My Anemy My Hubby

My Anemy My Hubby
bab 45- Dasar Penakut


__ADS_3

...🌵...


...Dasar Penakut...


Mata Lala menerawang ke seisi kamar. matanya berhenti saat melihat sosok Rey yang sedang duduk di sofa dan pokus ke layar laptop di depan nya. Seketika ia merasa lega. Dengan gerakan cepat Lala sudah berbaring di tempat tidur.


"Kok gue jadi was was ya? bismillah. tutup mata dan jangan pikir kan apa apa!" Lala mencoba berinteraksi dengan dirinya sendiri.


baru saja ia menutup mata, ponsel nya berdering bertanda adanya panggilan masuk.


"Ganggu aja lo!" ujar Lala namun tetap mengangkat telepon nya.


^^^_ Apa? tanya Lala saat baru^^^


^^^saja menggeser tombol hijau.^^^


_temenin gue gih, gue


sendirian dirumah!


^^^_gak bisa gue udah tidur,^^^


Jawab Lala sambil melirik jam di dinding sudah menunjukkan pukul sembilan malam.


_La.. gue lagi sendiri lo,


temenin gih, masa ia udah


tidur angkat telepon gue


^^^_Gue bener gak bisa Mel,^^^


^^^kalo May gimana?^^^


^^^udah lo ajak belum?^^^


_gak di angkat gue telepon,


Temenin deh La, gue


takut sendirian, serem.


"Siapa?" Tanya Rey yang kini sudah naik ke atas kasur, Lala menutupi bibir Rey dengan jari telunjuk nya, agar gak banyak tanya. Rey menurut ia hanya melihat apa yang di lakukan dan di omongin dengan orang di seberang sana. Setelah bayak berdebat dengan Mely akhirnya Lala bisa lega juga, karena May yang akhir akhirnya menemani Mely.


"Dasar penakut!" Ujar Lala sambil meletakkan ponsel nya di atas nakas.


"Ih lo ngagetin gue aja!" Ujar Lala pada Rey, padahal ia sudah tau jika Rey sudah berada di sampingnya. namun ia masih mengira jika Rey ada di sofa.

__ADS_1


"Mari tidur," Ujar Rey setelah mematikan lampu dan menarik selimut sehingga menutupi badan kedua nya.


Entah sudah berapa lama, Lala masih berjaga. Matanya masih setia melek sejak tadi, kepala Lala memiring mengarah ke arah Rey.


"Biasanya setiap kali tidur Rey selalu saja memaksa nya agar di peluk nya, namun kali ini tidak, hal ini membuat Lala bertanya tanya.


"Lah kok gue malah mikir yang aneh aneh sih! aneh bangat!" Ujar Lala dan kembali melihat ke arah langit, namun sedetik kemudian perut nya di tarik oleh Rey, namun kali ini Lala tak menolak, Lala melihat orang di sampingnya dengan tatapan bingung. matanya pejam itu artinya dia udah tidur. Di saat Lala akan menutup mata sesuatu benda menempel tepat di telinga nya.


"Maafin gue karna buat lo nangis!" Rey bersisik tanpa membuka matanya. sedetik kemudian bibir nya menempel di pipi Lala.


'Cup'


"Tidur lah, selamat jumpa besok lagi!' Ucap Rey sambil mempererat pelukan nya pada Lala. Lala tersenyum kecil saat menyadari perlakuan manis dari Rey, Ia mengubah posisi tidur nya yang mengarah ke hadapan Rey. walaupun gelap namun terlihat jika Rey saat ini sedang membuka kedua matanya dan melihat ke arahnya, Lala semangkin mendekatkan wajah nya ke wajah Rey.


"Rey..!" Panggil nya dengan senyum manis, Rey tak menjawab ia hanya akan mendengar kan apa yang akan di ucap kan Lala selanjutnya.


Tanpa banyak omong Lala mengecup bibir Rey sekilas dan setelah nya ia membalas pelukan dari Rey. Sudut bibir Rey tertarik ke atas, ia rasa Lala sudah mulai tertarik dengan nya. Tangan nya teladen mengelus rambut Lala, dan berkali kali ia mencium nya. Lain hal dengan Lala ia merasa malu karena hal yang ia lakukan tadi.


"Kok gue malah cium dia sih?" Manolognya."Kan malu maluin," Ujar Lala yang semangkin masuk ke dada hangat milik Rey.


"Awalnya Rey mengira jika Lala menangis karena ulah nya tadi, namun setelah melihat Lala yang dengan berani mencium nya, walau pun sekilas membuat nya paham akan sesuatu.


'Gue bakal buat lo gak bisa lepas dari gue la, tunggu tanggal pasnya!'


•


Paginya, setelah Lala selesai menyiapkan pakaiyan sekolah Rey, Lala lebih dulu ke bawah. selama hampir seminggu tinggal di sini, Lala tak pernah membantu mertuanya mengerjakan pekerjaan rumah. Ya walaupun ia di larang namun saat ini ia harus mulai membantu.


"Gak usah sayang, biar bunda aja. Lala siapain pakaian Rey aja sana!" Usir Rada yang kini mengambil alih piring yang akan di cici oleh Lala.


"Udah selesai Bun. Lala bantu ya, Lala pengen bantu bunda sekali kali," Ujar Lala yang kini sudah merampas pengosok piring.


"Ya udah tapi kalo udah leleh, tinggal aja biar Bunda yang melanjutkan," Peringat Rada pada menantu nya.


Setelah selesai sarapan, Lala pamit, begitu juga dengan Rey dan Yaya, Papi El juga berangkat kerja, ia memang gak ada miting pagi, namun karena tugasnya yang mengantarkan Yaya, mengharus kan nya pergi ke kantor pagi hari.


Rey dan Yaya berangkat ke sekolah dengan satu mobil, tampak senyum indah yang terus terlihat di wajah nya Lala. ia kembali teringat kelakuan Rey padanya sebelum tidur.


"Ini mah keriterianya beneran melebihi batas!" Pikirnya dengan senyum ayu.


Di kelas, tanpak Mely yang langsung memepet Lala.


"Jahat amat lo, tadi malam gue tiduran sama hantu, mana gue mau kabur lah kunci kamar gue ilang!" Ujar Mely dengan cemberut.


"dasar penakut" batin Lala.


"Lah bukanya May kerumah lo tadi malam?" Tanya Lala yang heran.

__ADS_1


"Enak aja lo anggap gue jadi hantu, muke secantik gue begini, gak sebanding lah sama hantu,'' May yang baru saja sampai ke kelas langsung ikut ikutan memepet Lala.


"Aduh gue gak bisa nafas, lo dua kok pada mepet gue sih, kaya mau di culik aja!" Omel Lala dengan merentangkan kedua tangannya kepada dua orang yang sedang memepetnya pergi.


"Tumben lo lama, dari mana?" Tanya Mely pada May.


"biasa ngurusin bocah dulu!" Ujar May dengan wajah ketus. Lala tersenyum kecil mendengar ucapan May.


"Bocah yang mana?" Tanya Lala dengan sengaja.


"Ya elah Lala, macem kagak tau aja lo, biasalah kan lagi jadian sama Bambang," Mely tertawa lepas saat mengatakan bambang. "Enak aja, gak sudi gue ma dia, kalo lo suka embat aja noh, gue mah ogah!" Tutur May dengan yang dengan sengaja menyentil Mely.


"Ntar nanges. gue ya kalo jadi lo mau aja lah sama si bambang, gitu gitu dia baik tau!" Ujar Mely dengan senyum senyum sendiri, tentu saja hal itu membuat Lala dan May saling lirik.


"Ehem.. ada yang naksir nih sama bambang..!" Jerit May dengan suara kencang, tak lupa kacungin dua jempol oleh Lala. "Siapa yang mau sama gue?" Saut bambang yang memang berada di kelas.


"Gue..!" Ujar Mely dengan mengangkat tangannya. Lala menarik May agar menyisahkan Mely dengan Bambang.


"Gak kebayang deh kalo mereka jadian, auto ngakak aja deh gue liat nya, yang satu rada lelet yang satu rada aneh," Ujar Lala sambil terus berjalan.


"Kita mau kemana?" Tanya May saat baru saja menyadari jika mereka berada di parkiran sekolah. Lala memandangi May dengan wajah bengong nya.


"Gue juga gak tau kok kaki gue jalan nya kemari?" Tanyanya dengan senyum kikuk.


"Aneh lo, auh.. jangan bilang lo_"


"Lo apa?" Tanya Lala yang dengan sengaja memepet ucapannya May.


"Lo jalan ke parkiran sama gue berada jalan sama Rey kan!" Ujar May dengan suara yang terdengar kuat. Dengan cepat Lala menutupi mulut May,


"Lo kena virus Mely ya, jerit jerit kalo ngomong, gak bisa tau situasi," Omel Lala dan langsung melepaskan tangannya dari mulutnya May.


"Lo belum ada cerita, cerita ke kita. kemarin gue liat lo sama Rey makan bareng, dan kita juga liat kalo lo ke rumah Ella barang, pasti ada yang lo sembunyin dari kita!" Ujar May dengan tatapan menginterogasi.


"Iya. gue tadi pagi juga liat lo, turun dari mobil Rey, pasti kalian pancaran ya?" Tanya Mely yang muncul dari dalam mobil.


"Ih, Mel.. lo kayak monyet aja *dah, muncul gak bilang bilang!" Ujar May yang menopak kepala Mely dengan palen.


"Lo kaya buk siti deh, guru beka yang suka nopak anak yang cabut!" Ujar Mely dengan wajah kesal. Melihat perdebatan antara kedua temannya, membuat peluang besar bagi Lala.


"Mending gue kabur dari pada menjelaskan hal yang gak bakal mereka percaya nantinya, gue sendiri aja gak percaya apalagi mereka*," Ujar Lala dengan memundurkan badan nya pelan.


"Eh..!" Ucap Lala ketika merasakan kakinya yang terpeleset karna menginjak plastik, dengan cepat seorang cowok langsung menolong Lala yang akan jatuh.


kira² siapa tuh yang nolong?


Rey kah? Yogi kah? atau Aaa Ryan?

__ADS_1


Spam merema dong!!


Tinggalin jejek say. Like, komen, favorit, vote dan hadiah ya, di lesetin juga tanganya. wkwk🙌🙌


__ADS_2