
...🌵...
...Pernikahan.....
"Ah.. bodo amat dah, mending gue tidur, capek mikirin hari esok," Ucapnya dan mematikan lampu lalu mulai memejamkan matanya.
"Gue berharap, moga malam ini adalah malam terlama di malam sebelum sebelumnya," Pinta Lala sebelum matanya tertutup.
Sedang Rey, ia sibuk bertelepon dengan Ella di sebrang sana, ia merasa tak enak karena dari kemarin semenjak masuk sekolah, ia gak ada mampir ke rumah Ella, bahkan di sekolah pun ia tak sempat menjumpai Ella. sambungan pun terputus tepet jam sebelas malam.
"Syukur deh, gue merasa gak terbebani kalo udah tau kondisi lo!" Ujar Rey dan menghempaskan badanya setengah di atas kasur.
"Pi.." Panggil Rada pada suaminya yang sedang berada di sampingnya.
"Hmm.." Jawab El dalam kondisi terpejam. saat ini kedua nya sedang berada di atas kasur dengan saling berpelukan. "aku takut soal besok!" Ucap Rada pelan. "Tenang aja, Rey pasti bisa menjalani ini dengan mudah, percayalah anak kita pasti bisa." Ucap El mencoba menenangkan istrinya. "aku merasa bersalah, karena udah hampir lima tahun berpisah dengan Reyhan, dan sekali kita bertemu lagi, kita udah pisah lagi!" Ucap Rada merasa bersalah.
"Percayalah, Reyhan pasti mengerti, ia anak yang mandiri, ingat dulu kamu juga seperti itu, padaku, meragukan kerja kerasku, tapi lihatlah sekarang, kau bahkan tak bisa seharipun tak menghubungi ku." Jelas El pada istrinya. "Karena mas kan ulet, jadi harus di jagain, walaupun dari jarak yang jauh." Ucap Rada lagi.
"Sudah lah, ini sudah malam, tidur lah, dan tenang kan dirimu untuk besok!" Ucap El dan mempererat pelukan nya.
__ADS_1
Lain hal dengan May dan Mely, mereka berdua tengah menonton drama di depan layar lebar, di ruang keluarga nya May, "Apa di rumah lo tiap malam sesunyi ini?" Tanya Mely merasa rada seram.
"Ya" jawab May masih setia dengan camilan di tangan nya. "Tapi sekarang lo benaran udah gak apa kan?" Tanya Mely melihat wajah May yang sudah terlihat biasa biasa saja. May menggeleng sebagai jawaban.
•
Paginya, Lala di bangunkan dengan suara bising dari sebelah nya. "Ahh.. bising banget sih, gue masih ngantuk," Jerit nya sambil menutupi kedua telinga nya dengan guling, serta mengubah posisi tidur nya menjadi telungkup. "Ini udah jam setengah delapan pagi, jadi mau bangun jam berapa lagi?" Tanya Mami Roni dengan wajah menantang, Lala yang mendengar nya langsung bangkit dari tempat tidurnya dangan posisi berdiri merem melek dan berjalan menuju kamar mandi.
Tuk..
"Auu.." Kini Lala sudah sadar dari setengah tidurnya, Mami Roni hanya menggeleng kan kepala nya. "Lala udah Mami pinta izin tadi sama wali kelas kamu, mandi dan pakai baju di yang Mami siapkan di atas kasur." Jelas Mami Roni dan berjalan meninggalkan kamar setelah meletakkan gaun berwarna biru muda, dan putih di atas kasur. "Ingat Lala, tinggal pilih salah satu yang kamu suka dari dua gaun itu," Ucap Mami Roni dan kini sudah menutup pintu kamarnya.
Lala menghela nafas berat, "benaran hari ini, oh.. habislah masa ke sendirian gue menjadi seorang istri, dari suami yang aslinya adalah rival gue sendiri." Ucapnya menepuk kening, dan menutup pintu kamar mandi.
Lain hal dengan Rey ia sedang berdiri mengaca dirinya di depan cermin di temani dengan Yaya, "Mangkin jelek, kak Lala gak cocok sama Abang!" Ucapnya menilai penampilan Abang nya yang dari tadi masih sibuk dengan cermin di depannya.
Lala sudah selesai dengan riasan tipis di wajah nya, ia memilih warna gaun warna putih polos itu, alasannya hanya satu, karana warna biru terlalu bangus menurut nya sedang warna putih yang saat ini ia pakai terlihat biasa biasa saja di matanya. ia tak mau terlihat cantik di depen Rey, bisa jadi Rey salah tanggap nantinya.
"Kenapa harus di jemput sih, padahal tenggorokan gue udah surut minta di kasih minum, mana perias udah pada keluar lagi," Omel Lala dengan berjalan mondar mandir di depan kasur. "Auu.." Ucap Lala yang terjatuh di lantai akibat terinjak gaun nya sendiri.
__ADS_1
Kini Lala terduduk di atas kasur, setelah memijat asal kakinya yang sakit tadi, untung saja tak keseleo, di sela waktu luasnya yang menunggu Maminya yang akan di susul, Lala sempat kan untuk memberi alasan kepada dua temannya, dan juga Yogi, bertambah satu ya. ia memberikan alasan tak masuk karena lagi liburan di tempat oma.
Ceklek..
"Kak Lala," Panggil Yaya dengan senyum indah nya, dengan tangan nya yang membawa segelas air putih dan stoples keripik pisang yang masih penuh. Lala langsung mengambil air putih pemberian dari Yaya. Setelah selesai minum Lala kembali duduk di kasur di susul oleh Yaya, "Kanapa?" Tanya Lala yang merasa risih di tatap oleh Yaya dengan serius.
"Kakak cantik," Pujinya di iringi dengan senyum yang memperlihatkan giginya. "Yaya juga!" Puji lala balik. "Bentar ya kak," Ucap Yaya dan bangkit dari duduknya, Lala terus memperhatikan gerak gerik apa yang di lakukan oleh Yaya, "mau apa?" Tanya Lala setelah merasa Yaya mendekati wajah nya. "Ayo..!" Ajaknya dengan menarik Lala ke depan cermin.
"Kata bunda.. kalo wanita keringetan dan ada make up nya di wajah, jarus di lap pake tisu, kaya gini!" Ucap Yaya yang mengelapi wajah nya Lala yang berkeringat.
"makasih," Ucap Lala setelah Yaya selesai mengelap wajah nya.
"Ayo..!" Ajaknya lagi dengan menarik tangannya Lala, sama hal dengan hal yang Yaya lakukan sebelumnya. "Kata bunda.. Yaya yang bawa kakak ke bawah," Ucapnya lagi. Lala tersenyum melihat perhatian nya Yaya padanya, "Andai, Rey juga mirip sama lo Ya, bersikap baik dengan orang lain, dan gak permainan hati para cewek, mungkin gue bakal menerima lo dengan senang hati!" Ucap Lala seakan pasrah dengan keadaan.
"Kak..!" Senggol Yaya yang membuat Lala memandangi sekelilingnya. "Udah sampai aja!" Batinya dan kini pandangan nya pokus ke arah Rey yang lebih dahulu sampai dan mungkin menunggunya dari tadi. begitu juga Rey sedari kedatangan Lala dari tangga sampai di sini tak luput dari pandangan matanya, ada rasa berbeda jika melihat Lala saat ini, cantik itu lah kata yang wajib keluar saat melihat Lala di depannya, "Lo cantik, kalo gak cerewet dan cuek!" Ucap Rey dan menyungging senyum ramahnya. kedua nya putus kontak mata saat suara Mami Roni yang memanggil Lala
"Duduk sayang!" Pinta Mami Roni, dan di jawab dengan senyum manis oleh Lala.
Tak memerlukan waktu lama, setelah mengatakan ijab kabul, dan saling tukar cincin keduanya pun di sibuk kan dengan ucapan selamat dari beberapa orang yang menghadiri acara ini, memang tak ramai hanya beberapa saksi saja, bahkan keluarga kedua nya tak ada yang menghadiri karena pernikahan ini termasuk ke dalam pripasi saja. dan beberapa tetangga saja yang di undang, sekedar untuk menghilangkan pitnah kedepannya.
__ADS_1
Mami Roni, El, dan Rada tampak sibuk dengan beberapa orang yang menghadari acara kecil pernikahan ini, lain hal dengan Yaya, Yaya tampak lengket sekali dengan Lala, sadari selesai acara ijab kabul tadi dua manusia itu saling bertukar cerita, sedang Rey ia hanya diam mendengar kan kedua nya.
Jam enam sore, acara pun selesai, orang orang sudah berlalu lalang pulang ke rumah masing masing, tinggal lah dua keluarga yang kini sudah menyatu menjadi besan besanan, Lala lebih dulu masuk ke dalam kamar nya. ia merasa leleh juga rasanya, di tambah Yaya seakan tak ingin lepas darinya.