.....


Paginya Lala yang sudah rapi dengan pakaiyan sekolah pun bergegas dengan gerakan cepat. Lala meluncur ke bawah dengan wajah penuh penuh rasa bingung. bagaimana gak bingung ia bisa bisanya terbangun kesiangan dan yang lebih anehnya lagi Rey yang tak membangunkan dirinya agar bangun.


Semua mata menuju Lala dengan memandangi Lala heran. "Sayang kok bake baju sekolah?" Tanya Maminya saat baru saja meletakkan piring di meja.


"Kanlibur nya cuma sehari Mi!" Ucap Lala dan mengejar kan kursi untuk di duduki nya. "Tapi ini hari minggu, mau sekolah apa?" Tanya Mami Roni dengan tatapan heran pada putrinya itu.


Terdengar suara cekikikan dari arah belakangnya Lala, sumber suara nya adalah Rey. ia berjalan santai dan tersenyum simpul ke arah Lala sambil ikut mengeser kan kursi yang akan di dudukina epat di samping Lala.


"Tadi kan dah gue bilang sama lo, kalo hari ini hari libur, tapi lo nya aja gak mau dengerin gue ngomong." Ucap Rey tanpa ekspresi. Lala yang mendengar nya hanya memandangi Rey dengan kesal.


"Lo ngerjain gue tadi. sok sokan ngingetin gue, caper lo," Ucap Lala pelan namun mendapatkan senyu lucu dari Rey


"Lala ambikan makanan suami kamu?" Perintah Mami Roni dengan tatapan tajam ke anaknya itu, Roni merasa kesal atas tindakan anaknya yang tak mau tahu dan mengerti akan tugasnya saat ini, terlebih saat melihat Lala yang hanya mengambil makanan nya sendiri.


Lala berhenti sejenak setelah mendengar perintah dari Maminya, ia menatap bergantian Om El, Mami, dan Bunda Rada. Bunda Rada tersenyum kecil melihat tingkah Lala yang terlihat kesal


"Biar Bunda aja yang ambilkan, Lala lanjut makan aja!" Perintah Bunda Rada pada Lala, Lala yang mendengar nya pun tersenyum simpul ke arah Rey, dan ia sempatkan untuk mengejek balik ke arah Rey karena Rey lah yang membuatnya lupa jika har ini adalah hari libur.


"Da_" Roni yang ingin mencegah besan nya itu tak jadi mencegah akibat berian kode dari Rada.


"Ron.. untuk masalah beginian, bisa kita ajarkan ke Lala secara pelan pelan, dia masih merasa kaku dan akan tertekan jika di paksakan, jadi untuk kedepanya Lala akan melakukan dengan iklas atas keseharusannya layaknya seseorang istri, tapi saat ini mereka masih sekolah usianya juga masih tujuh belas tahun, masih terlalu muda kan di usia pernikahan, jadi kita ajarkan secara perlahan." Jelas Rada pada Roni.


Dua wanita itu terusan mengobrol tampak Papi El dan Rey yang hanya diam di meja makan, kalau Lala sendiri ia mengobrol dengan Yaya yang di samping nya. mereka menghabiskan sarapan dengan obrolan ringan.


__ADS_1


Di dapur tampak tiga wanita yang berbeda usia itu sedang mengobrol ringan, ketiga nya tampak kompak atas pekerjaan mereka masing masing. Lala sedang mencuci piring bekas sarapan tadi pagi, sedang dua wanita yang hampir memiliki usia yang sama di sibukan dengan membuat kue.


Sesekali Lala ikut menyambung obrolan dua wanita yang tampak kompak itu. "Jadi gimana Ron.. butiknya sekarang?" Tanya Rada sambil mengaduk kue di atas meja.


"Seperti biasa, lancar dan mangkin berkembang, aku juga rencana nya akan buka cabang di kota sebelah, saat ini sedang di cari lapak yang bangus dan terlihat cocok jika aku buat nantinya di kota zz" Jelas Roni menjelaskan.


"Syukur lah, akhirnya usaha kamu bisa berkembang juga," Saut Rada lagi.


"Masih rencana Da.." Jelas Roni lagi. "Gak apa semua itu kan di mulai dari sebuah rencana,, dan akan berjalan sesuai dengan harapan biasanya," Ucap Rada lagi.


"Kamu sendiri disana gimana?" Tanya Roni balik.


"Bunda udah lebih baik si sana, Rena sekarang tinggal di sana, makanya aku balik ke mari, lagian aku juga rindu sama_ Sama suami dan anak ganteng kamu kan?" Sambung Roni dan mendapatkan tepukan pelen di bahu oleh Rada,


"Bukan, bukan itu tapi ini!" Ucap Rada dengan menyatukan kedua jari telunjuk nya, kedua nya tertawa setelah mengerti apa yang di maksud oleh Rada.


"Hahaha.. Bunda sama Mami aneh ya, jari kan gak ada lucunya, masa ketawa," Ucap Lala dan ingin berjalan ke luar dapur. Lala yang baru saja melewati dua wanita itu pun mendadak berhenti ketika kedua tangannya di tarik paksa oleh Mami Roni dan Bunda Rada.


"Ya dengar la Bun, lagian Lala kan di sini!" Tunjuk nya dengan tangan tempat ia mencuci piring tadi.


"Dengar kamu tadi malam, gak di apa apain kan sama anak bunda?" Tanya Bunda Rada lagi namun mendapatkan sikutan dari Roni. "Itu kan hal pribadi jangan di tanyakan, ntar malu!" Ucap Roni merasa tak enak kepada anaknya. ia berucap dengan berbisik.


"Ada bun, Lala di peluk waktu mau tidur, tapi Lala marah... gak biasa bun kan risih di peluk sama jangkrik. apalagi Rey tidur gak pake baju, hih.. risih." Jelas Lala dan mendapatkan tawa dari kedua nya.


"Lah kok malah ketawa lagi?" Tanya Lala heran.


"Ya udah sana masuk ke kamar, bersihin kamar kamu, sekalian nih kasih ke suami kamu sekalian Om Papi El kasih sekalian," Usir Bunda Rada dengan memberikan dua toples kue nastar. Lala menerimanya kemudian berjalan cepat menuju kamar.


Di kamar ia di kaget kan dengan adanya Yaya di sana. tampak Yaya yang tak henti hentinya mengganggu Rey yang sedang berkutik di laptop.

__ADS_1


"Kak Lala, Bang Rey jahat gak mau di ajak main sama Yaya katanya Yaya bauk, belum mandi, padahal kan Yaya udah mandi," Adunya dengan suara mengebu gebu. Lala menjawab dengan senyum simpul. "Bang Reynya lagi sibuk nyerjain tugas, gimana kalo Yaya main sama Kakak aja? kita beli es crem di depan," Ucap Lala dengan sedikit berbisik.


Yaya mengangguk dan langsung menggandeng tangan milik Lala, "sekarang ya kak?" Pintanya dengan senyum lebar.


" Yaya tunggu bentar ya, kakak ganti baju dulu, tunggu di depan aja!" Suruh Lala dan jawab dengan kacungan dua jempol oleh Yaya. Rey sedari tadi hanya menjadi menjadi mendengar setia dua cewek di di dekat nya ini, menjadi penasaran apa yang di katakan oleh Lala sehingga Yaya tampak semangat.


Setelah memberikan kue ke Rey, Lala berjalan pelen menuju lemari nya, ia sibuk berkutik di depen lemari mencari baju yang yang cocok untuk di pakai nya.


"Mau kemana?" Tanya Tey saat melihat Lala yang sudah menggenggam beju di tangannya, Lala yang mendengar pertanyaan dari Rey hanya melihat nya sekilas.


"Ganti baju," Jawab nya sambil menunjuk kan baju di tangan nya. Rey yang mendapat kan jawaban seperti itu menepuk kening dan menendangi kesal ke arah Lala.


Ia bangkit dari duduknya dan berjalan mendekati Lala yang akan masuk ke kamar mandi.


"Gue ikut?" Ucapnya seraya membuka pintu kamar mandi yang akan tertutup, "Lala menautkan alis bingung.


"Lo mau ngapain?" Tanya Lala merasa was was.


"Mau liat lo ganti baju," Jawab Rey dengan senyum miring.


"Otak lo kotor, mesti di bersihan sana." Usir Kala dengan melepas kan tangannya Rey yang mencegah di ambang pintu.


"Otak lo lelet, mesti di updet biar gak lelet." Sambung Rey dan setelah nya mendapat suara pintu kamar mandi tertutup dengan keras.


..."Gue rasa gue mulai jatuh cinta sama lo, dan gue akan buktikan pada hati gue. kalo gue adalah orang yang tepat untuk hati lo!"...


...*Reyhan elFaujar...


..."Gue rasa gue terjebak dalam sebuah ikatan ini, gue takut dan bimbang. karna gue takut kehilngan"...

__ADS_1


...Athaila Rika*...


__ADS_2