
...🌵...
...Gue ada salah?...
Mata Lala perlahan terbuka, ia menelisik seisi kamar yang saat ini menjadi penampung tidur nya.
"Lo dah bangun?" Tanya Rey yang kini sedang mengancing kan baju sekolahnya.
"Gue dimana? kok asing banget?' Tanya Lala dengan suara yang tak jelas. Matanya masih merasa berat untuk melek, ia mengucek ucek matanya agar matanya dapat melihat dengan jelas di mana ia berada.
"Cepet lo mandi, udah hampir jam tujuh ini!" Ucap Rey yang setelah memasang kan jam di pergelangan tangannya.
"Apa?" Tanya Lala yang kini sudah sadar dari kantuknya.
"Kok gak di bangunin?" Tanya Lala dengan langsung meloncat dari kasur dan langsung menuju kamar mandi.
Rey yang melihat tingkah Lala hanya menggeleng kan kepalanya.
Tanpa pikir panjang, Lala langsung mandi seperti biasanya, Lala melihat penampilan dirinya di depen cermin.
"Kok gue mangkin gemuk ya? Padalah gue kan jarang makan!" Ucap Lala pada dirinya sendiri.
"Wuih.. mata gue kok bisa sebengkak ini sih?" Ucap Lala sambil membersihkan area wajahnya.
Selesai dari mandi. Lala memutar seisi kamar mandi.
"Gue lupa bawak handuk, gimana nih?" Tanya Lala sambil mengigit bibir atasnya. "Ah.. minta ambil kan dia aja deh, dari pada nanti tertambat!" Ucap Lala pada akhirnya.
ceklek..
Tampak kepala Lala yang muncul dari balik pintu.
"Ngapin lo?" Tanya Rey saat melihat Lala yang tak keluar dari kamar mandi dan malah mengintip ngintip.
“Ambilin handuk gue dong, gue lupa bawa," Pinta Lala dengan mengulur kan tangannya ke arah Rey.
"Ambil aja sendiri!" Jawab Rey ketus dan langsung pergi dari dalam kamar.
"Reyy..!" Jerit Lala saat merasa ia di cueki oleh Rey. saat ini Lala merasa sangat kesal oleh Rey, nafas Lala sudah naik turun, ia ingin sekali memukul Rey saat ini, apalagi dengan perubahan sikapnya Rey.
"Awas lo. bakal gue balas perbuatan lo!" Ujar Lala dengan mengambil baju yang kotor untuk menutupi dirinya. tak lama kemudian setelah memakai baju kotor nya Lala pun mulai membuka pintu kamar mandi nya.
Ceklek..
"Eh.. mampus!" Ucap Lala latah saat pintu kamar dibuka.
"Lo-lo mau apa?" Tanya Lala saat melihat Rey berjalan ke arahnya. Rey tak menjawab sama sekali ia melilitkan handuk yang ukuran besar di badannya Lala.
"Lo gak ada bawa handuk kan?" Tanya Rey saat sudah selesai melilit kan handuk di bandan Lala.
"Makasih!" Ujar Lala pelan dan di angguki singkat oleh Rey.
"Hah.."
Lala menghela nafas lega. "Gue kira dia mau apa, tapi sukur deh gak seperti yang gue pikirkan," Ucap Lala sambil mencari baju sekolah nya.
"Rey baju gue mana?" Tanya Lala pada Rey saat tak menemukan baju miliknya di koper.
__ADS_1
"Lemari!" Jawab Rey singkat dan kembali mengobrol di sambungan telepon. Lala melihat ada dua lemari besar di depannya.
"Yang mana ini? kanan atau kiri, ah ini aja deh!" Ujarnya dan mencoba membuka.
"Gak bisa, itu artinya yang satu lagi deh!" Ucap Lala dan kembali mencoba membuka. Namun hal yang yang Lala dapat yaitu tak terbuka sama sekali.
"Rey gimana cara bukanya?" Jerit Lala yang tepat di telinga Rey.
"Berisik banget lo!" Ucap Rey dan berjalan menuju lemari. "Oh.. di geser ternyata, gue kira main tarik ke luar!" Ucap Lala yang terdengar kampungan.
" kalo caper sama gue mending gak usah deh, gak selepel!" Ucap Rey dengan muka kesal nya. dan berjalan meninggalkan Lala yang kesal.
"Gue gak caper, dan gue juga_"
sttst.
Ucap Rey dengan menutupi bibirnya dengan jari telunjuk. "Lala langsung diam dan mencari baju sekolah nya dengan segera.
Seteleh sarapan bersama dengan keluarga baru, di kediaman El. Lala berjalan dengan cepat mengikuti langkah nya Rey. Sampai di depan Lala masih bingung, apakah ia akan pergi barengan dengan Rey.
"Naik?" Ucap Rey yang sudah membuka kan pintu mobil untuk Lala.
"Barengan?" tanya Lala bingung. Lagi lagi Rey bersikap cuek padanya.
"Gue gak butuh penolakan, cepet masuk atau gue tinggal!" Ancam Rey dan langsung dituruti oleh Lala.
Jarak antara sekolah dengan rumah Rey memerlukan waktu sekitar dua pukuh menitan, jika mengggunakan mobil. Sama hal dengan kemarin sore, saat Rey membawa nya ke rumah mertuanya, Rey tak banyak berbicara
. "Hem hem..!" Lala berdeham dan beralih pandang memandangi Rey yang sedang pokus ke arah jalanan.
"hhmm.. gue ada salah ya?" Tanya Lala pelan sambil memberanikan diri menatap Rey. Rey tak menjawab ia berdiam sejenak dan menghentikan mobil nya di pinggir jalan. Lala menelan salivanya dengan susuh payah. Lala sendiri takut Rey akan berbuat macam macam dengannya.
"Gue salah apaan sih, sampe segitu tajam nya dia liatin gue!" Ucap Lala pelan.
"Salah lo, banyak!" Jelas Rey dengan pandangan yang tak lepas dari wajah cantik nya Lala, tak lupa ia menekan kata di akhir kalimatnya.
"Dengerin gue baik-baik, lo pasti penasaran kenapa gue bawa lo ke rumah Bunda, dan kemana Mami Roni pergi."
Lala beralih serius menatap ke arah orang yang tadi takut di tatap nya.
"Mami, pergi pulang kampung, oma lo telepon kemarin siang, katanya lagi sakit dan mesti di jagain. karena penyakitnya mangkin parah, lo kemarin di telpon juga, tapi gak ada jawaban sama sekali. bahkan Mami nunggu lo sampai jam tiga sore. Gue gak tau Mami kapan pulang, tapi yang jelas setelah Oma sembuh baru pulang. Lo bikin gue, sama Mami khawatir, gimana gak khawatir ponsel lo gak aktif, kita telpon kedua teman lo juga, sama sama gak aktif.. Itu kar_ gue belum selesai ngomong!" Putus Rey.
"Nanti setelah gue minta lo ngomong baru lo ngomong!" Ucap Rey dengan tatapan tajam.
"Gila.. gila.. bisa mati jadi ayam geprek gue kalo begini, serem amat matanya!" Batin Lala sedikit takut. Lala pun memilih menunduk lagi.
"Siapa yang nyuruh lo liat bawah?" Tanya Rey lagi. Lala langsung menatap kesal ke arah Rey.
"Gue ingatan sama lo, jangan pernah main main saat pulang sekolah, ini salah satu keteledoran lo juga karena gak minta izin sama Mami lo, berhubung sekarang ini lo adalah tanggung jawab gue, masalah lo masalah gue dan masalah gue adalah masalah gue, lo gak boleh pergi sebelum lo sendiri dapat izin dari gue. karena posisi gue sekarang adalah suami lo. satu lagi, Rey dengan sengaja menjeda ucapanya.
"Jangan caper sama cowok di sekolah!" Terang Rey dan kembali menghidupkan mobilnya.
"Gak ada bantahan, gak ada tawar menawar!" Jelas Rey dan melajukan mobil nya dengan cepat. Lala yang di samping nya Rey merasa was was, karena kecepatan mobil semangkin bertambah kencang. namun Lala tak berani menegur, ia hanya memeganggi roknya dengan kuat tak lupa ia menutupi kedua matanya sekaligus mulut nya tak henti hentinya berkomat kamit.
Tuhan. bisakah engkau menolongku untuk saat ini! aku masih ingin hidup! Pintanya dengan mata terpejam
•••
__ADS_1
Di kantin tanpak ketiga cewek yang sedang duduk manis dengan ponsel yang berada di tangan masing masing. Tiga cewek itu saling mengetik ke ponsel masing masing, hal ini sudah menjadi ini kebiasaan meraka sejak pagi tadi. alasaya karena Mely yang tak menyukai Ella teman sebangku Lala. Kemarin Mely membuat grup khusus buat mereka tiga.
...\=M2L girl...
Meyi
_ pulang nanti kita cafe yuk?
Udah lama kita gak ke cafe!
May
_ Gue ikut aja, lagian gue tinggal
duduk manis ntar di belakang
Meyi
_ Ah.. iya gue lupa jadwal
gue nih yang nyupir
^^^Lala^^^
^^^_Gue gak janji bisa ikut, lagian^^^
^^^gue gak bawa mobil^^^
Meyi
_Alah boong lo, tadi gue liat
ada mobil lo di parkiran
May
_Tenang La.. ntar uang minyak
urusan mely, biasa sultan wkwk
^^^Lala^^^
^^^_gue serius gue gak bawa mobil,^^^
^^^gue juga ada hal yang mau gue^^^
^^^urus selesai sekolah nanti.^^^
Lala sengaja menolak ajakan keduanya, karena ia teringat ucapan Rey pagi tadi. "Nasep seorang pelajar yang sudah menikah, ya begini!" Ucap Lala dengan menghembus kan nafas berat.
"La.. ayo dong," Rengek Mely yang sudah beralih ke belakang di ikuti juga dengan May. "Kita udah lama lo gak ke cafe, katanya banyak cogan!" Ucap Mely agar Lala tertarik.
pletak.
"Bege lo, Lala kan gak suka cogan, lo lupa berapa banyak cogan dari sekolah ini baik senior kita dulu sampe sekarang, bahkan yang bocil bocil pun ikut suka sama Lala, tapi sama gak ada yang cocok sama Lala, liat deh kita di sini hampir tiga tahun dan sekarang kita senior tapi tetap aja gak ada yang bisa luluhin hati Lala." Jelas May pada Mely.
"Iya ya.. kok gue baru sasar, eh sadar maksudnya," Ucap Mely membenarkan.
__ADS_1
...👉Jangan lupa jarinya di sempat kan untuk kasih like, komen, hadiah, serta vore. biar akunya semangat nulis.📝📝👈...
...👇...