My Anemy My Hubby

My Anemy My Hubby
Bab 55-genit


__ADS_3

...🌵...


...Genit...


Baru saja Lala melangkahkan kakinya di tangga ke dua, namanya sudah di panggil oleh Yaya.


"Kak, main yuk!" Pintanya dengan wajah penuh dengan keceriaan. Lala tersenyum mendapati Yaya di depannya. Ia menghampiri Yaya, agar terlihat lebih dekat lagi dengannya.


"Kakak ganti baju dulu ya, baru kita main!" Ujar Lala dengan mengelus pundaknya Yaya. Sempat muncul wajah cemberut nya Yaya namun hanya sebentar saja, karna setelah nya Yaya menarik Lala menaiki tangga. Awalnya Lala sempat bertanyah tanya, dan sekarang ia paham dimana Yaya membawanya. Yaya membawa Lala menuju kamarnya. saat sampai di kamar, terlihat adanya Rey yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan telanjang dada.


"Yaya tunggu di sini aja ya?" Pinta Lala dengan mendudukkan Yaya di atas kasur. lalu berjalan mendekati Rey dengan memberikan sebuah baju kaos ke tangannya Rey. "Gue main sebentar, sama Yaya!" Ucap Lala sambil mendorong badannya Rey ke samping. "Lo..!" Ujar Rey dan langsung di kagetkan oleh suara pintu kamar mandi yang di tutup dengan keras oleh Lala.


Yaya yang sedari tadi melihat interaksi kedua nya. hanya cekikikan melihat nya. "Ngapain di sini?" Tanya Rey dengan alis yang sudah menyatu. bukanya takut saat melihat wajah Rey saat ini, Yaya malah menghempaskan badannya di kasur. tak lupa ia menarik selimut dengan untuk pelengkap dari baringan nya.


"Hmm... enaknya, Lala juga pengen deh punya kasur kek gini, tukaran ya Bang!" Ujarnya dengan tangan yang di goyang kan ke atas ke bawah secara bergantian, seolah oleh akan terbang bebas.


Rey melihat adiknya dengan tampang kesal. Rey menarik selimut yang di gunakan oleh Yaya tadi, sehingga membuat Yaya menghentikan gerakkan tangannya dan langsung bangkit dari tidurnya, Yaya langsung menaiki badan Rey dari samping, ia menggigiti bahu kirinya Rey dengan kaut, sehingga terjadi lah pertengkaran antara kakak adik itu.


Lala yang sudah selesai mengganti baju. meletakkan pakaian kotor nya dengan asal. Saat membuka pintu alangkah lucu nya saat melihat dua beradik yang sedang bertengkar dengan gigit gigitan, namun Rey bukan menggigit ia hanya mengelitiki perut Yaya dengan lihai. Lala tersenyum kecil saat mendapat kan ide di benak nya.

__ADS_1


Ia membuka ponselnya den langsung menyalakan vidio, cukup lama Lala berdiri di dinding kamar nya, bahkan sampai merasa bosan, Lala berdeham. sekali, dua kali, dan yang terakhir deheman yang keempat kali membuat dua manusia yang tadinya sedang mengadu nyali masing masing kini menoleh bersamaan ke arah Lala.


Setelah menyimpan ponselnya dengan aman. Lala berjalan ke arah dua orang tadi, ia menarik tangan Yaya dengan pelan, dan membawa Yaya menuju keluar dari kamar. Saat hendak menutup pintu, Lala sempatkan untuk mengejek Rey tak lupa Lala juga berdada dan setelah nya berjalan dengan santai ke kamarnya Yaya.


"Kenapa bisa begini?" Tanya Lala sambil membantu memakaikan baju Yaya. "Abang jahat, masa Yaya tidur di kasur selimut nya di tarik sama Abang, ya Yaya balas lah. Yaya gigiti tanganya biar bengkak bengkak. Yaya juga sakit, di sini di sini, di gelitiki geli tapi sakit juga!" Adunya dengan wajah jutek.


"Udah siap, ayo!" Ujar Lala sambil mengulurkan tangannya ke Yaya. Mereka pun mulai berjalan dengan pelan menuju Bunda Rada berada. namun sesaat kemudian. Lala teringat jika Bunda Rada dan Nenek lagi belanja.


"Kak seteleh ini main ke rumah Bang Yogi yuk?" Ujar Yaya dengan senyum yang sudah mengembang, ia berharap akan bisa berjumpa dengan Yogi. Lala yang mendengar permintaan dari Yaya hanya tersenyum kikuk sambil terus berfikir bagaimana caranya dia bisa mengelek akan kemauan Yaya.


"Hmm.. hari ini Bang Yogi nya gak bisa Ya, besok aja gimana?" Tanya Lala dengan mensejajarkan tinggi badanya dengan Yaya.


Lala menghela nafas saat pintu mobil yang tak bisa di tutup, dan ternyata itu adalah ulahnya Rey. "Rey bisa gak sih gak ganggu kita, sehari aja!" Ujar Lala dengan tatapan malas. "Bisa gak sih buat gue nyaman kalo sama lo" Ujar Rey yang masih menghadang pintu mobil.


"Mau lo apa? langsung ke intinya aja!" Ujar Lala dengan menatap ke arah depan. "Lo ngomong sama angin apa ngomong sama gue?" Tanya Rey dengan sengaja.


Lala kembali bertanya sesuai dengan pertanyaan sebelumnya, bedanya kali ini ia memandangi wajah Rey tanpa ekspresi. "Ya udah yuk kak, mau hujan nih!" lerai Yaya yang sedari tadi melihat tingkah Kakak, abang nya.


"Auuhh.. its!" Lala mendesis kesal saat Rey dengan cekatan masuk ke dalam mobil yang membuat dirinya terpepet. "Abang..!" Jerit Yaya sambil berusaha meninju abang nya. "Rey langsung keluar dari mobil, ia memutar arah menuju ke arah Yaya. Yaya sempat berontak saat dirinya di angkat paksa oleh Rey dan meletakkannya di jok belakang.

__ADS_1


Lala sempat tertawa melihat kelucuan wajah nya Yaya, namun saat Rey masuk kembali dan dengan sigap Rey memindahkan tempat duduknya. "Lain kali sebelum pergi itu, pakai sabuk pengaman, selain keselamatan kita aman selama di jalan, juga membuat lo gak bakal bisa gerak kalo gue pengen cium!" Ucap Rey tepat di samping wajah nya Lala.


Lala membuang wajah nya Rey agar menatap ke arah depen. Namun tenaga tanganya dengan kepala Rey lebih kuat kepala Rey. "Cium dulu!" Lagi Rey mangkin mendekatkan wajahnya di depen wajah Lala. Lala menyengir melihat kelakuan orang di sampingnya. "Inget ini di mobil, ada Yaya juga, gak kenal tempat banget!" Lala berbisik tak lupa tanganya mencubit pipinya Rey dengan kuat. Sontak atas kelakuan Lala membuatnya terkejut.


"Oke.. oke.. lain kali pasti gue siapain tempat yang lebih bangus dan gak akan ada penggangu." Ujar Rey dengan nada yang terbilang pelan. "Maksud lo, agar lo puas gitu ciumi gue?" Tanya Lala dan mendapat kan selentikan kening dari Rey. "Pokus aja, bentar lagi pasti gak bakal ada penghalang!" Ujar Rey yang sudah menyalakan mesin mobil nya.


...


Lala heran, karena bukan rumahnya yang ia lihat melainkan tempat salon yang ada di depan matanya. "Kok salon kan gue pengen pulang Mami!" Ketus Lala yang masih diam di dalam mobil.


Rey tak menjawab, melainkan memilih membuka pintu mobil, ia berjalan memutar dan langsung membukakan pintu mobil untuk Yaya.


"Mau ice creem?" Tanya Rey dan mampu membuat Yaya langsung tersenyum dan turun dari mobil. Saat Lala ingin membuka pintu, ia urungkan ketika kagat karna di buka lebih dulu oleh Rey


"Tiga menit!" Ujar Rey saat pintu di buka dan setelah nya langsung menutup pintu mobil dengam keras. tak lupa Rey juga menyisihkan senyum menggoda ke Lala.


"Aduh.. untung gue punya nyawa dua, kalo kagak udah mati muda gue karna liat muka genit nya!" Lala mengelus elus dadanya seraya menggeleng kan kepalanya.


"Dia bener suami gue, apa suami jadi kadian sih?" Tanya Lala saat melihat Rey yang membalik badan dengan senyum yang mangkin terlihat genit.

__ADS_1


Merinding gue, batinnya seraya mengelus dada.


__ADS_2