
...🌵...
...Dasar Iri...
"Hati-hati!" Ujar Ryan saat Lala sudah berdiri dengan bagus. dan tak lupa senyum Ramahnya yang ia perlihat kan kepada Lala. Lala menjawab nya dengan senyum simpul.
"Cie cie!" Sosor Mely dengan menepuk nepuk pundak nya Ryan.
"Mending lo sama gue aja. kalo Lala gue gak yakin sama lo. soalnya Lala sekarang udah punya pacar, tau gak siapa pacarnya?" Tanya Mely yang mendapatkan selentikan di kening nya.
"Beber banget nih mulut, belum tau pasti aja udah begini gimana kalo udah tau yang pasti!" Ujar Lala dengan sedikit berbisik ke pada Mely.
"Jadi lo beneran pacaran sama_"
"Sama gue!" Tiba tiba Rey muncul di keempat orang yang mampu membuat semuanya mengarah ke Rey. namun sesaat kemudian May, Mely, dan Ryan memandangi Lala dengan tanda tanya.
Lala memandangi Rey dengan muka sengong, dan sesekali ia mengelengkan kepala pada Rey. Rey tersenyum simpul melihat Lala, ia mendekati Lala dan langsung menarik nya paksa. Kini Lala sudah berada di sampingnya Rey dengan di peluk dari samping dengan paksa oleh Rey. Lala hanya pasrah dengan keadaan saat ini.
"La!" Panggil May dengan wajah penuh tanda tanya.
"Iya, kita jadian ya kan Rey!" Ujar Lala dengan senyum paksa. Rey mengelus rambut Lala pelen.
"Gue pinjam Lala nya boleh?" Tanya Rey saat melihat ketegangan di sekitar nya. ia tak ingin melihat Lala berada dalam kekangan pertanyaan dari para temanya.
"Boleh, boleh. bawa aja gak apa!" Ujar Mely dan mendapat kan tatapan tajam dari May.
"La, lo_ maaf Yan gue baru kasih tau ke kalian. gue sama Rey emang lagi pancaran," Sambung Lala dan langsung menjauhi ketiga orang yang masih tak percaya.
"Bener kan yang gue bilang!" Senggol Mely ke arah dua orang di sampingnya.
Selang kepergian Lala dan Rey. Mely langsung heboh. "Gila si lala, dulu ngatain kita gak boleh suka sama Rey apalagi jadian, lah sekarang malah pacaran sama rival nya sendiri. padalah dulu dia yang yang menekankan prinsip kalo gak mau pacaran, sebelum tamat sekolah, lah sekarang pacaran sama playboy," Ujar Mely seraya menggeleng kan kepalanya.
"Nah. itu dia yang gue masalahin Mel, dari dulu sampai sekarang, eh bukan sekarang. maksudnya Lala kan paling ngehindar tuh sama yang namanya cowok modelan kek Rey. dan Lala gak pernah pacaran. tapi sekarang! untuk yang pertama kalinya malah pacaran sama Rey, aneh banget!" Ujar May yang tampak kesal.
"Otak gue seketika diam di tempat!" Ukar May lagi.
"Gue gak yakin mereka pancaran, dan gue gak bakal percaya," Ujar Ryan yang langsung meninggal kan kedua manusia yang masih sibuk membahas Lala dan Rey.
"Mentang mentang gue gak masuk dua hari, lo pada nyeritain gue ya!" Sambung Yogi yang tiba tiba muncul.
"Eh, Yogi mangkin ganteng aja. mangkin suka deh Mely..!" Mely melendot di lengan Yogi dengan senyum manis nya.
__ADS_1
"Ih.. apaan sih lo, pegang pegang!" Bukanya Yogi yang menolak melaikan May.
"Hih, dasar iri" Ujar Mely dengan ketus.
"Bibir harap di kondisi kan!" Jawab May dengan berjalan ke arah Yogi. Sejujurnya Mau merasa cemburu dengan tingkahnya Mely pada Yogi.
"Kayaknya ada yang cemburu nih!" Ucap Yogi yang kini sudah mengapitkan tangannya dileher May.
"Asek.. mesra ah, gue juga mah mah kali!" Ujar Mely yang kini sudah mengeluarkan ponsel.
"Gue poto ya, biar ada rada roman sama teman, satu dua tiiiiga, kata tiga di ucapkan sesuai dengan turunnya jari ketiga Mely.
Cekrek..
Cekrek..
Entah berapa kali Mely mengambil gambar, dengan gaya yang serba berubah, bahkan dengan sengaja Yogi memeluk May dengan gaya ala pacaran
"Meluk lo rasanya beda" ujar Yogi sambil merampas ponsel milik Mely.
"Anj*ir main copet copet aja, jadi kesel gue!" Ujar Mely dengan gaya marah. May tersadar saat namanya di panggil oleh orang yang saat ini sedang ia khayalin.
"Ah.. iy.. kenapa?" Tanya May dengan gugup.
"btw, si Ryan dari tadi kok gak keliatan?" Tanya Mely dengan celingak celinguk.
"Sok gak tau lo, jelas jelas tadi pergi sebelum Yogi datang!" Ujar May dengan mengambil ponsel ditangannya Yogi.
"Coba deh, gue liat!" Pinta May dan melipat hasil jepretan Mely.
"Kok lo gak bilang sih! gue di tinggal kan," Omel Mely dengan mengentakkan kakinya dan pergi setelah puas menjedutkn kepala May dan Yogi.
"Lo dua cocok gue doain moga jodoh, jodoh tikungan, maksudnya!" Teriak Mely dengan tertawa.
Di tempat lain, Lala sedang makan berdua di dalam mobil dengan Rey.
"Rey idupin deh Acnya panas banget!" Pinta Lala yang memeng sedari tadi merasa panas.
Rey menurut, ia menghidupkan Ac sesuai keinginan Lala.
"Rey..!" Panggil Lala dengan tangan nya yang memainkan sendok.
__ADS_1
"Kenapa? mau gue suapin?" Tanya Rey yang langsung mengambil sendok di tangan Lala dan menyupainya. Lala menolak.
"Gue udah kenyang, tapi gue bingung aja, gimana jelasinnya nanti sama mereka?" Ujar Lala dengan wajah kusut.
"Emang masalah bingungnya terletak di mana?" Tanya Rey dengan menarik dagu Lala agar menghadap ke arahnya.
Mereka sempat menatap beberapa detik, dan pandangan itu terputuskan karna deringan di ponsel Rey. Lala menatap siswa/j di depan nya dengan tatapan kosong.
_ "Oke, gue kesana!" Putus Rey dan langsung mematikan ponsel nya. ia langsung keluar dari mobil tanpa berpamitan terlebih dahulu dengan Lala. Entah itu lupa atau emang kebiasaan barunya. Lala menggelengkan kepala melihat Rey yang sudah tak terlihat lagi.
...
Lala melemparkan tasnya di meja, ia terduduk lemas di sofa kamarnya. Entah sudah yang keberapa kali terdengar helaan nafas lemas dari diri Lala. "Baru kemarin bersikap manis ke gue, sekarang main tinggal tinggal aja tanpa kabar, mana pulang nya gak di antar lagi tau gini gue bawa mobil sediri!" ujar Lala dan membaringkan badannya ke sofa.
"Gue bodoh banget!" Jerit nya dengan menghentakkan kaki dan tangan nya secara naik turun.
Tuk..
Tuk..
"Ini bunda sayang!" Ucap seorang yang tadi mengetuk pintu kamar, padahal Lala belum ada bertanya siapa. Dengan langkah malas Lala membuka pintu. "Kenapa kok cemberut? ha? Rey nya mana?" Tanya Bunda Rada saat mei tak adanya Rey di dalam kamar. "Lala pulang luan tadi bun, sama temen temen, kenapa bun?" Tanya Lala yang penasan dengan maksud kedatangan Rada. "Mending kamu ganti baju yang bagus, terus ke bawah, bunda tunggu!" Ujar Rada dengan mengelus pundak Lala dengan kasih sayang.
Lala yang memang malas bertanya pun hanya menuruti nya saja. "Sepuluh menit bun!" Jerit Mita dan mendapatkan anggukan kepala dari Rada.
Setelah sekian mengganti pakaian, Lala pun berjalan menuju bawah. Terlihat mertua dan adik ipar yang sedang duduk di sofa.
"Mau pigi bun?" Tanya Mita saat sudah sampai di depan kedua nya.
"Nanti kamu juga tau, ayo!" Ajaknya dengan menarik kedua gadis bebeda usia itu.
"Kak kakak pasti kepe kan?" Tanya Yaya dengan berbisik ke Lala. Saat ini mereka sudah berada di dalam mobil. Lala tersenyum kecil dan mengangukan kepala. Yaya tersenyum Lala sedikit berdiri untuk berisik ke Lala.
"Kalo kak Lala mau tau, kak Lala harus janji dulu, ujarnya dengan menarik tangannya Lala. Lala hanya menurut saja.
"Janji apa?" Tanya Lala saat jari kelingking keduanya lepas.
"Yaya suka sama Abang Yogi!" Ucap Yaya dengan cekikikan. Lala pun yang mendengarkan ikut tertawa.
"Itu janjinya, kak Lala harus buat Abang Yogi suka sama Yaya!" Ujar Yaya yang membuat Lala berhenti tertawa.
"Masih kecil, gak boleh tau cinta cintaan!" Ujar Lala dengan membaguskan posisi duduk Lala dan memakaikan sabuk pengaman.
__ADS_1
"Jangan di buka, nanti kalo ngerem mendadak bisa melayang," Peringkat Lala dengan sedikit mengada ada. Yaya hanya menuruti kata kata Lala.